Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
67 Kembalinya Daddy Marjones


__ADS_3

Dengan sigap, Viena berlari ke kamar mandi untuk membesihkan diri tanpa memperdulikan Garel.


Sementra Garel menajdi kesal dengan kedatangan Mamanya, yang kurang tepat bagi dirinya.


"kita di kamar mau,... tunggulah" ucap Garel akhirnya ia berkata dengan lembut tapi sebenarnya ia sangat kesal ulah mamanya.


Ia tidak bisa menuntaskan hasr*tnya untuk kedua kalinya hari ini.


"Baiklah" ucap Mama Falisya lalu mengakhiri panggilan itu


Dibkamar mandi dengan cepat Viena membersihkan diri lalu membalutkan handuk putih yang sudah sedia dikamar mandi itu dan melangkah keluar kamar mandi.


menggantikan pakaiannya dan mengabaikan wajah Suaminya yang terlihay frustasi dimata Viean itu.


Viena melangkah dengan anggun menuruni anak tangga lalu menghampiri mama mertuanya itu.


"Sayang, kamu habis mandi?" tanya mama Falisya yang melihat rambut viena masih terlihat basa itu dengan tatapan menyelidik.


Viena hanya menyunggingkan senyumannya untuk menjawab pertannya mama mertuanya itu.


"dimana Garel?" tanya Mama Falisya


"bentar lagi turun Ma" ucap Viena yang tidak tahu saja sekarang Garel sudah beralih kekamar mandi dengan bermain solo seorang diri.


Mama falisya dan Viena pun berbincang berama dengab santai disoffa seraya menikmati cemilan yang dibawa mama Falisya.


Mama Falisya sengaja tidak membawa makanan berat-berat karena sudah ia bawakan untuk suami tercinta kekantor.


jika tidak ditemani makan siang Papa Bram akan ngambek seperti anak kecil.


Kebucinan papa Bram sungguh membuat Mama Falisya harus meladeni papa Bram kekantor saat dijam istirahat.


kalau tidak Papa Bram akan mengancam tidak ingin bekerja diperusahaan jika tidak dikunjung setiap harinya.


Merepotkan sekali suami tercinta Mama Falisya


*******


Malampun sudah tiba dan sudah 12 jam perjalan Daddy Marjones dari negara C ke Negara asal.


Tepat jam 7 malam, daddy Marjones tiba dialamat yang ditujuinya yaitu rumah sakit tempat Marlind berada.

__ADS_1


iya langsung menuju resepsionis rumah sakit menayakan ruang yang ditepati Marlind, putrinya.


Setelah mendapatkan petunjuk ruang yang akan didatanginya dari resepsionis Daddy Marjones mengucapkan terima kasih pada respsionis rumah sakit itu.


Setelah mengucapkan terimakasih Daddy Marjones langsung menuju ruang yang dimaksud.


Cklek


Suara pintu terbuka yang dibukakan Daddy Marjones dengan sengaja.


semua mata yang ada diruangan Marlind itu menoleh kearah pintu selain Marlind saja yang masih dia tak mau merespons apa-apa


Vola, Tony, dan Romy menatap heran pada Daddy Marjones yang tidak pernah ia kenal tiba-tiba masuk keruang ibu mereka.


Tapi beda halnya dengan Andrian iya terkejut dengan kehadiran Daddy Marjones dan menyebut nama Daddy Marjones.


"Daddy " sapa Andrian dengan terkejut.


"apa itu Daddy Marjones alias Grenfa?" tanya vola dalam hatinya sendiri, ia merasa tidak percaya jika Daddy yang mengaku Daddy angkat ibunya itu masih telihat gagah dan maskulin, apkah itu Grenfa yang ia panggil melalui sambungan telephone.


Daddy Marjones langsung melihat kearah Andrian dengan tatapan marahnya tapi Daddy Marjones berusaha tidak marah pada Andaian.


"apa yang terjadi dengan putriku?" tanya Daddy Marjones melangkah tetap mendekat kearah Marlind yang senantiasa di atas ranjang rumah sakit.


Ingin rasanya Marlind masuk dalam dekapan Daddy Marjones, untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus tapi tubuh Marlind seakan tidak mau merespons apa pun baik itu dengan kehadiran Daddy Marjones bahkan Marlind masih membelakangi Daddy Marjones yang sudah berada dibelakangnya itu.


"apa Grenfa yang tadi?" tanya Vola ragu-ragu


"iya, Vola, aku Grenfa" sahut Daddy Marjones lalu melirik kearah Andrian dan berucap pada Andrian


"Andrian, bisa kau tinggalkan aku dan putriku beserta cucu-cucuku" pinta Daddy Marjones dengan tatapan penuh penekanan.


Dengan terpaksa Andrian meninggalkan ruang Marlind dirawat.


Andrian sadar jika kembalinya Daddy Marjones kali ini tidak akan memuluskan pertemuannya dengan Marlind atas apa yang telah ia lakukan.


