Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
57 Mewarisi Sifat Licik Ibumu?


__ADS_3

Barakkk.


Orang itu menonjok Tomy, hingga tersungkur kebunga-bunga milik Viena, karena terlalu mendadak sehingga ia tidak bisa bersiap-siap.


Melihat itu Viena membulatkan matanya dengan lebar.


"TONY,.!!! apa yang kau lakukan?" pekik Viena terkejut saat asisten pribadi suaminya dengan berani memukul saudara kembarnya di depannya.


"Maaf nona, pria seperti dia harus diberi pelajaran" Sahut Tony lalu menarik kerah baju yang dikenakan Tomy.


"apa kau, ingin seperti ibumu? tidak bisakah kau tidak mewarisi sifat licik ibumu?" ucap Rony ketus ia menatap Tomy tajam, ia membiarkan keterkejutan Viena.


Tomy hanya diam, bagaimana bisa saudari kembarnya bisa kenal dengan Tony yang sudah menjadi kakak baginya meski sedari dulu Tony tidak pernah menganggap Tomy sebagai adiknya.


Untuk ucapan yang baru saja keluar dari mulut Tony, tidak hanya membuat Tomy terkejut tapi juga untuk Viena.


"apa maksudmu? dan lepaskan tanganmu?"ketus Viena dengan nada dingin.


Viena berusaha mencerna maksud dari perkataan Tiny mengenai mamanya, karena ibunya Tomy adalah mamanya Viena yang Viena tahu mama yang paling baik sedunia.


Meski waktu itu usia viena masih kecil, tapi Viena dapat merasakan betapa mamanya hadir dalam hidupnya.


"Maaf nona, saya tidak bisa membiarkan dia mendekati nona lagi, jilika tidak ia akan merusak kehidupan nona dan tuan muda" ucap Tony tegas lalu membukamkan wajah Tomy dengan tonjokan lagi.


cairan merah mengalir disudut bibir Tomy, Tomy tidak melawan.


Bagaimanapun Tony adalah kakak Tomy dari ibu Marlind yang telah merawatnya dengan tulus, sedangkan untuk tuduhan mengenai ibu kandungnya, Tomy masih terkejut dan tidak tahu sedari dulu apakah yang dikatakan Tony benar atau hanyalah cemohan saja.


"kak Tony, kita bisa obrolkan baik-baik" ucap Tomy berucap yang sedari tadi diam sedangkan jarinya mengusap darah disusut bibirnya dengan ibu jarinya.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA SAUDARA KEMBARKU!!!" bentak Viena dengan tubuh gemetaran hebat


"Dan kau, Vezan. kenapa kau tidak melawan" lanjut Viena dengan suara yang mulai mengecil


"saudara kembar?" batin Tony, ia sungguh bingung dengan apa yang ia lakukan sekarang

__ADS_1


plinnng deng


suara lemparan piring yang terlepar ketanah. ulah Garel ia sangat terkejut saat ia melihat keadaan di luar dengan santainya Garel membawa cemilan untuK Viiena, istrinya.


Tapi dengan keterkejutan, Garel melempar piring itu saat melihat tubuh Viena hampir ambruk ke bawah.


Untung saja, Garel lebih cepat menangkap tubuh Viena kalau tidak akan berbahaya bagi bayi yang dikandung Viena.


Mata Garel memancarkan kemarahan pada Tony namun ia abaikan dulu rasa marahnya pada asistennya itu.


Viena lebih utama baginya,.


ia menggendong Viena masuk ke kamar terdekat yaitu kamar tamu yang pernah Garel tepati untuk bermesraan dengan Anasya dulu.


Sedangkan Tomy tak kalah paniknya, ia takut mental Viena makin terancam saja apa lagi Tomy tahu dari viena sendiri jika mama kandung mereka tidak seperti yang dikatakan Tony barusan.


Dapat Tomy lihat Viena memancarkan keterkejutan dengan apa yang Tony katakan, sekan menyudutkan mama mereka pada hak yang tidak baik.


Melihat Viena lemah digendongan Garel, Tomy dan Tony segera mengikuti langkah Garel.


"apa yang kau lakukan Tony, cepat hubungi dokter Irwan" bentak Garel. ia begitu panik


yang tadinya Tony sangat marah tapi sekarang berbeda, Tony malah ketakutan apalagi tadi dia mendengar dari nonanya itu jika tomy adalah saudara kembar Viena.


