
"Benar kata Marlind, kau akan datang untuk menanyakan tentang Emearlin shenes vens, bukan?" ucap deddy Marjones yang menatap lurus mengongat pesan Marlind 32 tahun lalu.
Pesan itu memang terbukti membutuhkan waktu cukup lama, akan tetapi sekarang terbukti Andrian mendatangkan Negara C setelah ia mendatangkan Marlind.
"Deddy, apa kabar?" Tanya Andrian mengalihkan ucapan Daddy Marjones, ia pikir menyapa lebih baik.
"seperti yang kau lihat Andrian, aku masih terlihat sama seperti 32 tahun lalu" ucap Daddy Marjones ketus, ia sangat kecewa dengan Andrian. pria yang selama ini ia anggap anaknya sendiri seperti ia menganggap Marlind seperti putrinya juga.
Pria yang dianggapnya pria sejati, baik hati dan rendah hati tapi semuanya berubah, setelah Andrian menikahi Eme, rasanya Daddy Marjones ingin sekali memukul habis habisan wajah Andrian yang ada di depannya itu
Namun selalu ingat wajah putrinya Marlind yang memelas padanya untuk tidak menyakiti Andrian apa lagi membalas sakit yang dirasakan Marlind.
"Maafkan aku baru datang" ucap Andrian merasa tak enak hati pada Daddy Marjones.
Deddy Marjones tidak menggubriskan ucapan Andrian malah ia mengisyaratkan Andrian untuk mengikutinya.
Andrianpun mengikuti Daddy Marjones menujur ruang yang Andrian tidak tahu itu ruang apa, disebuah ruang ada pintu kebruang yang lebih besar, sepertinya ruang rahasia yang sengaja di letakan di ruangan, berlapis.
Semua yang ada di ruang itu dipenuhi bingkei foto Marlind bersama Eme dan Marlind bersama Andrian sendiri dimasa lalu.
Foto itu semuanya berisi foto masa lalu, masa lalu dimana Marlind percaya dan amat menyayangi Eme, dimana Marlind bersama Andrian masih saling mencintai.
Andrian memperhatikan foto-foto itu, Andrian mengingat dengan jelas moment moment yang ia lewati bersama Marlind, ia tidak lupa bahkan foto detik detik kamdasnya hubungan merekapun terpampang dengan jelas, hati Andrian terasa perih melihatnya sampai sekarang ia menganggap Marlind lah pengkhianat cinta mereka.
"Kenapa tidak ada foto Thomas sama sekali?" batin Andrian bertanya-tanya, foto itu benar benar moment kebersamaaan Marlind dengan Eme dan moment moment kebersamaan dengan Andrian, hanya mereka bertiga tidak ada yang lain.
"Thomas tidak pernah ada dihati Marlind, Andrian" ucap Daddy Marjones seakan mengerti apa yang ada dipikir Andrian.
"Tapi kau tidak perlu tahu lagi mengenai Marlind setelah pergi dari tempat ini" ucap Dadddy Marjones dingin penuh peringatan.
Meski Daddy Marjones sudah berusia tua, tapi ia masih terlihat gagah dan terlihat sehat sekan sebaya dengan Andrian. bakhan ucapannya bisa berubah ketus seakan seumuran anak remaja, aura dinginnya masih terpancar dengan baik.
"Duduklah Andrian, aku akan menjawab apa yang kau inginkan sehingga kau datang kesini. tapi ingat setelah kau pergi nanti aku tidak akan memberikan kesempatan untukmu datang apa lagi bertanya." ketus Daddy Marjones kasar sungguh Daddy Marjones tidak memberi muka manis sama sekali untuk menyambut kedatangan Andrian.
Andrian tahu itu, ia telah meninggalkan Marlind dan memilih menggantikan posisi Marlind dengan menikahi Eme, andai Andrian tahu apa yang terjadi tidak mungkin Andrian bisa menikahi Eme.
Tapi semua itu kebodohan Andrian sampai sekarangpun Andrianpun belum tahu sama sekali apa yang telah terjadi dimasa lalu.
"Apa Eme benar sudah tiada?" tanya Andrian pada Daddy Marjones, itu adalah pertannyaan pertama dari Andrian sejak kemarin ia ingin jawaban yang menurutnya masuk akal.
Daddy Marjones tersenyum kecut mendengar pertannyaan Andrian.
Apakah Andirian benar-benar bodoh dibodohi oleh Eme selama ini, bagaimana Eme bisa mencuci pikiran dan hati Andrian yang begitu tulus yang Daddy Marjones kenal.
"iya, Eme mati bersama Thomas" ungkap Daddy Marjones seperti yang dikatakan Marlind pada Andrian.
__ADS_1
Tentu Andrian tidak terima merasa ia dibodohi Marlind dan Daddy Marjones.