Tomy, Tony dan Vola menatap pemandangan itu sangat aneh, dan itu disadari oleh Daddy Marjones.


"Grenfa akan membawa ibu kalian" ucap Daddy Marjones kali ini ia bersikap tegas meski pada anak-anak Marlind sekalipun.


karena sudah cukup Daddy Marjones membiarkan Marlind terluka sendiran dan sekarang Daddy Marjones akan menjaga Marlind selama usianya yang masih mampu menjaga Marlind.

__ADS_1


Melihat adanya Andiran disekitar anak-anak putrinya, Daddy Marjones dapat deddy simpulkan jika kebenaran dari putra putri marlind sudah terungkap.


"tapi ibu harus dirawat, 5 hari lagi dan akan dibawa keluar Negri untuk pengobatan" ucap Tony memberanikan diri sedangkan Tomy berusaha memahami situasi yang menurutnya ibunya sangat penuh dengan kejutan.


"aku tahu itu" sahut Daddy Marjones.


"Tony kau tidak perlu mengkhawatirkan putriku lagi, putriku sudah sangat terluka membesarkanmu" ucap deddy Marjones monohok.


jeldarr


ucapan Daddy sungguh menyayat hati Tony, apalagi sikapnya tidak pernah selembut Tomy selama ini pada ibu Marlind.


Tony diam membisu saat mendengarkan kata-kata yang mengena kehatinya itu dan Tony sudah mendengar sekilas ucapa ibu Marlindya sebelum kecelakaan mengenai ibu dan ayahnya meski hanya sekilas tapi mampu membuat Tony merasa bersalah.


Sebenarnya, Daddy Marjones tidak tega mengatakan kata kata kejam pada Tony, sebenarnya dibalik ucapannya, Daddy Marjones sudah menyayangi Tony baik itu Tomy dan Vola.


Seiring foto pertumbuhan dan cerita ketiga saudara tak sebanding itu yang terikat dalam masalah yang sama itu membuat Daddy Marjones menyayangi mereka tapi rasa tidak ingin melihat Marlind terus merasakan luka Daddy Marjones terpaksa dengan cara ini ia akan memisahkan Marlind dan anak-anaknya.


"Dan kau Tomy, hiduplah bersama keluargamu, bukankah selama ini kau sudah bersama putriku jadi sudah waktunya kau bersama keluargamu" ucap Daddy Marjones beralih pada Tomy.


Tomy sama halnya dengan Tony, ia tidak bisa berkata apa-apa. dan Tomy juga berpikir jika ia memang putra yang dijaga diasuh oleh ibu mmarlind tapi siapa Tomy dibandingkan Daddy Marjones yang mengatakn ibu Marlindnya adalah putrinya.


Setelah berucap pada Tomy, Daddy Marjones kembali melirik kearah Vola.


"Grenfa harap, kau harus merelakan ibumu bersama Grenfa. teruskan kuliahmu, dan kejar mimpimu, setelah itu baru bertemu dengan ibumu" ucap Daddy Marjones tegas pada Vola.


Meski Daddy Marjones memberi kesempatan untuk Vola bertemu dengan Marlind disaat Vola sudah sukses nanti, sebenarnya itu Daddy lakukan juga untuk menjauhkan Vola sementara waktu dengan Marlind hingga Marlind benar-benar bisa menerima dirinya sendiri.


karena Daddy Marjones sudah tahu jika sekarang, tidak hanya saraf otak dan saraf kaki Marlind yang bermasalah tapi Daddy Marjones dapat melihat jika Marlind sendiri tidak bisa menerima dirinya sendiri meski Daddy Marjones belum berkonsultasi mengenai kesehatan Marlind dengan dokter.


"Genfa, aku tidak mau berpisah dengan ibu" Bujuj Vola, ia tidak akan berjauhan dengan ibunya itu.


Namun Daddy mmarjones sudah bersikukuh pada pendiriannya, meski Vola putri kandung Marlind.


memisahkan Vola dengan Marlind yang sedang sakit seperti itu menurut Daddy Marjones tidak terlalu kejam dari apa yang dirasakan Marlind selama 32 tahun ini bahkan melebih anggka itu Marlimd sudah mengalami luka amat terdalam yang tidak diketahui siapaun selain Daddy Marjones.


"tidak ada penolakan untuk itu Va, Grenfa lakukan untuk kesembuhhan ibumu" jelas Daddy Marjones yang tidak mau menerima penolakan.


Vola hanya menjatuhkan tubuhnya dengan pasrah di atas lantai, tak tega melihat Vola bersedih Tomy duduk mensejaajarkan dengan Vola. ia peluk tubuh mungil adiknya itu dengan penuh kasih sayang


"Grenfa kasih waktu kalian bertiga selama 5 hari ini untuk bersama ibu kalian" ucap Daddy Marjones sudah dalam keputusannya sebelum tiba dirumah sakit itu.

__ADS_1


dan itu sudah sangat yakin bagi Daddy Marjones saat melihat Marlind tidak merespons kedatangannya.


__ADS_2