
Hari yang ditunggu pun telah tiba, Xiao Shen, tetua Liau dan beberapa jagoan pilihan sekte akhirnya berangkat ke desa pilar angin. Xiao Shen membawa serta pedang raja 7 Yin bersamanya setelah sepakat menyetujui permintaan roh pedang itu, awalnya Xiao Shen hendak menolak tetapi Xuan Wu memberi saran agar Xiao Shen mau mengembalikan pedang itu ke raja alam kematian. Entalah Xiao Shen tidak tau alasannya yang jelas setelah misinya di desa pilar angin selesai, Xiao Shen akan ke alam kematian untuk mengembalikan pedang itu apa pun yang terjadi.
Pagi buta di depan gerbang sekte pedang giok hijau... Pagi itu matahari bahkan belum menampakan dirinya sama sekali, tetapi di depan gerbang seke berdiri puluhan orang dewasa dan satu pemuda berumur kira-kira 17 tahun. Mereka adalah rombongan Xiao Shen yang ingin berangkat ke desa pilar angin untuk menjalankan misi dari kaisar Zhen, sementara itu hadir juga patriark sekte, tetua Liu Bin dan tetua pedang yang lain melepas lepergian mereka. Tapi hanya satu yang kurang di hati Xiao Shen, ketidakhadiran Qin Yue untuk mengantar kepergiannya.
"Patriark dan semuanya kami berangkat dulu"
"Shen'er jaga dirimu baik-baik, dan juga tetua Liau dan yang lainnya" patriark Liu Youfu melepas kepergian mereka dengan berat hati.
"Tentu patriark" jawab mereka serempak.
"Paman Liu Bin di mana Yue'er?" Xiao Shen tidak melihat batang hidung gadis manis sekte mereka.
"Haaah dia tidak mau kesini saat aku ingin membawanya, ia bilang ingin berlatih pedang tanpa ingin diganggu".
"Ohhh" Xiao Shen tidak ingin membahas hal itu lebih jauh lagi.
"Shen'er mara berangkat" tetua Liau memanggil Xiao Shen untuk segera memulai perjalanan mereka.
"Baik tetua" Xiao Shen pun melangkah mengikuti rombongannya yang sudah mulai berjalan keluar dari sekte.
"Kami berangkat patriark, paman dan semuanya!" teriak Xiao Shen memecah heningnya pagi.
"Anak ini" tetua Liau tersenyum sambil mengeleng kepalanya melihat tingkah Xiao Shen.
"Yaa berhati-hatilah!" balas para tetua pedang dari dalam sekte yang masih melihat kepergian mereka.
Akhirnya rombongan Xiao Shen mulai memasuki hutan yang masih gelap, tubuh mereka mulai ditelan kegelapan pagi hingga akhirnya hilang tak berbekas sama sekali.
"Huuuhhh" patriark Liu Youfu menghela nafas panjang setelah melepas kepergian rombongan itu. "Aku harap kalian baik-baik saja, terutama kau Shen'er terlalu banyak rahasia di dalam dirimu yang belum aku ketahui" batin patriark Liu Youfu sambil membalikkan badannya kembali ke sekte.
"Ayah... Eh maksudku patriark aku mohon ijin berbicara berdua dengan anda" tetua Liu Bin menghentikan patriark sekte mereka sekaligus ayah kandungnya sendiri itu.
"Hmhm katakanlah" patriark Liu Youfu menghentikan langkahnya dan menatap tetua Liu Youfu.
__ADS_1
Tetua Liu Bin lalu menatap sejenak semua tetua pedang yang hadir di gerbang sekte pagi itu, seperti mendapatkan bisikan batin mereka semua seolah olah mengerti dengan maksud tatapan dari tetua Liu Bin. Dan segera mohon undur diri kbali ke sekte.
"Patriark kami mohon undur diri terlebih dahulu, masih ada urusan yang ingin kami selesaikan" seorang tetua memberi hormat dan permohonan mereka untuk kembali mewakili teman-temannya.
