
Tangannya menggepal sempurna, seakan sudah waktunya ia melenyapkan Tomy dari keluarganya itu.
SementaranTomy tidak menghiraukan tatapan Tony yang tidak bersahabat iti, ia langkah kakinya ke kamar Vola, ketika hendak menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk itu, Tony sudah dulu menghentikan pergerakan Romy dengan ucapannya.
"Apa kau tidak berhenti mengganggu keluargaku?" tanya Tony geram
"bukankah sekarang kau sekarang sudah menemukan keluargamu? jadi untuk apa kau datang kesini lagi" lanjut Tony dengan mata yang tajam.
"ternyata kau persis seperti ibumu" ketus tony lagi-lagi ia membawa sosok mama Tomy, yang mana Tomy sendiri tidak tahu rupanya dan bagaimana sikap dan prilaku orangnya.
"kak, berhentilah mengoceh, aku tidak tahu menahu tentang masa lalu" tegas Tomy tapi ia selalu bersikap tenang.
Ia juga tidak mau mendengarkan ucapan Tony itu sebelum ia mendapatkan kebenaran dari mulut ibu Marlind sendiri
"Hahaha, "tawa Tony memenuhi kamar Vola bahkan kedengar sampai ke dapur tempat Vola dan ibu Marlind berada.
"begitulah cara ibumu datang kekehidupan kedua orang tua ku. dia datang seperti tidak tahu menahu apa itu menyakitkan atau tidak" sarlas Tony marah,. meski usia Tony wakru itu 4 tahun jalan 5 tahun.
Tapi yang Tony ingat diingatnya ada wanita yang dianggap Tony ibu dari Tomy itulah perusak segala kehidupan orang tuanya.
"Tapi apa, dia menggoda ayahku di depan ibuku" lanjut Tony menohoh hati tomy.
Tomy berusaha menahan diri dan berusaha u tuk tidak percaya, ia menggelengkan kepalanya tak percaya dan sulit mempercayai itu.
"Cukup Toy" sentak Marlind yang muncul tiba-tiba setelah mendengar tawa Tony tadi sampai ke dapur.
Marlind memang orang tersakiti, tapi baginya anak-anak tidak perlu meraskaannya dan harus hidup berdamaian.
"tidak bu, aku tidak akan berhenti. apa ibu akan menutupi selamanya? tidak akan aku biarkan" bantah Tony tak mau kalah meski pada ibu Marlind sendiri.
Marlind mengelus dadanya, bagaimana bisa putra yang ia jaga selama ini berani membantahnya dan membentaknya dengan kasar.
"apa kalian berdua selalu seperti ini, jika bertemu?" kali ini Marlind tidak akan menutupi apapun lagi dari semua yang telah terjadi dimasa lalu
"mau ke mana kau?" bentak Marlind lagi saat langkah kaki Tony meninggalkan kamar Vola itu.
Kesabaran Marlind kali ini begitu di uji oleh putra-putranya itu.
Tony yang di sapa tidak menggubris ucapan ibu Marlind.
__ADS_1
Terpaksa Marlind meminta Tomy mengikutinya untuk menyusul Tomy samapai di ruang tamu.
Di ruang tamu Marlind berucap mengarah pada Tony dan Tomy sekaligus, itu membuat langkah Tony berhenti.
"kalian berdua bukan putraku" ucap Marlind akhirnya ia mengeluarkan kebenaran itu pada dua putra yang sudah ia anggap seperti putra kandungnya sendiri.
Tony membalikkan tubuhnyqa menatap kearah Marlind tak percaya, ia sungguh tidak mengerti kenapa ia juga bukan anak dari ibu yang sudah menjadi ibunya selama ini.
Namun wajah Ibu Marlind begitu serius tanpa ada jejak kebohongan sama sekali.
Di balik pintu rumah tidak sengaja seseorang mendengarkan percakapan Marlind pada Tony dan Tomy itu dan begitupun Vola yang tidak sengaja mendengarkan ucapan ibunya itu.
Vola terkejut mendengarkan jika kalau kak Tonynya juga bukan putra dari ibunya.
Bagaimana dengan dirinya? selama ini juga tidak ada foto pernikahan ibu dan ayahnya itu membuat vola bertannya tanya apakah dirinya juga bukan putri dari ibu Marlind.
"Apa maksud ibu?" tanya Tony tak percaya.
"kalian berdua saudara tiri, ibumu dan ibumu adalah sama" ucap Marlind lirih, ia menatap satu persatu pada putranya itu bergantian.
Rasanya mengungkit masa lalu seperti menyayat silet diluka yang belum kering.
