Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 10


__ADS_3

Pagi hari dimansion Raymond semua orang sudah berkumpul diruang makan, hari ini mereka sengaja mengosongkan semua jadwal untuk bersenang-senang di mansion. Dimas dan Tasya pun baru saja sampai di mansion.


Para maid sibuk menyiapakan semua hidangan untuk sarapan pagi, mansion Raymond terdengar sangat ramai. Sudah 3 tahun mansion itu sangat sepi, tidak ada suara apapun. Namun pagi ini mereka semua akan membuka lembaran baru bersama kehadiran Christy.


"Chris masih tidur?"tanya Fara yang sedari tadi belum melihat sosok gadis itu.


"gue baru mau ngecek ke kamar, mungkin dia baru bangun"kata Michel lalu berdiri dari duduknya dan naik keatas, tempat dimana kamar Christy berada.


Michel mengetuk pintu berwarna putih bertuliskan princess itu, setelah itu dia langsung masuk. Michel mendapati Christy yang sedang menyisir rambutnya di depan meja rias miliknya. Michel mendekat lalu mengecup singkat kening gadis yang di cintainya itu.


"pagi"sapa Michel sambil tersenyum menatap Christy.


"pagi Cel"ucap Christy tersenyum manis pada Michel.


"turun kebawah yuk, yang lain udah nunggu"kata Michel membuat Christy tersenyum padanya.


"Cel, aku jalan ajah yah. Gak usah pake kursi roda, aku udah kuat kok"kata Christy lalu berusaha berdiri sambil menggenggam erat tangan Michel.


"kamu yakin?"tanya Michel menatap wajah Christy yang terlihat menahan sakit dikakinya, seketika tubuh Christy terjatuh namun dengan cepat Michel menahannya lalu mendudukan Christy di kursi rodanya.


"kaki kamu masih belum kuat Chris, besok aku antar kerumah sakit. Kamu harus mulai terapi lagi"kata Michel membuat Christy mengangguk.


Michel langsung membawa Christy ke ruang makan, semua orang tersenyum melihat gadis itu sudah datang. Michel menempatkan kursi roda Chtisty bersampingan dengan kursinya. Para orangtua Christy langsung mencium gadis cantik itu bergantian. Christy tersenyum hangat pada orangtuanya itu.


Mata Christy melirik semua orang, ketiga orang itu tidak ada di meja makan. Raka, Siska danĀ  Putri. Christy merasa tidak lengkap pagi ini. Kursi yang biasa di duduki ketiga orang itupun terlihat kosong, tidak ada yang mendudukinya.


"sehabis makan, aku mau ngobrol sama ayah. Boleh?"tanya Christy menatap Raymond ayahnya itu.


"boleh banget princess"jawab Raymond mengusap perlahan rambut Christy.


"yasudah, kalian semua makanlah"kata Wijaya dengan suara yang terdengar sangat bersemangat.


Mereka semua makan sambil bercanda bersama, seperti biasa Fikra selalu bisa membuat semua orang tertawa dengan leluconnya. Para maid tersenyum bahagia karena merasa mansion ini sudah kembali seperti dulu, tidak ada lagi suasana sepi yang ada hanya suara tawa.


Mereka semua sudah kembali bahagia, lembaran baru sudah di mulai. Christy bertekad untuk selalu membuat semua orang bahagia. 3 tahun yang gadis itu lewatkan akan terbayar saat ini.


Christy yang asik bercanda seketika merasa kalau pagi ini tidak ada Richard di ruang makan. Mata Christy beralih pada ruang tengah, tempat Richard biasa bersantai. Namun tidak ada sosok Richard di sana.


"kamu cari apa Chris?"tanya Raja menatap adiknya yang terlihat kebingungan.


"hmm bang Richard dimana? Apa masih tidur?"tanya Christy pada Raja.


