Tumbuh Cinta

Tumbuh Cinta
09 Perhatian Sang Istri


__ADS_3

"bagaimana keadaan cucuk saya?" tanya kakek Zirdan penuh kehawatiran, siapa juga yang tidak khawatir jika melihat raut wajah dokter yang menagani cucu semata wayangnya keluar dari ruang oprasi dengan wajah yang sendu.


"Operasinya lancar, tuan besar. Tapi..." jawab dokter Irwan namun ucapannya sduah dipotong mana kala dokter Irwan ingin menjelaskan kondisi Garel.


"Tapi kenapa dok?......Ada apa dengan anak saya? " tanya nyonya Az-Zardan yang tidak lain mamanya Garellah yang memotong penjelasan dokter Irwan itu.


"baiklah nyonya dan tuan sekalian, dengarkan saya untuk menjelaskan kondisi tuan muda Garel sekarang" tutur dokter Irwan sedikit menghembus nafas perlahan karena keluarga besar pasien tidak lagi memotong penjelasannya.


"tuan muda Garel mengalami koma dalam 2-3 hari, jika lebih dari 2-3 hari belum sadar bisa kemungkinan tuan muda Garel mengalami koma berkepanjangan. karena luka yang dialami tuan Garel sangat fatal" jelas dokter Irwan panjang kali lebar.


"koma berkepanjangan, maksudnya seperti apa dok?" tanya papa Garel ikut bertanya


"bisa jadi tuan muda Garel akan berbaring selama lamanya, tuan. Saya mohon untuk keluarga senantiasa sabar dan selalu mendo'akan dan mendukung tuan muda dengan selalu berada disisinya" tutur dokter Irwan


JDERrr....


Semua yang mendengar kabar yang menimpa Garel seakan disambar geledek disiang bolong.


Hanya air mata yang mengalir dipipi khususnya keluarga Az-Zardan, tidak ada lagi yang bisa mereka katakan selain bersabar dan berdo'a serta mendukung Garel tetap sisinya.


Begitupun Viena ia tidak tahu harus berkata apa pada dirinya sendari tadi hanya diam dan mendengarkan penjelasan dokter yang kurang masuk akal baginya.


"Untuk penjelasan lengakp tentang medis lainnya, silakan keruangan saya, satu perwakilan dari keluarga" sambung dokter Irwan dengan hormat.


"saya saja," Viena angkat bicara yang sendari tadi diam serta diringi tatapan tidak memilik makna khusus dari kedua belah pihak "aku mohon" sambung Viena menyelusuri setiap tatap mata yang mengarah kepadanya.


Viena sangat ingin tahu sejauh mana kesehatan medis yang dialami suaminya itu samapai harus mengalami 2-3 hari mengalamai koma bahkan bisa terjadi koma yang panjang jika melewati batas 3 hari yang telah ditentukan setelah oprasi.


Melihat Viena memohon semuanya menganggukan kepala mengindahkan permohohonan Viena, lagian Viena sekarang sudah menjadi istri dari Garel yang artinya sudah menjadi hak Viena.


Jauh dilorong sana wanita dengan pakaian sexsih berdecak kesal mana mendengar dari kejauhan jika kondisi aset kekayaannya sekarang mengalami masa koma selama 2-3 hari.


Bagaimana jika ia melewati 2-3 hari itu maka aset kekayaan yang belum dapat ia kuasai sepenuhnya maka akan sia-sia.


bahkan tidak hanya itu, ia akan kembali pada masa ia belum bertemu Garel Gebriel.

__ADS_1


Iya wanita yang berada dikejauhan sana adalah Anasya.


Anasya memang sengaja datang ke rumah sakit setelah mendengarkan kabar dimedia untuk mendengarkan sendiri kondisi kekasihnya itu.


"apa perempuan tadi istrinya? Seperti tidak asing? " tanya Anasya pada dirinya sendiri sekan mengenal orang yang samar-samar ia lihat dari perempuan yang mengekor dokter Irwan yang tak lain Vieena istrinya kekasih Anasya.


......*******......


Sudah dua hari Garel belum sadarkan setelah kecelakaan itu, Garel masih koma diatas ranjang rumah sakit.


Tanda-tanda perubahan pada diri Garel belum juga ada sama sekali.


Viena melupakan rasa kesalnya pada Garel dan malah ia senantiasa menjaga Garel dirumah sakit dengan telaten dan Viena bahkan mengambil cuti kerja di perusahaan Oskar.