Mendengarkan penuturan Marlind barusan seperti menyerang hati seseorang di balik pintu tersebut dengan tronton.
Tapi ia berusaha mendengarkan semua percakapan itu, dan berusaha tegar.
Sedangkan Tony tersenyum kecut mendengar penuturan ibunya itu.
"apa ibu bercanda, ibu tidak perlu mengarang cerita agar aku bisa akur dengannya, dia dan ibunya sama-sama telah menyakiti ibu" ucap Tony menolak untuk lercaya.
Sebenarnya Tony sangat menyayangi ibu Marlindnya itu tapi ia menjadi orang yang berpikir seperti dijalannya sendiri setelah masa kecil itu mengiang dan mengusik kehidupannya sampai sekarang.
"ibumu adalah saudari tiriku, dia menikah dengan kekasihku dan menjebakku agar bisa terpuruk dalam kesusahan dengan kekasihnya. tapi tidak sampai di sana ibumu datang dan menjalin kasih lagi bersama ayahmu hingga lahirlah kamu dalam hidupku, untuk Tomy ia menjalin kasih dengan suaminya yang dimanfaatkan hanya untuk menyakitiku" ucap Marlind berderai air mata, setelah hidupnya berakhir menikah dengan Thomas ternyata penderitaan yang ia alami tidak sampai di sana.
Malah Emearlin tidak memberikan kesempatan untuknya bahagia sama sekali, Eme meninggalkan Tony disisinya dan setelah selisih 4 tahun Eme membawa Tomy padanya
"dengar aku baik-baik Tony, jika kau terus keras kepala seperti ini kau bisa tanyakan pada Andrian papanya Yomy. dia adalah suami sah dari ibumu" ucap Marlind lalu melangkah keluar rumah itu.
Orang yang ia sebut saja baru mengetahui kebenaral lain dari apa yang dikatakan Marind barusan.
__ADS_1
Tapi saat tepat keluar rumah, arlind harus bertemu dengan seseorang yang tak ingin ia jumpai lagi karena jika bertemu ia akan menjadi tempat kesalahan dari masa lalu yang tak lain seorang itu Andrian.
"Marlind...." sapa ndrian lirih
"puas kau" ucap Marlind meninggalkan Andrian.
Tony dan Tomy akhirnya menyusul kekuar- setelah mencernakan apa yang dikatakan ibu Marlind barusan.
Namun yang didapatkan mereka berdua papa Andrian mematung dengan raut wajah sedih.
"pa, apa papa mendengarkan semuanya?" tanya Tomy, Andrian hanya bisa menganggukan kepalanya menandakan jika iya dia mendengarkan semua.
"Tuan, apa yang ibukatakn benar?" tanya Tony ia mengenal Andrian adalah pada mertuanya tuan muda Garel.
"benar adanya" ucap Andrian, yang sebenarnya Andaian juga hanya baru tahu dari video yang ia dapatkan dari deddy Marjones dan lengakuan Marlind barusan.
Sedangkan untuk Tony adalah hasil dari perbuatan Eme dan Thomas dapat Andrian benarkan juga karena diperkirakan bayi yang dikandung Eme waktu itu sudah seusia Tony.
"Lebih baik, kita susul ibu dulu, aku tidak mau ada apa-apa dengan ibu" ucap Tomy pada Tony yang meratap kesedihan dari kebenaran semuanya.
Tonypun menuruti apa yang dikatakan Tomy dan ikut menysul Tomy berlari.
Vola juga ikut keluar dan bersamaan dengan papa Andrian sama-sama menyusul Tony dan Tomy
Tapi apa Tony, Tomy, Vola dan Andrian sama-sama membelakkan mata mereka dengan sempurna saat melihat apa yang terjadi pada Marlind.
Bukan karena Marlind tertabrak mobil apalagi bunuh diri tapi Marlind sedang berdiri di bawah bangunan yang sedang dalam proses pembangunan.
Besi yang tidak sengaja terhempas ke bawah oleh kuli bangunan itu jatuh dengan sempurna menimpa Marlind.
Begitu syoknya mereka berempat menyaksikan itu dan serentak mereka berteriak
"Awasss" ucap keempat serentak.
Mereka tidak bisa menjangkau besi itu agar tidak menimpa Marlid, jarak mereka cukup memerlukan langkah yang banyak.
sebelum menyaksikan itu benar-benar mengenai Marlind, Vola sudah duluan pingsan skaing syoknya.
Melebihi syoknya ia mendengar jika Rony dan Tomy saudara tiri dari orang yang ibunya kenal bahkan perjalanan hidup ibunya itu sangat sulit.
__ADS_1