Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.83 Memasuki Kekaisaran Song


__ADS_3

Setelah Xiao Shen memperkenalkan Fei Qia pada tetua Liau dan lainnya, mereka pun memutuskan untuk segera memasuki kekaisaran Song saat itu juga.


Tidak terasa malam hari pun tiba dengan begitu cepat, bertepatan dengan sampainya rombongan kecil Xiao Shen yang saat ini menemani Fei Qia. Dalam kegelapan malam di bawah pimpinan Fei Qia, Xiao Shen dan rombongannya akhirnya bisa mendekati gerbang pos penjaga perbatasan kekaisaran Song, Xiao Shen berdecak kagum dengan tinggi dan megahnya tembok perbatasan yang didirikan oleh kekaisaran Song.


"Hey siapa disana?!!, ini adalah wilayah kekaisaran Song, tunjukan identitas kalian atau kalian akan kami pengal di tempat" beberapa prajurit kekaisaran Song mengarahkan tombak dan pedang mereka pada rombongan Xiao Shen dan Fei Qia, beberapa di antaranya memegang obor sebagai penerang di kala kegelepan malam seperti saat itu.


"Mohon prajurit perbatasan menurunkan pedang dan tombak kalian, aku adalah putri Fei Qia dari Paviliun Lotus Emas dan rombonganku ingin memasuki kekaisaran!!" Fei Qia mengeluarkan sebuah token dari cincin penyimpanannya lalu menunjukan pada para prajurit tadi.


"Ahh rupanya putri Fei Qia dan rombongannya maafkan kami tidak menyadarinya" sikap para prajurit tadi berubah drastis begitu melihat token milik Fei Qia, mereka terlihat begitu menghormati Fei Qia begitu melihat token tersebut.


"Ya sekarang izinkan kami lewat".


"Baik putri silahkan lewat sini" komandan prajurit pun menunjukan jalan pada Fei Qia dan rombongannya.


"Identitas Fei Qia ini tidak sesederhana kelihatannya" batin Xiao Shen.


"Cih hanya seorang sampah dengan meridian rusak parah dan tidak bisa berkultivasi lagi berani membuatku sampai begini, kalau tidak memikirkan identitas Paviliun Lotus Emas dan master paviliun kakekmu itu kau tidak pantas mendapatkan hormatku ini" batin komandan yang menunjukan jalan pada Fei Qia.


"Silahkan Nyonya muda memasuki daerah kekaisaran, semoga nyonya dan rombongan panjang umur dan selamat sampai tujuan" Komandan tadi menunjukan hormat tertingginya disertai senyuman terbaiknya yang membuat Fei Qia muak melihatnnya.


"Terima kasih atas kebaikan komandan, kalau begitu kami pamit untuk kembali ke paviliun" jawab Fei Qia sembari tersenyum dan melangkah pergi. "Cih senyum yang memuakan, kata-katamu manis tapi penuh racun dasar binatang dari keluarga Xuen semuanya sama saja" batin Fei Qia kesal sambil terus melangkah dengan cepat.


"Heyy dia kenapa" Xiao Shen dan tetua liau saling bertatapan karna kebingungan akan tingkah Fei Qia. Mereka terus berjalan memasukin kekaisaran dan menuju ibukota dengan segera menjauh dari gerbang perbatasan kekaisaran.


"Kau kemarilah dan sampaikan pesanku pada patriark kalau Fei Qia kembali dengan selamat ke kekaisaran, aku rasa para pembunuh dari Guil Pembunuh Gelap utusan keluarga gagal menjalankan tugas mereka " komandan penjaga gerbang memerintah pada bawahannya dengan nada menahan amarah.


"Ba...baik komandan akan segera saya sampaikan" jawab sang prajurit sambil segera berlari secepat yang ia bisa untuk menyampaikan pesan itu.


"Cih... Orang dari Guil Pembunuh Gelap itu tidak becus menjalankan tugas mereka, Paviliun Lotus Emas tunggu keluarga Xuenku membantai kalian semua hahaha..."


