
"kamu"kata Christy sambil menatap wajah pria di hadapannya itu.
"i miss you"ucapnya lalu memeluk Cjristy yang masih terkejut.
Michel sangat terkejut melihat pria itu yang langsung memeluk Christy, dengan cepat dia menarik Christy kebelakangannya. Pria itu menatap Michel sinis, sedangkan Michel menatapnya tajam.
"lo siapa?"tanya Dimas berjalan mendekat kearah pintu.
"saya? Hmm saya rasa bukan urusan anda"kata pria itu lalu masuk kedalam mansion.
Semua orang menatapnya bingung, Richard langsung turun dan menghampiri orang itu. Richard langsung memeluknya dan dibalas dengan senang hati. Semua orang semakin bingung dengan semuanya.
"bang, Lo kenal dia? Temen lo?"tanya Raja dengan wajah bingungnya.
"kamu pasti Raja. Hmm dimana kembaranmu itu?"tanyanya sambil tersenyum membuat Raja menatapnya bingung.
"lo kenapa gue?"tanya Raja yang masih bingung dengan semuanya.
"Richard, sebenarnya dia siapa? Jangan bikin kita semua bingung"kata Faris yang sudah mulai kesal karena bingung.
"dia adik saya"jawab Richard membuat semua orang terkejut.
Adik? Maksudnya apa? Bukannya adik Richard hanya Raka, Raja dan Christy? Lalu siapa orang itu? Semua orang bertanya-tanya dengan apa yang barusan terjadi.
"maksudnya apa bang? Adik? Apa maksudnya?"tanya Revano bingung.
"orang-orang disini sangat lamban ternyata"kata pria itu dengan sangat santai.
"beritahu nama kamu"perintah Richard, lalu di angguki orang itu.
"hmm nama saya Steven walton Raymond"kata Steven membuat semua orang semakin terkejut.
Raymond menatap Steven dengan wajah terkejutnya, semua orang menjadi semakin bingung. Kenapa Steven menggunakan nama belakang yang sama seperti Richard dan Christy? Sebenarnya siapa dia? Semua orang terus bertanya pada diri sendiri.
"apa kabar? Sudah lama tidak bertemu, ayah"kata Steven dengan senyuman miringnya sambil menatap Raymond.
"ayah? Siapa yang lo sebut ayah? Ayah siapa?"tanya Raja yang mulai tidak suka dengan Steven.
"biasa saja, tidak usah terlalu emosi"kata Steven dengan nada yang terdengar sangat santai.
"bisa jawab yang bener gak!"kata Raja sambil mendorong Steven, dengan cepat Richard mendorong Raja menjauh dari Steven.
"sopan sedikit, Raja!"tegur Richard dengan nada dinginnya, Raja menatap Richard bingung.
"Steven, naik kekamar abang, mandi dan istirahat. Nanti abang beritahu kalau sudah makan malam"kata Richard menatap Steven. Steven langsung naik keatas dan masuk ke amar Richard.
"Richard, bisa kamu jelaskan semua ini?"tanya Raymond yang masih terkejut.
"biar Steven yang jelaskan nanti"kata Richard lalu naik keatas menyusul Steven.
Christy hanya diam dan tidak berbicara sejak tadi, Michel memperhatikan wajah Christy yang masih terlihat terkejut. Ia menepuk pelan pundak Cbristy membuat gadis itu tersentak kaget.
"kamu kenal orang yang tadi?"tanya Michel sedikit berbisik pada Christy.
"aku bingung harus jelasinnya gimana, tunggu bang Steven yang jelasin ajah"kata Cbristy lalu berjalan perlahan masuk kedalam kamarnya.
//skip//
Malam sudah tiba, semua orang sudah berkumpul dimeja makan. Hanya Christy, Richard dan juga Steven yang belum ada di sana. Suasan dimansion masih tidak terlalu baik, semua orang masih berfikir tentang siapa Steven sebenarnya. Steven terlalu misterius untuk semua orang. Namun tidak untuk Christy, Richard dan juga Raymond.
suara pintu kamar Christy yang terbuka membuat semua orang menatap kearah tangga. Diwaktu bersamaan, Steven dan Richard juga Christy keluar dari kamar. Mereka bertiga berjalaan bersama, Christy berjalan didepan kedua pria tampan itu. Tatapan Steven pada Christy membuat Michel sedikit tidak suka.
