Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
64  Kejutan Diberi Kejuatan


__ADS_3

"Maaf saya putrinya, bapak siapanya ibu saya?" tanya Vola ragu-ragu tapi rasa penasaran Vola lebih besar.


Vola mengira jika Daddy Marjones itu adalah sebutan untuk ayahnya yang dikatakan sudah meninggal.


Pikir Vola, bisa saja ibunya membunyikan kebenaran tentang ayahnya.


Daddy Marjones diam sesaat memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertannyaan dari Vola.


Daddy Marjones sekarang tahu jika yang mengangkat panggilan darinya itu adalah Vola Amarsyan putri kandung Marlind Shenes Vens atau lebih tepatnya Marlind Amarsyan.


"Aku Daddy angkat ibumu" sahut Daddy Marjones jujur, tidak ada yang perlu ia sembunyikan mengenai identitasnya.


Vola tidak bisa berkomentar apa-apa selain mengangkat alisnya tidak percaya.


Dipikiran Vola kenapa suara pria yang mengaku Daddy angkat dari ibunya tidak terdengar seperti kakek-kakek tapi malah terdengar seperti bapak-bapak seumuran dengan ibunya.


Suara Daddy Marjones memang terdengar masih muda dari usianya bahkan jika Vola melihat secara langsung bagaimana rupanya dari sosok Daddy Marjones itu, akan dipastikan Vola sangat terkejut bukan main, ketegapan dan kegagahan Daddy Marjones masih terlihat maskulin dan perkasa layaknya 10 tahun jauh lebih muda dari umurnya sekarang.


Jawaban Daddy Marjones mampu menciptakan keheningan, terpaksa Daddy Marjones memulai percakapan lagi.


"Apakah kau Vola?" tanya Daddy Marjones memecahkan keheningan


"aaaa iya, aku Vola, apa aku harus memanggilmu Grenfa?" tanya balik Vola.


Jika ibunya memanggilnya Daddy bukankah seharusnya ia memanggil Grenfa pada Daddy Marjones yang mengaku sebagai Daddy angkat ibunya itu.


"tentu, "sahut Daddy Marjones malah senang


"tapi di mana ibu mu?" lanjut Daddy Marjones dengan inti panggilan yang ia lakukan itu.


"ibu.." ucap Vola kembali kemode sedih jika memikirkan ibu tercinta.


"apa ibu mu baik baik saja?" tanya Daddy Marjones tidak sabaran, khawatir saat mendengarkan intonasi suara Vola berubah


"ibu kecelakaan, Grenfa,ntapi pengobatan ibu harus segera dibawa keluar Negri setelah 5 hari lagi" ucap Vola pada Daddy Marjones,.tanpa sengaja dari cara penyampaian Vola ia bergantung pada Daddy Marjones.


"Grenfa akan terbang ke sana" sahut Daddy Marjones yang tentunya panik tapi Daddy Marjones tidak akan bertanya melalui panggilan suara itu.

__ADS_1


Alangkah baiknya ia datang dan melihat sendiri apa yang terjadi pada putrinya itu.


Bagi Daddy Marjones, Marlind tidak punya siapa-siapa selain dirinya.


Maka Daddy Marjones tidak akan membiarkan Marlind sendirian disaat sedang terjadi sesuatu pada Marlind apalagi kecelakaan yang menyebabkan Marlind harus dirawat dirumah sakit.


"terbang? apa Grenfa tidak tinggal di Negara yang sama dengan kami?" tanya Vola


"Grenfa tinggal Negara C, cucuku" ucap Daddy Marjones memberitahu Vola.


"Grenfa akhiri panggilan ini, Grenfa akan segera ke sana" jelas Daddy Marjones lalu mengakhiri panggilan suara itu.


Sebenarnya Daddyarjones khawatir mengenai Marlind, tapi ia berusaha baik-baik saja dan berusaha tidak terlalu panik di pendengaran Vola.


Deddy Marjones segera mengurus keberangaktannya dan membawa apa yang menurutnya perlu dibawa. seperti pakai seadanya dan beberapa peran penting untuknya dan Marlind kedepannya.


Daddy Marjones bukan tipikal orang yang mudah dan enteng dalam segala hal, apa lagi Negara yang akan ia datangi merupakan Negara yang amat Daddy Marjones bencii.


Demi Marlind yang sudah seperti putrinya itu, mana mungkin ia biarkan begitu saja Marlind menderita sendirian setelah mendengarkan kabar Marlind tidak baik-baik saja.


