Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
36 Ungkapan Cinta Merelvin


__ADS_3

"hei..." Merelvin pun melampaikan tangannya tepat di depan Wajah Agelia agar gadis itu tidak diam mematung di depannya, jika dibiarkan bisa jadi ia berubah menjadi singa lapar.


"eha i.. ya., eh kak" ucap Agelia entah tak jelas lalu berlari ke kamarnya.


Merelvin pun tersenyum melihat tingkah Agelia pagi ini sangat lucu baginya.


Merelvin sengaja menggoda Agelia tadi, meski ia menginginkan hal yang lebih ulah Agelia pagi ini, tapi Merelvin cukup tahu batas wajar, sehingga menahan itu adalah pilihan.


Sembari menunggu Agelia, Merelvin pun menyalakan TV, melihat siaran berita terkini.


Biasalah pengusaha muda seperti Merelvin tidak banyak menghabiskan waktu untuk melihat siaran lain seperti adiknya Viena, penggemar film china sejati.


Mata Merelvin fokus menatap layar TV, tapi tidak dengan pikirannya malah memikir tingkah Agelia barusan, jujur Merelvin pria normal yang pastinya tergoda dengan suguhan pemandangan yang segar.


Di dalam kamar Agelia memukul mukuli pipinya yang semakin memerah saja, ia menjadi aneh saja digoda oleh Merelvin.


"bagaimana ini, aku sangat malu bertemu kak Merel" ucap agelia pada dirinya sendiri, telat menyadari tingkahnya barusan.


"bukankah katanya semalam 06:00, inikan masih 15 menit lagi" ujar Agelia dengan wajah malu dan rasa bersalah karena ia ketahuan memasuki ruang yang tidak diizinkan untuk Agelia masuki selama tinggal divilla merelvin, selain itu juga kevodohannya barusan membuat ia konyol.


Tok Tok tok


Mendengar suara ketukan pintu kamarnya, Agelia menoleh ke arah pintu.


"Agelia, ayo cepat" sapa Merelvin sengaja menyuruh Agelia lebih cepat jika di gedor karena Merlvin berencana mengajak Agelia ketempat busana pakaian dress seusia Agelia.


"eh, i.. iya kak, bentar lagi" ucap Agelia terbata-bata dan tentunya Agelia berbohong jika hanya sebentar lagi karena sedari tadi Agelia belum melakukan apapun selain mengontrol diri.


"baiklah, aku tunggu, jangan lama-lama" ucap Merelvin dibalik pintu.


06: 15 menit kemudiam Agelia keluar dari kamar dengan wajah malu, namun wajah malunya Agelia malah menarik perhatian mata Merelvin.


Pakaian yang agelia kenakan begitu bagus dengan lekukan tubuh Agelia yang perfesional membut Agelia mempesona dimata Merelvin.


Mungkin itu hanya mata Merelvin saja, biasalah kalau lagi kesem-seman.


"kak maaf, sudah lewat 15 menit. hehhehe" ujar Agelia cengingiran antara malu dan tidak enakan.


"Tidak apa-apa cantik" ucap Merelvin semakin membuat Agelia salah tingkah saja.


"astaga kak Merel, apa ia senang sekali membuat aku malu dengan cara menggodaku seperti ini" batin Agelia


"ayoo" ajak Merelvin.


Ageliapun memgikuti langkah Merelvin keluar dari Villa menuju mobil Merel lalu masuk ke dalam mobil.


Mobil berkelas itupun melaju dengan santai, tujuan yang tidak dikethaui Agelia kemana merelvin akan membawanya pergi.


Agelia pikir ia tidak perlu bertanya cukup percaya pada kakak dari sahabatnya itu.


Diperjalanan yang sunyi Merelvinpun membuka percakapan agar tidak terlalu canggung akan tetapi pertanyaan Merelvin malah membuat suasana semakin canggung sekaligus membuat Agelia tegang.


"kenapa kamu masuk ruang itu?" Tanya Merelvin to the point.


"Maafkan aku kak" ucap Agelia sembari menundukkan kepala dengan raut wajah bersalah "kamar mandi dikamarku mati" sambung Agelia.


"Mati, maksudmu rusak?" tanya Merelvin memastikan dari ucapan Agelia, Ageliapun hanya menganggukkan kepalanya.


