Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.38 Desa Vendesilua (4)


__ADS_3

Semesta pagi menyapa, sang penguasa siang mulai merangkak naik menampakkan dari singgasananya.


Cahaya kuning keemasannya mengintip malu-malu dari balik lubang-lubang dinding rumah bambu sederhana yang sudah reot dan sebagian yang setengah terbuka.


Malam sudah berganti pagi, gelap gulita berteman sunyi sudah menghilang berganti warna-warni indahnya pagi.


Sepasang netral mata terpejam milik seorang pemuda berambut hitam putih, saat ini ia tengah duduk bersemedi di atas dipan. Di dalam rumah salah satu penduduk, dirinya mulai membuka matanya sempurna, untuk menyambut datangnya keindahannya pagi ini.


Pemuda itu tidak lain dan tidak bukan adalah Tang Shen, dirinya telah menunggu pagi ini tiba dengan cara bersemedi.


"Rupanya sudah pagi, huuhhh semoga Nangong telah menyelesaikan bagiannya" gumam Tang Shen sambi mengeliat mengerakan tubuhnya yang terasa kaku.


"Master tugasku sudah selesai, sekarang sisanya aku serahkan pada master". Tiba-tiba Nangong muncul di samping Tang Shen.


"Nangong bisakah kau lain kali muncul jangan tiba-tiba seperti itu" sentak Tang Shen ketika Nangong tiba-tiba muncul di sampingnya.


"Maaf master aku terlalu semangat ingin menyampaikan kalau misiku berhasil" jawab Nangong.


"Benarkah tugasmu berhasil?" Tanya Tang Shen senang mendengarnya.


"Benar master desa ini sekarang hanya akan menjadi jurang di mata mereka, aku sudah memasang ilusi Kabut Mata pada desa ini. Kupastikan mereka semua tidak akan berani mendekati desa ini sejauh 100 meter" jelas Iblis ilusi pada Tang Shen.


"Bagus kalau begitu aku bisa tenang, desa ini sekarang aman. Aku tinggal memusnahkan mereka".


"Master benar".


"Nangong kau benar-benar hebat dan juga dapat diandalkan" puji Tang Shen pada Nangong.


"Terima kasih master" Nangong menunduk memberi hormat.


"Setelah kita pergi dari desa ini aku akan mengajarimu tubuh dewa api biru raja".


"Benarkah master?" ujar Nanong terkejut.


"Tentu saja, kau sudah berjasa kali ini".


"terima kasih banyak master".


"kau tenang aja, tapi sebelumnya mari kita musnahkan para bandit ini".

__ADS_1


"Baik master".


--


--


--


"Ayo cepat kita berangkat ke desa itu, jangan lelet kalian semua!!!" teriak Lee Yan kepada anak buahnya, mereka saat ini sudah setengah jalan menuju desa Vendesilua.


"Baik Boss!" jawab mereka serempak.


"Bagus kali ini kita akan hancurkan desa itu dan juga kita tangkap bocah tengik itu!".


"Hidup boss Lee Yan".


"Hidup kelompok bandit Harimau Merah".


"Hidup...!".


Setelah berjalan sekitar 7 jam akhirnya mereka tiba di depan desa Vendesilua, tetapi apa yang mereka lihat sekarang ada hal yang membuat mereka melonggo.


"kau, kesini" tunjuk Lee Yan pada anak buahnya yang melaporkan berita kematian 3 orangnya.


"ba... Baik boss" dengan tergesa-gesa anak buah itu mendekati Lee Yan dengan perasaan takut.


Buuaakkk....


Uuhhhkkk...


"Apa kau yakin ini jalan menuju desa Vendesilua haahh?!!" bentak Lee Yan.


"Be... Benar boss ini adalah jalannya, aku tidak mungkin salah ingat" jawab anak buah Lee Yan takut-takut.


"Cih coba kau liat apa di depan kita ini, apa kau ingin kita mati di sini" bentak Lee Yan sambil menunjuk jurang di hadapan mereka.


