
Zrrraaaassss...
Byaaarrrr...
Tidak satupun iblis yang selamat dari tebasan pedang Zhu Que dalam wujud pemuda tampannya, ia memainkan pedangnya dengan lincah dengan menggunakan ingatan dari jurus dewa pedang yang ia miliki. Setiap iblis yang terkena pedangnya itu pasti akan langsung mati tanpa bisa beregenerasi lagi, para iblis yang mati terkena tebasan pedang dewa, pasti api di tubuhnya akan langsung padam dan tubuh mereka seperti seongok batu gosong yang berwarna hitam dengan sisa-sisa bara yang tertinggal sedikit.
Hal itu membuat jenderal iblis Ley heran sekaligus bertanya-tanya melihat kekuatan pedang 4 pendekar manusia itu. Mana mungkin pasukan iblisnya bisa mati dalam sekali tebasan saja menggunakan pedang alam manusia. Pedang milik Zhu Que adalah pedang yang ia ciptakan dari bulunya sendiri, pedang itu ia beri nama Pedang Dewa Phoenix. Sementara pedang milik Xuan Wu adalah pedang yang ia ciptakan dari salah satu taring ular di ekornya, pedang itu dipenuhi racun dari 5 dunia yang tidak ada penawarnya sama sekali, dan pedang itu diberi nama Pedang Racun Kuasa Dewa.
"mana mungkin ini bisa terjadi? Seharusnya hanya senjata dari alam dewa dan alam kematian yang mampu melakukan hal seperti ini, siapa para pendekar ini sebenarnya?" batin jenderal Ley mulai gelisah.
"Ayo maju kenapa kalian malah menjaga jarak dariku" ujar Zhu Que seperti orang yang kecanduan, ia bahkan mengejar pasukan iblis yang berusaha menghindar darinya. Setiap iblis yang melihat Zhu Que pasti berusaha menjauh, mereka tidak ingin menjadi korban tebasan pedang pendekar tampan tetapi tidak waras itu.
"Membosankan" ujar Zhu Que sembari memperlihatkan wajah cemberutnya sambil menatap pedangnya yang kini berwarna merah menyala karna terlalu sering bersentuhan dengan tubuh api para iblis.
"Sialan kenapa pasukanku malah kocar kacir dibuat pendekar itu" gerutu jenderal iblis Ley yang melihat pasukannya lari ke sana kemari menghindari Zhu Que.
Sementara itu di tempat Xuan Wu juga begitu halnya, para pasukan iblis tidak bisa menyentuh secuil pun bagian tubuh Xuan Wu, tetapi sebaliknya Xuan Wu dengan bebas menebas pasukan iblis dengan mudah. Melihat hal itu pasukan iblis mempersiapkan formasi andalan mereka untuk menembus pertahanan Xuan Wu.
"Formasi pengorbanan 9 iblis, Pembantaian langit darah".
"Cih percuma" ujar Xuan Wu mengejek santai, ia hanya menatap 9 iblis yang merelakan hidup mereka untuk meningkatan kekuatan teman-temannya.
Teknik pengorbanan Klan Iblis yang sering disebut dengan Pembantaian Langit Darah adalah suatu proses pengorbanan nyawa teman sendiri secara sukarela, efek dari pengorbanan itu adalah dengan meningkatkannya daya serang, pertahanan, dan regenerasi teman setim hingga 40%, sehingga menambah tingkat persen kemenangan saat perang seperti ini bagi kaum iblis. Tetapi hal itu percuma di hadapan para dewa seperti Zhu Que dan Xuan Wu, mereka sudah mengenal betul kelemahan kaum iblis walaupun pengorbanan seperti itu dilakukan.
"Serangan Elemen Tanan, Hujan Panah Pasak Bumi"
Buoom... Bouuumm... Bouummm... Booumm...
Ratusan panah yang terbuat dari tanah tiba-tiba berjatuhan dari langit dan melesat dengan kecepatan tinggi dan membunuh pasukan iblis tanpa ampun, terdengar erangan dan teriakan kesakitan iblis yang terkena serang Xuan Wu.
__ADS_1
"goaarkkkkmmm...!!! "
Banyak dari pasukan iblis yang hanya sempat mengerang kesakitan dan akhirnya mati di tempat, bahkan panah pasak bumi itu tidak memberi ampun sama sekali pada para pasukan iblis. Sekin dari jumlah ratusan ribu pasukan iblis kini hanya tertinggal setengahnya saja dari jumlah awal, hal ini tentu membuat jenderal iblis Ley merasa kuatir.
Sial... Sial bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi, pasukanku yang gagah berani dan kuat ini mustahil bisa diratakan dengan begitu mudah oleh mereka, kekuatan kedua pendekar ini begitu kuat aku harus mencari cara untuk menhadapi mereka berdua... Tunggu sebentar" Jenderal Ley berusaha menyapu pandangan ke seluruh lokasi pertempuran seperti mencari sesuatu. "ketemu mereka di sana!" jenderal Ley berencana menyandera anak kecil yang merupakan jelmaan Nangong yang sedang menerobos pasukan iblis di bagian Lain bersama kakek tua, anak itu terlihat lemah di mata Jenderal Ley padahal sebenarnya Nangong sudah setingkat panglima iblis tingkat 1.
Xiao Shen dan Nangong hampir mencapai tempat para ketua dan tetua dari aliran hitam yang amat ia benci selama ini. Keduannya bergerak dengan lincah dengan sesekali menebas pedangnya ke kiri dan ke kanan diikuti oleh Nangong, begitu pedang Raja 7 Yin menebas musuhnya maka mereka akan membeku menjadi es abadi dan api di tubuh para iblis langsung padam. Melihat hal itu jenderal Ley menahan nafasnya menyaksikan pedang milik kakek tua itu, Anak kecil bersama kakek itu tidak menyerang sama sekali tetapi ia melindungi Xiao Shen dengan perisai ilusi iblis cipatannya.