***


Di dalam kota wilayah kekaisaran Song.


"Hey hey kau ini kenapa?! Kau semakin aneh saat kita melewati gerbang perbatasan tadi?, dan bahkan aku kebingungan sejak tadi bukankah saat pembunuhan tadi terjadi dekat dengan gerbang perbatasan?, lalu kenapa kau tidak meminta pertolongan pada para prajurit penjaga perbatasan?" Xiao Shen akhirnya memberanikan diri bertanya masalah gadis muda di depannya ini.


"Bodoh pelankan suaramu ini adalah wilayah kekaisaran jangan bertindak ceroboh, dan ada banyak mata-mata dari keluarga Xuen di mana-mana di kota ini" Fei Qia Langsung menutupi mulut Xiao Shen dengan tangannya, bagaimana pun mereka saat ini ada di kota dengan tingkat kesibukan tinggi. Saat ini mereka di pusat keramaian kota yang begitu ramai, dengan ribuan manusia berlalu lalang menjalankan aktivitas masing-masing.


Fei Qia hanya takut ada yang mendengarkan pembicaran mereka ini terlebih dari keluarga Xuen menyebalkan itu.


"Ahh keluarga Xuen lagi keluarga Xuen lagi, aku muak mendengarnya sehebat apa mereka itu sebenarnya" batin Xiao Shen jengah.

__ADS_1


"Mari ke salah satu rumah makan di sini terlebih dahulu, akan aku jelaslan alasan kenapa aku tidak meminta bantuan pada prajurit tadi dan kita sekaligus istirahat sejenak" tawar Fei Qia.


"Terserah kau saja aku, paman dan rombongan ku hanya mengikuti kau saja" jawab Xiao Shen sambil mengangkat kedua tangannya.


"Bagus kalau begitu ikuti aku" Fei Qia langsung menarik baju Xiao Shen dan menyeretnya seperti maling menuju ke rumah makan di tempat itu, orang yang berlalu lalang terkejut melihat hal itu bagaimana tidak seorang nona mudah menyeret seorang pria dengan kasar.


"Aaakkk...!!! Hey...!!! Apa tidak bisa pelan-pelan jangan menyeret aku seperti ini" Xiao Shen sontak terkejut dengan apa yang dilakukan Fei Qia padanya, harga dirinya benar-benar dipermaikan oleh gadis muda ini.


"Diam hanya ini yang pantas didapatkan oleh orang ceroboh dan plin plan sepertimu sepertimu!".


"Harga diriku yang begitu tinggi dan identitas ku sebagai jenius sekte tak tertandingi, bahkan gelar penyelamat duniaku langsung hancur hari ini gara-gara gadis gila ini" batin Xiao Shen meratapi nasibnya yang diseret oleh Fei Qia.


"Anak muda zaman sekarang terlalu sangat bersemangat hehehe" ujar tetua Liau geleng-geleng melihat kedua muda mudi itu, mereka hanya mengikuti dari belakang ke mana Fei Qia menyeret Xiao Shen.


Di dalam rumah makan...


"Hey sudahlah aku minta maaf karna menyeretmu tadi" ujar Fei Qia sambil makan dengan lahap pesannnya.


"Shen'er lupakan saja aku yakin putria Fei Qia tidak bermaksud seperti itu, benerkan putri" tetua Liau berusaha melelehkan suasana.


"Paman bener aku tidak bermaksud seperti itu".


"Heyy aku ingin daging ayam bakarmu, untukku saja daripada kau tidak memakannya" tangan Fei Qia berusaha mencapai ayam panggang Xiao Shen.


"Tunggu dulu kau masih berutang penjelasan padaku" tahan Xiao Shen sambil menahan tangan Fei Qia di hadapan semua orang.


Semua terdiam karna posisi saat itu sangat terasa sangat canggung, dengan keadaan keduannya pegangan tangan dan saling tatapan mata.


"Keadaan macam apa ini" batin kedua muda mudi itu cangung sendiri.


