Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 53


__ADS_3

Pagi ini Christy datang ke kantor untuk melakukan beberapa rapat. Ia sedikit kesulitan untuk masuk ke kantor, karena banyak wartawan yang berdiri di depan kantor.


Christy sedikit bingung, namun berusaha untuk tidak pusing memikirkan itu. Hingga akhirnya matanya menangkap sosok Elsa yang berdiri di hadapan Vira.


Christy memperhatikan Elsa yang seperti memarahi Vira, awalnya ia hanya diam. Hingga akhirnya kemarahannya memuncak, saat melihat Elsa melemparkan beberapa berkas ke wajah Vira.


Christy mengambil berkas itu, lalu kembali melemparkannya ke wajah Elsa. Gadis itu seketika marah saat Christy melakukan hal itu.


"Lo gak usah ngeluarin suara Lo itu! Jijik gue dengernya" ucap Christy membuat Vira menatapnya.


"Chris, udah yah. Kamu ke ruangan ajah" Vira berusaha membuat masalah tidak menjadi panjang.


"Cewek kayak dia, gak bisa di diemin. Pasti semua wartawan itu datang, karena suruhan dia".kata Christy yang terlihat sangat marah.


Sedangkan Elsa, dia tersenyum sinis saat berhasil membuat Christy marah. Namun dia tidak tahu, akibat dari kemarahan seorang Christy Walton Raymond.


"Emangnya Richard gak ngasih tahu Lo? Hari ini gue bakalan umumin ke semua orang. Kalau 3 hari lagi, gue sama Richard bakalan tunangan" kata Elsa dengan sangat bangga.


"Oh 3 hari lagi" ucap Christy dengan sangat santai.


"Iya, 3 hari lagi. Lo harus ikut senang yah" kata Elsa membuat Christy menampilkan smirk andalannya.


"Berarti, sisa 3 hari lagi Lo ngelihat dunia ini. Lalu seterusnya, gak lagi" ucap Christy yang berbisik di telinga Elsa.


Seketika Elsa merinding mendengar perkataan Christy, bahkan tangannya sampai gemetar ketakutan.


Elsa langsung berjalan pergi, untuk menemui para wartawan. Christy yang awalnya tidak perduli, justru memiliki rencana yang lumayan bagus untuk hari ini.


Christy lebih dulu menyuruh Vira untuk ke ruangannya, lalu ia datang menghampiri Elsa yang sedang wawancara.


"Apa benar, anda dan Richard anak keluarga Raymond akan bertunangan?" tanya salah satu wartawan.


"Ya, memang benar. Saya dan Richard akan segera melangsungkan pertunangan" jawab Elsa dengan sangat bangga.


Christy langsung menghampiri Elsa, berdiri tepat di sebelah gadis licik itu.


"Mungkin sekitar 3 hari lagi, kami akan bertunangan" lanjutnya membuat semua wartawan mengerti.


"Apa nona Christy tahu, tentang pertunangan yang mendadak ini?" fanya salah satu wartawan pada Christy.


"Tidak" jawab Christy singkat padat dan jelas.


"Hmm karena yang saya tahu, kekasih Abang saya bukan gadis ini!" ucap Christy melirik sinis Elsa.


"Mungkin, Abang saya buta!" lanjutnya dengan sangat jelas, membuat semua wartawan berbisik-bisik.


"Tapi mungkin ini sudah keputusan Abang saya. Untuk menikahi gadis seperti dia" Christy terus mencoba membuat Elsa marah.


"Sepertinya anda tidak menyukai pernikahan ini, apa betul?" tanya wartawan itu lagi, membuat Christy menahan tawanya.


"Christy setuju. Mungkin ini terlalu mendadak, jadi dia sedikit terkejut" kata Elsa berusaha mencairkan suasana. Namun tidak untuk Christy.


"Ya, memang saya terkejut!" kata Christy membuat wartawan kembali fokus kepadanya.


