
Pagi tiba dengan begitu cepat, malam panjang yang begitu mengerikan akhirnya berakhir sehingga semua makhluk di bumi bisa bernafas lega. Cahaya jinga keluar begitu indah dari ufuk timur menambah suasana tentram dan damai pagi itu, cahaya menyilaukan dari cahaya matahari pagi tidak membuyarkan sedikit pun lamunan seorang pria tua sepuh di depan sebuah penginapan kecil yang terletak di sebuah desa terpencil.
"Penyelamatan muda bagaimana keadaanmu sekarang?, aku sudah menunggumu sejak kepergianmu tapi kau belum kembali juga" batin pria tua itu sambil tetap fokus menatap ke arah hutan tempat lokasi terakhir penyelamat hidupnya pergi sebelumnya.
"Boss Hu anda sebaiknya beristirahat sebentar dan menikmati sarapan yang sudah saya sediakan, sejak anda sembuh dari luka kemarin anda tidak ada beristirahat sama sekali, dan terus duduk di depan penginapan menunggu penyelamat muda kembali" tiba-tiba seorang pemuda kira-kira berumur 20 tahun membuyarkan lamunan pria tua itu sejenak.
"Ah kau ini mengagetkanku saja, tidak aku baik-baik saja" tolak pria tua yang dipanggil boss Hu itu, ia adalah pria tua pemilik penginapan elang perak yang pernah Xiao Shen selamatkan tempo hari saat anggota bandit harimau loreng membuat keributan di penginapan itu.
"Tapi boss Hu anda baru saja sembuh dari luka anda kemarin malam dan anda tidak ada istirahat dari kemaren, mohon anda untuk beristirahat dan masalah menunggu tuan penyelamat muda biar tugas ini serahkan kepada saya" pinta sang pemuda yang merupakan pelayan dan sekaligus bawahan sang pria tua pemilik penginapan.
"Ah baiklah kalau itu yang kau inginkan, tetapi ingat!!! apabila ada kabar dari penyelamat muda dan keempat pendekar seperguruannya penyelamat muda. Kau harus segera memberitahukanku, keempat pendekar yang sedang mencarinya itu pun belum ada kabarnya sama sekali sejak kejadian mengerikan di tengah-tengah lembah tebing elang tadi malam" ujar Boss Hu sambil bangkit berdiri dari posisi duduknya lalu hendak masuk ke dalam penginapannya untuk beristirahat.
"Pelayan segera sediakan kamar, junior kami telah ditemukan cepat ambil air dan kain bersih!!" tiba-tiba terdengar suara yang begitu sarat nada kuatir begitu boss Hu hendak melangkah masuk, ia tidak jadi melangkah masuk dan membalikan badanya untuk melihat sumber keributan yang terdiri dari 4 orang pria dewasa dan 1 orang pemuda tampan. Pemuda itu tidak sadarkan diri di tengah-tengah ke empat seniornya, mereka membawa pemuda tampan itu di tengah-tengah mereka, keempatnya mengotong pemuda yang mereka letakan di tandu sederhana yang mereka bawa. tandu darurat sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu dan diikat dengan sulur tumbuhan liar di hutan, mereka tidak peduli apapun sekarang yang terpenting menyelamatkan nyawa junior jenius sekte mereka ini.
"Pendekar muda... Ah penyelamat muda...?!!, kau cepat ambil air dan kain bersih, lalu sediakan kamar terbaik kita untuk penyelamat muda cepat!!" perintah boss Hu ada anak buahnya, ia sendiri segera membuka pintu penginapan selebar mungkin untuk jalan keempat orang yang membawa penyelamat hidupnya itu.
"Bak... Baik boss!!" dengan secepat mungkin sang pelayan menjalankan semua hal yang diperintahkan boss Hu padanya.
"Segera bawa ke kamar, Shen'er sepertinya terluka parah" kegaduhan tidak bisa dihindari lagi.
***
2 hari kemudian...
"Ukhhhh... Uhuukkkk... Uhuukk...!"
"Eh penyelamat muda anda sudah sadar?!" pelayan penginapan terkejut sekaligus senang mendapati penyelamatan bossnya sudah sadarkan diri.
"ukkhhh.... Berapa hari aku tidak sadarkan diri?" tanya Xiao Shen sembari memegangi dadaknya yang terasa sesak dan kepalnya terasa sakit sekali.
__ADS_1
"Tuan penyematan mudah sudah pingsan 2 hari 2 malam, itu membuat guru tuan penyelamat muda dan boss Hu kuatir sekali. Sebaiknya aku beritahu mereka terlebih dahulu, Tuan penyelamat muda sebaiknya istirahat dulu dan jangan banyak bergerak" ujar sang pelayan dengan semangat sembari berlari keluar dari kamar Xiao Shen.
"Ukkhhhh... Ini sudah di penginapan rupanya? Ahhkkkk kepala ku sakit jika ingin mengingat kejadian sebelumnya" Xiao Shen memengangi kepalanya, lalu ia bangkit untuk duduk lalu menutup matanya dan mengalirkan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Lalu Xiao Shen berusaha berkultivasi dan mencoba melihat tingkat kultivasinya sekarang, Xiao Shen merasakan kolam tenaga dalamnya sudah berubah menjadi lautan atau bahkan samudera tak terbatas. Di tubuhnya mengalir energi hangat yang sangat nyaman dan itu membuat lukanya berangsaur-angsur sembuh dan ia membuat terobosan.
