
"Kemana Fana? kamu pasti tahu?" tukas merelvin dengan tatapan lurus kearah agelia lalu duduk disoffa bersebelahan dengan agelia, kedua maka merekapun semakin bertemu satu sama lain.
Agelia menelan ludahnya dengan susah payah seraya mengontrol diri agar tidak terlalu gugup didepan Merelvin.
"Hei, aku hanya mau tahu jika tidak kerja dan tidak ketempatku, fana akan bergi kemana?" ulang Merelvin membuat agelia sedikit menenang dalam hatinya.
"Hehehe. aku enggak tahu kak, kan viena udah nikah kak" jawab agelia cengengesan dan secara tidak langsung agelia melempar pertanyaan itu untuk garel.
"oh iya, aku lupa. kalau pertanyaan ini seharusnya bukan kekamu lagi" sahut Merelvin sembari menepuk jidadnya sendiri.
"Kak Merel udah makan? biar agelia buatin" tanya agelia mengalihkan pembicaraan.
"Hayo ikut" ajak Merelvin dengan menarik tangan agelia ikut bersamnya.
"kak Merel mau ajak agelia kemana?" tanya agelia serta berusaha menghentikan langkah kakinya.
"makan sama kak merel, maukan?" tanya balik merelvin
"Berdua?" tanya agelia tak percaya apalagi dadanya bergetar hebat, bisa makan sama orang ganteng seperti kak merel siapa yang menolak.
"aduddu kak merel memang so sweet" batin agelia
"Iya, masa mau ajak sekompleks" sahut merelvin dan tangnnya sudah mendarat dikening agelia.
"aaaw, sakit tahu" pekik agelia dengan wajah cemberut
"Imut" Batin Mesti Merelvin saat melihat wajah cemberut agelia.
"agelia ganti baju dulu" ujar agelia dan manya memperhatikan pakaian yang ia kenakan.
Merelvinpun ikut memperhatikan pakaian agelia lalu melepaskan genggaman tangannya dengan Agelia.
Merelvin duduk kembali ke soffa memainkan ponselnya menunggu agelia yang belum juga keluar dari kamarnya.
Namun berselang dari itu terdengar langkah mendekat, mata Metelvin melongok melihat penampilan agelia yang menurutnya memukau padahal itu gaya agelia biasanya, bahkan merelvin sering melihat agelia seperti itu.
Agelia sengaja berpakaian seperti biasanya agar tidak terlihat seperti orang yang terlalu senang jika ia diajak makan berdua oleh Merelvin.
"ngapain mata Kak Merel, Bikin malu aja" batin agelia
"Kak ayo" ajak agelia membangunkan keterpanaan Merelvin.
"Oh ayoo, kamu cantik" bisik Merelvin ditelinga agelia saat posisi agelia mendekat kearahnya
"apaan sih kak" kesal agelia padahal dalam hati senangnya dapet pujian dari Merelvin.
Merelvin dan ageliapun keluar dari vila Merelvin Ardianada, keduanya seperti sepasang suami istri yang hendak meninggalakan kediaman untuk menghabiskan waktu diluar rumah.
Dua duanya serasi, sama-sama ceria dan cerewet tentunya.
sampai ditujuan merelvin dan agelia pun memesan menu kesukaan mereka di restoran mewah bersuasana cerah secerah hati agelia tentunya.
Merelvin dan agelia saling cerita dan cerita satu sama lain, keduanya mudah akrab dan tidak saling malu-malu.
Berbeda keadaan dikediaman garel, makin hari makin kacau saja.
__ADS_1
Bibi ina yang selalu menjaga rumah itu kadang pusing sendiri harus melakukan apa kepada tuannya. bibi ina tak lagi kesal pada tuannya malah jadi kasihan akhirnya.
Nyonya yang juga dirindukannya tidak diketahui kemana dia pergi.
andai bibi ina tahu bi ina akan mendatangi nyonyanya agar tak ada lagi yang terluka.
Tapi yang di cari sekarang semakin dekat dengan Tomy.
Tomy pria yang selalu hadir untuk viena selama didesa Terpencil itu, sesuai janji tomy pada viena.
Bahkan mereka sangat jarang berpisah, dalam kata lain tomy selalu mendatangi kediaman viena bahkan tomy jarang datang kemarkas demi viena seorang.
Arland tidak berani lagi mendatangi viena apalagi benny yang memang malam kejadian itu ia tertidur lelap jadi tidak mengikuti arland.
kabar kehamilan viena membuat mereka menggagalkan target lebih tepatnya mengganti target.
Dirumah kecil viena
"Fana udah siap?" tanya tomy sedang berada di atas motornya.
hari ini Tony harus menemani viena untuk priksa kehamilanya atas keinginan dokter nanda, awalnya dokter nanda menawarkan diri untuk datang kekediaman garel dan viena tapi dengan cepat viena menolak hal itu.
"sudah, Tapi haruskah kita naik motormu?" tanya balik viena karena perjalanan 2 jam kekota bukankah sangat merepotkan dalam keadaan hamil, pasti ia mudah lelah dan malah membuat tomy khawstir dan kerepotan.
"apa kau tidak ingin naik motorku?" tanya balik tomy
"Bukan begitu" seru viena dengan wajah cemberutnya.