"Saking terkejutnya, saya ingin membunuh gadis ini!" ucap Christy membuat semua wartawan terkejut.


"Abang saya terlalu sempurna, untuk gadis seperti dia" lanjutnya lalu pergi dari sana.


Elsa langsung mengejar Christy. Ka sangat marah saat mendengar perkataan Christy, bahkan semua wartawan terkejut dan saling berbisik.


Elsa langsung menahan Christy, membuat Christy menatapnya dengan tatapan sinis.


"Lo apa-apaan sih! Ngerusak tahu gak" kata Elsa yang marah besar.


"Terus? Gue harus bilang wow gitu?" ucap Christy yang sengaja membuat Elsa marah padanya.

__ADS_1


"Lo tuh jadi orang ngeselin banget sih! Kalau gue udah nikah sama Richard, gue pastiin Lo hilang dari hadapan gue" kata Ela membuat Christy tertawa seperti orang jahat.


"Mau ngilangin gue? Jangan mimpi deh. Yang ada, Lo yang gue buat hilang detik ini juga" kata Christy yang secara tiba-tiba, mengeluarkan belatih dari saku bajunya.


"Lo sama bang Richard gak bakalan pernah nikah. Karena bang Richard cuma cocok sama kak Vira" kata Christy yang berhasil membuat Elsa marah.


Elsa langsung menampar Christy, lalu mendorongnya menghantam pintu lift. Entah kenapa, Christy hanya diam membiarkan Elsa memukulinya.


Bahkan Elsa sempat mengiris lengan Christy, namun Christy hanya diam. Hingga akhirnya, Elsa di tendang dari belakang oleh seorang pria.


Pria itu adalah Richard, dia langsung menendang punggung Elsa saat melihat gadis itu menampar Christy berkali-kali.


Richard langsung membantu Christy berdiri, lalu memeluk adiknya itu dengan sangat kuat. Christy tersenyum sinis, karena rencananya tidak sia-sia.


Christy sengaja diam saat Elsa memukulnya, karena dia tahu kalau Richard akan datang.


Richard sangat marah melihat kelakuan Elsa, gadis itu benar-benar gila.


"Richard kamu nendang aku? Kamu gila?" tanya Elsa lalu berdiri dan membersihkan bekas kaki Richard yang menempel di bajunya.


"Saya akan semakin gila, kalau kamu berani menyentuh milik saya. Mengerti kamu!" tegas Richard lalu membawa Christy pergi dari sana.


Richard sangat khawatir melihat kondisi Christy, lengan adiknya itu di pehuni darah. Vira yang hendak mencari Christy, justru terkejut melihat kondisi Christy yang berantakan.


"Astaga Chris, kamu kenapa?" tanya Vira yang sangat khawatir saat melihat tangan Christy yang berdarah.


"Bawa kota P3K ke ruangan saya. Cepat!" Perintah Richard lalu membawa Christy ke ruangannya.


Richard menunggu Vira membawa kotak P3K, hingga akhirnya gadis itu datang membawa apa yang Richard minta.


Ia langsung menutupi luka di tangan Christy, dengan sangat perlahan agar Christy tidak kesakitan. Christy hanya diam, membiarkan Richard melakukan itu.


Hubungannya dangan Richard sedikit renggang, membuat Christy merindukan Richard. Tapi ia juga memiliki rencananya sendiri, untuk menyelesaikan semua yang terjadi saat ini.


Richard merapikan rambut Christy yang berantakan, mengelus lembut pipi Christy yang merah akibat di tampar Elsa tadi.


"Kenapa nolong aku?" bukannya menjawab, Christy justru kembali bertanya.


"Abang gak bisa diam ajah, kalau kamu terluka seperti ini" ucap Richard dengan tatapan redupnya.


"Seperti ini bang, seperti ini bang Richard yang aku kenal. Tapi kenapa sih, kenapa Abang mau nikah sama cewek sekasar dia? Abang belum nikah sama dia ajah, dia udah berani nampar aku. Terus nanti gimana? Dia bunuh aku juga, iya?" tanya Christy membuat Richard terdiam. Bingung harus berkata apa.