"Hmhmhm baiklah kembali ke topik sebelumnya" tetua Liau kembali berusaha melelehkan suasana cangung ini.


"Uhhh lepaskan tanganku cowok mesum" Fei Qia menarik tangannya dengan kasar dari gengaman Xiao Shen.


"Heyy siapa yang kau sebut cowok mesum!!?" Xiao Shen jelas tidak terima.


"Fffftthhh".


"Cih".


"Baiklah putri Fei Qia bisakah jelaskan alasanmu tidak meminta bantuan prajurit perbatasaan saat pembunuhan itu terjadi?" tetua Liau mewakili semuanya untuk bertanya, beruntung tempat makan mereka begitu ramai dan besar hingga suara hiruk pikuk tidak terelelakan. Keadaan itu membuat suara meja mereka hilang ditelan suara ribut-ribut dari meja lain, jadi mereka bebas berbicara apapun tanpa takut didengarkan oleh orangan lain dan juga orang disitu sepertinya tidak peduli sekitar mereka.

__ADS_1


"Cih apa yang bisa diharapkan dari mereka" ujar Fei Qia dengan ekpresi geram sambil mengeleng-geleng kepalanya.


"Maksudmu".


"Maksudku para prajurit ini bukannya bertindak adil dan mementingkan keamanan negara malah sebaliknya. Mereka hanya mementing diri mereka sendiri dengan menerima uang dari pada pendatang. Apabila ingin lolos dari pemeriksaan pasukan post pejaga ini cukup memberikan banyak uang, apabila kau memiliki uang maka akan lolos begitu saja tanpa di periksa sama sekali. Karna di sini bukan lagi keamanan yang diutamakan melainkan uang, prajurit dari keluarga Xuen benar-benar hanya mementingkan diri mereka sendiri. Beruntung aku adalah orang dari Paviliun Lotus Emas jadi mereka tidak bertindak sembarang padaku" jelas Fei Qia.


"Haiiisshh lagi-lagi keluarga Xuen" batin Xiao Shen.


"Hey apa kau buta siapa aku....!!!?"


"Hey apa yang terjadi disana?!".


"Itu...itu..."


"Apa kau mengenalnya?".


"Tentu dia adalah tuan muda ketiga dari keluarga Xuen, namanya Xuen Siam dan juga..." Fei Qia tidak melanjutkan ucapannya


"Dan juga apa?"


"Dialah yang menyebakan aku kehilangan kemampua kultivasiku selama ini, dia juga yang telah merusak meridianku hingga aku tidak bisa berkultivasi lagi selamanya" jawab Fei Qia sambil menunduk terbayang di pelupuk matanya kejadian dua tahun silam, badan Fei Qia bergetar menahan amarah memikirkan hal itu lagi.


"ini".


-


-


-


Hallo guys jadi sebelumnya author minta maaf karna gak update lagi, sebenarnya author gak pengen gak update juga tapi ini menyangkut masa depan author. jadi minggu-minggu kemaren adalah waktu UTS tengah Semester di SMA author, jadi author harus fokus buat belajar dong dan sebenarnya di sini author pengen update tapi otak uthor mumet antara mikir uts dan mikir ide baru, ya jadinya terlantar deh nih novel maafkan author ya guyss...


Maafkan author tidak memberikan kabar sebelumnya, maaf banget semoga semuanya tetap setia baca PPS semoga:v.


so author gak tau apa ada yang marah, jadi author minta maaf sekali lagi ya...


Nah jadi sekarang author udah balik free dan waktu luang author banyak, bukan banyak juga kan masih sambil kelas online ngezoom Dll juga hahha, ditambah bulan september ulangan tengah semester 1 juga dimulai hadeh author makin mumet mikirnya,,, tapi doain aja author tetap update kaya bisa.


Oh ya tetap dukung autjor ya dan author akan mulai lagi update novel author seperti biasa, mohon dukungannya selalu ya...


Selamat malam

__ADS_1


__ADS_2