Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.23 Pendekar Muda Misterius (5)


__ADS_3

"Senior bagaimana senior mengalahkan semua pasukan sekte beruang neraka darah sendiri?" tanya tetua Liu Bin penasaran.


"benar senior saya pun merasa penasaran" tambah tetua Jiao Jiu sambil melihat serius pendekar misterius di hadapannya ini.


"ah para tetua terlalu memuji saya, saya hanya beruntung bisa mengalahkan mereka semua" ujar Tang Shen berusaha merendah.


"ah senior ini terlalu merendahkan diri, saya tau senior ini sangat kuat dan juga ahli bela diri tingkat tinggi"


"betul senior terlalu merendah" anguk tetua Sun Lang.


Tang Shen bingung harus menjelaskan bagaimana caranya ia menjelaskan semuanya dari awal, beruntung baginya tiba tiba terdengar langkah kaki 3 orang memasuki aula pertemuan sekte. Terlihat 3 orang itu terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki mengikuti keduanya dari belakang, terlihat wanita yang lebih mudah sedikit dari wanita yang satunya sedang memapah dengan susah payah membawa wanita itu berjalan.


Ketiga orang itu tidak lain adalah matriark Qing Gong, tetua Zou Xi, dan tetua Sun Lang, semua orang yang ada di aula pertemuan segera melupakan topik mereka tentang kekuatan Tang Shen tadi segera teralihkan oleh kehadiran ketiga orang itu.


"matriark kenapa masih ke sini malam ini?, sebaiknya matriark istirahat jangan memaksakan diri" ujar tetua Liu Bin yang melihat matriark Qing Gong berjalan saja harus di papah.


"tidak tetua Liu Bin...saya baik-baik saja, ah ini pendekar muda misterius penyelamat sekte ku" ujar matriark Qing Gong yang meralihkan pandangannya dari tetua Liu Bin ke arah pemuda yang misterius itu.


"matriark terlalu sungkan saya hanya kebetulan lewat sini saja, jadi saya harus membantu sesama aliran putih semampu saya untuk menolong kalian yang membutuhkan pertolongan saya" jelas Tang Shen.


"hahaha kau memang pendekar muda yang baik hati dan merendahkan diri, baik baiklah silahkan duduk para tetua sekalian" pinta matriark Qing Gong.


"Tetua Zou Xi tolong papah aku untuk duduk di kursi"


"baik matriark" ujar tetua Zou Xi sambil memapah matriarknya ke kursi ketua sekte, setelah duduk di kursi ketua sekte matriark lalu mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan dan tersenyum lebar.


" sekali lagi untuk semuanya yang telah ikut ambil andil dalam menyelamatkan sekte saya malam ini, saya matriark sekte selendang bulan merah Qing Gong mengucapkan terima kasih yang terdalam. Saya berjanji apabila saudara sekalian dalam masalah di masa depan, maka jangan ragu ragu untuk meminta bantuan ke sekte dan saya sendiri maka kami akan dengan senang hati mengulurkan tangan untuk membantu" ujar matriark Qing Gong sambil mengepalkan kedua tangannya ke depan dada dan menangkupkannya untuk memberi hormat tanda terima kasih.


"matriark terlalu sungkan... Ini semua merupakan kewajiban kita semua sebagai sesama aliran putih untuk saling membantu".


"benar kami merasa senang karna bisa membantu matriark dan seluruh sekte dari penyerangan kali ini"

__ADS_1


"benar sekali matriark ini merupakan kewajiban kami" ujar tetua Jiao Jiu menambahkan.


"hahah baiklah tetua dan semuanya saya sekali ucapkan terima kasih, dan saya akan memberi hadiah untuk tetua sekalian dan seluruh pasukan anda" janji matriark Qing Gong.


"terima kasih matriark" serempak mereka semua bersama.


"seharusnya aku yang berterima kasih untuk kalian semuanya" ujar matriark Qing Gong sambil tersenyum.


"baiklah matriark kalau begitu orang tua ini ingin beristirahat terlebih dahulu" ujar tetua Jiao Jiu mengundurkan diri dari aula pertemuan sekte, yang maksud sebenarnya adalah bersemedi karna mereka sudah terbiasa menghabiskan malam dengan duduk bersemedi.