"Kalau hanya untuk membatalkan pernikahan Abang, kamu tidak harus seperti ini princess. Tidak harus sampai terluka" ucap Richard membuat Christy tersenyum sinis.


"Bahkan jika perlu, aku akan mati demi pernikahan ini gagal. Aku gak akan pernah bisa nerima, kalau Abang nikah sama cewek lain! Selain kak Vira!!" kata Christy lalu berdiri dan hendak pergi. Namun Richard menahannya.


"Kamu selalu mencari tahu semua masalah. Lalu sekarang kenapa seperti ini? Abang hanya sendiri princess" ucap Richard lirih.


"Andai batin aku seperti dulu, aku gak akan kayak gini. Aku akan ngelakuin hal lain, tapi aku gak bisa lihat apa-apa, aku gak tahu apa yang akan terjadi!' ucap Christy yang merasa tidak berguna.


"Kalau semua ini terus berlanjut. Kita benar-benar akan berperang!!" Lanjutnya, membuat Vira dan Richard terkejut.


"Chris, dengerin kakak baik-baik. Ini sudah keputusan Richard, kamu harus bisa terima okey".Vira pun berusaha membujuk Christy, tapi itu tidak berguna.


"Mulut kak Vira mungkin bisa bohong. Tapi hati kak Vira, gak akan pernah bisa. Aku tahu perasaan Kakak hancur, dan pria ini alasannya" kata Christy menunjuk Richard.


Christy langsung keluar dari sana, meninggalkan Richard dan Vira. Keduanya cukup lama terdiam, hingga akhirnya secara tiba-tiba Richard memeluk Vira.


Rasanya sangat sakit, saat Vira merasakan pelukan Richard. Vira merasa, pelukan ini adalah yang terakhir untuknya.


"Maaf, kamu gak bisa kayak gini" kata Vira lalu melepaskan pelukan Richard, lalu menjauh dari pria itu.


"Kenapa tidak? Kamu masih kekasih saya" ucap Richard membuat Vira menatap Richard. Entah apa yang ada di fikiran pria itu.


"Kamu masih bisa ngomong gitu? Sebenarnya kamu mikir gak sih, perasaan aku gimana hah? Dalam hitungan hari, kamu akan menjadi milik orang lain. Dan sekarang, kamu masih bisa bilang kalau aku kekasih kamu? Gila kamu!" kata Vira yang akhirnya mengeluarkan semua yang di pendamnya beberapa hari ini.

__ADS_1


Richard hanya diam, membiarkan Vira mengeluarkan semuanya. Membiarkan gadis itu mengeluarkan semua emosinya.


"Kalau saya bilang ini bukan kemauan saya, apa kamu percaya?" tanya Richard membuat Vira menatapnya bingung. Semua yang Richard katakan selalu membuatnya bingung.


"Asal kamu tahu, sekarang aku bingung harus percaya sama kamu atau enggak. Kamu yang bilang gak akan nyakitin aku, tapi sekarang apa? Untuk kedua kalinya, aku sakit karena cinta" kata Vira lalu pergi dari sana, meninggalkan Richard yang hanya diam seribu bahasa.


//Skip//


Jam menunjukan pukul 7 malam, semua orang berkumpul di ruang makan. Malam ini mansion lumayan ramai, karena Tasya dan yang lain datang.


Tasya sudah hamil besar, kandungannya sudah memasuki 8 bulan. Semua orang ikut bahagia menantikan kelahiran anak Tasya.


Semua orang belum makan, karena menunggu Christy dan Raja yang belum turun. Steven terus menatap ke arah tangga, berharap kedua orang itu turun dengan segera. Sebelum Richard yang duduk di sebelahnya itu meledak.


"Mau Abang bakar mansion ini, kalau princess mengatakan tidak itu berarti tidak" bisik Steven pada abangnya itu.


