Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
58 Putra Tua Ibu


__ADS_3

Saat ia melihat Tomy yang sedang diobati oleh dokter Irwan.


Mata Tony menatap tajam kearah Tomy, meski hari ini kesalahnnya yang salah mengira Tomy sebagai perusak hubungan tuan mudanya tapi tidak mudah bagi Tony memaafkan Tomy yang memiliki mama yang dianggap Tony sebagai perusak rumah tangga kedua orang tuanya.


Tony meninggalkan kediaman Garel dengan perasaan kesal akan Tomy.


Sehingga ia menuju kediaman ibu Marlind dan vola sekarang, tentu iya mendapatkan alamat itu dari ibu Marlind meski ia sendiri tidak pernah berkunjung ke kediaman baru ibunya itu, sebelumnya.


Tony melupakan niat awalnya kembali ke kediaman Garel untuk kepentingan perusahaan bukan karena ia sengaja melupakan tapi ia teringat dan selalu mengiang saat seorang wanita yaitu mama Emearlin sedang bermesraan di kediamannya dulu bersama Ibu Marlind di kota sebelum desa Scarla.


Butuh waktu 10 menit yang Tony tempuh, Tonypun tiba dialamat tempat ibu Marlind berada sekarang.


tok tok tok


Suara pintu yang diketuk oleh Tony..... didalam rumah Vola dan ibu Marlind sedang mempersiapkan makan malam untuk keduanya.


Vola dan ibu Marlind saling lempar pandang, karena selama mereka tinggal dimana yang berkunjung baru Tomy seorang dan itu baru sekitar sejam yang lalu, rasanya tidak mungkin Tomy berkunjung lagi.


"aku saja bu" ucap Vola girang, ia mengira jika yang datang tomy lagi karena lebih tidak mungkin orang lain.


ckrek


Pintupun terbuka, wajah Vola yang tadinya manis berubah kecut saat melihat siapa yang datang.


"Kenapa dengan wajah mu itu?, apa kau tidak senang aku berkunjung?" tanya Tony dengan nada ketusnya.


Tony dan Vola mamang tidak dekat seperti Tomy dan vola.


Dengan malasnya Vola meninggalkan Tony tanpa mengeluarkan komentar apapun pada sang kakak.


Begitupun Tony memasuki rumah itu mengabaikan sikap Vola lalu duduk dikursi yang ada di rumah itu.


"siapa?" tanya ibu Marlind pada putrinya itu.


"putra tua ibu" sahut Vola malas


"maksudmu Kakak Tonu?" tanya Marlind yang hanya dianggukan kepala oleh Vola.


Marlindpun meninggalkan kegiatannya di dapur menuju ruang tamu, ia lihat Tony sedang duduk dikursi dengan malas dan wajah yang kesal.


Begitulah biasanya Tony datang ke desa Scarla dulu, ia selalu membawa wajah kesalnya dan selalu membawa Tomy di dalam setiap permasalahan yang ada dari oembicaraannya.


Dan apakah kali ini Tony akan membawa Tomy dalam setiap ucapannya dan permasalahnnya tapi Marlind tidak mau membahas apa-apa setidaknya putra tuanya itu datang berkunjung itu jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali.


"Tony, akhirnya kau berkunjung? apa kau sudah makan?" tanya ibu Marlind berbinar binar, sudah lama rasanya ia tidak melihat putranya itu.


Bahagia bercampur aduk menjadi satu saat bersamaan ia melihat Tony.

__ADS_1


Tapi jauh di sana Marlind sangat menyayangi Tony dan bahagia akan Tony di dekatanya palagi jika Tony lembut padanya seperti Tomy padanya.


Meski Tomy pria bajingan yang selalu dibandingkan dengan Tony di desa Scarla tapi Marlind tahu jika Tomy sedikit banyaknya sifatnya seperti Andrian papanya Tomy.


"sudah" sahut Tony datar


"ya sudah ibu akan membuatkan kau secangkir kopi" ucap Marlind.


Marlind tidak begitu menanggapi nada bicara Tony yang senantiasa kurang baik padanya, bagi Marlind ia tidak perlu menuntut sesuatu yang tidak mungkin ia dapati dari seorang Tony.


Tony tidak memoerdulikan ucapan ibunya itu, ia sangat kesal kenapa ibunya menjaga Tomy selama ini seperti anaknya sendiri.


itu semua membuat Tony semakin benci akan sosok Tomy.


