Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.81 Penyelamatan Pertama Di Kekaisaran Song


__ADS_3

Sore hari tiba dengan begitu cepat, Xiao Shen dan rombongannya sudah mencapai batas antar kekaisaran Song dan kekaisaran Zhen. Di perbatasan itu berdiri tembok kokoh setinggi puluhan meter dan panjang ratusan bahkan ribuan meter, di tembok itu terdapat penjagaan yang sangat ketat untuk memeriksa pendatang demi keamanan kekaisaran. Di tembok ini pula post pemeriksaan ditempat, di post ini hampir semuanya didominasi oleh keluarga Xuen.


"Semuanya berhenti sebaiknya kita beristirahat di sini malam ini, kita harus menyusun rencana untuk memasukinya kekaisaran Song tanpa di curigai siapa pun" tetua Liau menghentikan langkah rombongan sekte pedang Giok Hijaunya.


"Baik Tetua!" jawab semuanya serempak!"


Akhirnya keenam orang itu beristirahat di sekitar perbatasan tetapi di dalam hutan, mereka menghindari kontak langsung dengan prajurit kekaisaran Song agar tidak ada kecurigaan.


Tidak terasa bagi Xiao Shen mereka telah meninggalkan sekte pedang Giok hijau selama dua bulan lebih, banyak hal terjadi selama ini sehingga membuat Xiao Shen hampir melupakan orang yang paling menunggu kepulangannya yaitu Qin Yue.


Terlihat saat ini Xiao Shen memisahkan diri dari rombongannya, ia duduk sendiri di bawah pohon besar di hutan sembari mempelajari kitab pusaka racun 5 sebab akibat. Tetua Liau yang kuatir akan keadaan Xiao Shen menghampirinya guna menanyakan keadaannya.


"Shen'er ayolah makan bersama kami, seniormu tadi berburu dan mendapatkan ayam hutan dan beberapa ekor kelinci. Kau sebaiknya mengisi tenagamu dan istirahat" tetua Liau menepuk-nepuk pundak Xiao Shen yang masih fokus dengan buku pusaka 5 racun sebab akibat, Xiao Shen mempelajari kitab itu hampir sepanjang jalan untuk mengisi kekosongan hatinya dan melupakan semua hal yamg terjadi.


"Ahh tetua, baik tetua aku akan segera kesana sebentar lagi sampai aku menyelesaikan mempelajari kitab ini terlebih dahulu" jawab Xiao Shen sambil tersenyum tipis ke arah tetua Liau.


"Ahh kau ini... Baiklah sebaiknya kau bergegas agar kau tidak sakit" jawab tetua liau, ia kagum pada Xiao Shen yang tetap mempelajari sesuatu dalam keadaan apapun. Tetua Liau tau senyum di bibir Xiao Shen sebenarnya hanya menutupi kesedihan yang tersimpan di hatinya, ia makin penasaran kejadian apa yang menimpa Xiao Shen saat kejadian mengerikan di lembah tebing elang.


"Baik Tetua" perhatian Xiao Shen kembali tertuju pada kitab pusakanya, dan ia pun kembali tenggelam dalam aktivitasnya.


"Benar anak yang luar biasa, tidak salah gelar jenius langka yang muncul 1000 tahun sekali di berikan padanya" batin tetua Liau sembari meninggal Xiao Shen sendiri di bawah pohon besar itu. Baru beberapa meter tetua Liau meninggal Xiao Shen, tiba-tiba terdengar suara perempuan menjerit minta tolong dari arah jalan utama menuju kekaisaran Song.


"Tolongg...!!! Tolong selamatkan aku...!!!"


"Tolong!!".


"Ada yang minta tolong!?" Sontak Xiao Shen berdiri dan memasukkan kitab pusaka racun 5 sebab akibat ke cincin penyimpanannya.


"Shen'er ini adalah kekaisaran Song jadi aku harap kau..." belum sempat tetua Liau menyelesaikan ucapannya, Xiao Shen sudah melompat ke atas pepohonan sambil berteriak memintan izin menolong perempuan yang menjerit minta tolong.