"hayo pakai mobilmu, tapi kau tahu aku tidak bisa menggunakannya" ucap Tomy malu-malu.
"apa kau baik-baik saja" Viena mewakili dengan senyuman pertanda ia baik-baik saja, minimal ia tidak diterpa sinar matahari langsung yang pastinya membuat ia semakin cepat lelah.
Viena dan tomypun menikmati perjalanan 2 jam menuju kota dengan banyak bercerita, keduanya saling cerita terutama viena bayak hal yang ia ceritakan tentang masa lalunya termasuk agelia dan Gebriel kecil.
Viena tidak meneceritakan tentang garel sekarang, karna tidak ada kesan yang indah melainkan rasa sedihnya saja kepada garel.
Tomy mendengar dan menanggapi cerita viena dengan seksama.
Bersama tomy jauh lebih tenang, nyaman, dan terbuka bagi viena, viena jadi banyak berbicara dan suka bersifat manja.
Bahkan papa Ardian dan Metelvin saja tidak pernah melihat sifat manja viena.
Sampainya dikota, viena membawa tomy ke warung makan dulu.
"Kau lapar?" tanya Tomy saat melihat mobil berhenti di didepan warung.
"tidak, tapi kita berdua" ujar viena sembari cengingiran.
Tomy hanya bisa terkekeh melihat tingkah viena dan ikut turun dari mobil memasuki warung.
mereka memasuki warung dengan wajah berseri-seri.
Baik Tomy maupun viena tidak tahu disana ada orang yang sedang memperhatikan dari kejauhan
Ckrek.
__ADS_1
Kamera tersembunyi mengambil beberapa foto tomy dan viena.
📱" Tuan ton, apa kau ada disana?" tanya seorang pada tony asisten pribadi garel.
iya yang mengambil foto viena dan tomy adalah pesuruh tony yang tidak sengaja melihat viena keluar dari mobil, saat membandingkan dengan cara wajah yang ia cari adalah orang yang sama ia mengambil mengambil foto dan mengirim foto viena dan tomy.
📱"iya, ada apa? apa kau sudah menemukan nyonyaa viena?" tanya tony diujung telpon sana.
📱" saya rasa begitu tuan, saya sudah mengirim foto beserta alamatnya" uajar pria suruhan tony.
pria itu hanya memeperhatikan saja dari kejauhan sesuai awal yang diperintahkan. jangan sampai viena menyadari jika ia sedang dicari-cari.
Tony langsung melihat foto yang dikirim anak buahnya, tidak perlu menunda waktu Tony melajukan mobilnya dari perusahaan Az-Zardan kerumah tuannya.
Sampainya disana betapa terkejutnya tony 2, 3 mobil memasuki area rumah tuannya.
yang tak lain Mobil papa ardian, Mobil Merelvin, dan Mobil papa Bram.
Tidak disengaja semunya bertemu di rumah garel.
Merelvin yang mendapatkan telpon sang papa akan berkunjung kerumah adik ipar dan adik tersayang menyusul setelah mengantar agelia ke vila.
Sayangnya pertemuan dua belah pihak keluarga yang berbahagia itu disambut dengan keterkejutan yang tak terduga dari mulut garel sendiri menggerutu dan menyiksa diri sendiri.
"Fana, maafkan aku. kembalilah" gerutu garel pada dirinya sendiri seraya menarik rambutnya dengan kasar.
Garel sungguh tidak sadar jika mata melihat kearahnya dan mendengar semua ucapannya.
"Apa maksudmu?" ucap Merelvin dengan sorotan tajam kerah garel.
Garel tersentak dan menoleh kerah sumber suara, dengan wajah yang sangat kacau garel melirik satu-satu dari kedua keluarga yang ada didepannya itu, kali ini ia tidak bisa menutupi lagi.
Kakek Zirdan, Papa Bam, Mama Falisya, Papa Ardian dan Merelvin, semuanya menatapnya penuh tanya.
"APA MAKSUDMU!!!" Bentak Merelvin ia tidak mungkin salah mendengarkan ucapan Garel.
"Maafkan saya" ucap garel dengan deraian air mata, ia sangat prustasi.
Braakk
tonjokan pun melayang dari tangan merelvin, adiknya tidak akan pergi jika garel tidak menyakitinya secara mendalam.
"Tuan Merelvin, mohon jangan memukul tuan muda" ucap Tony menahan pukulan Merelvin.
Falisya menjadi lemas, bagaimana bisa menantu kesayangannya pergi karena anaknya sendiri dan yang lainnya terkejut tidak bisa memghentikan aksi merelvin yang hendak memukul garel lagi.
"Apa kau ingin membela tuan bodoh mu ini" ketus merelvin dalam keadaan tangan mencengkram kerah baju garel.
"Maafkan saya tuan, tuan muda baru keluar dari rumah sakit. untuk nona fana saya sudah menemukan keberadannya"
"Merel, lepas tanganmu" ucap papa Ardian tegas "dan kau diaman anakku" papa ardian angkat bicara jika sudah bersangkutan dengan anaknya.
"tony, katakan" bentak papa Bram
"Biarkan aku yang membawa fana kembali" pinta Garel
__ADS_1
Brakkk... "B*ngsat kau"....