
......*******......
Dikamar yang luas dihiasi berbagai macam bunga hiasan yang masih tertata rapi di dalam kamar itu tak lagi ada kehidupan, semenjak pemiliknya pergi.
Rasa bersalah menghampiri relung hati garel membuat garel tak mampu memasuki kamar tempat istrinya beristirahat itu.
Kabar kepergian viena yang ia dengar dari pernyataan agelia waktu itu mengatakan jika viena keluar negri tapi semua anak buah suruhan Toni Amarsyan asistennya garel juga belum mendapatkan informasi apapun tentang kenegara mana viena pergi.
Lantaran saat mengecek kebandara tidak ada data Viena Andriana Saffana keluar dari negara mereka.
Apa itu hanya alibi atau memang Viena pintar membunyikan keberadaannya.
Semenjak kepergian sang istri
Rasa rindu? baru garel sadari dan kerinduan itu garel lampiasakan dengan menanti viena memasuki kamar luas yang selalu garel intipi.
Hingga mata garel tertuju dengan lembaran kertas (surat) dan ponsel mikik viena serta amplop coklat diatas nakas.
Langkah kaki garel yang tadinya enggan melangkah masukpun menjadi berani melangkah dan menggapai lembaran diatas nakas itu.
Tangan garel bergetar hebat saat melihat isi lembaran itu surat tertuliskan untuknya.
ππ
To: Kak Garel Gebriel
Kak, diawali pernikahan kita. kakek pernah memberi surat yang sudah aku tanda tangani sekarang, surat itu adalah surat yang kakek buat untuk kakak melalui fana.
kakak bisa ambil sendiri yang menjadi hak kakak dengan surat diamplop coklat yang sudah aku sediakan. bawalah menghadap kakek beserta bukti buktinya Maka semunya akan menjadi milik kakak seutuhnya.
Jika kakek mencari ku, katakan aku menyuruh kakak datang sendirian dan katakan aku sudah bekerja dikota untuk sementara waktu ini. biarkan aku pergi tanpa keluarga kita tahu.
Dan jangan lupa tanda tangan surat perceraian kita yang juga sudah ada didalam amplop coklat, aku harap kakak sudah menanda tangani surat cerai itu saat aku mengambilnya nanti.
Aku pergi maka kak Garel harus bahagia.
by: Viena Andriana Saffana.
Air mata garel tidak bisa dibendungkan lagi, penyesalan yang tidak bisa garel hindari. kini ia benar-benar menyesal telah bodoh dan buta gara-gara cinta.
__ADS_1
Viena pergi tidak hanya sekadar pergi tapi viena membagi rasa yang ia rasakan selama ini, rasa sakit yang amat dalam sedalam-dalamnya.
π±π±
setelah membaca surat itu garel meraih ponsel milik viena, garel tidak tahu apa yang penting didalamnya.
satu persatu garel menggulir layar ponsel itu yang ternyata disitu tidak lagi banyak aplikasi didalamnya.
Bahkan isi dari aplikasi yang garel buka semuanya kosong sampai garel tertuju pada aplikasi terakhir yaitu
**Rekaman Audio
___Audio** 1, suara yang selalu bergelayut manja pada garel selama ini, Viena yang tidak sengaja mendengar dan mengambil rekaman itu saat ponsel milik anasya berdering.
(Dreeettt Dreettr
"Kenapa sayang? untung saja dia sudah berangkat" ucap anasya kesal kepenelpon yang tak lain reonal, suaminya.
"Aku tidak sabar, apakah kau berhasil, sayang?" tanya reonal diseberang sana.
"tentu sayangku, suamiku, kita perlu menunggu seminggu lagi sehari sebelum pernikahan itu, surat yang kita impikan akan diserahkan padaku. hahaa".)