"apa Daddy dan Marlind sengaja membohongiku?" Andrian sungguh tidak percaya, pendengarannya dari kemarin selalu sama ada nama Thomas disana.
"aku rasa kau tidak bodoh, Andrian. apa yang aku katakan itulah kebenarannya bahkan itu belum semuanya" jelas Daddy Marjones.
" Eme dan Thomas tidak pernah berpisah satu haripun tanpa sepengetahuan mu."
"mereka hidup seperti sepasang suami dibelakangmu" sambung Daddy Marjones ingat jelas jika Marlind datang padanya untuk memeluk Daddy Marjones mengadu nasip yang ia alami.
Sangat geram Daddy Marjones dengan kebodohan Andrian, yang menghancurkan hati putrinya, Marlind.
Kehidupan Marlind tidak hanya hancur sampai Eme merebut Andrian dan Papa kandungnya yang amat Maelin dpercaya, secara bersamaan dengan cara licik Eme merebut kehidupan yang dimiliki Marlind.
Tidak sampai di andrian, Eme juga datang dikehodupan rumah tangga Marlind dan Thomas yang memang tidak seperti rumah tangga lainnya.
Kehidupan Marlind sungguh miris melebihi kehidupam yang dialami Viena.
Marlind wanita yang tangguh, ia seperti malaikat tak bersayap.
Marlind dituduh menyerahkan harga dirinya pada Thomas agar bisa menikah dengan Thomas. semua itu rencana Thomas sendiri dan Eme semata.
Tidak sampai disitu, Marlind harus menerima kenyataan calon suaminya harus direbut dan marlind menyaksikan sendiri 32 tahun lalu jika Andrian mengikat Eme dengan ikatan pernikahan yang seharusnya itu adalah hari dimana Marlindlah yang akan menjadi pendamping Andrian.
Miris sekali kehidupan Marlind, cinta dan kasih sayang semuanya adalah malapetaka dalam hidup Marlind, palsu dan kebohongan semata tidak ada orang yang tulus padanya.
Waktu itu Andrian tidak ingin mendengarkan Marind karena merasa kecewa, akhirnya Marlind pergi jauh dengan status dirinya menjadi istri diatas kertas dari Thomas pria bajingan.
ketidak kehadiran Marlind tidak pernah ada lagi membuat Andrian mulai menerima Eme, Eme memang sangat manis dihadapan Andrian, ia selalu bersikap baik dan tidak memuakkan.
Sehingga hadirlah Merelvin dikehidupan Andrian dan Eme.
Tapi apa rencana Eme yang tidak ingin melihat Marlind sedikitpun bahagia, tidak cukup sampai disana, Eme pergi dari keluarga Andrian membawa Tomy bersamanya setelah melahirkan sikembar dan kembali kesisi Thomas tentu itu Eme lakukan hanya ingin membuat Marlind tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang menghampiri Marlind.
Ia pergi dari Andrian seakan Eme dicullik oleh Marlind yang marah dan dendam akan pernikahan Eme dna Andrian.
kemablinya Eme bersama Tomy kali itu tidak hanya datang bertemu sebagai kekasih saja tapi ia menghancurkan kehidupan Marlind dengan tinggal bersama Thomas layak suami istri di hadapan Marlind.
Marlind tidak mengerti mengapa Eme sangat menginginkan Marlind menderita padahal selama ini Marlind sangat sayang dan peduli dengan saudari tirinya itu bahkan Marlind tidak mempermasalahkan status mereka berdua yang dinyatakan kembar.
Tapi amarlind tidak bisa berbuat apa-apa, saat suaminya yang merupakan kekasih dari saudari tirinya itu menyambut Eme dengan manis bahkan Thomas meperlakukan Eme sebagai ratu dalam hidupnya.
"Untuk Tomy, aku rasa kau sudah bertemu dengannya, andai bukan kebaikan Marlind maka kau tidak akan pernah melihat putra mu untuk selamanya" Daddy Marjones berkata dengan kejam, ia tahu jika kelahiran Vola adalah kesalahan yang tidak dilakukan dengan sebuah keinginan satu sama lain.
Dimana semua kekayaan Marlind sudah jatuh ketangan Eme sumua bahkan papa kandung Marlind sudah tak lagi percaya padanya.
__ADS_1
Semua milik Marlind direbut oleh Eme tanpa sedikitpun Eme membiarkan kebahagiaan menghampiri Marlind, seakan Eme ada untuk menghalangkan semuanya.
Marlind hanya bisa memberi paksa kehormatannya pada suami bajingannya itu demi biaya oprasi putra mantan kekasih dan anak dari saudari tirinya, Tomy berusia satu tahun membuat Marlind tidak tega.