Dengan berat hati Pak Deffan mengizinkan cuti kepada Viena apa lagi jabatan Viena diperusahaan Oskar sebagai sekretaris pribadinya dikantor.


Namun Deffan sosok pemimpin yang rendah hati dan tidak suka mempersulitkan karyawannya sendiri maka dengan mudahnya Viena Andriana Saffana mendapatkan cuti yang tidak berujung sampai kapan cutinya akan berakhir.


Disetiap pagi dan sore, Viena membersihkan tubuh Garel dengan handuk yang dibasahi air.


Siapapun yang melihat ketulusan Viena merawat Garel pasti tidak akan menyangka jika Viena talah disakiti Garel selama usia pernikahan mereka yang belum menginjak seminggu itu.


Perkataan dokter Irwan sangat jelas diingatan Viena kemungkinan besar Garel tidak akan mudah bangun dari komanya dalam 2-3 hari ini.


karena yang dialami Garel dari hasil kecimpret ledakan mobil sport berwarna biru itu mengenai bagian saraf dikepala Garel....sehingga kesadaran Garel sangat kecil.


Incident hari itu membuat Garel tersusuk besi panas yang dihasilkan ledakan yang mengena bagian fatal kepala Garel.


Tepat 3 hari jam 1 siang garel dirawat di rumah sakit, Viena menatap pria berbaring lemas diatasi ranjang rumah sakit tidak sadarkan diri itu, dengan berat Viena menghembuskan nafas yang terasa mengganggu pernafasnya kala melihat jam menytakan sudah lewat jam yang dikatakan oleh dokter Irwan kepadanya.


"kapan kamu akan bangun? apa sebenci itu padaku?" tanya Viena dalam hatinya sembari memegangi tangan Garel lembut. meski ia berkata demikian Viena tidak merasa kesal lagi atau pun sedih.


"Fana sayang. kamu udah makan? ini mama bawa makanan" tanya mama Garel yang tak lain mama mertuanha, tiba-tiba datang dengan membawa kotak makanan untuk Viena menantunya yang senantiasa menunggu Garel dirubah sakit.


"ooh mama, sendirian?" tanya Vkena enggan menjawab pertanyaan mertuanya karena hari ini Viena ingin mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya Agelia.

__ADS_1


"iya, papa lagi ada meeting" jawab mama Garel menceritakan alasan papa mertua Viena tidak bisa datang.


Semenjak Garel koma, papa Garel lah yang mengurus kembali perusahaan keluarga Az-Zardan sebagai anak tunggal dari kakek Zirdan.


"makanlah, kamu pasti belum makan?" pinta mama mertua Viena lembut


"Ma, bisa jaga kak Garel buat Fana?" tanya Viena masih enggan menjawab pertannyaan mama mertuanya karena Viena ingin sekali bercerita kepada Agelia.


"boleh sayang" sahut mama Garel lembut "tapi Fana mau kemana?" tanya balik mama Garel lembut


"ada urusan penting ma" jawab Viena bergegas mengambil tas miliknya


"ya udah heti-hati" ucap mama Garel sembari tersenyum kepada menantunya


"iya ma" sahut Viena sembari membalas senyum mama mertuanya lalu meninggalkan ruang suaminya.


Sebelum pergi ketempat Dapur Pesona, Viena mengirim pesan Chat ke Agelia terlebih dahulu


📤 "Li...Bisa datang ketempat biasa?" pesan terkirim ke Agelia sahabatnya


📥" bisa, sekarang?" pesan masuk balasan dari Agelia


📤"iya" jawab Viena singkat lalu melajukan mobil miliknya ke Dapur Pesona


📥"okeh, on the way" balas Agelia yang memang sedang berada di jalan, tapi mendapat pesan dari Viena sahabatnya, Agelia menepikan mobilnya untuk menghindari kecelakaan yang diakibatkan bermain lonsel saat mengemudi.


melihat pesan yang ia kirim ke Viena tidak dibaca oleh Viena, Agelia mengerti jika sahabatnya pasti sudah berangakat ketempat tujuan.


Ageliapun memutar arah yang sebelumnya kearah rumahnya ia berbalik arah menuju Dapur Pesona.


Ditempat Vkena lebih awal tiba di Dapur pesona, ya ia menyambut Agelia dengan senyum menyambut kedatangan Agelia.


BRUuugg


seseorang tidak sengaja menabrak Agelia.

__ADS_1


"kamu... "pekik Agelia seraya menunjuk kearah orang yang tidak sengaja menabrak dirinya.


Viena yang menyaksikan ikut membulatkan matanya melihat siapa orang itu.


__ADS_2