Merelvinpun tersenyum manis saat melihat Agelia merasa bersalah, takut dan malu-malu itu.


Suatu hal yang sebelumnya ia tidak dengar dari adiknya Viena, tentang Agelia kali ini yang bisa malu.

__ADS_1


Agelia yang mengira Merelvin akan marah padanya langsung menoleh dan memastikan lagi reaksi yang diberikan Merelvin padanya.


"kenapa kakak tersenyum? kalau kak Merel mau marah jangan seperti itu" ucap Agelia semakin takut aja melihat reaksi.


"Hhahahahhah " Merelvinpun tertawa hingga satu tangannya memegangi perutnya yang kesakitan akibat tertawa terbahak bahak


"kau lucu sayang" ujar amerelvin dengan menyebut Agelia sayang tanpa ia sadari.


"Kak merel!!!!....jangan menggodaku" Seru Agelia dengan wajah bersemu kemerahan dna diiringi wajah cemberut.


"Aku tidak menggodamu, Agelia Andrin" ucap Merelvin tiba-tiba dengan raut wajah seius lalu memberhentikan mobilnya tapat didepan gedung busana dress yang ia sengaja tujui.


"Apa kau mau menjadi kekasihku?" tanya Merlvin menatap Agelia dengan ketulusan hatinya.


Agelia diam tidak bisa membedakan apakah ia sedang bermimpi, halu atau nyata.


"Aku serius, apa kau mau menjadi kekasihku?,. entah kapan aku mencintaimu, Agelia. tapi sekarang aku sadar kalau aku sangat mencintaimu" ulang Merelvin dengan menambah kalimat ungkapan cintanya pada Agelia.


Agelia menjadi tersenyum geli sendiri memikirkan dirinya sendiri.


"Agelia, kau sungguh berlebihan menghalu kak Merel menyatkana cinta padamu" batin Agelia mengolok dirinya sendiri dna tersenyum sendiri, rasanya tidak percaya jika cintanya terbalaskan.


Tapi senyuman Agelia diangap Merelvin sebagian dari jawaban Agelia.


Cup


Merelvinpun mencium kening Agelia sekilas


"aku anggap senyummu, kau menerima cintaku" ucap senang Merelvin seakan tanpa banrahan.


Tak tahu saja hati aagelia berdebar kencang karena sudah tidak lagi berdetak normal saat ia sadar jika ini semua nyata bahkan ia belum mengatakan ingin menjadi kekasih Merelvin, amerelvin sudah dulu menjadikannya resmi berpacaran.


"Kenapa harus turun kak?" tanya Agelia kemudian agak canggung.


"ikut saja" pinta Merelvin lembut yang sudah membuka pintu mobil untuk Agelia keluar bagaikan pangeran membuka pintu mobil untuk tuan putri.


Ageliapun keluar dari mobil dengan malu-malu karena diperlakukan dengan manis oleh Merelvin.


Merelvin meraih tagan Agelia tanpa ada rasa canggung sedikitpun.


"kak Mer...." ucap Agelia belum selesai


"tidak apa-apa, kita sudah pacaran. jadi wajarkan?" potong Merelvin dengan menatap mata Agelia lekat.


Segala ucapan Merelvin memang manis, jika menyangkut orang yang disayanginnnya.


Agelia tersenyum pada Merelvin dan merelvinpun membalas senyuman Agelia dengan senyuman manis miliknya.


Di dalam gedung busana dress, Merelvin dan Agelia disambut hangat oleh pelayan disana, mereka mengenal Merelvin dengan baik.


karena Merelvin merupakan pelanggan yang sering mendatangi tempat mereka.


"Selamat datang tuan Merel, ada yang bisa kami bantu?" sambut pelayan dengan sopan serta hormat.


"ada dress keluaran terbaru dan cocok untuk kekasihku?" tanya Merelvin tidak tahu saja ulahnya Agelia menjadi malu sekaligus bahagia didepan pelayan itu dan pelayan yang mengetahui hanya tersenyum saja..


"baiklah tuan, bisa tuan dan nona ikut saya" sahut pelayan itu lalu menagjak menuju kearah dress keluaran baru.


