
"Ilusi iblis hati, bayangan maut dewa iblis".
"Wuaaahhhhhhhhh...!!!!"
"Hentikan...!!!!"
"Saudara Zou Lee awas" peringat ketua Hiau Feng.
"Ukkhhh mustahil menghindarinya" batin tetua Huan Bian sambil menelan ludahnya sembari menjauh dari lokasi pertarungan, ia bergidik merasakan aura serangan Nangong yang mampu membuatnya berkeringat dingin.
"Tidaakkk.... Aku....!!!!".
Syutttttt.... Crazzzzzrrrrr.... Boooooommmmmm.....
"Ini... Ini... " ketua Hiau Feng jatuh terduduk menyaksikan bagaimana cara saudara seperjuangannya terbunuh dengan tragis.
Bayangan dewa iblis yang tadi mengejar ketua Zou Lee hilang dan diikuti ledakan dahsyat hingga menimbulkan gelombang kejut yang besar. Kini tubuh ketua Zou Lee tertancap di bawah Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis dengan posisi belati itu menancap tepat di kepalanya, kepala ketua Zou Lee hampir terlepas dan terbelah menjadi 2 selain itu yang lebih mengerikannya lagi adalah kondisi tubuh ketua Zou Lee. Bagaimana tidak tubuh ketua Zou Lee kini dalam kondisi tanpa busana dan badannya berwarna hitam seperti arang, sepertinya jasad itu telah terbakar api amukan dewa iblis hingga membuat tubuhnya hangus terbakar tanpa sisa. Tubuhnya itu sangat rapuh karna sudah terbakar dengan rata luar dan dalam, apabila tubuh jasad itu disentuh maka akan luruh seperti seoongok arang bekas pembakaran.
"Kau... Membunuhnya...!!! Aakkhhhh... Aku tidak terima akan aku balas kematian saudaraku...!!!" teriak ketua Hiau Feng frustrasi bergema di lembah tebing elang, ia bangkit berdiri sambil menatap nangong tajam penuh kebencian dan juga kedua bola matanya merah menyala disertai mengeluarkan niat membunuh yang kuat.
"Bocah Iblis... Kau tidak akan kuampuni, hari ini darahmu akan menjadi persembahan bagi arwah saudaraku...!!!" ketua Hiau Feng menarik golok pusaka dari pinggangnya dengan cepat, ia lalu belari sambil membabi buta ke arah Nangong yang masih berdiri dalam mode iblis tanpa kenal ampun.
Di sekitar tubuh Nangong sesekali muncul asap hitam agak berwarna kemerah-merahan darah, Nangong masih menunduk sehingga wajahnya tidak terlihat sedikit pun tapi yang pasti Nangong menyeringai bagaikan dewa iblis dengan mimik mengerikan sekali.
"Bocah sialan mati kau...!!!".
"Apa yang dipikirkan oleh ketua Hiau Feng?,menurut perhitunganku bahkan walaupun kekuatan kami bertiga digabung menjadi 1, belum tentu mengalahkan bocah aliran iblis itu" pikir tetua Huan Bian yang terus berlari menjauh dari area pertempuran sambil sesekali melihat ke belakang, ia takutnya serangan Nangong menuju ke arahnya dan bisa saja itu membunuhnya dengan tragis seperti tetua Zou Lee.
Sementara itu ketua Hiau Feng masih berlari dengan membabi buta ke arah Nangong sambil membawa golok pusakanya yang berukuran besar, di sisi lain Nangong masih belum memberikan reaksi sama sekali bahkan ia tetap diam seribu bahasa sambil menunduk dalam.
"Aku tidak peduli lagi yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan diriku sendiri terlebih dahulu, sisanya akan aku laporkan pada Patriark agar menemukan solusi terbaiknya nanti" tetua Huan terus belari menjauh dari area pertempuran lembah tebing elang dengan segenap kekuatannya, ia berlari bagaikan pengecut dari medan perang benar-benar tidak pantas menyandang gelar tetua sebuah sekte besar.
"Amukan Golok Raksasa, Tebasan Golok Pembelah Laut"
"Mati kau bocah iblis" ketua Hiau Feng meloncat dengan tinggi lalu mengayunkan pusaka goloknya sekuat tenaga ke arah Nangong, jarak antara mata golok ketua Hiau Feng dan Nangong hanya tersisa 5 meter dan Nangong masih belum memberikan reaksi sama sekali akan hal itu.
"Hiaaaaatttt...!!!".
__ADS_1
Duggggggg.... Treakkk...praakkkkk...
"Ukkhhh.... Ini mustahi...!!!" ketua Hiau Feng terdorong beberapa meter akibat gelombang kejut benturan antara goloknya dan asap hitam kemerahan yang keluar dari badan Nangong, yang lebih mengejutkannya lagi Nangong tidak terluka sama sekali dan parahnya golok pusaka tingkat legenda milik ketua Hiau Feng patah menjadi dua.
