Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
70 Semeringai Licik Reonal


__ADS_3

🐤🐤jangan lupa dukung karya author dengan like, coment dan favoritkan karya author serta hadiahkan🐤🐤


Dukungan kalian semakin membuat author semangat dan terus up karya author ini


"kau,.. " ucap Agelia menatap dengan mata tajamnya


"iya, aku yang mengurungmu disini. apa kau terkejut?" tanya Reonal bangga.


"enggak usah basa basi Reon" saekas Agelia kesal, namun Agelia masih berusaha menahan sakit agar tidak terlihat lemah dimata Reonal.


"kau sangat kurang ajar sekali, Agelia" kesal Reonal


"haaa, jangan bilang kau masih menganggap kakakmu ini sebagai kekasih yang kau cintai" ucap Reonal dengan senyum kebanggaan, ia mendekat kearah Agelia.


"Cuiih." geram rasanya Agelia dengan sososk Reonal yang berstatus kakak tiri dan sekaligus mantan kekasihnya itu.


aaa lupa kalau sekarang bajingan itu adalah musuh yang berkeliaran dirumah orang tuanya.


"jangan jual mahal seperti itu, Agelia. jika kau masih ingin memiliki hari ini ksu bisa menyatakannya. mmmm?" ucap Teonal seraya meraih dagu Agelia dengan lembut.


Agelia berusaha tidak meronta namun tidak juga megubris ucapan Reonal.


Kalau ditanya sebenarnya Agelia merasa jijik saat tangan Renal berada didagunya itu, ia juga merasa heran kenapa dulu ia sebegitu cinta pada lelaki bej*at seperti Reonal.


Agelia tidak mau menghabiskan tenaganya untuk meronta-ronta, ia harus mencari cara agar tidak menyia-nyia waktu untuk keluar.


Bagimanapun, Agelia sudah banyak belajar dari sahabatnya Viena untuk tidak terlalu bodoh dalam kelicikan pria di depannya selama ini.


"apa mau mu" Tanya Agelia untuk mengulur waktu sampai ia bisa menemukan ide cemerlang.


"aku mau kau suruh papamu itu untuk menyerahkan segala hartanya atas namaku" pinta Reonal pada tujuannya mengurung Agelia.


Akhir-akhir ini ia bertengkar dengan istrinya yang tidak tahan akan kekurangan dalam fasilitas sehari-harinya yang selalu berfoya-foya.


Ternyata harta sang papa tiri yang selalu diiming-imingkan atas namanya hanyalah bualan saja.


"Kau lebih tahu Reonal, papa lebih menyayangimu dan mengatas namamulah yang akan ditulis diwarisan itu. bukan aku" sahut Agelia dingin.


"Bukan aku, Reonal" lanjut Agelia mpertegaskan.


Agelia tidak terima jika gara-gara warisan itu ia harus didekap di rumah sempit ini selama lima hari.


"Apa kau bodoh, Agelia. itu hanyalah omong kosong maka dari itu aku mengurungmu untuk menyerahnya padaku" bantah Reonal lalu mencengkram wajah Agelia dengan kuat.


"Jika kau tidak ingin hartamu bersamaku semuanya,. jadilah istri gelapku" ujar Reonal tanpa dosa dan berubah pikir dari awal rencananya.


Agelia tidak berkata-apa ia hanya bisa merasakan cengkraman Reonal yang hampir melukai wajahnya dengan jari-jarinya itu.


"Le... pas" ucap agelia terputu putus karena cengkram Reonal semakin kencang

__ADS_1


"a maaf sayang, ini melukaimu" ucap Reonal lalu melepas cengkramannya seakan apa yang ia lakukan tidak masalah.


"uhuk uhuk " Agelia terbatuk batuk seraya mengatur nafasnya.


"ambil saja harta itu untuk mu, aku tidak butuh itu" ujar Agelia setelah ia mengatur nafasnya.


Mata agelia mantap tajam, menyala-nyala seakan ingin menerkam mangsanya, upss menerkam ingin membunuh bukan hal lainnya.


"kau sangat sombong sekali, tapi itulah membuat aku suka dengan mu yang sekarang" Reonal memberi penilaian akan ketertarikannya pada mantan kekasih yang menjadi adik tirinya itu.


"Bagaimana kau tidur denganku, Setelah itu aku akan melepaskanmu dan untuk harta itu kita lupakan saja" ucap Reonal bernegosiasi membuat mata Agelia semakin melotot mana kala Reonal mendekatkan tangannya kearah Agelia.


Tiba-tiba Agelia terpikirkan sesuatu


"Ayoo, aku setuju " ucap agelia tersenyum manis setelah dibenaknya ada sesuatu yang harusbia lakukan.


Mendengarkan itu Reonal tersenyum manis penuh kemenangan.


ia berpikir demi harta, Agelia akan mudah menukar hal yang berharga.


Divilla Merelvin masih uring-uringan menungguAgelia divilla.