Marlind beralih ke dapur untuk membuat kopi untuk putranya itu sedangkan Vola melanjut kegiatan memasak untuk nanti malam.


Di kediaman Andrian, Andrian sedang berbicara dengan bawahannya.


"apa kau belum menemukannya juga?" tanya Andrian pada bawahannya itu


"maaf tuan, sepertinya itu tidak mudah" ucap bawahan papa aandrian itu hormat


"tapi saya baru saja menyuruh suruhan saya mengikuti tuan muda Vezan, tuan. maaf tuan saya tidak meminta izin terlebih dahulu" ucap bawahan papa Andrian tegas.


"tidak apa-apa. idemu bagus, aku tidak memikirkan itu." ucap papa Andrian membenarkan bawahannya itu.


"sekarang apa sudah ada laporan dari suruhanmu itu?" tanya papa Andrian.


"tuan Vezan berada di kediaman tuan muda Garel dan nona Fana" ucap bawahan papa Andaian itu.


"terus pantau, jika ada yang penting cepat laporkan padaku" titah papa Andrian


"baik tuan"


Di kediaman Garel, Tomy membiarkan Garel menjaga saudara kembarnya itu lalu berpamitan pergi.


Sekarang Tomy merasa sudah seharusnya ia tahu dari kehidupan masa lalu menyangkut mama kandungnya yang disebut Tony barusan.


Hal itu berbeda dengan apa yang Viena cerita di masa lalu diawal-awal mereka bertemu.


Tomy juga ingin tahu apa yang tidak sengaja ia dengar dari percakapan papa Andriannya dengan anak buahnya mengenai keterkaitan papa Andrian dan ibu Marlind beserta siapa pemilik nama Eme.


Dengan motor pemberian Merelvin, Tomy kembali berkunjung ketempat tinggal ibu Marlindnya.


Tidak lupa suruhan bawawahan papa Andrian melaporkan jika Tomy berkunjung ketempat yang diperkirakan rumah ibu Marlind berada.


Dilihatnya di depan rumah ibu Marlind ada mobil Tony.

__ADS_1


Awalnya, Tomy ragu jika bertanya kebenaran di depan Tony.


Yapi Tony yakin, jika mamanya seperti yang dikatakan Viena bukan apa yang dimaksud Tomy.


Dengan rasa ingin tahu Tomy mendatangi rumah ibu Marlind itu.


"Bu, Tomy kembali" sapa Tomy sopan


ia lihat Tony sedang duduk menikmati kopi.


Ia melewati Tony yang duduk dikursi itu menuju dapur.


ia tahu dijam segini pasti ibunya dan Vola akan memasak di dapur.


"ibu" sapa Tomy.


Marlind menoleh ia mendengar suara Tomy bukan Tony yang memanggilnya.


"Tomy, kau kembali?" tanya ibu Marlind


"iya, sepertinya aku merindukan masakan ibu" sahutnya.


"kebetulan sekali, ada kak Tonymu, makan malam lah disini bersama" ajak Marlind pada Tomy


"baiklah, aku ingin beristirahat, bisakah aku menggunakan kamar Vola?" tanya Tomy


"disitu" tunjuk Vola kearah kamarnya


tomypun melangkh ke arah kamar vola.


"tunggu"pinta Marlind merasa jika matanya tidak salah lihat.


"apa ada bu? Tanya Tomy.


"kenapa dengan wajahmu" bukannya menjwab ibu Marlind bertanya balik.


"aaa, kenapa aku bisa melupakannya" batin Tomy, andai ia ingat jika tonjokan Tony membekas luka.


ia tidak akan datang ke rumah Marlind yang pastinya membuat ibu Marlind khawatir.


"tadi ada perampok, tapi aku baik-baik saja" sahut Tomy berbohong


"Benarkah kau baik-baik saja?" tanya Marlind memastikan.


"iya, tadi aku tidak sengaja bertemu dokter. dan dokter membantuku" jelas Tomy setengah berbohong.


"baiklah, kalau begitu istirahatlah di kamar adikmu" suruh Marlind dan Tomy pun bergegas ke kamar Vola.

__ADS_1


Tony yang tidak sengaja mendengarkan perbincangan ibunya dan Tomy sangat harmonis merasa semakin geram.


__ADS_2