"abang juga gak tahu, semalam abang kira dia pulang duluan. Tapi waktu abang tanya ke maid, mereka bilang bang Richard belum pulang"jawab Raja membuat Christy kembali memikirkan dimana keberadaan abangnya itu.


"tunggu deh. Semalam waktu gue habis nelfon di lobby, gue ngelihat bang Richard masuk ke lift. Dia narik cewek, kalau gak salah cewek yang 3 tahun lalu datang kerumah sakit dan bilang kalau dia sekretaris lo Chris"kata Fikra mengingat kalau semalam dia melihat Richard.


"maksud lo kak Vira?"tanya Christy.


"nah itu, Vira. Iya gue yakin yang bang Richard tarik semalam itu Vira sekretaris lo itu"kata Fikra membuat Christy kembali berfikir.


"apa bang Richard gak ngasih tahu kamu dia dimana semalam?"tanya Michel membuat Christy menggeleng.


"lanjut makan dulu, nanti kamu bisa nelfon dia"kata Megan lalu memberikan segelas susu hangat untuk Christy.


Semua orang kembali melanjutkan makannya, setelah mereka semua selesai Mereka berkumpul di taman belakang. Tasya dan Fara menggelar tikar lalu menyusun beberapa cemilan dan juga buah-buahan.


Christy sesekali membantu kedua sahabatnya itu, dia sangat merindukan moment dimana mereka bercerita dan tertawa bersama.


"Chris nih anggur"kata Tasya lalu menyuapi buah anggur untuk Christy. Gadis itu tersenyum lalu memakan anggur yang Tasya suapi untuknya.


"hmm manis banget anggurnya"kata Christy sangat antusias.


"gimana hubungan lo sama Fikra? Gue gak nyangka kalian bakal pacaran"kata Christy sambil tersenyum dan menatap Fara.


"nah kita sama Chris. Gue ajah gak nyangka dia bakal pacaran sama Fikra"kata Tasya yang juga merasa penasaran.


"bukan hanya kalian, gue juga gak pernah nyangka kalau gue bisa pacaran sama Fikra. Dia selalu care ke gue, dia bisa ngertiin perasaan gue dan dia juga selalu bisa buat gue senyum. Gue kira dia kayak gitu karena gue temennya, tapi gue salah ngartiin semua perbuataan dia ke gue."kata Fara sambil tersenyum menatap Fikra yang asik bercanda bersama para sahabatnya itu.


"bang Raka marah waktu tahu kalian pacaran?"tanya Christy membuat Fara menatapnya.


"waktu Raka koma, gue ngerasa bersalah kalau sampai gue punya perasaan ke Fikra yang statusnya sahabat Raka. Tapi ternyata Fikra juga sama kayak gue, dia ngerasa jahat karena suka sama gue. Setelah Raka siuman, dia minta maaf ke gue soal waktu itu dia mutusin gue karena Zee. Gue udah maafin dia dan gue jelasin semua yang terjadi antara gue sama Fikra, dia ngertiin semuanya. Dan dia juga ngedukung hubungan gue sama Fikra"kata Fara menjelaskan semuanya.


"makasih karena selama ini kalian udah jagain keluarga gue"kata Christy tersenyum pada kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"kita sahabat Chris, kita gak mungkin biarin semua orang yang lo sayang menderita"kata Tasya tersenyum manis.


"jangan pergi lagi yah Chris"kata Fara dengan suara kecilnya, membuat Christy tersenyum lalu mengangguk.


"Chris, kamu di panggil ayah tuh. Katanya mau ngobrol tadi"kata Raja memberitahu adiknya itu.


"oh iya bang"kata Christy lalu hendak memutar kursi rodanya, namun dengan cepat Raja langsung membantunya.


"biar abang yang bantu"kata Raja sambil mendorong kursi roda Christy.


Raja langsung pergi saat sudah membawa Christy mendekat pada Raymond. Gadis itu tersenyum pada ayahnya, begitu pula sebaliknya. Wijaya dan Megan sedikit menjauh membiarkan kedua orang itu berbicara dengan santai.


