
"Tapi...." ucap Vinea terhenti saat melihat Agelia melerai pelukannya dan beranjak keluar dari rumah kecilnya.
"oke, setelah acara" ucap Viena pasrah dan itu berhasil menghentikan langkah Agelia..
Agelia langsung membalikan tubuhnya lalu tersenyum dan kembali memghamburkan tubuhnya memeluk Viena erat.
Agelia merasa sangat bahagia, dengan cara ngambek ala dirinya, viena akhirnya memutuskan kembali ke kota.
Setelah lama melepas rindu, barulah Agelia sadar sosok pria yang belum ia kenal yaitu Tomy, sedari tadi Tomy memang berada dekat Viena.
Agelia memperhatikan Tomy yang juga tersenyum melihat Viena tersenyum.
"siapa dia, apa selama disini kamu punya kekasih?" tujuk Agelia kearah Tomy dan pertanyaannya tentu tidak menggunakan filter sama sekali, begitulah Agelia
Dengan cepat Viena dan kak Merelvin mejeltikkan jari telunjuk mereka berdua dikening Agelia secara bersamaan.
"awwww, sakit tahu" cemberut Agelia, Tomy hanya tersenyum saja melihat kakak dan kembarnya begitu dekat dengan gadis bernama Agelia itu.
"makanya kalau ngomong jangan suka ngaur" ujar Merelvin.
"tapi, cocok kak" protes Agelia, dan sekali lagi Viena dan Merelvin menjeltikkan telujuk mereka berdua di kening Agelia, Merelvin yang tahu Tomy kembaran Viena tentu memganggap ucapan Agelia sangat tidak tepat smenetara Viena yang belum mengetahui Tomy kembarannya hanya berpikir ia tidak cocok untuk Tomy yang ia.rasa seperti saudaranya sendiri.
"aaaww,. sakit" keluh Agelia lagu, dan Timy tidak berkomentar apa-apa.
Ia sudah tahu sifat Agelia dari Viena, Kembarannnya.
Tomy yakin jika sahabat yang diceritakan Viena dulu padanya Agelia lah orangnya.
"kamu istirahat dulu Li, acaranya baru siang sama warga sini" ucap Viena.
"Ooh entar dulu Vi, ada yang ketinggalan dimobil" seru Agelia pada Viena, ia baru teringat kado pemberian Deffan Oskar tadi.
Ia melirik kearah Merelvin untuk membuka mobil untuknya, agar ia mengambil kado yang ketinggalan di mobil.
"kenapa?" tanya Merelvin merasa diajak bicara.
"kunci mobil kak Merel" ucap Agelia lembut tapi penuh penekanan.
"oooh, ngomong sayang" bisik Merelvin didepan Viena dan yang lainnya membuat Agelia jadi salah tingkah saja didepan orang lain.
Merevin melangkah menuju mobil dan diikuti Agelia
"apa yang mau kamu ambil sih?" tanya Merelvin setelah membuka mobil.
__ADS_1
"tuh kado kak, buat Viena" ujar Agelia menunjuk kado yang ia letak di kursi mobil sebelum keluar mobil, Merelvin mengkerutkan keningnya tidak mengerti maksud Agelia, bukankah kado itu dari Deffan untuk Agelia.
"ini kado dari pak Deffan untuk Vie kak" jelas Agelia menyadari kebingungan diwajah Merelvin.
"jadi tadi si Deff Deff itu ngasih kado ke Fana bukan kekamu?" tanya Merelvin.
"iya kak, masa ke Agelia sih" sahut Agelia, Merelvin pun mendengar pernyataan Agelia barusan menjadi girang bukan main, dari tadi ia cemburu hampir memuncak.
Melihat merelvin tersenyum girang seperti itu membuat Agelia ingat jika perubahan sikap Merelvin saat di tempat busana dress tadi.
"jadi tadi kak Merel melihat pak Deff ngasih kado ini, dan kak Merel cemburu?" Goda Agelia menatap kenetra merelvin.
"enggak sayang, Maaf ya tadi buat kamu enggak nyaman" Merelvin enggan mengaku jika ia cemburu dan dengan percaya dirinya dia didepan Agelia meminta maaf atas perubahan sikapnya tadi.
"enggak ngaku" ucap Agelia lalu meninggalkan Merelvin yang masih berdiri disebelah mobil itu.
"tunggu sayang"
Agelia mengabaikan panggilan Merelvin, ia kembali menghampiri Viena, Viena yang sedari tadi memperhatikan tingkah sahabat dan kakaknya itu terlihat ada yang berbeda. membuat Viena menjadi penasaran apa yang terjadi dengan kedua orang dekatnyaa.
"Ini dari pak Deff" ucap Agelia seraya menyerahkan kado pemberian dari Deffan untuk Viena.
"Pak Deffan?"
", maaf" ucap Viena singkat.
Jam 1 siangpun sudah tiba, dimana acara akan dimulai dan acara dilakukan secara out door yang sudah dipersiapkan suruhan Merelvin.
Meski acara ditengah teriknya matahari yang menyengat, semua itu tidak mempengaruhi apapun untuk kelancaran acara.
Persiapan yang sempurna oleh Merelvin semuanya menjadi adem anyem saat berada diaula acara.
keluaraga Az-Zardan dan Keluarga Andrian semuanya hadir diacara perayaan ulang tahun Viena dan Tomy alias vezan, Kecuali Garel Gebriel Az-Zardan.