"Ini?!! Kekuatan ranah tingkat dewa bumi tahap awal?! Kekuatan ini luar biasa kuat sekali, Hehehe dengan ini perjalanan ke desa pilar angin akan lebih mudah" batin Xiao Shen.
"Selamat Shen'er berhasil membuat terobosan!!!, kau memang tidak salah mendapat gelar jenius sekte yang muncul 1000 tahun sekali" puji tetua Liau sambil tersenyum pada Xiao Shen, di belakangnya ada beberapa orang lainya yang tidak lain keempat pendekar sekte pedang giok dan juga boss Hu beserta pelayannya.
Di mata tetua Hu dan pendekar lainnya Xiao Shen hanya menerobos ke tingkat pendekar kaisar agung tahap awal, padahal kultivasi Xiao Shen yang sebenarnya sudah melewati tingkat kultivasi patriark sekte pedang giok hijau sendiri. Ini semua berkat teknik penyamaran kultivasi yang diajarkan gurunya Feng Huang pada Xiao Shen, menurut gurunya belum saatnya menujukan bakat mengerikan Xiao Shen sehingga ia meminta Xiao Shen merahasiakannya.
"Terimakasih tetua Liau, ini semua berkat bimbingan kalian semua" jawab Xiao Shen sembari memberi hormat pada tetua Liau, padahal yang sebenarnya ini semua berkat kerja keras dan keinginan Xiao Shen sendiri.
Selain itu juga hadiah kultivasi pemberian Nangong padanya sangat berpengaruh bagi Xiao Shen menerobos ke ranah yang lebih tinggi, normalnya untuk menerobos ke ranah pendekar dewa bumi tahap awal butuh waktu ratusan tahun. Tetapi karna hadiah dari Nangong yang begitu berharga, sehingga membuat hal itu memungkinkan bagi Xiao Shen menerobos ke tahap itu dalam kurun waktu 3 hari.
"Tuan penyelamat muda bagaimana keadaanmu?" tiba-tiba boss Hu memberikan hormat pada Xiao Shen sekaligus menanyakan kabarnya.
"Ahh aku merasa terkesan tuan penyelamat muda masih mengingat pria tua ini".
"Itu... Oh ya kakek bagaimana aku memanggilmu?".
"Tuan penyelamat muda bisa memanggil pria tua ini kakek Hu, itu pun kalau pendekar penyelamat muda berkenan".
"Tentu saja aku mau Kakek Hu" jawab Xiao Shen sambil tersenyum manis.
"Ah syukurlah kalau begitu".
"Tetua dan semuanya bolehkah aku meminta waktu sebentar dengan kakek Hu, aku ingin berbicara sesuatu hal yang penting dengannya??" pinta Xiao Shen sembari menatap satu persatu orang yang kini hadir di dalam kamarnya ini.
"Eh itu... Tentu-tentu" jawab semuanya serempak, lalu mereka pun satu persatu keluar dan hanya menyisakan Xiao Shen dan juga kakek Hu.
__ADS_1
Lalu Xiao Shen mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin dimensinya, sesuatu itu adalah bundalan kain sebesar genggaman pria dewasa, dan begitu dibuka di dalamnya berisi begitu banyak cincin penyimpanan bahkan mencapai ratusan.
"Kakek Hu aku hanya ingin meminta bantuan kakek untuk membagi-bagikan harta di cincin penyimpanan ini pada penduduk, ini adalah harta rampasan perang dari kelompok harimau yang sudah meresahkan seluruh penduduk di kekaisaran Zhen kita ini" jelas Xiao Shen.
"Pendekar muda ini? Bukankah ini terlalu berlebihan?, ini bahkan hampir menyaingi kas negara kekaisaran kita" begitu kakek Hu menyadari isi setiap cincin penyimpanan itu, ratusan cincin penyimpanan itu Xiao Shen ambil dari mayat-mayat medan perang. Ia lalu membuka semuanya dan memisahkan yang mana harta dan sumber daya untuk berkultivasi, sehingga cincin penyimpanan itu semua hanya berisi harta-harta berharga dan sumber daya ia simpan untuk kultivasinya ke depan.
"Itu tidak seberapa kakek dengan apa yang telah dilakukan oleh kelompok manusia-manusia jahat itu, anggap saja itu adalah bantuan dari dewa untuk penduduk kekaisaran Zhen kita" jawab Xiao Shen tersenyum sambil menepuk pundak pria tua yang masih terpana dengan tumpukan harta di depan matannya ini.
"Baiklah pendekar muda ini akan saya sebarkan seperti arahanmu".
"Oh ya kek tolong rahasiakan identitasku dari publik dan jangan tanya bagaimana aku mendapatkannya, dan juga harta ini aku percayakan pada kakek semoga bisa bermanfaat untuk semuanya" ingat Xiao Shen.
"Baik... Baik pendekar muda serahkan hal ini pada saya, kalau begitu saya mohon undur diri".
"Baiklah ingat pesan dan janji kita kakek Hu"
"Tentu penyelamat muda kau bisa memegang omonganku" kakek Hu pun pergi meninggalkan Xiao Shen sendiri yang kini berjalan mendekati jendela.
"Desa Pilar Angin aku datang" gumam Xiao Shen sembari menatap ke arah Barat.
-
-
-
Novel ini akan tetap berlanjut hingga tamat, jadi jangan lupa coment, vote dan juga likenya awas loh author maksa awokawok...
Oh ya plz jangan didownload ya cerita author ini agar dapat retwiet dari pembaca... mohon bantuannya... terima kasih...
__ADS_1