Christy yang terlalu gugup tidak memperhatikan langkahnya, gadis itu hampir saja jatuh terguling ditangga. Namun tangan Steven yang panjang dengan cepat menarik Christy agar tidak terjatuh. Michel sangat tidak suka itu, dengan cepat Michel menarik Christy agar menjauh dari Steven.
"kamu harus berhati-hati princess"kata Steven dengan nada yang terdengar sangat lembut.
"makasih bang"kata Christy sedikit canggung membuat Steven tersenyum manis padanya.
"princess, jangan seperti tadi. Kamu buat abang panik"kata Richard mengelus rambut Christy.
"iya maafin aku bang"kata Christy lalu memeluk Richard.
'kelian kemarilah, waktu makan malam sudah tiba"panggil Wijaya.
mereka langsung duduk di kursi masing-masing. Steven duduk disamping Christy. Christy duduk ditengah-tengah Richard dan Steven. Sedangkan Michel, dia duduk didepan Christy mereka berdua saling berhadapan.
Para maid sudah mulai melayani mereka semua, makanan dipiring mereka sudah terlihat cukup banyak. Semua orang mulai makan dengan suasana yang cukup sunyi, belum ada yang mau bersuara sejak tadi. Mata Michel tidak lepas dari Steven. Michel tidak suka saat melihat Steven yang terus menatap Christy sejak tadi.
"Cel, kamu gak makan?'tanya Christy memegang tangan Michel, membuat pria itu tersentak kaget.
"hmm aku makan kok. Nih daging kesukaan kamu, lanjutin makannya okey"kata Michel sambil menyendokan daging sapi setengah masak kesukaan Christy.
"Steven lanjutkan makanmu"tegur Richard yang memperhatikan Steven yang menatap dingin pada Michel.
"iya"jawab Steven singkat lalu melanjutkan makannya.
semua orang kembali fokus pada makanan mereka masing-masing, Christy sesekali menyendokan lauk untuk Michel. Steven sangat tidak suka melihat Christy yang perhatian pada Michel, dia merasa sangat cemburu.
"kamu dari tadi mengambilkan dia makanan. Kamu juga harus makan"kata Steven menyendokan sayur untuk Christy.
__ADS_1
"iya bang, makasih"kata Christy tersenyum pada Steven.
"tidak usah mengurus Chris. Saya masih bisa memperhatikan dia"kata Michel dengan nada tidak sukanya sambil menatap sinis pada Steven.
"memperhatikan princess? saya rasa kamu tidak bisa"kata Steven dengan nada yang terdengar menjengkelkan untuk Michel.
"Steven sudah jangan bicara lagi, habiskan makananmu itu!"tegur Richard membuat Steven menghela nafasnya.
"maaf bang"kata Steven lalu kembali melanjutkan makannya.
semua orang sangat bingung dengan sifat Steven, pria itu sangat menurut dengan apa yang Richard katakan. Tidak ada protes yang keluar dari mulut Steven ketika richard menegurnya sejak tadi.
15 menit sudah berlalu, semua orang berkumpul diruang keluarga untuk bersantai. Semua orang terus saja menatap Steven dengan wajah penasaran mereka, Steven yang merasa terus di lihati hanya tersenyum sambil duduk santai disamping richard.
"bang, bisa lo jelasin sekarang?"tanya Raja menatap Richard yang hanya diam sejak tadi.
"dimana raka?"tanya Richard pada Raja.
"dia dikamar, katanya mau langsung tidur"jawab Revano.
"suruh dia turun"kata Richard.
"jelasin dulu bang"kata Raja membuat Richard menatapnya tajam.
"suruh dia turun dulu!"kata Richard penuh penekanan membuat Raja lansung berdiri dan naik keatas untuk menyuruh kembarannya itu untuk turun.