"kamu tadi mau ngomong sama ayah kan? Ngomong sekarang ajah"kata Raymond tersenyum pada putri kesayangannya itu.


"aku mau nanya sesuatu sama ayah, dan aku mau ayah jawab jujur dari hati ayah"kata Christy dengan wajah seriusnya, membuat Raymond menatapnya dan hendak mendengarkan apa yang akan Christy tanyakan padany.


"ayah masih cinta sama bunda?"tanya Christy membuat Raymond mengerutkan dahinya dan mengalihkan pandangannya.


"ayah tidak suka membahas tentang dia, kamu bisa menanyakan hal lain"ucap Raymond yang tidak mau menatap Christy.


"ayah jangan seperti ini. Aku gak mau ayah sama bunda pisah hanya karena dulu bunda benci sama aku. Ayah jangan sampai menyesal"kata Christy menggenggam tangan Raymond.


"apa kamu lupa? Karena wanita itu kamu jadi seperti ini dan karena dia, Richard sampai memisahkan kamu sama ayah"kata Raymond dengan nada sedih dan menatap Christy sendu.


"ayah semuanya sudah berlalu, aku juga sudah kembali. Aku bahkan gak benci sama bunda, kenapa ayah seperti ini? Kasihan bunda"kata Christy menghapus air matanya yang sudah terjatuh membasahi pipinya.


"kamu terlalu baik Chris, kamu bahkan tidak benci dengan orang yang sudah membuat kamu menderita. Tapi ayah? Ayah masih belum bisa memaafkan dia"kata Raymond menunduk sendu.


"ayah harus coba untuk maafin bunda, selama ini pasti bunda juga sudah menderita karena rasa bersalah. Semua itu sudah cukup untuk bunda."kata Christy tersenyum pada ayahnya itu.


"nanti ayah usahain"kata Raymond mengelus rambut Christy lembut.


"ayah ingin tahu, apa kamu masih menjadi mafia?"tanya Raymond membuat Christy sedikit berfikir sejenak.


"ayah gak suka kalau aku menjadi mafia? Jika ayah tidak suka, aku akan mencoba untuk berhenti"kata Christy dengan tatapan yang sulit diartikan.


"kalau menjadi mafia adalah pilihan kamu, ayah gak akan melarang. Tapi satu pesan ayah, berhati-hatilah jangan sampai terluka seperti dulu princess"kata Raymond tersenyum sendu pada putrinya itu.


"pasti ayah"kata Christy dengan sangat yakin.


Mereka semua memakan buah-buahan dan cemilan yang sudah disiapkan, sesekali Fikra dan Dimas melontarkan candaan yang berhasil membuat yang lain tertawa kegirangan.


BUGH


Sebuah batu yang cukup besar dilemparkan dari luar mansion, semua orang terkejut saat melihat batu itu mengenai pundak Michel. Wajah Michel terlihat menahan sakit, Christy sangat panik. Christy langsung mengelus perlahan pundak Michel.


Semua maid diperintahkan Raymond untuk mengejar orang yang melemparkan batu itu, semua maid berkeliling mansion mencari pelakunya. Namun tidak ada siapapun disana. Fikra melihat ada selembar kertas yang terikat di batu itu, dengan cepat dia mengambilnya. Semua orang menatap Fikta penuh tanya. Karena merasa penasaran dengan apa yang ada di dalam kertas itu.


"teror itu lagi"ucap Fikra dengan wajah sedikit terlihat takut.


"baca Fik"kata Raja, membuat fikra mengangguk lalu membaca surat itu.


"rupanya kalian semua sudah bisa tertawa seperti dulu, tapi saya peringatkan jangan terlalu bahagia. Karena sebentar lagi saya akan muncul di hadapan kalian dan membawa princess dari kalian. Saya akan membawa princess pergi jauh, dan kalian tidak akan pernah menemukannya. Dan untuk pria bernama michel, suruh pria itu berhati-hati. Mungkin nanti saya bisa saja melukainya"Fikra membaca setiap baris dari kalimat dikertas itu.