"Tetua aku akan menyelamatkannya, jadi jangan tunggu aku makanlah terlebih dahulu!!" ujar Xiao Shen sembari menghilang dari pandangan tetua Liau, dan keempat pendekar lainnya di antara lebatnya hutan.


"Shen'er kau...! Haahhhh anak ini" tetua Liau hanya bisa mengeleng kepalanya, ia yakin Xiao Shen bisa menghadapi penjahat itu toh Xiao Shen adalah pendekar kaisar agung tahap awal saat ini.


***


Di bagian sebelah utara hutan tampak seorang gadis muda cantik berusia sekitar 15 tahun tengah dikepung puluhan pria bertopeng, mereka semua memegang pedang yang terhunus di tangan mereka.



Cast: Fei Qia


"Siapa kalian?! Kenapa kalian membunuh semua penjagaku dan ingin membunuhku juga?!" gadis itu mengigil ketakutan sambil perlahan mundur dari kepungan pembunuh.


"Apakah itu penting?".


"Aku adalah cucu dari pewaris langsung Paviliun Lotus Emas, kalau kakek ku tau kalian akan merasakan yang lebih buruk dari kematian" ancam gadis itu yang ternyata adalah cucu pewaris Paviliun Lotus Emas Fei Lang.


"Oh itu bagus putri Fei Qia, kami makin ingin membunuhmu karna ini adalah perintah dari patriark keluarga Xuen".


"Seperti yang aku duga ini adalah perbuatan keluarga Xuen" batin Fei Qia geram.


"Bodoh untuk apa kau mengatakan hal-hal yang tidak perlu".


"Tenang lah dia sebentar lagi akan mati jadi tidak akan ada yang tau".

__ADS_1


"Ahhh kau benar juga".


"Ayo kita nikmati sebentar tubuhnya baru bunuh dia" ujar salah salah satu dari mereka.


"sialan jangan berani mendekat!!" teriak putria Fei Qia sambil menutupi wajahnya pasrah, andai tubuh dan meridiannya tidak rusak maka ia pasti memiliki kemampuan bela diri dan ia akan mampu membela diri saat seperti ini.


Puluhan pembunuh dari keluarga Xuen mendekati Fei Qia dengan dengan dipenuhi nafsu untuk menikmati tubuh sempurna gadis itu, mereka sudah membayangkan bagaimana rasanya menikmati tubuh seorang wanita secantik Fei Qia. Tetapi...


Bukkk... Buukkk... Bukkk... Buukkk...


"Ukkhh...!!!"


"Aakkhh... Sialan siapa yang beraninya mengganggu kesenangan kami!!" seorang pembunuh bayaran mengeliat kesakitan, ia terjatuh terkena lemparan batu tepat di kakinya hingga berdarah.


"Cari dan bunuh dia!".


"Sialan kaki ku... Akkhhh!!".


"Keluar ********, kau pengecut sialan keluar dan hadapi kami!!!".


Fei Qia mengangkat wajahnya dan melihat puluhan pembunuhan bayaran mengeluh kesakitan, ada yang terluka kakinya dan tangan atau punggung karna lemparan batu kecil yang kekuatannya bagaikan peluru pistol.


"Syukurlah aku selamat" batin Fei Qia lega.


"Pengecut keluarlah!!" para pembunuhan makin geram karna tidak menemukan orang yang menyerang mereka.


"Kau tidak apa-apa?" tiba-tiba terdengar suara pemuda di tengah-tengah para pembunuh yang sibuk mencari penyerang mereka, suara itu tepat di dekat Fei Qia hingga gadis itu pun ikut terkejut dan mengangkat wajahnya untuk melihat sumber suara itu.


"Kau... Kau bagaimana bisa...!!" kehadiran pemuda itu bahkan tidak ia rasakan begitu juga para pembunuhan, mereka semua mematung karna merasakan hal yang sangat aneh di sini.


"Kau pendekar utusan kakek ku?" Fei Qia mengerutkan dahinya kebingungan.


"Kakek?" Xiao Shen tentu bingung dengan latar belakangan Fei Qia.


"Sialan dua bocah ini malah asik ngobrol!!, sebaiknya kita bunuh mereka tanpa ampun!" teriak para pembunuh tidak terima karna mereka di abaikan keduannya.


"Ahh awas!!!".


