
"Ah baiklah terserah kalian saja". Ujar Tang Shen pasrah, bagaimana pun kondisinya saat ini sangat lemah. Masih selamat dan tidak dibunuh pun dirinya sudah sangat beruntung, tetapi Tang Shen tidah habis pikir dengan para penduduk desa Vendesilua. Apa yang telah diperbuatnya hingga mereka tega melakukan hal ini padanya, bahkan kepala desa yang ia anggap sebagai orang yang paling ia percaya pun mengkhianatinya.
"Master apa yang master pikiran?" tanya Nangong yang melihat Tang Shen termenung menatap hitamnya langit malam di hutan.
"Tidak apa-apa Nangong, aku hanya berpikir bagaimana aku bisa bergerak dari sini sedangkan kondisiku saat ini sangat lemah. Jangankan untuk berjalan ke gua yang kau maksud, berdiri saja aku sangat kesusahan" jawab Tang Shen berbohong walaupun raut wajahnya meyakinkan, walau pun begitu sebenarnya Nangong tau apa yang dipikirkan oleh masternya ini.
"Kasihan master, dia adalah orang yang sangat baik dan penuh dengan rasa kasihan melihat manusia lain. Tetapi hal ini malah di dikhianati oleh sesama kaum manusia, sungguh tragis nasib master saat ini. Seandainya master mengizinkanku untuk menghabiskan mereka pasti akan kulakukan untuk master" batin Nangong prihatin, ia selalu merasa bahwa master adalah orang yang sangat sempurna. Ia kagum akan masternya ini dan berjanji tidak akan pernah mengkhianati masternya seperti para manusia-manusia itu, Nangong akan bersama master dalam keadaan apapun baik duka maupun suka.
"Hey iblis jelek apa yang kau pikirkan?, cepat bawa kami ke gua yang kau maksud tadi" tiba-tiba Zhu Que berbicara mengejutkan lamunan Nangong.
"Ahhh... Maaf tuan dewa aku aku... Ah maksud ku lewat sini" Nangong masih berusaha menguasai keterkejutannya.
"Nangong bisakah kau membawaku ke gua yang kau maksud, aku masih tidak memiliki tenaga untuk berdiri, badanku rasanya masih mati rasa dan tenaga dalamku masih belum pulih" pinta Tang Shen.
"Tentu saja master aku akan melakukannya, tanpa master minta pun aku akan melakukannya dengan senang hati" jawab Nangong yang langsung mendekati Tang Shen.
"Ilusi Kabut Nyata, Awan Iblis Terbang".
Tiba-tiba muncul sebuah awan sebesar kasur tempat tidur manusia dari bawah tanah, awan itu langsung mengangkat tubuh Tang Shen ke atasnya dari bawah tanah. Awan itu berwarna agak kemerah-merahan khas warna kesukaan para iblis, walau pun hanyalah sebuah ilusi tapi sangat ampuh dalam mengangkat tubuh lemah Tang Shen saat ini.
"Master awan ini adalah kendaraan ilusi yang aku ciptakan menggunakan tenaga dalamku, walaupun ini hanyalah ilusi tetapi ini tetap bisa dikendarai oleh master" jelas Nangong.
"Terima kasih Nangong aku jadi merepotkanmu" jawab Tang Shen sambil tersenyum.
"Tidak-tidak master tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi kewajibanku untuk melayani master dalam keadaan apapun" jawab Nangong yang langsung menolak ucapan terima kasih masternya ini.
"Ah baiklah kau memang temanku yang baik Nangong, aku berjanji setelah aku sembuh aku akan mengajarimu jurus api raja biru" jawab Tang Shen sambil tersenyum.
__ADS_1
"Teman...?" gumam Nangong sambil merekah senyum di bibirnya. "Teman? Master memanggilku teman?" batin Nangong tertegun mendengarkan ucapan Tang Shen, ucapan itu bagaikan semilir angin musim panas yang hangat menerpa hidupnya. Selama ini ia diperbudak oleh kaumnya sendiri hingga ia menjadi anak buah seorang pendekar hebat kaum manusia, dan baru sekarang ia disebuat sebagai teman oleh orang lain terlebih itu dari kaum manusia.
