
"bawalah ini bersamamu, aku rasa dengan semua yang ada sini. akan menjawab semua" ucap Daddy Marjones sedikit menekankan Andrian untuk pergi.
Merasa sudah tidak diterima lagi, Andrian memilih untuk menerima kotak ponsel yang terlihat usang itu lalu meninggalkan Daddy Marjones.
"Deddy, Andrian pulang" pamit Andrian pada Daddy Marjones lalu melangkah keluar.
Sebelum Andrian benar-benar keluar dari ruang itu, Daddy Marjones berucap pada Andrian.
"Berhentilah menyakiti Marlind, dan berhentilah mencarinya" ujar Daddy Marjones dingin, ia tahu betul jika Marlind akan menyakiti dirinya sendiri demi orang lain seperti adanya Tony, Tomy dan Vola merupakan kebahagiaan Marlind sekaligus luka untuk Marlind yang selalu berada dekat Marlind untuk selama ini.
Akankah ada waktu untuk Marlind bahagia?, meski Thomas dan Eme sudah tiada lagi di dunia ini? pikir Daddy Marjones, ia ingin setelah masalah ini putri angkatnya itu mendapatkan kebahagiaan.
Andrian tidak bisa berkomentar apa-apa, kenapa Daddy selalu membenarkan Marlind sedangkan yang Andrian ketahui Marlindlah yang telah mengkhiyanatinya.
...*********...
Sepulangnya Andrian dari pantisuhan, Andrian teringat kotak ponsel usang yang ia dapatkan dari Daddy Marjones tadi.
Ia juga mengingatkan ruang tadi yang terlihat seperti milik Marlind, ia terpikirkan oleh itu, dimana Andrian teringat masa-masa muda ia bersama Marlind.
Senyum cerah milik Marlind selalu terpancarkan indah, mata yang cerah memancarkan gadis itu dulu sangat cantik, tidak ada beban yang yang Marlind perlihatkan di masa lalu semasa mereka berdua saling bersama dan saling mecintai.
Kembali lagi Andrian juga ingat di mana ia melihat bukti hubungan intim yang sampai sekarang Andrian tahu itu sebuah pengkhianatan dari Marlind.
Sehingga Andrian terpaksa menikahi Eme hanya untuk menyakiti Marlind, ia tidak ingin terlihat lemah ditinggal oleh pengkhianatana Marlind, tapi tidak Andrian duga rasa kecewanya pada Marlind mampu menumbuhkan rasa cinta pada Emearlin sang istri.
Usai mengingat ingat masa lalu, Andrian kembali kekotak ponesl usang itu, dari gambarnya saja itu ponsel Zaman remaja Andrian.
Andrian membuka perlahan kotak ponsel usang itu, dilihatnya di dalam berisi ponsel yang sama dengan gambar dikotak itu.
Namun ponsel itu terlihat bersih bahkan debupun tidak menempel sedikitpun.
Andrian membolak balikkan ponsel itu memastikan apakah ponsel itu bisa digunakan atau tidak.
kenapa benda seusng ini menjadi jawaban dari semua dimana lalu? itulah batin Andrian. ia mengira ponsel itu tidak lagi bisa dihidupkan.
cukup lama berpikir alangkah baiknya ia menekan tombol aktif agar tahu jika ponsel itu masih bisa digunakan atau tidak.
Karena tidak mungkin Daddy Marjones memberikan benda yang dianggap semua jawaban yang diinginkan Andrian ada disana.
Setalah membolak balikkan ponsel itu, Andrian menekan aktif ponsel.
Dilayar muncul merek dari ponsel usang itu, menandai jika ponsel itu masih aktif atau masih bisa digunakan.
iya ponsel usang itu terjaga oleh Daddy Marjones selama puluhan tahun.
Daddy Marjones merawat ponsel itu seperti bayi, meski Daddy Marjones tidak menggunakannya ponsel itu tapi Daddy selalu mengisi daya batrei ponsel itu hingga tidak ada hari di mana ponsel itu terabaikan.
Andrian bingung apa yang ia dapatkan dari ponsel yang baru saja aktif itu.
jari-jemari Andrian mencari apa yang mungkin pantas dia dapatkan dari masa lalu yang mungkin sama sekali ia tidak ketahuinya.
Ada sebuah video yang menarik perhatian Andrian untuk Andrian buka.
Tanpa ragu Andrian memutarkan video itu, video sungguh mengejutkan Andrian bagaimana Andrian bisa percaya meski kualitas video tidak sebagus diponsel zaman sekarang tapi Andrian dapat melihat dengan jelas perlakukan mesra Eme dan Thomas bahkan Eme dengan percaya diri merekam video yang memang dituju ke Andrian.
isi video "Andrian suamiku sayang, maafkan aku. kau pria yang baik tapi maaf cintaku tidak untukmu bahkan selamanya aku tidak bisa mencintaimu. aku di sisimu karena aku tidak ingin melihat saudari yang kau anggap saudari kembarku itu bahagia bahkan sedikitpun aku tidak rela".