"kami juga mohon diri untuk beristirahat matriark, kami mohon undur diri" ujar mereka satu per satu dan akhirnya menyisakan Tang Shen dan tetua Zou Xi yang masih setia menemani matriarknya.


"mohon tunggu sebentar pendekar muda, aku ingin berbicara denganmu sebentar apakah tidak masalah?" tanya matriark Qing Gong kepada Tang Shen yang telah berdiri untuk meninggalkan aula pertemuan juga.


"hmhm aku rasa tidak masalah matriark, perihal apa yang ingin matriark sampaikan padaku?" tanya Tang Shen bingung.


Matriark Qing Gong lalu menatap tetua Zou Xi dan memberi isyarat mata, bagaikan mengerti tetua Zou Xi pun pamit undur diri.


Suasan di aula pertemuan menjadi hening beberapa saat tanpa suara setelah kepergian tetua Zou Xi, karna merasa suasana menjadi sedikit canggung Tang Shen akhirnya memutuskan untuk membuka suara terlebih dahulu


"apa yang ingin matriark sampaikan kepada saya sebenarnya?, apakah sangat rahasia sampai harus secara pribadi begini?" tanya Tang Shen.


"benar sekali pendekar muda ini sangat rahasia sekali, saya harap pendekar muda mau merahasiakannya" pinta matriark Qing Gong.


"baiklah matriark kalau seperti itu adanya".


"tapi... " matriark Qing Gong tidak melanjutkan ucapanya lalu berusaha berdiri walau susah payah.


Tang Shen yang paham maksud matriark Qing Gong yang ingin membawanya ke suatu tempat, tetapi dirinya tidak mampu berjalan karna belum pulih sepenuhnya dari luka dalam setelah pertempuran tadi.


"maaf sebelumnya matriark biarkan saya mencoba untuk menyembuhkan luka dalam matriark" pinta Tang Shen.

__ADS_1


"apakah pendekar muda bisa menyembuhkan juga" sontak matriark Qing Gong terkejut karna sangat sulit mencari pendekar yang ahli juga dalam bidang medis.


"saya hanya bisa sedikit masalah medis matriark, kemapuan ini saya peroleh dari guru saya" jelas Tang Shen.


"oh kalau begitu baiklah pendekar" ujar matriark Qing Gong mengiyakan. "gurunya pasti sosok yang sangat hebat dapat melahirkan sosok sehebat anak muda ini, bahkan juga mengajarkan kemampuan menyembuhkan luka dalam sungguh bakat yang luar biasa" batin matriark Qing Gong takjub.


"baiklah matriark mohon tahan sebentar mungkin ini akan terasa sakit".


"hmhm... "


"aku mulai matriark"


Lalu Tang Shen mendekatkan tangannya ke punggung matriark Qing Gong lalu mengalirkan tenaga dalamnya.


Teknik Penyembuhan--Nyanyian 7 Dewi Surga


Lalu sebuah cahaya indah keluar dari telapak tangan Tang Shen, cahaya itu berisi energi kehidupan dari nyanyian 7 dewi surga yang sangat kuat menyembuhkan segala macam penyakit dan luka.


"uuhhhkkk... Sakit sekali!!" batin matriark Qing Gong berusaha bertahan.


"Bagaimana matriark? Apakah sudah agak baikkan".


"luar biasa pendekar muda ini bukan hanya saja agak baikan, tetapi benar benar sembuh seperti tidak pernah terluka sama sekali" seru matriark Qing Gong yang telah berdiri tegak seperti tidak pernah terluka, bahkan tenaga dalamnya pulih seketika dan kulitnya pun lebih muda dari umurnya yang sebenarnya. "benar-benar teknik penyembuhan yang luar biasa, baru kali ini aku menemukan pendekar dengan kemapuan medis sehebat ini" batin matriark Qing Gong.


"baiklah matriark apakah kita bisa kembali ke topik kita sebelumnya?" tanya Tang Shen mengagetkan matriark Qing Gong yang terlihat termenung.


"ehh baik... Baik pendekar muda mari ikuti saya ke ruang pusaka sekte" ujar matriark Qing Gong menutupi keterkejutannya.


"ruang pusaka sekte?" tanya Tang Shen mengerutkan dahinya.


"benar mari ikuti saya pendekar muda".

__ADS_1


"hmhm baiklah matriark".


__ADS_2