"Master terima kasih" Nangong mengucapkan kata-kata itu sepenuh hatinya.
"Ah kau tidak perlu sungkan padaku, kita adalah teman seperjuangan untuk membalaskan dendam dan sakit hati kita" jawab Tang Shen sambil tersenyum.
"Ba... Baik master".
"Maaf bisakah kita menghentikan adegan romantis ini terlebih dahulu, iblis jelek bisakah kau secepat bawa kami kesana sekarang?" pinta Zhu Que yang sudah tidak sabar.
"Tentu tentu tuan dewa lewat sini".
"Awan iblis terbang aktif".
--
--
--
Lalu sejauh jarak 500 meter mereka berhenti di atas ketinggian 10 meter permukaan tanah, Nangong melihat masternya masih lemah dan agak terlelap di atas awan terbangnya.
"Iblis jelek kenapa berhenti? Apakah kita sudah sampai di gua yang kau maksud?" Zhu Que tiba-tiba berbicara.
"Benar tuan dewa ini adalah gua yang aku maksudkan" jawab Nangong sambil menunjuk sebuah gua yang memancar hawa panas yan tidak biasa.
"Saudara Wu apakah kau merasakannya juga?".
__ADS_1
"Ya aku merasakannya juga saudaraku, kekuatan api level tinggi ini tidak mungkin salah lagi, ini pasti salah satu kekuatanmu yang disegel oleh para dewa" jawab Xuan Wu.
"Benar Saudaraku, aku tidak menduga para dewa jelek itu menyegel kekuatanku di tempat seperti ini" jawab Zhu Que.
"Tapi ini adalah keberuntungan bagimu karna tidak perlu bersusah paya mendapatkannya".
"Kau benar aku akan mengambilnya kembali".
"Kalau aku tidak salah ini adalah Api Lotus Hitam, Api pembakar yang sangat berbahaya sekali" tebak Xuan Wu yang membuat Nangong terkejut bukan main.
"Ap.. Apa? Api Lotus Hitam? Itu... Itu kan api suci tingkat tinggi jadi tuan Dewa Phoenix memilikinya?" tanya Nangong gugup.
"Tentu saja bodoh, aku ini adalah raja burung dan juga api, api jenis apapun aku pasti memilikinya. Kecuali Api Buddha lotus Biru yang hanya dimiliki kaisar dewa surga, dan juga Api Gerhana Matahari Merah milik Dewa Naga Kuning" jawab Zhu Que.
"Jadi 2 api legenda itu benar-benar ada tuan dewa" tanya Nangong sambil menunduk.
" Tentu saja bodo".
"Ahh baik... Baik tuan dewa, selanjutnya bagaimana tuan dewa?. Kondisi master harus segera kita istirahatkan, sementara itu awan iblis terbang cipataan ku tidak bisa bertahan lama" tanya Nangong lagi yang sekarang lebih fokus pada masternya.
"Kau tenang saja iblis jelek, tunggu aku mengambil pecahan kekuatanku dulu baru kalian bisa masuk gua dengan aman. Tunggulah sebentar aku akan mengambilnya, akan ku beri tanda apa bila aku sudah berhasil mengambil pecahan api miliku".
" Ba... Baik tuan dewa".
Zhu Que langsung keluar dari tubuh Tang Shen tanpa Tang Shen minta, ini adalah kelebihan dari para hewan dewa yang hanya mereka miliki. Walaupun mereka sudah melakukan janji darah dengan majikannya, mereka tetap saja memiliki kebebasan untuk keluar masuk alam roh spiritual dengan bebas.
"Aku pergi dulu tolong jaga bocah ini untukku" pinta Zhu Que yang menoleh sebentar kepada Nangong dan juga Tang Shen yang sedang tidur terlelap.
__ADS_1
"Baik tuan dewa tenang saja, aku pasti menjaga master".
"Hmhm".