"Baiklah silahkan" patriark Liu Youfu melihat para tetua kembali satu bersatu ke dalam sekte, lalu pandangannya segera beralih kepada tetua Liu Youfu.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku?"
"Ayah kalau aku tidak salah liat pedang yang dipegang oleh Shen'er itu...?"
"Ya kau benar itu memang pedang raja 7 Yin" potong patriark Liu Youfu.
"Pantas saja aku sangat familiar dengan bentuknya, tetapi kenapa ayah memberikannya pada Shen'er? Bukankah ayah pernah ditolak oleh roh pedang itu?. Lagi pula leluhur pernah berkata kalau pedang itu adalah pedang milik sang kematian, jangan sampai pedang itu keluar dari segel dan diketahui oleh pemiliknya atau yang memegang pedang itu akan celaka bahkan mati" tetua Liu Bin tidak mengerti jalur pikir patriark Liu Youfu yang membahayakan nyawa Xiao Shen dengan memberikan pedang itu padanya.
" Kau tenang saja, aku tau apa yang aku lakukan" walau pun hati patriark Liu Youfu masih ragu-ragu, sebenarnya ia tidak tau apakah ini pilihan yang tepat mempercayakan pedang itu pada Xiao Shen.
"Baiklah kalau ayah sudah berbicara begitu".
"Hmhm... Di mana Yue'er aku ingin bertemu denganya?" patriark Liu Youfu mulai berjalan masuk ke dalam sekte.
"Baik mari ke sana".
Tidak jauh dari tempat patriark Liu Youfu dan tetua Liu Bin mengobrol, ada seorang gadis mudah sedang terisak tersedu-sedu menahan isak tangis agar tidak terdengar oleh orang lain, ia tidak lain adalah Qin Yue yang sudah menyaksikan keberangkatan Xiao Shen dari tempat tersembunyi, ia tidak ingin semua orang melihat tangisnya karna harus berpisah dengan Xiao Shen.
"Shen gege hiks... Kau harus kembali dengan selama dan secepat mungkin, aku akan terus menunggumu di sekte hiks.. " ucap Qin Yue lirih di antara isak tangisnya.
***
Begitu hari sudah mulai merangkak naik, rombongan Xiao Shen akhirnya keluar dari lebatnya hutan. Mereka tiba di suatu tempat yang terlihat asing dan mencekam dengan banyaknya kereta dagang yang sudah rusak dan mayat manusia yang tak terurus di mana-mana. Sepertinya tempat itu adalah tempat sekelompok pedagang yang sedang beristirahat, tetapi kemudian mereka dirampok atau diserang oleh hewan spiritual yang kuat.
"Tetua Liau tempat apa ini? Kenapa begitu banyak mayat tidak terurus dan juga mereka semua mengalami tebasan pisau tetapi mirip cakaran?" Xiao Shen bingung melihat keadaan di hadapannya ini.
"Ini semua ulah dari kelompok bandit raja harimau yang sangat meresahkan, para korban ini adalah para pedagang yang sedang beristirahat tetapi dirampok dan di habisi oleh kelompok itu" jelas tetua Liau.
__ADS_1
"Tetua apakah mereka ada hubungannya dengan bandit harimau merah?"
"Kau tau juga tentang bandit harimau merah?" tetua Liau terkejut sekaligus kagum akan pengetahuan anak di di sampingnya ini.
"Aku hanya tau sedikit tetua" jawab Xiao Shen cangung.
"Baiklah akan aku jelaskan padamu, bandit raja harimau adalah sebuah sebutan untuk kelompok terbesar bandit harimau. Bisa dibilang kelompok itu adalah jantung dari kelompok aliran hitam itu, sementara itu kumpulan bandit harimau merah hanyalah salah satu cabang mereka, kelompok bandit raja harimau memiliki 5 cabang".
"Apa saja nama cabang dari kelompok itu tetua?"