Semua orang seketika menjadi tegang, terlebih lagi Christy. Dia yakin princess yang di maksud itu adalah dirinya. Christy berfikir sangat keras, siapa yang melakukan semua ini? Lalu apa hubungannya dengan semua ini? Kenapa dia mau melukai Michel? Christy seperti mau gila memikirkannya.


"pak, tolong ambilkan air hangat dan kain. Saya mau mengompres bahu pacar saya"kata Christy membuat salah satu maid langsung berlari dan mengambil apa yang Christy perintahkan.


"kamu tahu siapa orang yang melakukan ini?"tanya Michel sambil memijat bahunya yang terasa sakit.


"aku gak tahu"jawab Christy.


"apa kalian selalu dapat teror ini? Atau baru kali ini?"tanya Christy pada semua orang.


"sejak 3 tahun lalu, setelah bang Richard menyembunyikan kamu. Kami selalu diteror dengan kertas-kertas sialan itu"kata Raja yang terlihat sangat marah. Semua teror ini sudah keterlaluan menurutnya.


"siapa orang itu? Kenapa dia ngelakuin semua ini? Apa dia kenal sama kita?"tanya Dimas dengan wajah bingungnya.


"bagaimana kalau kita melaporkan orang itu ke polisi? Biar polisi yang mencari tahu"kata Raja mengusulkan pendapatnya.


"jangan pernah melapor pada polisi"kata seseorang yang baru saja datang, pria itu adalah Richard.


"tapi kenapa bang? Orang itu membahayakan untuk kita semua, terutama Christy dan Michel"kata Revano menatap wajah Richard.

__ADS_1


"kalau sampai kalian melapor polisi, kalian akan menanggung akibatnya"kata Richard sambil mengangkat tubuh Christy lalu mendudukannya di kursi roda.


"bang, lo mau bawa Chris ke mana?"tanya Michel lalu berdiri sambil memegang bahunya.


"saya mau ke markas, nanti sore kami kembali"kata Richard lalu membawa Christy pergi dari sana.


//skip//


Semua orang yang ada di markas seketika terdiam dengan wajah terkejut, di hadapan mereka ada seorang gadis yang sangat tidak asing untuk tempat itu. Seorang gadis yang sangat mematikan telah kembali disana, Reza dan Aron langsung memeluk gadis itu yang tidak lain adalah Christy.


Christy membalas pelukan kedua pria itu, tidak bisa dipungkiri bahwa Christy juga merindukan sosok kedua pria itu. Semua anggota KC tersenyum bahagia karena Christy telah kembali.


"kamu sudah kembali princess"kata Reza tersenyum manis sambil mengacak rambut Christy.


"kamu ternyata baik-baik saja"kata Aron dengan senyuman hangatnya membuat Christy tersenyum menatap kedua pria di hadapannya itu.


"hmm Rahel dimana bang?"tanya Christy pada Reza dan Aron.


"kemarin dia baru berangkat ke China, ada misi dan juga dia mau mengambil kiriman senjata baru"kata Reza membuat Christy mengangguk.


"apa dia berusaha dengan baik? Apa dia baik-baik saja?"tanya Christy.


"dia baik-baik saja, kalian berdua memang sangat mirip. Dulu di usia seperti Rahel, kamu sudah melakukan banyak misi. Dan lihatlah, sekarang Rahel menjadi penerus kamu"kata Aron membuat Christy tersenyum.


"aku sudah tahu itu sejak dulu, dia pasti bisa"kata Christy dengan suara kecilnya.


"bagaimana dengan gadis itu? Dia masih hidupkan?"tanya Richard membuat Reza dan Aron mengangguk.


"gadis itu? Maksudnya siapa?"tanya Christy bingung.