"Perisai Cahaya Perkasa"


Buoomm... Buooomm... Bouummmmm...


"Ini... Mustahil" para pembunuh terkejut bukan maib karna pedang tingkat silver bintang empat mereka tidak bisa menyentuh keduanya, Xiao Shen dan Fei Qia di keliling cahaya putih yang mampu memblokir pedang para pembunuh.


"Siapa bocah ini bagaimana mungkin ia mampu menahan pedang haus darahku, pedang ini sudah kulapisi tenaga dalam dalam jumlah besar" salah satu pembunuh kebingungan.


"Bukan aku yang kuat, tapi kalian terlalu lemah" ujar Xiao Shen sembari mengalihkan perhatiannya ke pada para pembunuh.


"Cih sombong sekali, mari kita habisi mereka bersama-sama!".


Para pembunuh mengelilingi Xiao Shen dan Fei Qia dalam formasi lingkaran, mereka semua mengangkat pedang mereka ke arah atas lalu mengalir tenaga dalam ke pedang masing-masing.


"Aktifkan Formasi Array Dao Pedang Petir Pembunuh"


"Oh tidak itu array pembunuh bintang dua!!" Fei Qia berteriak putus asa.

__ADS_1


Xiao Shen mencoba mencari kelemahan array bintang 2 itu, tetapi ia tidak menemukan celah kelemahannya. Xiao Shen semakin bingung karna ini pertama kalinya ia menghadapi array pembunuh, array pembunuh bintang 2 setara dengan serangan penuh pendekar suci terhormat tahap menengah. Xiao Shen memang sudah mencapai tahap pendekar dewa bumi awal, tetapi mengahadapi sebuah array tidak boleh bertindak gegabah ia harus menemukan kelemahannya.


"Bocah jangan bingung, segera buah cahaya seterang mungkin agar perhatian mereka tergecoh" perintah Zhu Que dia saat penting.


"Formasi Array Dao Pedang Petir Pembunuh serang!!".


"Cahaya tanpa batas!!".


"Arrkkkhhh cahaya sialan apa ini?!"


"Sial formasi kita menjadi kacau".


" di mana kedua bocah itu?!".


"Sial keduanya berhasil melarikan diri!" maki para pembunuhan.


"Tidak ada yang melarikan diri sampah, kau tunggu di sini aku akan menghadapi mereka semua" ujar Xiao Shen pada Fei Qia.


"Hmhm berhati-hatilah".


"Maju sampah anjing keluarga Xuen!"


"Kau!?".


"Teknik pedang Giok, Tebasan Tak berbayang"


"Hati-hati imbangi teknik pedangnya".


Dalam hitungan puluhan tarikan nafas Xiao Shen berhasil mengeluarkan beberapa teknik pedangnya, bahkan ia berhasil membunuh puluhan pembunuh bayaran tanpa balasan. Para pembunuh makin geram ketika melihat Xiao Shen begitu menikmati perkelahian ini, Xiao Shen tidak tergores sedikit pun atau terluka ia malah tersenyum mengejek para bandit karna sudah terlihat kelelahan menghadapinya.


"Sialan hari ini apabila aku tidak membalaskan dendam saudaraku, maka aku tidak pantas hidup" sumpah salah satu pembunuh bayaran


"Teknik Indra Api, langkah seribu api".


"Teknik Pedang Giok, Tebasan Pemusnahan"


Xiao Shen berpindah dalam hitungan 1 kali tarikan nafas dari posisi awalanya ke arah pembunuh yang bersumpah tadi, Dengan kecepatan hampir melebihi kilat ia menebas tubuh pembunuh tadi menjadi dua dengan potongan rapi.


"Kalian memang tidak layak untuk hidup!" ujar Xiao Shen sembari menatap tajam pembunuh yang tersisa sekitar 20 orang.


"Bocah menyerahlah atau gadis ini mati!!".


"Kalian!!!".


"Aaaakkkhh lepaskan aku ********!!".


"Diam!!".


"Para pengecut ini" batin Xiao Shen menahan amarah.


Xiao Shen mundur lalu perlahan-perlahan meletakan pedangnya di tanah, tapi...


Wusshhhh...


"Apaan...?!!".

__ADS_1


__ADS_2