Garel tidak berani menunjukkan wajahnya memasuki aula acara, ia hanya melihat dari kejauhan, ia tidak ingin kehadirannya merusak mood istrinya.
Melihat viena bahagia, rasanya Garel sudah tidak ada kesempatan apalagi Tomy selalu ada disamping Viena, membuat Garel berpikir kehadiran Tomy sudah menggantikan sosok dirinya.
Diulang tahun ini Merelvin memang meninta Tomy untuk selalu berada disamping Viena dan berencana untuk memberi kejutan sekaligus berita baik bagi keluarga Andrian.
"Baiklah saya disini mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah hadir disisni" ucap Papa Andrian tidak menggunakan mic jadi sudah dipastikan Garel yang ada disana hanya biasa melihat epresi bahgaia tanpa mendengar.
"Saya Andrian, orang tua dari putra-putri saya yang sudah beranjak usia 25 tahun hari ini" ucap Andrian dengan bersungguh dan terlihat begitu bahagia saat mengatakan putra putrinya.
__ADS_1
"perkenalkan dia putra pertama saya, Merelvin Andrianada" tunjuk Andrian pada Merelvin, masyarakat yang hadir menyimak secara seksama dan ada yang berkata betapa beruntungnya menjadi putra Andrian salah satu pengusaha sukses.
"dan yang lebih penting lagi, saya akan memperkenal putra-putri saya yang sedang berulang tahun hari ini" ucap Andrian mulai memperkenalkan Tomy Amarsyan sebagai putranya Vezan Andrianada Saffran.
Viena, kakek zirdan, papa Bram dan mama Falisya merasa bingung dengan perkataan papa Andrian
****putra-putri****.
"Dia adalah putri saya Viena Andriana Saffana dan dia adalah putra saya Vezan Andrianada Saffran" ucap Andrian menujuk Viena dan Tomy bergantian.
"mereka berdua saudara kembar yang terpisahkan...." ucap Andrian langsung merangkul Tomy dan Viena dan meneteskan air matanya, Andrian tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya.
Viena hanya mematung di dalam pelukan Papa berbeda dengan Tomy ia membalas pelukan itu penuh haru, di mana ini adalah hari yang Tomy tunggu dari dulu.
Yaitu memiliki keluarga yang benar-benar keluarga kandungnya.
Air mata Merelvin menetes terharu dan ia juga ikut bergabung, semua orang disana merasa terharu dan ikut meneteskan air mata.
Tapi itu tidak dengan Viena, ia masih bingung, kenapa ia selama ini tidak tahu jika ia memiliki saudara kembar. dan begitupun Garel dijauh sana ia hanya bisa menyaksikan jika keluarga Andrian sedang berepelukan dengan Tomy yang sekarang menjadikan Garel merasa tidak ada lagi tempat disisi Viena.
Bahkan keluarga istrinya menerima Tomy dengan tangan terbuka, kesalahnnya memang besar tapi salah dirinya menerima maaf dan menembus segalanya.
ya Gerel masih mengira Tomy sebagai kekasih Viena selama tinggal didesa terpencil dan Garel menganggap pelukan itu sebagai ucapan restu hubungan Viena dan Tomy.
Selama berepelukan lagi-lagi Tomy menyaksikan Garel yang berada dijauh sana dengan raut cemburu dan putus asa.
Dari sorotan mata Garel melihat kearah mereka dapat Tomy lihat jika Garel sungguh menyesali kesalahnnya selama ini tapi Tomy juga tidak bisa berbuat apa-apa semuanya berada didalam pilihan Viena sendiri, bagaimanapun Vienalah yang menjalani kehidupan rumah tangganya.
Begitupun Tomy tidak akan mengatakan Garel pada keluarga bahwa Garel sebenarnya tidak jauh dari acara.
Ia melihat Garel yang ingin melangkah pergi meninggalkan Desa, namun Tomy membiarkan demi tidak merusak mood kembarannya diacara ini.
Usai berpelukan keluarga Andrian, kembali merayakan acara ulang tahun dengan kue ulang tahun yang super besar tertuliskan nama VIENA ANDRIANA SAFFANA & VEZAN ANDRIANADA SAFFRAN.
Secara bersamaan Tomy dan Viena memotong kue ulang tahun, tapi potongan kue itu dijadikan dua potong kue kecil yang akan diberikan.
Saat pemotongan kue Tomy meminta izin pada papa Andrian jika kue yang ia potong akan diberikan pada ibu yang telah merawatnya selama ini, dengan senang hati Andrian mengizinkan putranya itu untuk meghormati ibu yang telah merawat putranya itu.
"ibu, kemarilah" pinta Tomy sopan pada ibu Marlind, sebenarnya Marlind enggan memperlihatkan wajahnya pada keluarga Andrian tapi ia juga tidak bisa menolaknya putranya itu.
Marlindpun melangkah mendekat kerah Tomy, betapa terkejutnya Andrian jika selama ini yang menjaga putranya adalah Marlind, diinformasi yang ia dapatkan dari Merelvin memang tidak mencantumkan ibu angkat yang telah merawat dan menjaga putranya.
Mata Andrian membulat sempurna, sedangkan mulutnya menerima kue yang diberikan Viena padanya.
__ADS_1
"Marlind?" batin Andrian "Bagaimana bisa dia yang menjaga putraku" batin Andrian bertanya-tanya.