"Zee"jawab Richard membuat Christy terdiam sejanak dan kembali memikirkan kejadian tiga tahun lalu.


Christy merasakan sakit di kepalanya, dia menjerti kesakitan. Semua orang seketika menjadi panik, terlebih lagi Richard. Semua orang bingung dengan apa yang terjadi.


Christy terus menjerit kesakitan, hingga Richard menggendongnya keluar dari markas dan masuk kedalam mobil. Reza dan Aron ikut bersama Richard, mereka langsung menuju RD Hospital.


Diperjalanan Christy terus menjerti kesakitan, Richard yang panik langsung menelfon Michel untuk segera kerumah sakit. 10 menit perjalanan mereka akhirnya sampai dirumah sakit.


Richard menggendong Christy dan berlari masuk kedalam rumah sakit, Michel yang sudah lebih dulu sampai sudah siap di depan ruang UGD. Christy langsung dibaringkan dibrankar dan Michel memeriksanya.


"hey tenang okey, bilang ke aku bagian mana yang sakit?"tanya Michel sambil mengelus kepala Christy.


"kepala aku semuanya sakit Cel"kata Christy berusaha menahan rasa sakit yang sangat di rasakannya.


"suster lakukan pindai CT, lalu kirim hasilnya sekarang juga"kata Michel dengan wajah paniknya.


"miring dikit okey, aku tekan kepala kamu. Kalau sakit bilang"kata Michel menekan kepala Christy perlahan membuat Christy menjerit kesakitan.


"dokter, hasilnya sudah keluar"kata dokter residen lalu memperlihatkan hasil pindai CT yang ada di laptop. Mata Michel hampir copot melihat hasil pindai CT.


"panggil dokter genta dan dokter Renal SEKARANG!"teriak Michel membuat dokter residen itu lari dan hendak memanggil dokter, namun kedua dokter itu sudah lebih dulu sampai.


"lihat ini"kata Michel memperlihatkan hasil pindai CT pada dokter Renal dan dokter Genta.


"apa kalian berfikir sama dengan saya?"tanya Michel membuat kedua dokter itu mengangguk.


"siapkan ruang operasi sekarang!"kata Michel lalu keluar dari ruang UGD.


Richard, Reza dan Aron menatap mMichel penuh tanya. Michel membuang nafasnya gusar, wajahnya terlihat tidak baik saat ini, Richard mulai berfikir hal yang aneh.


"princess baik-baik saja? Apa yang terjadi? Kenapa dia menjerit kesakitan seperti itu?"tanya Richard yang sudah sangat panik.


"apa tadi dia mendengar sesuatu yang membuat dia syok?"tanya Michel.


"waktu kami memberitahu soal Zee, tiba-tiba princess menjerit kesakitan dan memegang kepalanya"kata Reza menjelaskannya pada ichel.


"Chris akan dioperasi"kata Michel membuat ketiga pria itu sangat terkejut.


"operasi? Kenapa? Apa terjadi sesuatu?"tanya aron panik.


"Chris mengalami trauma berat, mungkin itu karena kejadian 3 tahun lalu. Chris merasa semua yang terjadi sangat berat buat dia, dan semua itu menjadikan dia trauma dengan apa yang terjadi dulu. Di kepala Christy terjadi penyumbatan dan itu harus segera di operasi sekarang. Sebaiknya setelah semua ini, jangan mengingatkan dia soal kejadian 3 tahun lalu. Kalau itu terjadi lagi, kita akan kehilangan dia selamanya"kata Michel lalu pergi untuk bersiap operasi.


"tuhan cobaan apa lagi ini? Gadisku merasakan sakit lagi, aku mohon sudah cukup semuanya. Kenapa rasa sakit itu bukan untukku saja? Aku tidak tega melihat dia kesakitan. Dia berharga untukku"batin Michel sendu.

__ADS_1


"princess maaf. Abang belum bisa menjadi pria terbaik untuk kamu"batin Richard


__ADS_2