Raka langsung turun begitu Raja mengantakan kalau Richard yang menyuruhnya,Raka dan Raja turun bersaman lalu ikut duduk di ruang keluarga bersama dengan yang lain. Steven menatap Raka sambil tersenyum miring membuat Raka bingung dengan orang yang belum dikenalnya itu.
"dia siapa?"tanya Raka sambil berbisik pada Raja membuat Raja menggeleng karena masih bingung dengan semua yang terjadi.
"tidak usah berbisik, saya bisa tahu apa yang kalian bicarakan"tegur Steven sambil tersenyum.
"lo siapa? kenapa lo disini? temennya bang Richard?"tanya Raka yang langsung to the point, berbicara dengan nada yang terdengar jutek.
"sopan sedikit Rak! Dia lebih tua dari kamu"tegur Richard dengan nada tidak suka membuat Raka menatapnya bingung.
"abang belain dia? emang dia siapa?"tanya Raka dengan nada tidak suka.
"abang bilang berbicara sopan Raka!"kata Richard yang mulai emosi.
"bang"tegur Christy membuat Richard menghembuskan nafasnya gusar.
"dengarkan abang baik-baik, dia adalah adik abang. Jadi berbicara sopan padanya. Dia abang kalian"kata Richard membuar Raka, Raja dan Revano menatapnya terkejut.
"jelasin semuanya bang, dari tadi abang bilang dia adiknya abang. Dan kenapa? kenapa namanya menggunakan marga yang bang Richard dan Christy gunakan?"tanya Raja yang sudah sangat penasaran.
"Steven Walton Raymond"jawab Raja membuat Raka membulatkan matanya karena sangat terkejut.
"ayah pasti tahu sesuatukan? kenapa pria itu menggunakan nama ayah di namanya?"tanya Raka menatap Raymond yang sedari tadi hanya diam.
"ayah tidak tahu"jawab Raymond mengalihkan pandangannya dari semua orang.
"ternyata ayah masih pandai berbohong, aku kira ayah sudah berubah. Ternyata tidak"kata Steven dengan nada sinisnya membuat Raymond menatapnya tajam.
"lo kenal sama ayah gue?"tanya Raja menatap Steven.
"mana mungkin saya tidak mengenal ayah saya sendiri"kata Stteven membuat Raja menatapnya tajam.
"kamu bukan anak saya"kata Raymond dengan tatapan tajamya sambil menunjuk Steven, membuat Richard sangat marah.
"jaga bicara anda tuan Raymond"ucap Richard dengan nada yang sedikit meninggi membuat semua sedikit merinding mendengarnya.
"Steven, sebaiknya kamu masuk kekamar"kata Richard membuat Steven menggeleng lalu berdiri.
"tidak bang. Mereka harus tahu, siapa pria tua brengsek ini"kata Steven menendang kursi roda Raymond. Untung saja dengan cepat Faris menahannya, kalau tidak Raymond akan jatuh tersungkur menghantam lantai.
BUGH
Satu pukulan Raja berikan untuk Steven hingga ujung bibir steven mengeluarkan darah. Richard langsung menarik Steven kebelakangnya dan menatap Raja tajam. Wajah Raja terlihat merah akibat marah.
"RAJA"bentak Richard dengan suaranya yang besar membuat semua maid merinding mendengarnya.
"abang masih belain dia? abang gak lihat perilaku dia pada ayah? dinendang kursi roda ayah, bang. Bang Richard kenapa sih?"tanya Raja yang sudah sangat marah.
"bang udah"kata Christy menarik Raja agar menjauh dari Richard.
"DIAM KAMU"bentak Richard pada Raja lalu hendak maju memukul Raja, namun dengan cepat Christy menahannya.
"bang udah"kata Christy dengan tatapan sedihnya, membuat Richard berusaha untuk menahan emosinya karena melihat Christy yang hampir menangis.
"maaf"kata Richard menatap sendu pada Christy.
"STEVEN MASUK KAMAR"teriak Richard dengan suara kencangnya membuat semua orang semakin takut.
