Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
07 Kecelakaan


__ADS_3

"tunggu saja kau cucu kurang ajar" Geram agelia menggerutu penuh kekesalan sekan ia nenek peot yang sewot ingin menghukum cucuknya yang sedang berada didepannya.


Gambaran perasaan Agelia untuk memberi pelajaran pada cucu keluarga Az-Zardan memuncak mana kala ia sendiri melihat jika ada perubahan dari sorot mata Viena yang tak biasa ia lihat tadi.


Meski Agelia belum pernah bertemu, tapi sangat mudah untuk aagelia mencari dan mengenal sosok Garel Gebriel Az-Zardan sang cucu Kakek Zirdan Az-Zardan yang banyak tersebar dimedia, sosok yang telah menjadi penerus tunggal perusahaan keluarga Az-Zardan.


Perihal apa yang belum diceritakan Viena kepada Agelia sudah Agelia simpulkan bahwa apa yang terjadi sudah pasti terkait dengan pria itu.


"ayo.. " suara Viena membuat pikiran Agelia buyar seketika.


"eh e eAyo" sahut Agelia terbata bata


Seperti biasa salah satu mobil Viena dan Agelia harus ditinggal di area parkiran Dapur Pesona.


keduanya seperti hidup di atas awan tanpa beban, piuh piuh suara angin berlawanan dengan mobil yang kedua sahabat itu kemudi.


Berbeda hal dengan keadaan di rumah Viena dan Garel tampak berantakan, bagaikan rumah tak berpenghuni.


Siapa lagi yang berulah kalau bukan Garel Gebriel Az-Zardan.


Meja makan yang hanya berisikan sepiring nasi goreng semalam berhamburan di atas meja makan tak hanya itu saja bantal-bantal soffa dilempar Garel kesembarangan arah.


Ketika Garel sudah mematangkan niat hatinya untuk menikahkan Anasya sang kekasih menjadi istri sirinya, malah ditolak mentah-mentah oleh Anasya.


Mana mau Anasya menikah jika masih ada Viena istri sah begitulah alasan Anasya menolak Garel dan Garel tidak juga bisa menceraikan Viena....jika kata-kata cerai terlontarkan maka warisan akan beralih kepada Viena bahkan tidak hanya itu Garel harus melepaskan semua fasilitas yang selama ini ia rasakan.


Itu tidak memungkinkan bagi Garel yang selalu mengandalkan kekayaan kakek dan kedua orang tuanya. bekerja di Az-Zardan sebagai pemimpin perusahaan saja atas desakan sang kakek.


Sedangkan Garel sudah meninggalkan rumah setelah kemarahan yang dilampiasakan kepada benda-benda tak bernyawa.


Alangkah malangnya takdir benda-benda yang ada di rumah mewah pengantin baru itu.


Habis pesona bidadari menyinari kehidupan rumah itu malah dihancurkan Garel dengan kemarahannya yang tak karuan.


Tapi sepasang suami istri di apertement bernuasna putih abu-abu itu terlihat bahagia, hidup dalam kemewahan selama 3 tahun menjadi kekasih Garel merubah gaya hidup kedua sepasang suami istri itu.


Cinta memang membutakan, Anasya menikah dengan pria yang dicintainya yang tak lain pria miskin tidak punya pekerjaan sama sekali selalu mengandal istri untuk kelangsungan hidup sehari-harinya.


Namun nasip Garel miris sekali sudah 3 tahun kisah cintanya dengan Anasya, kekasihnya itu tapi Garel tidak tahu sama sekali jika kekasihnya itu sudah diperistri orang lain dan Garel hanya dimanfaatkan Anasya semata.


Jadi wajar saja jika Aniaya menolak menikah dengan Garel dengan berbagai alasan.

__ADS_1


"Garel, tumben datang kesini?" tanya pria berkulit putih serta memiliki ukuran badan yang lebih tinggi dari Garel serta tubuh yang gagah idaman mata para gadis remaja pada Garel yang tiba-tiba berada dikediamannya.


"apa aku tidak boleh datang?" tanya balik Garel bukannya menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


"boleh saja, hanya tidak biasanya dihari minggu begini ada waktu untuk berkunjung" sahut pria itu santai lalu menyodorkan secangkir kopi kearah Garel.


"terimakasih, Fa" ucap Garel kepada sahabatnya itu yang bernama Raffa Evansyah.


"apa kamu bertengkar lagi dengan kekasihmu?" tanya Raffa tentunya mengenali Anasya dan Raffa juga belum tahu jika sahabatnya sudah melangsungkan pernikahan secara dadakan.


"Dia tidak mau ku ajak menikah" ucap Garel sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


"kalian sudah 3 tahun berpacaran, aku tidak mengerti apa lagi yang membuat dia menolak mu"


"Cari wanita lain, lagian Anasya tidak pantas untuk cucu menantu keluarga Az-Zardan" lanjut Rffa dengan jujur.


Semenjak Garel dekat dengan Anasya, Raffa sering sekali menasehati sahabatnya itu untuk mencari orang yang jauh baik dari Anasya yang selalu suka poya-poya sana sini dan terkesan arogan di penilaian Raffa Efansyah.


"aku mencintainya, lagian ngapain aku cari wanita lain aku juga sudah menikah" jawab Garel santai dan tanpa ditutup tutupi sama sekali mengena setatusnya sekarang kepada Rada Evansyah sahabat yang paling dipercayai nya itu.