___Audio**2, Audio suara viena lembut penuh ketulusan
(kak gebriel, jika kakak menemukan audio pertama sebelum kakak menikah dengan anasya, kakak tidak perlu mengucapkan terimakasih tapi anggap saja itu balas budiku untuk tukar pesan selama dua tahunnya. aaah, aku rasa kak Gebriel tidak ingat lagi dengan gadis kecil yang pernah kakak beri setangkai bunga mawar putih. Tapi sekarang itu sudah tak lagi penting, karena kita impas"
" jika kak Gebriel menemukan audio setelah pernikahan kakak dengan anasaya, aku akan ucapkan selamat untuk pernikahan kalian. setidaknya aku sudah berusaha untuk mencegah kak Gebriel menyesal untuk kedua kali dan aku anggap aku adalah penyesalan pertamamu.
kak...hehehe. Titip salamku saat kakak berkunjung kekeluargaan Az-Zardan).
terenyuh hati garel ternyata gadis yang ia nikahi dan sakiti selama ini adalah Fana kecil yang ia cari-cari.
Tapi kehadiran anasya membuat garel lupa bahkan tidak menyadari ia sudah.dengan gadis kecil yang ia tunggu keberadaannya.
"penyesalan apa lagi yang kau tinggalkan untukku, fana" ucap garel sembari membuka amplop coklat itu.
βοΈβοΈ
surat perjanjian penyerahan harta warisan keluarga Az-zardan.
__ADS_1
(Tertera jelas didalam surat penyerahan wasiat tunggal beserta syarat-syaratnya. tertulis dilembaran itu jika syarat:
Pernikahan Garel Gebriel Az-Zardan dan Viena Andriana Saffana
Memberi keturunan dari pernikahan Garel Gebriel Az-Zardan dan Viena Andriana Saffana.
Jika 2 syarat tersebut dipenuhi maka harta warisan tunggal akan jatuh ketangan Tuan Garel Gebriel Az-Zardan akan tetapi 15% saham perusahaan keluarga Az-Zardan akan menjadi milik Nona Viena Andriana Saffana Namun karena pihak menolak akan diserahkan secara keseluruhan kepada Tuan Garel Gebriel Az-zardan)
Surat Cerai
(surat dari kementrian agama yang sudah digugat oleh Viena Andriana Saffana dan telah tertanda tangani)
TestPeck
(iya dalam amploo coklat itu tidak hanya berisikan surat penyerahan wasiat dan surat cerai saja tapi juga ada alat testpeck yang bergaris merah, yang menandakan jika surat penyerahan wasiat sudah berlaku dan tidak hanya itu dua garis merah itu telah merubah status viena menjadi calon ibu.)
"Astaga, apa pagi itu membushkan hasil? kemana kau bersama calon anakku fana....? kemana? kau tidak akan bisa menceraikanku dalam keadaan hamil fana" ucap garel dikamar viena dengan isakan tangis.
Garel yang biasanya terlihat rapi dan bersih itu sudah hilang bersama dengan kepergian Viena.
Penyesalan garel tidak bisa dipungkiri, ia baru menyadari kehadiran viena sungguh berarti baginya.
"Fana, fana aku rasa kau lebih sakit dari apa yang aku rasakan" ucap garel sembari memukul-mukul dadanya.
"aaakkh, apa kau dengan calon bayi kita baik-baik saja?" tanya garel sembari melihat kelangit-langit kamar dan tangan masih dalam posisi memukul dada.
Sakit sekali dihati garel, bayangan-bayangan dimana ia tidak pernah perprilaku baik pada viena dari ucapan kasar yang ia lontarkan saat memasuki kamar luas itu, dimana garel merengut mahkota viena lalu mencampakkannya dengan menyebut penggoda, dimana garel mengabaikan viena pasca kecelakaan, dimana garel bermesraan dengan anasya didepan viena, dimana garel menampar wajah viena dengan kasar, dimana garel mengabaikan keberadaan viena dan dimana garel tidak pernah sadar akan ketulusan viena selama ini.
Semua bayangan masa lalu yang telah lalu kembali memenuhi isi kepala garel seakan ingin meledak, dan rasa bersalah garel terhadap viena sungguh amat besar,
sangat besar kesalahan garel, mungkin jika viena tidak pergi dari rumah itu akan tiba waktunya viena mati perlahan dengan membawa segudang luka dihatinya.
Pilihan yang diambil viena untuk pergi mungkin dimana hari itu viena benar-benar terpuruk dan tidak lagi mampu bertahan.
Tapi sejauh manapun viena pergi ia akan tetap sama. sama-sama membawa segudang luka bersamanya.
__ADS_1
...πππ...