"ini tuan, nona " tunjuk pelayan itu kearah dress yang dimaksud.


Mata Agelia berbinar-binar melihat keindahan dan menawannya dress itu.

__ADS_1


Tapi mata Agelia lebih tertuju kesatu dress berwarna jingga. Merelvin menyadari itu lalu langsung berucap pada pelayan.


"saya akan mengambil dress itu" ucap Merelvin menunjuk kearah tiga deras, salah satunya dress berwarna jingga yang sangat diinginkan Agelia.


Agelia hanya terpukau dan terharu dengan Merelvin sangat mengerti keinginanya tanpa ia berkata.


"baik tuan, tapi sebaiknya nona mencobai dulu tuan" tawar pelayan takut tidak pas dengan Agelia.


"Tidak, aku rasa cocok untuk kekasihku tapi tolong antar kekasihku keruang ganti menggunakan baju ini" pinta Merelvin dan sekali lagi Merelvin membuat Agelia terpukau padanya.


"baiklah tuan, nona silakan ikut saya" pinta pelayan itu hormat pada Agelia, Agelia hanya mengikuti pelayan itu tanpa protes sedikitpun.


Merelvinpun duduk disoffa yang ada disana seraya menunggu Agelia berganti pakaian.


Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu muncul juga dari ruang ganti.


Merelvin terpana melihat Agelia semakin cantik nan anggun saat mengenakan dress berwarna jingga itu.


"kau cantik sekali, sayang" ucap Merelvin mendekati Agelia.


"Apakah benar?" tanya Agelia percaya diri seakan hubungan mereka sudah lama.


"eemh, cantik sekali." ucap Merelvin memang itulah yang dirasakan Merelvin sekarang, bahkan tanpa menggunakan dress itu saja Agelia sudah terlihat camtik.


Agelia tersenyum bahagia mendengar pengakuan Merelvin dan berprilaku manis padanya.


cup


Merelvin mencium kening Agelia lagi


"sayang, kau tunggu disini dulu aku mau ketoilet" ujar Merelvin yang sedari tadi memang ingin ketoilet tapi ia tidak mau membiarkan Agelia keluar dari ruang ganti tanpa ada dirinya disana.


Tanpa menunggu jawaban dari Agelia, Merelvin sudah terlebih dahulh berlari.


Ageliapun menurut menunggu merelvin, duduk disoffa.


"Vi, kamu dimana? Andai saja ada kamu hari ini adalah hari bahagia untuk mu, kak Merel dan aku, maka ulang tahunmu semakin meriah tidak seperti hari ini" ucap Agelia dalam hati, menyayangi jika melewati hari bahagia ini tanpa ada Viena sahabatnya dan Agelia juga tidak melupakan hari ulang tahun sahabatnya sama sekali.


"Agelia?" sapa seseorang pria saat melihat Agelia duduk disoffa.


Agelia langsung menoleh pada suara yang tidak asing itu.


"Pak Deff" sapa Agelia langsung berdiri sedikit membungkuk kepada atasannya itu., tanda hormat.


Iya pria itu adalah Deffan Oskar pemilik perusahaan tempat Agelia bekerja.


"apa yang kau lakukan, disini?" tanya Deffa


"sepertinya kau akan pergi kepesta" tebak Deffan melihat dari dress yang Agelia kenakan.


"boleh aku titip ini, aku tidak bisa memberinya secara langsung, pada Fana" ujar Deffan tidak memberi kesempatan aagelia berbicara, ia berprasangka jika Agelia berpakaian sepeti itu karna ingin menghadiri acara ulang tahun Viena, dan ia juga tidak diundnag sehingga kebetulan melihat Agelia ia titip sekalian.


"Baiklah pak" ucap Agelia lalu menerima kado yang diberikan Deffan.


"Bagaimana aku bisa memberinya, sedangkan aku saja tidak tahu kalau Vie di mana?" ungkap Agelia dalam hati.


"terima kasih" ucap Deffan tersenyum pada Agelia.


Dari arah sana sepasang mata menggepalkan tangannya, melihat Deffan terseyum pada Agelia begitupun Agelia membalas senyuman Deffan dengan senyuman yang begitu manis menurut Merelvin.


Cemburu nie yeeee

__ADS_1


__ADS_2