"Ini... Ini" Anak buah Lee Yan hanya bisa melonggo dengan apa yang diliatnya, dirinya tidak habis pikir bagaimana mungkin ada jurang di sini. Padahal kemarin ia masuk ke desa Vendesilua ini untuk mengawasi ketiga bandit yang mati, dan ia ingat betul jalan ini adalah jalan yang benar dan tidak mungkin salah.


"Bo... Boss ini mustahil aku ingat betul jalan menuju desa Vendesilua, bagaimana desa ini menjadi jurang yang sangat dalam hanya dalam waktu 1 malam" jawab anak buah Lee Yan ketakutan setengah mati.

__ADS_1


"Mustahil kau bilang?!! Apa matamu buta hahh?, sampai-sampai jurang sebesar ini kau tidak lihat haah?!" hardik Lee Yan marah.


"Tapi... Tapi boss ini mus... ".


Buaaakkk.....


Akkhhkkkk...


"uhhhkk ampuni aku boss Lee" mohon anak buah itu sambil memegang dadanya yang ditendang Lee Yan, dirinya sampai batuk darah karna tendangan Lee Yan kali ini menggunakan tenaga dalam.


"Pergi dari hadapanku sekarang juga sebelum aku berubah pikiran dan membunuhmu" hardik Lee Yan mengusir bawahannya dengan amarah yang meluap luap.


"Ba... Baiklah boss" dengan tergesa-gesa anak buah itu berlari ketakutan sambil memegang dadanya yang kesakitan.


"Sialan bagaimana mungkin dia berani berbohong padaku, ini pasti ada hal yang tidak beres dengan tempat ini. Aku yakin bocah itu ada di balik semua ini, aku harus mencoba menyerang jurang ini karna mungkin saja ini hanya jebakan ilusi mata saja" batin Lee Yan.


"Cakar Harimau Ganas!!" Lee Yan tiba-tiba menyerang ke arah jurang dengan jurus mematikan miliknya, tangan Lee yan berubah menjadi seperti tangan harimau yang memiliki kuku tajam. Tangan harimau itu berwarna merah menyala karna di sertai tenaga dalam, tiga serangan seperti bekas cakar harimau melesat dengan cepat ke arah jurang.


Syuuuuuyyyyyyus....


Kbuuummmmmmm...


Duaarrkkkkkkk...


"Siapa yang berani menaha seranganku!?, apa kau sudah bosan hidup haah!!! . Keluar kau pengecut!!!, kalau kau memang pria lawan aku secara terbuka jangan sembunyi seperti ini!!!!" teriak Lee Yan yang terkejut karna belum sempat serangannya mencapai ke tengah jurang, tiba-tiba ada serangan lain yang menahan serangannya hingga membuat tempat sekitar bergetar hebat.


"Hanya kumpulan bandit sampah yang menyerang ke tempatku" tiba-tiba seorang pemuda menawan telah berdiri tegak di hadapan semua bandit harimau merah sambil tersenyum tipis.


Lee Yan merasa terkejut dengan kehadiran pemuda itu tiba-tiba di hadapannya, ia bahkan tidak merasakan kehadiran pemuda itu, dan juga tidak mengetahui dengan pasti kultivasi pemuda di hadapannya itu.


"itu... Itu orang yang membunuh orang kita tanpa menyentuhnya!!!" teriak bawahan Lee Yan yang masih terluka.


""Rupanya hanya seorang pengecut, apa kau tidak. Malu pada guru hahh dengan apa yang kau lakukan?" hardik Lee Yan pada Tang Shen. "Cihh siapa kau anak muda, berani sekali ikut campur urusan kelompok ku haah?".


"Jangan banyak bicara, toh kalian akan mati disini" jawab pemuda itu yang tidak lain adalah Tang Shen, ia menebak kalau orang yang memiliki badan kekar dan berotot itu adalah boss dari perkumpulan bandit itu. Dilihat dari segi kultivasinya orang itu hanya berada di tingkat Raja tahap akhir, belum membuka gerbang meridian sama sekali dan hanya memiliki 500 lingkar Tenaga dalam.


"Cih dasar bocah sombong, akan ku bunuh kau... Hiyyaaaa".


"Sampah" ujar Tang Shen sambil tersenyum tipis, melihat kepala bandit itu menyerangnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Matilah kau bocah sombong kurang ajar".


__ADS_2