Di depan kampus usai panggilan suara yang dilakuakn Daddy Marjones dengan Vola.


"sudah?" tanya Maren


"sudah, ayo kita masuk" ajak Vola.


"hayoo" sahut Maren dalam hatinya ia ingin bercerita tentang paginya hari ini mengenai tuan muda anehnya itu pada vola.


Tapi lebih anehnya, Maren merasa dibayang-bayangkan oleh ketampanan Tomy bukan karena marah pada Tomy yang memegangi mikiknya.


Sebisa mungkin Maren urungkan niat ingin menceritakan kisahnya itu, mengingat vola sedang bersedih akan ibunya apalagi waktu juga sudah berputar menuju jam masuk kelas mereka berdua.


Baik Vola maupun Maren sama-sama seperti menikmati penjelasan dosen tapi pikiran keduanya tidak ada yang mencerna setiap penjelasan dosen.


Tentu apa yang dipikirakan kedua insan itu dua hal yang berbeda.


Vola tentunya sedang memikirkan ibunya sedangkan Maren memikirkan tuan mudanya.

__ADS_1


Sementara di perusahaan keluarga Andrian, Merelvin tampak kesal, merasa tidak betah lagi berada dikantor yang menurutnya sangat membosankan.


ia ingin bebas tidak mengurus urusan perusahaan lagi tapi apa bagi Merelvin waktu istirahat saja ia tidak bisa bersantai khususnya hari ini.


ia meminta kekasihnya Agelia untuk datang keperusahaannya dijam istirahat nanti atau lebih tepatnya jam makan siang.


Tapi Agelia menolak Merelvin mentah-mentah. dengan alasan di jam istirahat atau jam makan perusahaan Osakar akan digunakan Agelia untuk berkunjung ke kediaman Garel dan Viena.


Tentu dari mana Agelia tahu sekarang sahabatnya sudah tinggal bersama Garel itu dari Merelvin sendiri.


Merelvin nampak frustasi ulah pemikiran kekasihnya itu yang selalu mengutamakan adiknya yang lebih tepatnya sahabat kekasihnya itu.


Merelvin merasa tidak sabar untuk mengikat Agelia menjadi istrinya agar lebih nurut padanya dan pastinya selalu bersamanya.


Dijam istirahat perusahaan Osakar, Agelia benar-benar meninggalkan perusahaan Oskar bertujuan ke kediaman Garel dan Viena.


Sebelum itu, Agelia berhenti di tempat bunga langganan Viena dan Dapur Pesona yang sudah menjadi tempat bagi kedua sahabat itu.


Semenjak Viena pergi dari kediaman Garel, kedua sahabat itu tidak mengunjungi dapur pesona.


Jadi Agelia berinsiatif untuk memesan makanan dari dapur pesona itu untuk dibawa kekediaman Garel dan Viena.


Tidak butuh waktu lama, Agelia sudah membawa bunga hisan dan pesanannya didapur pesona, sebelumnya Agelia memesan secara online, maka tidak membutuhkan waktu lama Ageliapun sudah sampai di kediaman yang dituju.


Agelia tampa tak sabaran lagi ingin berjumpa sahabatnya itu.


Tangan kanan dan kiri Agelia sudah dipenuhi dengan bunga hiasan dan makanan yang ia pesan dari dapur pesona barusan.


Kedatangan Agelia tidak diketahui oleh Viena, Agelia sengaja ingin memberi kejutan pada sahabatnya itu.


Agelia sudah antusias ingin menyaksikan epresi sahabatnya yang sedang berbahagia itu yang sudah kembali kepelukan suaminya, dengan kedatangannya epresi apa yang akan diberikan oleh Viena pada Agelia.


Ageliq sengaja tidak memberi tahu Viena jika ia sudah tahu Viena sudah tinggal di kediamannya dengan Garel selama 3 hari ini.


Namun di depan pintu, Agelia sudah lebih dulu diberi kejutan oleh pemikik rumah itu.


Mata Agelia melotot sempurna tak percaya dengan apa yang ia lihat, berkali-kali Agelia menggosok gosoki matanya tak percaya, dirinya berharap jika ia hanya salah lihat.

__ADS_1


Dengan susah payah Agelia mengatur tangannya yang dipenuhi barang bawaan itu kembali mengucak ucak matanya.


"Aaaaaaaakkkkkk"


__ADS_2