"aku pikir menjadikanmu suamiku akan menghancurkannya, iyaaa ternyata dugaanku benar. dan kau lihatlah di sisiku sekarang dia Thomas kekasihku yang menikahi saudariku, itu aku lakukan untuk penderitaan Marlind, aku membenciinya"
"video ini sengaja ingin ku berikan padamu saat Marlind sudah menderita sepenuhnya maka tidak adalagi kebahagiaan untuknya, saat itu mungkin aku dan Thomas sudah hidup bahagia bersama buah hati yang aku kandung sekarang. waktu itu tiba jangan pernah anggap aku istrimu lagi mungkin aku sudah bahagia di atas semua penderitaam Marlind. dan untukmu semua penderitaan dan kebodohanmu telah percaya padaku itu, salahkan semuanya pada Marlind saja, ia pantas menerima semuanya".
Andrian mendengar setiap kalimat yang diucapkan Eme dan mata Andrian tidak berpaling sedikitpun dari video itu sehingga Andrian melihat perut buncit Eme dan aksi kedua insan yang tidak pantas itu, tidak luput keterangan tanggal dna tahun video itu di buat bisa diperkirakan jika Eme pernah mengandung anak sebelum Eme mengnadung dan melahirkan anak kembar mereka.
__ADS_1
Betapa polos dan bodohnya Andrian tidak ada sama sekali Andrian berpikir tidak-tidak pada Eme selama ini, bahkan selama Eme bertahun tahun menghilang dan kembali padanya lagi waktu itu. tidak sedikitpun Andrian berperasangka buruk pada Eme.
Alasan yang Eme bawa semuanya Andrian indahkan dan bahkan adapun yang terjadi Andrian tidak mau tahu asal Eme kembali ia cukup bahagia.
Tapi apa sekarang, selama 32 tahun lamanya Andrian baru tahu, itu saja Andrian dapatkan dengan cara menyakiti Marlind lagi.
"Marlind" ucap Andrian lirih.
Andrian tidak tahu harus berkata apa-apa untuk kebodohannya selama ini, bagaimana ia telah salah menilai Marlind selama ini hanya karena skema yang dibuat Eme.
Andrian menjatuhkan air matanya bagaikan anak remaja.
Sungguh Andrian tidak bisa berkata apa-apa bahkan ucapan maaf saja ia tidak mampu membayangkan betapa ia telah menyakiti Marlind selama ini, ia tidak sedikitpun percaya pada Marlind padahal Marlind pernah memohon padanya untuk mendengarkan penjelasan Marlind tapi Andrian enggan mendengarkan Marlind yang dianggapnya pengkhianatan cinta mereka.
Andrian merutuki kebodohannya, bagaikan jika bertemu nanti, apa yang Andrian bisa lakukan untuk mengatakan dia telah bersalah dan menyakiti Marlind selama ini.
Ingat jelas Marlind memohon-mohon agar Andrian tidak percaya dengan video yang itu hanyalah rekayasa yang dibuat Eme dan Thomas saja, untuk menggagalkan pernikahan yang akan di laksanakan antar Andrian dam Marlind dulu.
Tapi apa perjuangan Marlind waktu itu tidak Andrian gubris sama sekali.
Bahkan Andrian mulai memperlihatkan ketertarikan Andrian pada Eme, hingga akhirnya Marlind benar-benar pergi.
Sekarang Andrian sadar jika ia harus kembali, segera meninggalkan negara C.
Ia harus bertemu dengan Marlind, ia tahu ini akan sulit meminta maaf pada Marlind.
Andrianpun memesan tiket pesawat ke Negaranya tepat pukuk 1 siang pesawat yang ditumpangi Andrian lepas landas.
Berbeda dengan Tomy diperusahaan keluarga Andrian.
Ia disibukan pekerjaan yang diberikan Merelvin sang kakak.
Mau tidak mau Tony menurut meski sebelum mengerjakannya Tomy sempat protes.
Tapi Romy adalah pria pemiki seribu gaya, Namun ternyata Merelvin adalah server yang sama dalam gaya nyeleneh jadi bukankah menjadi seimbang.
Jadi Tomy memberi kesempatan untuk mengalah agar Merelvin kehilangan cara untuk mengelabuhinya.
Sedangkan Viena, hanyalah seorang ibu yang sedang mengandung dengan profesinya sekarang adalah pengangguran.
Sudah tidak heran ia mengganggu siapa saja yang ia inginkan, meski sebenarnya hanya ada satu keinginan Viena yaitu seperti biasa senyum ayah dari sang bayi.
Tapi Viena berusaha tidak melihat foto itu, sehingga ia selalu mengganggu Tomy bekerja.
"kak Merel, izinkan Tomy" pinta Viena pada Merelvin sebagai pimpinan diperusahaan itu.