"Menikah? aku tidak salah dengar?" tanya Raffa tak yakin, soalnya ia tidak pernah mendnegar pernikahan sahabatnya itu.


"iya aku menikahi perempuan pilihan kakek, kita menikah dadakan atas keinginan dua pihak keluarga" ucap Garel mulai kesal jika mengingat pernikahan konyol.


"Siapa perempuan itu?"


"Fana, iya dia bernama Fana"


"Fana? nama yang tidak asing, Sungguh malangnya dia menikah dengan mu yang masih memperdulikan kekasihnya ketimbang istri sendiri" sindir Raffa.


"heiii... aku lah yang malang harus menikah dengan cewek planet seperti dia" protes Garel tidak terima dengan ucapan Raffa.


"aku rasa lebih baik kamu tinggalkan saja kekasihmu itu, toh kamu juga sudah punya istri" nasehat Raffa sebagai sahabat Gare.


"terimalah takdirmu, sepertinya istri mu orang baik" sambung Raffa.


"bagaimana kamu bisa menilai dia orang baik, bertemu saja belum pernah" gerutu Garel.


"dari namanya" sahut Raffa apa adanya"aku juga punya kenalan yang namanya persis dengan istrimu, dia sangat baik dan peka keadaan" sambung Raffa sembari mengingat ingat sosok seseorang yang ia kenali selama menjadi Dosen pengganti Raffa mengenal salah satu mahasiswinya yang sangat berbeda dengan orang lain terkesan cuek tapi nyatanya sangat peka.


"Hahaha, dari nama? pantasan saja jomblo sampai sekarang, menilai seseorang saja tidak bisa" ejek Garel disertai tawa mengelegar di ruang tamu milik Raffa.

__ADS_1


"kamu tidak tahu saja dengan cewek planet itu, hahaha" sambung Garel masih diiringi tawanya.


"aku memang tidak tahu dengan istrimu itu tapi aku tahu Anasya bukan yang terbaik untukmu. lupakan saja dia mulailah mencintai istrimu itu dan jangan sampai kamu menyesal menyia nyiakan istrimu kelak" nasehat Raffa kepada sahabatnya itu berkali kali tanpa Raffa gubris tentang julukan jomblo itu padanya.


Ia juga tahh jika sahabatnya itu tidak memperdulikan nasehatnya, akan tetapi setidaknya ia udah mengingatkan sahabatnya.


"aakh" pekik Garel kecil, ia juga manusia biasa mempunyai perasaan dan ia dapat membenarkan sebagian dari ucapan sahabatnya tapi disisi lain cinta Garel kepada Anasya sangatlah besar.


Apalagi Garel memanglah laki-laki yang setia, namun disisi lain Garel tidak bisa berbohong ia juga mulai terpesona dengan kehadiran Viena yang mana kehadiran Vienalah menjadikan julukan pria setia sejagat raya pagi ini menjadi pecah.


Tapi lagi-lagi Garel menepis segalanya dengan adanya rasa cintanya kepada Anasya, ia tetap enggan menerima kehadiran Viena.


"Sepertinya kamu belum makan?" tanya Raffa memecahkan keheningan serta mengalihkan pembahasan yang sebelumnya.


"iya aku belum makan, tapi aku ingin pulang" sahut Garel


"yakin tidak mau makan?"


"iya, aku permisi" ucap Garel lalu berpamitan pergi


Raffa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu pergi.


Sebelum Garel melaju mobilnya Garel ingat jika ia sudah berulah pada rumahnya sendiri lalu mencari ponsel miliknya bersiap menghubungi seseorang yang tak lain asisten pribadinya.


πŸ“ž "dimana? carikan ART dan suruh datang ke rumahku di kota S no7 sekarang" perintah Garel pada asistennya itu.


πŸ“ž "tapi tuan, taun besar melarang saya untuk membawakan ARt kerumah tuan untuk sementara ini" ujar asisten pribadi Garel yang lebih terasa seperti asisten tuan Az-Zardan yang tak lain kakek Zirdan.


πŸ“ž "kamu Asisten kakek apa asisten saya?" tanya Garel dingin penuh kekesalan.


πŸ“ž "asisten tu tuan" jawab suara pria diujungsana sudah keringat dingin


πŸ“ž "kalau begitu, laksanakan perintah saya" nada bicara Garel semakin mendominasi.


πŸ“ž "baik tuan" sahut asisten tidak mau menolak lagi


Garelpun mengakhiri panggilan itu secara sepihak seperti biasanya, jika berbicara dengan asistennya itu


Masih dengan raut kesal Garel mengendarai mobil bewarna birunya dengan cepat dijalan raya yang melewati beberapa kendaraan mobil lainnya.


Namun ada incindent yang tidak terduga sebuah mobil besar dengan kelajuan cepat dalam keadaan mengemudi yang tidak stabil menghantam mobil-mobil yang berada didepan mobil besar itu.

__ADS_1


Braakkk Siiiitts praakkkk Dorrrr


suara mobil ke mobil menghantam satu mobil sehingga menyebabkan salah satu mobil berwarna biru "Dorrr, bemm" meledak ditengah tengah riuhnya kecelakaan itu.


__ADS_2