"AKU BILANG TIDAK BERARTI TIDAK!"bentak Steven dengan suara yang tidak kalah besar.
Semua orang menatap bingung pada Richard, semua orang tahu Richard pasti akan sangat marah jika ada yang melawan perkataannya. Namun sekarang, Richard hanya diam mendengar Steven yang berbicara dengan cara membentak.
"Steven dengarkan abang okey"kata Richard menepuk pundak Steven, dengan cepat Steven menghempaskan tangan Richard dengan kasar.
__ADS_1
"sebaiknya lo keluar dari sini"kata Taka mendorong steven membuat richard dengan cepat mendorong Raka menjauh dari Steven. Hingga Raka terjatuh menghantam lantai, dengan cepat Christy membantu Raka berdiri.
"abang gak apa-apa?"tanya Christy menatap Raka sendu.
"abang gak apa-apa"kata Raka yang masih merasa canggung pada Christy.
"lo gak dengar hah? keluar sekarang"kata Raja menatap Steven.
"saya tidak mau!"ucap steven dengan nada yang terdengar sangat menyeramkan, tatapan matanya seketika berubah sangat menyeramkan.
"tidak ada yang bisa menyuruh saya keluar dari sini mengerti!"kata Steven lalu dengan kencang memukul Raja dan Raka bergantian.
Dengan cepat richard menarik Steven agar menjauh dari sepasang kembaran itu. Fikra dan Dimas langsung membantu Raka dan Raja berdiri. Suasana semakin menegangkan. Steven terlihat sangat marah saat ini.
"mereka sudah mencari masalah denganku"kata Steven menatap Richard yang berdiri dihadapannya.
"brengsek lo"kata Raka lalu maju dan hendak memukul Steven. Namun dengan sekali dorongan yang Richard berikan berhasil membuat Raka terlempar cukup jauh
"kenapa abang melindungi dia terus? kami ini adik abang"kata Raja mendorong bahu Richard, membuat Richard sedikit goyah.
"kalian bertiga adik saya, jadi jangan seperti ini. Saya tidak ingin melukai siapapun"kata Richard yang sudah kehabisan akal melihat Raka dan Raja terus menyerang Steven.
"sebaiknya kamu keluar dari mansion saya. Gara-gara kamu, anak-anak saya saling bertengkar seperti ini"kata Raymond menatap Steven dengan tatapan marahnya.
"lalu bagaimana denganku? apa aku bukan anak ayah? apa hanya Raka dan Raja yang ayah anggap anak?"tanya steven menatap sendu pada Raymond yang sudah mengalihkan pandangannya.
"saya tidak mengenal kamu"kata Raymond membuat Steven tersenyum sinis.
"apa karena aku anak haram, makanya ayah tidak mengakuiku"kata Steven membuat semua orang semakin terkejut.
"ayah aku mohon jelasin yang ayah tahu"kata Raja yang sudah sangat frustasi.
"Raymond, apa yang anak itu katakan? anak haram? apa maksudnya?"tanya Wijaya yang sudah mulai kebingungan dengan semua yang terjadi saat ini.
"kenapa ayah diam? apa ayah takut mereka tahu kelakuan brengsek ayah dulu? jawab pertanyaan mereka. JAWAB!"teriak Steven yang terlihat sangat marah.
"Steven jangan seperti ini abang mohon"kata Richard berusaha membuat Steven tenang.
"bang, apa abang lihat? ayah hanya diam, sama seperti 16 tahun lalu, saat semua orang berteriak memanggilku anak haram. Ayah seolah tuli, ketika mama dihina ayah tetap diam. Apa sekarang dia masih mau diam"kata Steven menatap sendu wajah Richard. Richard merasa sangat kasihan melihat tatapan Steven yang terlihat sangat rapuh.
"kita bicarakan besok pagi saja okey. Steven abang mohon dengarkan abang"kata Richard berusaha membuat Steven mengerti.