"Bukankah tadi kau sudah membawanya pergi, bahkan Vezan terlambat karena ulahmu juga sayang" bujuk Merelvin agar tidak membawa Tomy pergi dari urusan perusahaan yang belum Tomy selesaikan, ia ingin adik laki lakinya itu bisa mempelajari perusahaan dengan cepat agar segera menggantikannya dan tidak hanya itu ia ingin adik laki lakinya itu menjadi pimoinan yang handal.
"aku tidak peduli" protes Viena lalu pergi meninggalkan ruang Merelvin menuju ruanh Tomy.
Merelvin hanya bisa menggelengkan kepalanya, semua sikap Viena baru, Merelvin ketahui semenjak Tomy berada disisi Viena membuat Viena sering bermanja.
Tapi Merelvin tidak mempermasalahkan ith ia lebih suka jika adik adiknya bermanja manja padanya.
"Apa lagi?" tanya Tomy pada Viena yang menarik tangannya dengan paksa.
"kita pergi" ucap Voena singkat.
"kemana kau akan membawaku? apa kau tahu pekerjaan yang kak Merel berikan sangat banyak?" seru Tomy pada Viena.
"tahu" ucap viena enteng.
Melihat perut Viena, tomy menjadi tidak tega dan akhirnya Tomy mengikuti Viena yang telah membawanya sampai didekat mobil itu.
__ADS_1
Tomy mengikuti Viena memasuki mobil.
di Perjalanan Viena tiba-tiba diam membuat Tomy merasa tidak enakkan.
"apa kau marah? bukankah saudaramu ini sudah menurut" ucap Tomy membujuk.
"aku tidak lagi marah" sahut Viena.
"lalu kemana kita akan pergi?" tanya Tomy
"makan" jawab singkat Viena
"apaan?makan?" Tomy terkejut, bukankah 1 jam berlalu mereka baru selesai makan.
Viena tidak menggubris keterkejutan Tomy, akhirnya Tomy hanya menghela nafas panjang.
Direstoran yang tidak asing bagi Tomy, yaa resroran itu tempat di mana Tomy meminjamkan motor Casya yang sekarang motor itu disimpan Tomy direstoran itu atas permintaan Casya juga.
Casya sengaja menyuruh Tomy memakai motor itu samapi malam senin, maka Tomy sendiri yang harus mengantarnya ke Casya.
"ayo" ucap Viena lalu menarik Tomy keluar karena Tomy sedari tadi diam saja.
Aksi di mana Viena memegang tangan Tomy, jauh di sana Garel melihat itu semua.
Tomypun tidak sengaja melihat Gerel memperhatikan ia dan saudari kembarnya, Viena.
"pesankan makanan dulu" pinta Tomy tiba-tiba berucap
"kau mau kemana?" tanya Viena.
"aku harus menelpon kak Marel, ada hal yang penting, aku melupakannya" bohong Tomynya Vienapun tidak mempermasalahkannnya.
Viena masuk duluan kerestoran yanh super mewah, viena memang sengaja membawa Tomy ketempat yang mewah-mewah, ia berpikir Tomy jarang ke restorant mewah selain jarak desa ke kota cukuo jauh namun pekerjaan Tomy di desa membuat Viena berpikri seperti itu.
Sedangkan Tomy menghampiri Garel setelah memastikan Viena masuk.
"apa...?" tanya Tmy terpotong oleh Garel
"jangan khianati Fana" sahut Garel dingin, Garel ingat pertemuan Tomy dengan Casya, jika Viena bahagia bersama Tomy ia akan berusaha merelakan Viena tapi melihat Tomy tak berbeda dengannya ia tidak ingin melihat Viena terluka kedua kali karena memilih lelaki yang salah.
"apa maksudmu?, seharusnya aku yang mengatakan demikian" ucap Tomy ketus.
"jangan pura-pura bodoh" sahut Garel membuat Tomy jengah dengan sikap Garel merasa kesalahannya selama ini tidak pernah ada malah Tomy sekan menjadi pelaku.
Tomy tersenyum kecut mendengar ucapan Garel, bagaimana orang di hadapannya itu tidak tahu diri seperti ini? batin Tomy geream.
"Ternyata aku terlambat datang, andai aku ada mungkin aku batalkan pernikahan konyol itu" ucap Tomy ketus.
Ucapan Tomy semakin membaut Garel mengira Tomy adalah kekasih Viena yang mengambilkan kesempatan retaknya hubungan ia dan Viena.
"itu bukan urusanmu" ucap Garel lalu dengan kencang Garel melayangkan bokaman dipipi kiri Tomy.
"Braak " suara tinjuanpun dan hantaman keras menadarat sempurna, dipipi Tomy, tomy yang belum sempat menghindar pun tersukur.
"tentu itu urusanku" komentar Tomy seraya berusaha berdiri.
Sudut bibir Tomy pecah dan mengeluarkan darah segar.
Tangan Garel terangkat lagi sekan ingin malayangkan tijuan lagi pada Tomy.
Tapi suara yang tidak asing itu menghentikan aksi Garel.
"Berhenti... "teriak Viena.
__ADS_1