Karen Agelia tidak kunjung muncul juga, Merelvin pergi perusahaan dengan perasaan kacau.


sesampainya diperusahaan Andrian, Merelvin langsung menyuruh sekretarisnya untuk mencari informasi Agelia selama 5 hari ini, kenapa saja? apa yang dilakukan? kemana saja? dan seputaran informasi seperti itu yang ingin ia dapatkan segera dari sekretarisnya itu.


Tanpa menunggu lama, sekretaris Merelvin langsung melakukan tugasnya itu.


entah bagaimana caranya sekretaris Merelvin berusaha segera mendapatkan informasi yang diinginkan sang Boss.


Lama berkutat dalam tugas yang seharusnya tugas pribadi sang boss akhirnya, sekretarisnya Merelvin menemukan informasi jika Agelia lembur di malam sebelumnya hingga pukul 12 malam.


Namun sayangnya informasi yang didapatkan sekretaris Merelvin hanya sebatas lembur saja.


sekretaris Merelvinpun melaporkan pada sang boss dengan laporan apa adanya dan perasaan takut, perihal lembur tidak ada yang dapat ia laporkan.


"Maaf tuan, lima hari yang lalu, nona Agelia lembur sampai jam 12 malam di tempat ia bekerja" jelas sekretaris Merelvin.


"Maksudmu, Si Deffan membuat kekasihku lembur" gerutu Merelvin dengan sorot tajamnya ke arah sekretarisnya itu.


"iya tuan" sahut sekretarisnya Merelvin


"astaga, ternyata tuan kalau marah lebih serem dari tuan besar" ujar sekretarisnya Merelvin dalam hati.


Pasalnya selama ini Merelvin tidak pernah semarah itu, sehingga sekretarisnya baru pertama kali melihat Merelvin sangat marah.


iya selama ini Merelvin tidak pernah marah-marah tak jelas membawa masalah keperusahaan seperti kali ini. semuanya tidak berkaitan dengan perusahaan tapi cinta merubah semuanya.


"lalu apa hubungannya dengan lembur?" tanya Merelvin dengan tatapan yang ingin jawaban yang lebih memuaskan dari itu.

__ADS_1


"sepertinya nona Agelia menghilang semenjak malam itu" ujar nya pada bossnya itu


"hilang? Ageliaku hilang?" tanya Merelvin memastikan apakah pendnegarannnya tidak salah dengar.


"iya tuan" sahutnya hormat.


"Si*l, kurang ajar... " umpat Merelvin langsung pergi meninggalkan perusahaan tanpa peduli jika sebenarnya sekretarisnya itu ingin menyampaikan jika ada perjanjian kontrak untuk sebuah proyek hari ini.


"Tu.. ,aaaargh sudahlah" ucap sekretarisnya Merelvin gusar.


Palingan nanti Dia akan dimarah karena urusan cinta sang boss.


Diperjalanna Merelvin melajui mobilnya dengan kecepatan cepat.


wajahnya merah menahan marah, wajah Merelvin bagaikan minyak mendidih....


dari perusahaannya membutuhkan waktu satu jam keperusahaan Oskar.


Namun dengan kecepatan ugal-ugalan Merelvin, Merelvin sampai 35 menit di Perusahaan Oskar.


Di depan perusahaan Oskar, Merelvin sudah tersulut emosi yang membara.


"dimana pimpinan perusahaan ini?" tanya Merelvin dengan nada dingin.


"maaf tuan, apa tuan sudah ada janjian dengan Pak Deffan?" tanya reseprionis dengan sopan.


"saya tidak perlu ada janjian dengannya, katakan dimana bos kalian itu" ucap Merelvin dengn nada dingim


"Maaf tuan, anda tidak bisa masuk seperti ini" ucap sapam yang langsung menahan Merelvin yang hendak menrobos begitu saja.


"Ada apa ini?" tanya Deffan tiba-tiba dari arah belakang


Merelvin langsung menoleh ke arah sumber suara, Merelvin menatap heran dijam seperti ini seorang pimpinan terlambat masuk kerja itulah yang dipikiran Merelvin itu menambah kecurigaan diisi kepala merelvin.


"apa kalian tahu, siapa tuan ini?l tanya Deffan pada bawahannya.


"maaf tuan, tapi tuan Merelvin masuk dengan kasar" ucap resepsionis itu tegas.


iya mereka mengenali pengusaha muda yang bernama Merelvin Andrianada dari keluarga Andrian itu.


Siapa yang tidak tahu dengan Merelvin yang masih muda tapi sudah meraih kesuksesan dalam bisnis bertahun-tahun lamanya.


"lalu kenapa kalian melakukan tuan Merelvin dengan kasar?" tanya Deffan santai, ia belum tahu jika pria di depanya itu sudah bertanduk seribu.


"lepas.. "pinta Merelvin lalu sapam itu melepaskan Merelvin setelah mendapat kode dari Deffan.


namun sebelum Deffan mengucapkan maaf, Merelvin sudah lebih dulu melayangkan tonjokan dipipi Deffan.


"ma, ."ucap Deffan terpotong dengan bokaman Merelvin

__ADS_1


braakkk


__ADS_2