"AKU AKAN BERHENTI, SAAT MEREKA SEMUA TAHU KELAKUAN PRIA BRENGSEK ITU"teriak Steven sambil menunjuk Raymond.
semua orang terdiam sejenak, berusaha mencerna perkataan Steven barusan. Apa Steven anak Raymond? Tapi bagaimana bisa? Tidak ada sedikitpun cela yang bisa mereka ketahui soal Steven. Apa Raymond membuat kesalahan?
"ayah aku mohon jelasin semuanya. Apa dia anak ayah?"tanya Raja mengacak rambutnya frustasi.
"JAWAB AYAH"teriak Raja dengan emosi yang sudah meluap.
"bang jangan seperti ini, kasihan ayah"kata Christy berusaha membuat Raja lebih tenang.
"Ja, semuanya bisa diselesain pake kepala dingin. Kalau lo emosi gini, yang ada semuanya gak akan selesai"tegur Michel pada sahabatnya itu.
"gue gak bisa tenang Cel! Apa lo gak denger tadi? dia bilang dia itu anak ayah. Kenapa jadi membingungkan seperti ini"kata Raja yang sudah sangat frustasi menghadapi semuanya.
"kalian mau tahukan, bagaiman brengseknya pria yang kalian sebut ayah ini"kata Steven menatap sinis pada Raymond.
"dia pria yang tidak bertanggung jawab yang meninggalkan mama saya disaat mama saya baru saja melahirkan. Apa kalian tahu alasan dia menghamili mama saya? hanya karena dendam"kata Steven dengan sangat menusuk membuat semua orang sangat terkejut.
"dan sialnya lagi, saya dilahirkan dari hasil dendam itu, saya disebut anak haram. Mama saya di hina, dikucilkan semua orang. Dan karena pria ini, mama saya meninggal karena stres berat. Apa kalian tahu rasanya seperti apa hah? hidup saya hancur karena pria ini"kata Steven.
"enggak mungkin, ayah gak mungkin seperti itu"kata Raka tidak percaya dengan perkataan Steven.
"nyatanya dia memang seperti itu. Dia hidup selama ini seolah tidak punya dosa, dia membiarkan orang lain menderita sedangkan dia? dia justru hidup mewah dimansion besar ini"kata Steven tersenyum sinis.
"seharusnya kalian sadar, bagaimana sifat asli ayah kalian itu. Apa kalian kira bang Richard bersikap dingin tanpa alasan? seseorang bisa berubah karena ulah orang yang mereka anggap pahlawan. Dan bang richard seperti ini karena dia"kata Steven menunjuk Taymond yang hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Steven sudah"tegur Richard memperingatkan Steven agar adiknya itu tidak kelewatan batas.
"mereka harus tahu semuanya bang, mereka akan sadar seberapa brengseknya pria itu"kata Steven dengan nada yang terdengar sangat marah.
"asal kalian tahu, hidup saya hancur karena dia. Tapi bodohnya, saya masih berharap dia bisa menganggap saya sebagai putranya sama seperti kali berdua"kata Steven menunjuk Raka dan Raja.
"ayah kenapa diam? ayah jelasin semuanya"kata Raka menatap sendu Raymond ayahnya itu.
"ayah tidak mengenalnya"kata Raymond sambil menunduk.
"KENAPA AYAH BOHONG, AKU ANAK AYAH. APA AKU SEHINA ITU DIMATA AYAH? AKU JUGA ANAK AYAH SAMA SEPERTI MEREKA!"teriak Steven frustasi.
"SAYA TIDAK KENAL SIAPA KAMU"teriak Raymond dengan sangat keras.
"DIAM"teriak Richard yang sudah sangat marah.
"seharusnya anda mengakui Steven, apa sesulit itu untuk jujur? andai dulu anda jujur soal ini. Saya tidak akan sebenci ini dengan sosok pahlawan yang dulu saya banggakan"kata Rjchard menatap sendu Raymond, lalu menarik Steven pergi dari sana.
"masa lalu perlahan mulai terbongkar, tuhanku mohon jangan mengubah kisah bahagia ini. Akan banyak rahasia yang terungkap,dan itu mungkin akan menyakiti seseorang"batin Richard sendum
"kenapa abang bisa sekuat ini"batin Christy sendu.
__ADS_1