"Aku gak bisa ngelihat apapun, Abang nutup batin aku?" tanya Steven yang berusaha tahu apa rencana Richard. Namun selalu gagal.


Richard hanya diam, membiarkan Steven yang terus mengomel di telinganya.


Michel baru saja datang selepas dari rumah sakit. Wajahnya terlihat lumayan lelah, ia mencari sosok istrinya namun tidak terlihat sama sekali.


"Chris mana?" tanya Michel berbisik pada Fara.


"Di kamar Cel. Dia gak mau turun, dia belum makan dari tadi siang. Lo bujuk yah" kata Fara yang khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.


Michel terkejut saat mengetahui Christy belum makan sejak siang tadi. Ia langsung bergegas naik ke atas, lalu masuk kedalam kamar.


Michel menatap Christy yang duduk di dekat jendela kamar, istrinya tu terlihat merenung menatap gelapnya langit malam.


Michel langsung menghampirinya, memeluk istrinya itu dari belakang. Christy tersenyum saat merasakan tangan Michel yang melingkar di pinggangnya.


"Kenapa hmm? Mau cerita sama aku?" tanya Michel dengan sangat lembut.


Christy langsung berbalik, lalu memeluk erat tubuh atletis suaminya itu. Michel tersenyum lalu mengelus kepala Christy.


"Aku tahu kalau kamu banyak masalah, aku bisa ngerasain itu" ucap Michel.


"Aku butuh kamu sekarang" Christy memeluk erat tubuh Michel.


Michel langsung melepaskan pelukannya, lalu mengajak Christy duduk di kasur mereka. Ia mengelus kepala Christy, agar istrinya itu lebih tenang.


"Dulu waktu SMA, kamu selalu mau nyelesain semuanya sendiri. Terus sekarang? Kok jadi gini? Chris cewek tangguh yang aku kenal kemana hmm?" tanya Michel yang tersenyum.


"Semenjak aku bangun dari koma, aku ngerasa gak berguna. Aku gak bisa tahu apa yang akan terjadi, bahkan aku gak tahu apa rencana bang Richard untuk menikahi Elsa" kata Christy membuat Michel mengerti.


"Sayang, dengerin aku okey. Kamu adalah sosok yang paling kuat, di antara semua orang yang aku kenal. Kamu yang paling kuat, masalah datang silih berganti tapi kamu bisa menyelesaikannya" ucap Michel yang berusaha membuat Christy semangat.


"Aku rindu sama kamu Cel" ucap Christy yang tiba-tiba menangis, membuat Michel sedikit terkejut.


"Hey, aku gak suka lihat air mata kamu. Kalau ada di dekat aku, kamu harus selalu tersenyum" ucap Michel lalu menghapus air mata Christy.


"Maaf karena aku sibuk di rumah sakit. Aku juga rindu sama kamu, aku selalu mau ngehabisin banyak waktu sama kamu".ucap Michel lalu mencium tangan Christy.


"Besok, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Mau gak?" tanya Michel membuat Christy menatapnya.


"Kemana?".


"Tempat yang paling indah" jawab Michel tersenyum manis.


Michel memeluk Christy, keduanya sama-sama saling merindukan. Menjadi suami istri bukan berarti mereka menghabiskan waktu berdua, Michel sibuk di rumah sakit dan Christy masih sibuk di perusahaan dan KC.


"Aku janji akan selalu bahagiain kamu, aku janji akan selalu ada buat kamu. Aku gak akan pernah ninggalin kamu, aku cinta sama kamu Chris" kata Michel yang terdengar sangat tulus.


"Aku gak mau kehilangan kamu Cel. Aku cinta sama kamu" ucap Christy yang terisak di pelukan Michel.

__ADS_1


"Gak akan ada yang bisa misahin kita, kecuali maut" kata Michel lalu menatap lekat wajah Christy.


"I love you so much" ucap Michel lalu mencium bibir Christy.


__ADS_2