"Diantaranya, yang kau sebutkan tadi bandit harimau merah, bandit harimau loreng, bandit hariamu putih, bandit harimau hitam, dan bandit harimau petir, tetapi kini mereka hanya tertinggal 4 cabang saja dari seluruh cabang mereka. Karna ada kabar beredar kalau ada seorang pendekar muda yang hebat telah memusnahkan kelompok bandit merah sampai ke akar-akarnya, kejadian ini membuat kelompok raja harimau itu geger dan memilih bersembunyi untuk sementara waktu sambil menyelidik pendekar hebat yang telah memusnahkan kelompak bandit harimau merah seorang diri" jelas tetua Liau.
"Jadi mereka masih memiliki cabang lain?" Xiao Shen mangut-mangut tanda mengerti, ia mengingat bagaimana ia menghabisi seluruh kelompok bandit merah dahulu dengan mata ilahi peruntuh jiwa, entahlah sekarang ia sudah berkembang mungkin kekuatan mata ilahi peru tuh jiwanya makin kuat, Xiao Shen selama ini telah berkultivasi dengan teknik pemberian Zhu Que dulu, yaitu teknik kultivasi ranah limbo mahayana, dengan teknik ini kecepatan pelatihan Xiao Shen 3 kali lipat lebih cepat daripada kultivasi pendekar pada umumnya.
"Ya, mereka menjadi sangat kuat karna kelompok itu bahkan lebih besar dari sekte kita. Para tetua kelompok itu dikabarkan memiliki tingkat pendekar suci terhormat sebanyak 5 orang, itukah sebabnya tidak ada sekte yang sebanding dengan mereka kecuali kuil cahaya ilahi dan sekte sekte dewa langit yang telah musnah. Aku rasa hanya sekte-sekte itu yang sebanding dengan kelompk bandit merah yang kekuatannya sudah di atas sekte besar itu, bahkan pihak kekaisaran berpikir puluhan kali untuk melawan kelompok itu. Kekuatan mereka tidak hanya dari kelompk mereka saja, tetapi mereka juga di sokong oleh kekuatan aliran hitam lain yang sama besarnya dengan mereka, akhir-akhir ini yang kabar yang beredar mereka bekerja sama dengan sekte kelopak mata iblis yang bersekut dengan iblis itu" tetua Liau mengepal tangannya memahan amarah, karna di saat manusia dan dewa sedang berperang dengan kaum iblis saat ini, ada saja ras manusia yang bersekutu dengan mereka.
"Cih orang-orang dari sekte kelopak mata iblis itu masih mencari gara-gara, kali ini aku tidak akan melepaskan kalian lagi" batin Xiao Shen menahan amarah.
"Shen'er apa yang kau pikirkan?".
"Tidak tetua... Aku hanya memikirkan bagaimana caranya memusnahkan para pengangu itu sampai ke akar-akarnya?".
"Itu tidak mudah Shen'er mereka sangat kuat, ditambah ada beberapa sekte aliran hitam yang bekerja sama dengan mereka" tetua Liau mengeleng-geleng kepalanya.
"Tidak apabila aku mengunakan teknik mata ilhai peruntuh jiwaku" batin Xiao Shen.
"Sudahlah jangan kau pikirakan itu dulu, sebaiknya kita melanjutkan perjanan sebelum siang dan terik matahari menyengat. Para pendekar kita sudah selesai beristirahat".
"Baik tetua".
"Semua ayo kita lanjutkan perjalanan, kita harus mencapai sebuah desa atau kota untuk membeli bekal kita dan mencari penginapan".
"Baik tetua" jawab mereka serempak.
__ADS_1
"Sekte kelopak mata iblis... Tunggu pembalasanku" batin Xiao Shen mengepal tangannya sambil mengikuti tetua Liau dan yang lainnya, mereka mulai bergerak dengan cepat menggunakan ilmu peringat diri milik mereka masing-masing.
....