"Sialan bagaimana mungkin malah golok ku patah menjadi dua karna berbenturan dengan asap di badan anak itu, siapa sebenarnya bocah ini bahkan tanpa bergerak ia mampu menangkis seranganku" batin ketua Hiau Feng sambil bangkit berdiri, ia lalu melempar goloknya yang sudah patah dan mulai memperhatikan bocah di hadapannya ini dengan lebih teliti, ketua Hiau Feng tidak ingin ceroboh lagi seperti halnya tadi.
"Bocah kenapa kau hanya diam?!!" pancing ketua Hiau Feng sambil terus meningkatkan kewaspadaannya.
Hening tanpa jawaban... Nangong masih menunduk tanpa pergerakan dan juga suara sama sekali, lalu tiba-tiba tangan kanan Nangong terangkat ke suatu arah di medan pertempuran lembah tebing elang. Kepala dan mata ketua Hiau Feng tidak bisa menolak untuk tidak melihat kemana arah tangan itu terangkat, dan tentu tangan itu terarah ke jasad hangus ketua Zou Lee yang di mana di sana tertancap Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis.
"Be... Belati itu?!! Aku melupakannya" batin ketua Hiau Feng gugup.
"Kembali" bisik Nangong lirih tapi penuh hawa pembunuh dan aura iblis.
Jreeaaazzzttt... Kraarkkkk... Bwwurrrr...
Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis tiba-tiba tercabut dari tanah dan juga kepala hangus ketua Zou Lee, begitu Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis terlepas dari tempat itu. Kepala hangus ketua Zou Lee hancur dan luruh ke tanah tak bersisa, bagaikan seoongkok arang rapuh puluhan tahun apabila disentuh sedikit saja akan hancur itulah kondisi kepala ketua Zou Lee saat ini.
Swuuuuuuwwssssss.... Swussss...
Bagaikan kilat Belati itu meleset dengan kecepatan tinggi ke arah Nangong berada, begitu sudah mendekati jarak yang bisa dijangkau tangan mungil samaran nangong segera menangkap Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis dengan tangannya yang terangkat tadi. Lalu secara perlahan tangan Nangong yang sudah memegang Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis diturunkan ke kondisa biasa, dan tiba-tiba kepala Nangong terangkat ke atas secara perlahan sehingga bisa menampilkan wajah Nanggong saat ini.
"Kau bukan kaum ras manusia tapi dari ras iblis....!!!" ketua Hiau Feng berteriak nyaring sembari mundur beberapa langkah setelah menunjuk Nangong.
"Belati Iblis, Dewa Pembunuh iblis".
Dalam sekejep Nangong menghilang dari pandangan ketua Hiau Feng menjadi kabut hitam kemerahan yang melayang-layang di udara, kabut itu melayang-melayang sebentar di tempat lalu dalam hitungan 1 kali tarikan nafas kabut itu menghilang dari pandangan. Ketua Hiau Feng terkejut bukan main menyaksikan hal itu sehingga langsung meningkatkan kewaspadaannya berkali-kali lipat dari sebelumnya, ketua Hiau Feng berusaha mempertajam seluruh indra tubuhnya agar dapat merasakan kehadiran bocah dari ras iblis.
"Bocah iblis itu... Di mana ia sekarang" ketua Hiau Feng memutar tubuhnya untuk mengawasi sekitarnya, ia tidak melepaskan kewaspadaannya akan kehadiran Nangong yang bisa muncul kapan saja untuk mencabut nyawanya.
Wuussshhhhh... Wusshhhhhh...
"Di sana!!!".
Duaaarrkkkk... Booommmmmm...
Ketua Hiau Feng menembak bola energi dari tangannya dalam jumlah besar karna mengira bayangan yang ia lihat adalah Nangong, tetapi alhasil bayangan itu bukanlah Nangong sehingga bola energi berkuatan besar itu mengarah ke pohon besar dan membuatnya hancur lebur.
__ADS_1
"Cih sial ternyata bukan dia" Batin ketua Hiau Feng sambil mengerutu kesal. "Bocah iblis keluar jangan hanya bersembunyi di kegelapan, hadapilah aku secara langsung!!!" tantang ketua Hiau Feng tidak sabaran.
"Aku di sini manusia tidak tau terima kasih" tiba-tiba muncul suara lirih tapi mengerikan di dekat telinga ketua Hiau Feng, lalu disusul dengan kemunculan nafsu membunuh yang kuat hingga membuat lutut ketua Hiau Feng bergegas hebat disertai keringat dingin.