Tanpa diminta ternyata dari perbuatan keji Thomas dan kekejian Eme ia tega menggunakan putranya yang sakit untuk menghancurkan Marlind, merebut kesuciann Marlind mahkota yang Marind jaga untuk suaminya, memang Thomas suaminya tapi begitu mengakitkan jika mereka melakukan tanpa dasar cinta bahkan dengan sadar Marlind tahu kenapa alhirnya Thomas melakukannya hanya untuk menghamcurkan dirinya.
Selama setahun Marlind menelan kepahitan, ia merasa tidak seharusnya lagi Marlind berada disisi Thomas dan Eme, Marlindpun pergi dari kediamannya berasa Thomas itu.
Marlind hanya bisa menangis dan membawa Tony, Tomy dan bayi yang sudah menepati rahimnya.
Maka hanya satu yang bisa Marlind percaya dan akan selalu Marlind percaya yaitu Daddy Marjones yang pastinya tidak bisa Eme jadikan alat kehancuran Marlind.
Itulah mengapa Marlind datang pada Daddy Marjones untuk menceritakan semuanya dan memberikan bukti semua yang dilakukan Eme dan Thomas padanya, hanya satu satunya Daddy Marjones harapan Marlind yang
marlind percayai tentu yang satu satunya yang percaya dengannya.
Ia yakin jika akan ada waktunya semua kebenaran harus diketahui khusunya Andrian, itulah Marlind menyerahkan semua kepercayaan pada Daddy Marjones yang sudah ia anggap seperti Daddy kandungnya sendiri bahkan mungkin melebihi ayah kandung Marlind sendiri.
Dengan adanya bantuan Daddy Marjones pula Eme tidak lagi menemukan keberadaan Marlind, hingga suatu ketika Eme datang lagi kesisi Andriam dengan kebohongan yang telah dimanipulasi oleh Eme sendiri dengan matang, bodohnya Andrian terima dan menerima Eme serta menambah kekecewaan pada Marlind.
Meski tidak membawa Tomy berasamanya kembali, Andrian percaya apapun alasannya, dan akan membalas Malind tentang Tomy yang tidak diselamatkan pada Marlind jika ia mampu, waktu itu cinta yang diselimuti kecewa dihati Andrian masih mampu membuat Andrian membalas kecuali kecewa.
Iya Andrian masih mencintai Marlind sampai sekarang tapi rasa kecewa Andrian menutup rapat itu hingga cintanya berbagi pada Eme istrinya.
Setahun mengilang dari sisi Andrian, Eme datang dengan kebohongan yang ia tutup rapat.
Tapi apa Andrian hanyalah pria bodoh yang dimanfaatkan oleh Eme seorang, saat Viena berusia 10 tahun. Eme pergi meninggalkan Andrian beserta anak-anaknya untuk keterakhir kali.
Ia membuat berita iaa telah mati dan tidak diselamatkan jasadnya.
Eme sungguh tidak peduli dengan anak-anaknya asal sumua bisa membuat Marlind menderita itu akan membuat Eme bahagia, ia begitu egois hanya kepuasan diri yang ia inginkan segala cara akan ia lakukan.
iya Eme kembali lagi pada Thomas saat Thomas mengabari jika ia tidak sengaja bertemu dengan Marlind dijalan meski tak sempat berbicara atau tegur sapa.
Tapi apa saat bersamaan Eme dan Thomas kecelakan tragedis sehingga dilarikan kerumah sakit.
Marlind yang berada disekitar menyaksikan kecelakaan itu dan ikut melihatnya.
Tak disangka Eme dan Thomaslah yang mengalami kecelakaan itu.
Entah terbuat dari apa hati Marlind ia rela menunggu kedua b*jing*an itu, jika Marlind kejam ia harusnya memilih tak perduli nyatanya ia masih dirumah sakit, dirumah sakit Marlind menyaksikan keduanya saling berpegangan tangan dan menghembukan nafas terakhir secara bersamaan setelah saling memberi senyum termanis keduanya.
Begitu berpihak kematian yang indah meski telah melakukan seribu kali kecahatan, Marlind menjadi sakisi keduanya betapa Eme selalu beruntung.
Bukan Marlind tidak ingin melihat saudari tirinya itu tersenyum bahagia, tapi kenapa tuhan selalu berpihak pada Eme, sedangkan ia harus menjadi saksi kebahagiaan Eme dan berkhir dengan semua kejahatan yang dibuat Eme padanya.
__ADS_1
Permasalah yang dibuat Eme dan ditinggalakn Eme untujnya seakan tidak habis bahkan sampai sekarang pun.
lalu siapa Tony sebenarnya?? jika vola seorang yang menjadi anak yang bahkan tidak sengaja Marlind dapatkan? Tentu Reader kepoin lagi ya di episode selanjutnya