Meski ia takut dan merasa bersalah akan nonanya, ia tetap menghubungi dokter irwan bahkan tony dengan cepat menggerakan jarinya untuk menghubungi dokter irwan.


tidak butuh lama panggilan suarapun tersambung keponsel dokter irwan


📱" dok.....cepatlah datang kekediaman tuan muda" pinta tony pada dokter irwan yang ada diseberangan sana.


📱"Baiklah, saya akan segera ke sana" sahut dokter irwan lalu mengakhiri panggilan suara itu.


Bibi ina, yang melihat tuan mudanya menggendong majikannya sangat sedih.


"Nona, semoga nyonya baik-baik saja. kenapa cobaan tidak henti-henti menguji nyknya ,tuhan" keluh kesah bibi iya ina dalam hati.

__ADS_1


Dokter irwanpun datang,... ia langsung diantar oleh bibi ina ke kamar tamu.


dokter irwan langsung memeriksa viena seksama seperti biasanya. karna dokter sudah tahu mental viena sekarang tidak begitu bagus yang dipastikan dokter irwan lebih awal adalah mentalnya viena.


"bagaimana keadaan dok?" tanya garel lirih.


"masih sama dengan hari yang kemarin, mental nona fana, sangat berhaya sekarang. saran saya, jauhkan hal yang membuat nona fana iya panik dan stres kalau tidak akan menambah kesehatan mental nona fana dan tidak hanya itu saja tapi akan berbahaya bagi kesehatan bayi yang dikandung oleh nona fana" jelas dokter irwan panjang kali lebar & lebar kali tinggi.


"untuk sekarang, biarkan nona fana istirahat yang cukup dan lebih tenang lagi" lanjut dokter irwan.


"fana..." ucap garel lirih, ia hanya mampu memangil nama istrinya saja. garel merasa semua ini berawal darinya, andai ia tidak kejam pada viena semua ini tidak akan terjadi.


"dan tuan, silahkan ikut saya. luka tuan perlu diobati" ucap dokter irwan melirik kearah tomy.


tomy mengikuti dokter irwan dengan patuh sampai ruang tamu dan dokter irwan mempersilahkan tomy duduk disoffa.


lagi-lagi tomy patuh, karna yang dipikirkan tomy sekarang adalah menenangkan viena, saudari kembarnya jika luka yang dihasilkan ulah tony padanya tidak segera diobati maka akan membuat viena khawatir. itu tidak baik untuk kesehatan mental viena. itulah pikir tomy.


sedangkan tony, menunduk bersalah dihadapan tuan mudanya.


"apa yang kau lakukan pada saudara kembar istriku?" tanya garel lirih tapi matanya tajam memberi aura dingin kearah tony.


"sepertinya kau ada dendam tersendiri padanya, apa kau mengenalnya?" tanya garel, karana selama ini garel tidak pernah melihat tony gegabah seperti ini dalam bertindak.


dan apapun yang dilakukan tony selalu mendapatkan izin dari garel. begitupun garel melupakan nama tony dan nama tomy sebelum Vezan Andrianada Saffran, tomy dan tony memiliki nama belakang yang sama.


"Maaf tuan," ucap tony lalu bersyujud didepan garel.


garel hanya pasrah menanggapi permintaaan maaf asistennya itu, bagaimanapun garel pernah mengalami hal yang sama. sama-sama salah memukul tomy sebagai orang yang nenyukai viena.


garel mengibaskan tangannya meminta agar tony keluar dulu.


dengan patuh tony keluar atas perintah tuan mudanya itu.


saat ia melihat tomy yang sedang diobati oleh dokter irwan.

__ADS_1


mata tony menatap tajam pada tomy, meski hari ini kesalahnnya yang salah mengira tomy sebagai perusak hubungan tuan mudanya tapi tidak mudah bagi tony memaafkan tomy yang memiliki mama yang dianggap tony sebagai perusak rumah tangga kedua orang tuanya.


Sanggupkah tony menerima kenyataan dari mana ia lahir? dan siapa wanita yang ia sebut perusak rumah tangga kedua orang tuanya? Jika ia mengetahui kebenaran masa lalu


__ADS_2