
"Zhu Que benarkah itu kau" Tang Shen tidak percaya, kini ekor Zhu Que memiliki 2 cabang dengan warna berbeda. Satunya berwarna api merah menyala, dan satunya lagi berwarna api hitam pekat dengan hawa panas yang kuat.
"Tentu saja bodoh... Aku ini tidak lemah sepertimu, hanya prajurit dewa tingkat 1 dan 2 mana mungkin bisa menghentikan ku".
"Syukurlah aku bisa tenang sekarang, 1 dari 9 ekor mu telah kembali lagi".
"Ya sekarang sisa pecahan kekuatanku hanya tertinggal 7 lagi, aku harus mencarinya di seluruh semesta, aku tidak peduli di mana posisinya di 3 alam semesta ini".
"Zhu Que selama saudaraku".
"tuan dewa Phoenix selamat".
"Ah terlalu cepat mengucapkan selamat padaku, aku masih membutuhkan kembali seluruh pecahan kekuatanku kembali. Sekarang kekuatan ku yang kembali hanya 5% saja, kekuatan seperti ini bahkan tidak mampu menghadapi panglima iblis tingkat 1".
Para iblis pun memiliki tingkatan kekuatan di alam mereka, biasanya mereka di tingkatkan dari tingkat iblis kaisar, raja iblis, panglima iblis, jenderal iblis dan pasukan iblis. Sementara itu dewa iblis adalah yang paling kuat dari para iblis, dulunya dewa iblis kuno sebenarnya bukan seorang iblis beringas dan haus darah seperti sekarang, ketiga dewa iblis kuno dulunya adalah 3 orang dewa kerajaan surga. Ketiga dewa itu merasa dikhianati dan di peralatan dengan tidak wajar oleh kaisar dewa, lalu ketiganya memberontak dan membangun pasukan dari para siluman yang mereka mutasi menjadi lebih kuat. Para siluman yang berhasil mereka mutasi dinamakan iblis oleh mereka, pasukan iblis saat ini hampir menyamai kekuatan kerajaan surga dengan adanya 3 dewa iblis kuno bersama mereka. Tetapi sampai sekarang mereka belum berani bertindak jauh untuk menyerang kerajaan surga, hal ini dikarenakan adanya sosok paling menakutkan lagi daripada kaisar dewa kerajaan surga, sosok itu tidak lain adalah dewa naga kuning yang tinggal di antara garis langit dan matahari.
"Kau benar saudaraku sekarang tingkat kekuatanmu yang sesungguhnya masih jauh dari kata sempurna, sekarang kekuatan serangan kita masihlah lemah untuk bertempur dengan para iblis maupun dewa" Xuan Wu menyadari sesuatu.
"Tapi kita memiliki pertahanan serangan fisik dan jiwa di sisi kita, bagaimana pun dewa Xuan Wu adalah dewa dengan pertahanan terbaik di dunia ini" puji Nangong lagi.
"Kau benar Nangong, Xuan Wu adalah dewa pertahanan kita" jawab Tang Shen tersenyum.
"Master dan dewa sekalian apakah kita bisa menjeda obrolan kita sekarang sebentar?, aku merasakan bahwa awan iblis ilusiku ini waktu penggunanya hampir habis, apakah kita bisa bergerak secepatnya menuju gua agar master bisa istirahat" tanya Nangong ketika melihat warna merah di awan iblis ilusinya mulai memudar.
"Tentu saja gua itu sudah bersih olehku, bahkan mayat para prajurit dewa itu sudah aku bakar sampai jadi abu jadi tidak ada yang menghalangi kita lagi" jawab Zhu Que.
"Baik...baik dewa" Nangong gugup mendengar penjelasan dari Zhu Que.
"Mari semuanya ikuti aku" Zhu Que terbang memimpin jalan di depan, Nangong hanya mengikuti dari belakang sementara itu Tang Shen terlelap tidur lagi.
__ADS_1
"Tuan dewa phoenix, sebenarnya seberapa kuat dirimu ini?" batij Nangong sambil terus mengikuti Zhu Que dari belakang.