"Aku harus menyandera anak itu untuk melari diri dari tempat ini, mumpung para pendekar manusia ini belum menyadarinya aku harus bergerak cepat sekarang" batin jenderal Iblis Ley.
Zhu Que yang memperhatikan gerak-gerik jenderal iblis Ley menyadari gelagat mencurigakan dari jenderal iblis itu. "heh ingin melarikan diri dariku jangan harap iblis bodoh" gumam Zhu Que.
"Dewa Phoenix, Langkah Dewa Phoenix tak berbayang".
Dalam hitungan 1 kali tarikan nafas Zhu Que sudah berhasil berpindah tempat mendekati jenderal iblis Ley, jenderal Iblis Ley yang tidak menyadari kehadiran Zhu Que terkejut bukan main ketika menyadari kehadiran Zhu Que yang tiba-tiba. Bagaimana tidak dari jarak ratusan meter Zhu Que dapat berpindah tempat dalam sekejap mata, hal seperti itu bukan lagi bisa dilakukan oleh seorang kultivator dari alam manusia.
"Mau pergi kemana kau jenderal iblis jelek, aku disini kenapa kau tidak melawanku? Apa kau takut pada kultivator dari alam manusia" ejek Zhu Que disertai senyuman manis yang selalu terukir di wajah tampannya, Zhu Que mendekati jenderal iblis Ley yang kini mundur untuk menjaga jarak darinya.
"Hehehe kau sudah menyadarinya rupanya iblis jelek, aku tidak harus menununjukan kekuatan asliku padamu kalau sudah begini. Serahkan nyawamu padaku maka aku akan mempertimbangkan untuk memberikanmu kematian yang mudah, tapi itupun kalau kau mau untuk memberikan nyawamu pada manusia rendahan ini" Zhu Que terkekeh sambil mengusap pelan pedang merahnya dengan lembut.
"Cih aku akan melawaan hingga titik darah penghabisan, walaupun hari ini aku mati maka aku akan mati terhormat!!" teriak jenderal iblis Ley tidak terima.
"Kalau begitu maka terima kematianmu yang sakitnya tidak terbayangkan iblis sialan" ekpresi Zhu Que berubah menjadi penuh amarah, hawa nafsu pembunuhannya begitu kuat hingga mampu membuat sosok iblis di hadapannya menjadi sangat waspada.
"Dewa Phoenix, Langkah Dewa Phoenix tak berbayang".
"Gerakan itu... Ukhhh... "
"Segel perlindungan Dewa Iblis kuno kekuatan penuh!".
__ADS_1
BUUUMMM... BUUMMM... DUARRKKKK....
Uakkhhhh....
***
"Akhirnya selesai juga proses penyembuhan tulang rusukku yang patah" ketua Zou Lee membuka matanya sambil menghela nafas lega. "Ini...!!" ketua Zou Lee terkejut bukan main menyaksikan lembah tebing elang tempat markasnya berdiri selama ini merah menyala karna mahkluk asing yang tidak ia kenali, makhluk itu memiliki bentuk yang amat mengerikan serta terlihat sedang berperang dengan pendekar-pendekar muda tadi.
"Apaan ini darimana datangnya para makhluk mengerikan ini datang, di mana Hiau Feng dan yang lainnya?" ketua Zou Lee bangkit berdiri mencari keberadaan ketiga orang itu.
Sementara itu di bagian lain lembah markas harimau loreng.
Xiao Shen dan Nangong sudah berhasil menerobos pasukan iblis dengan mudah, mereka berdua pertama kali mencapai tempat tetua Bian Hau dan ketua Hiau Feng pertama kali. Kedua orang itu sudah selesai menyembuhkan dirinya dengan menggunakan pil penyembuh, beruntung kedatangan Xiao Shen bertepatan dengan berhentinya proses penyembuhan keduanya, kalau tidak mungkin keduannya susah mati tanpa sempat melakukan perlawanan sama sekali.
"Kau... Patriark sekte Ledakan Surgawi" keduanya terkejut bukan main melihat kehadiran Xiao Shen dalam bentuk kakek tua saat ini.
"Hehehe kalian berdua masih ingat aku rupannya" jawab Xiao shen sambil berjalan pelan mendekati keduanya sembari mengelus jengot putih panjangnya.
"Patr... Patriark ma... Maafkan kami yang telah kurang aja dan melukai muridmu itu"mohon keduanya sambil berdiri gemetar lutut keduanya terasa lemas saat ini, di pikiran mereka muridnya saja memiliki kekuatan sehebat itu bagaimana lagi dengan guru mereka, pikiran itu bertambah kuat karna keduanya sempat memperhatikan perperang itu sebentar sebelum kedatangan Xiao Shen dan Nangong.
"Berikan Nyawa kalian padaku sekarang juga" jawab Xiao Shwn tidak peduli, tatapannya begitu tajam pada tetua Bian Hau yang saat ini begitu gemetar ditatap seperti itu.
"Ada masalah apa senior ini padaku?, kenapa rasanya nafsu membunuhnya diarahkan semuanya padaku" batin tetua Bian Hau getir.
"Mati...!!" teriak Xiao Shen
"Tahan dengan sekuat tenaga!!!".
Duaarrrrrkkkkk... Booommmmm.....
__ADS_1
Uakhhhh....