"Ka... Kau... Bagaimana mungkin... " ketua Hiau Feng menelan ludahnya karna terkejut bukan main dengan kehadiran Nangong, bagaimana pun ia adalah kultivator tahap pendekar suci terhormat sehingga seharusnya merasakan kehadiran kultivator lain bukan menjadi masalah baginya. Tapi berbeda dengan Nangong ia tidak dapat merasakan hawa kehadiran anak satu ini, bahkan tarikan nafasnya saja ia tidak menyadarinya sama sekali.
Nangong muncul dari belakang tubuh ketua Hiau Feng tetapi anehnya hanya sebagian tubuhnya saja yang muncul, ia bagaikan muncul dari ruang hampa atau dimensi lain sehingga ketua Hiau Feng mengira Nangong menguasai hukum Ruang dan Waktu. Padahal yang sebenarnya Nangong bersembunyi di bayangan tubuh ketua Hiau Feng sejak tadi, makanya ketua Hiau Feng tidak dapat merasakan kehadiran Nangong yang bersembunyi di bayangannya sendiri. Lalu Nangong membisikan satu kata yang mampu membuat ketua Hiau Feng tidak berdaya...
"Matiii... "
"Aku... Tidakk... "
Craazzzzzzz... Bruuuukkkk...
Setelah Nangong mengucapkan kata-kata itu Belati Jiwa Ilusi Dewa Iblis sudah menyelesaikan tugasnya, leher dan kepala ketua Hiau Feng sudah tidak ada pada tempatnya lagi. Kejadian itu begitu cepat hingga apabila kau berkedip sekali maka akan meninggalkan beberapa adegan mengerikan yang dilakukan oleh Nangong, hati iblis ini begitu puas melihat orang yang telah menghina masternya dan juga berkhianat kepada kaumnya sendiri telah mati dengan tragis di tangannya. Hari ini ketua Hiau Feng dan Zou Lee tewas di tangan Nangong dengan cara yang sama tragis, Nangong lalu melompat dari tubuh yang sudah tidak lengkap kepalnya itu sambil menjilat belatinya bekas darah ketua Hiau Feng tadi.
"Manusia yang menghina master pantas mendapatkan itu" gumam Nangong sambil menjilati darah dari belati iblisnya, di bibirnya tersinggung senyuman memgerikan yang bisa membuat orang bergetar melihat hal itu.
"Oh ya bagaikan mana keadaan master saat ini?, aku harua membantu master melawan manusia yang memiliki kekuatan setengah dewa ultimate itu" pikir Nangong, lalu tiba-tiba tubuh Nangong berubah lagi menjadi kabut hitam kemerahan dan bergerak dengan cepat menuju ke tempat pertempuran Xiao Shen dan ketua harimau Agung.
Wussshhhhhhhh....
******
**Hallo readers author yang budiman... Apa kabar semuanya... Author harap selalu sehat dan juga tidak kekurangan apapun ya...
Nah sebelumnya author minta maaf yang sebesar-besarnya pada kalian semua pembaca setia PPS yang merasa kecewa, karna author gak pernah update lagi dan kesannya ini novel author gantungin dan author gak pernah kasih kabar sama sekali tentang novel author ini.
Jujur saja Author gak ada niat sama sekali untuk berbuat seperti itu hingga membuat para pembaca mungkin kecewa, di sini author bakal klasifikasi tentang ha ini agar para pembaca tidak salah paham dengan author.
Nah di sini sebelumnya author pengen kasih tau kesalahan fatal author yang amat author sesalkan, di sini cara pengaitan akun mangatoon author sekarang adalah dengan menggunakan akun google author.
Nah kemaren hp author hilang eh lebih tepatnya jatuh dan rusak, jadi author gak bisa update dong ya kan gara-gara hp author rusak. Nah author akhirnya mutusin beli hp baru menggunakan tabungan author, nah pas author mau login ke akun google author untuk update novel lagi tapi di sini masalahnya.
Author lupa dengan sandi google author dan itu membuat hambatan bagi author untuk update novel, sudah beberapa minggu author berusaha mengingat kata sandi google author tetapi nihin. Nah 2 hari yang lalu author menemukan sebuah buku dan di situ tertulis kata sandi dan juga email google author, dan syukurnya itu adalah akun google author untuk novel ini. Nah sekarang author bakal update rutin lagi seperti biasa karna semua sudah normal, author harap para pembaca memaafkan keteledoran author dan tetap setia membaca dab menunggu update novel author ini...
Author rasa itu saja klasifikasi dari auhtor semoga pembaca bisa memahami dan dapat memaafkan author, nah kalau pengen novel ini tetap berlanjut hingga tamat jangan lupa coment, vote dan juga like ya jangan lupa. oh ya plz jangan didownload ya cerita author ini agar dapat retwiet dari pembaca... mohon bantuannya... terima kasih...
__ADS_1
Bantu 50k like guyss**...