--
--
--
Di dalam hutan tidak jauh dari gua tempat Shen De istirahat sekarang, terlihat gadis muda berbaju hijau giok berlari kencang menggunakan ilmu peringan tubuhnya. Ia sudah hampir kehabisan tenaga dalam saat bertempur melawan para penjahat saat menjalankan misinya, sungguh sial nasibnya harus bertemu para bandit hidung belang yang memiliki kultivasi lebih tinggi dari dirinya. Sebenarnya apabila tenaga dalam dan kondisi tubuhnya dalam keadaan prima, ia mungkin bisa menghadapi mereka semua dan tidak lari seperti pengecut seperti ini.
"Sayangku jangan lari!!, temani kami sebentar saja!".
"Pergi kalian jangan mengangu ku, kalau kakek dan ayahku tau kalian semua akan mati".
"Aku tidak peduli sayang, setelah aku menikmati tubuhmu mati di tangan ayah atau kakekmu pun aku tidak peduli" jawab salah satu pria bertopeng.
"Cihhh para orang brengsek yang tidak takut mati demi kenikmatan duniawi yang fana ini" batin gadis cantik berbaju hijau giok mengumpat keras dalam hati.
"Cihh sampah masyarakat tidak berguna, aku akan membunuh kalian nanti ingat itu!" teriak gadis cantik itu murka.
"Oh sayangku kau makin cantik dan manis saat marah seperti itu, aku makin suka dan penasaran padamu!".
"Dasarrr gilaan...!!!".
"Kecepatan serigala gila".
"Hehehe cium aku sayang... ".
"Pergi...".
__ADS_1
Syuuyyyttttt.....
Boooommmmmm...
akhhhkkkk...
Tiba-tiba muncul cahaya seperti pedang menebas angin yang menuju arah ketika perampokan, ketiganya belum siap sama sekali menyambut serangan dadakan dan kuat yang tiba-tiba menyerang mereka.
"Ukkhhh... Siapa kau pengecut, tunjukkan dirimu pada kami kalau kau memang seorang pendekar!" teriak ketua kelompok pengejar gadis cantik.
"Benar keluarlah!!!".
"Siapa orang yang telah membantuku?" batin gadis cantik sambil memperhatikan sekitarnya dengan seksama.
"Keluar sialan!!" maki bandit tidak sabaran, ia sudah memulihkan lukanya dengan tenaga dalamnya.
"Haahh hanya petarung tingkat petapa agung tahap menegah dari aliran hitam sampah rupanya" tiba-tiba seorang pemuda menawan muncul di belakang ketiga bandit yang masih mencari posisi penyerang mereka.
"Deg..." ketiganya menjadi waspada karna tidak merasakan kehadiran pemuda itu di belakang mereka, bahkan nafasnya saja tidak mereka rasakan. Basic kultivasinya saja mereka tidak mengetahuinya, mereka bertiga menjadi waspada sambil menatap pemuda misterius di hadapan mereka ini.
"Luar biasa kakak ini pasti bukan orang sembarangan?" batin Gadi baju hijau giok sambil tersenyum, ia kini memiliki secercah harapan untuk selamat dari para bandit hidung belang ini.
"Siapa kau? Kenapa kau ikut campur urusan kami?!" gertak salah satu ketua bandit sambil. Menatap Tang Shen tajam, tetapi tidak menurunkan kewaspadaannya.
"Kau tidak pantas tau siapa kau, aku ingin tau apakah mulut besarmu itu masih bisa kerkoar setelah aku buat kau tak berkutik".
"Cih pemuda sombong, kau sangat pantas mati sebelum kami menikmati gadis itu" ujar ketua bandit sambil melihat gadis muda yang kini hanya menonton mereka dari kejauhan.
"Apa yang dilihat bandit bodoh itu, sebaiknya aku segera memulihkan tenaga dalamku saja, agar aku bisa membantu kakak itu saat bertarung nanti" batin gadis berbaju hijau giok sambil menatap pemuda penyelamatnya.
__ADS_1
"Matikau bocah sombong....!!!".