Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 12


__ADS_3

Richard beradu tatap dengan sosok berjubah hitam itu, wajah orang itu sangat dikenal Richard. Tidak asing untuknya, nafasnya memburu, seketika dia menjadi sangat panik.


Sedangkan orang itu dia hanya tersenyum, orang itu menatap Richard cukup lama. Tatapannya sangat dalam, tidak ada kebencian dari matanya, tatapan itu seolah dia merindukan seseorang yang sangat di kenalnya.


"aku udah balik bang"ucapnya lalu melepaskan topinya dan menatap Richard.


"masuk ke mobil"kata Ruchard, lalu masuk kedalam mobilnya di ikuti orang itu.


"untuk apa kamu kembali?"tanya Richard dengan nada dinginnya.


"abang jelas sudah tahu alasan aku kembali"kata orang itu dengan nada yang terdengar lebih santai.


"kamu masih mencintai princess?"tanya Richard menatap orang itu dengan tatapan tajamnya.


"dulu sampai sekarang cinta aku ke princess gak akan pernah hilang"ucapnya menatap Richard dengan tatapan dinginnya.


"kamu harus sadar, princess mencintai pria lain. Kenapa kamu harus seperti ini?"tanya Richard menatap orang itu dengan tatapan sedihnya.


Orang itu terdiam sejenak, lalu mengeluarkan foto Christy bersama Michel. Richard terkejut melihat orang itu menyimpan foto Christy dan Michel.


"pria ini yang princess cintai? Mereka tidak bisa bersama"kata orang itu membuat Richard sangat marah.


"dulu kamu bisa merelakan princess bersama Rasya. Kenapa sekarang tidak bisa? Biarkan princess bahagia. Jangan berbuat hal nekat!"ucap Richard memperingatinya.


"itu adalah kesalahan terbesarku, aku merelakan princess untuk Rasya. Tapi sekarang, aku akan membuat princess menjadi milikku seutuhnya!"kata orang itu dengan sangat percaya diri.


"aku sudah selesai meneror semua orang-orang itu, sebentar lagi aku akan muncul di hadapan mereka"ucapnya membuat Richard semakin marah.


"jangan muncul di hadapan mereka! Semua masalah akan semakin panjang. Semua yang terjadi dimasa lalu akan terbongkar"kata Richard menatap orang itu marah.


"semua orang harus tahu bang, banyak rahasia di dalam kehidupan kita. Dan semua orang harus tahu itu, terutama anak-anak ayah"kata orang itu menyebutkan kata ayah yang tidak lain adalah Raymond.


"semua itu adalah masa lalu, tidak usah kamu ungkit. Mereka semua akan merasa sakit hati kalau mengetahuinya"kata Richard berusaha membuat orang itu mengerti.


"mereka harus tahu bang, selama ini hanya bang Richard yang mengetahuinya. Dan hanya abang yang merasakan sakit, mereka harus tahu bagaimana perilaku ayah dulu"kata orang itu dengan tatapan sedihnya.


"Steven Walton Raymond sudah kembali"ucapnya dengan senyuman miringnya.


"semua masa lalu perlahan akan terbongkar, tuhan jangan membuat semuanya semakin sulit. Jaga adik-adikku"batin Richard sendu.


//skip//


Diruang VVIP yang berada di RD hospital, terlihat Christy yang duduk sambil bersandar di brankar nya. Semua orang ada di sana, sudah sedari tadi Christy sadar selepas operasi. Kondisi gadis itu sudah membaik, semua orang merasa sangat lega.


Michel perlahan menyuapi bubur untuk Christy, gadis itu sangat kesal karena Michel yang terus saja memaksanya untuk memakan bubur hambar itu. Semua orang terkekeh melihat bibir Christy yang sengaja dimajukan menandakan gadis itu sedang kesal.


"minum dulu"kata Michel memberikan Christy air putih agar gadis itu bisa meminumnya.


"cel, makannya udah yah. Aku udah kenyang"kata Christy membuat Michel mengalah lalu menyimpan bubur itu di nakas.


"malam"ucap dokter Renal yang baru saja masuk, dan menyapa semua orang yang ada disana.


"jadwal terapi bukan sekarang, untuk apa anda kesini"kata Michel dengan nada yang tedengar sinis. Semua orang bingung karenanya.


"cel"tegur Christy membuat Michel membuang nafasnya gusar.


"saya mau melihat Christy. Dia juga pasien saya"kata dokter Renal dengan sangat santai.


"gue yakin, pastin nih dokter suka sama Chris"bisik Fikra pada Dimas yang ada di sampingnya.


"sembarangan lo"kata Dimas menepuk pundak Fikra.


"noh lihat ajah, tatapannya ke Chris tuh dalam banget"kata Fikra membuat dimas terkekeh karena tingkah konyol sahabatnya itu.


"bagaimana keadaan kamu?"tanya dokter Renal dengan sedikit lebih santai.


"sudah lumayan dok"jawab Christy tersenyum kikuk.


"ikatan rambut yang saya kasih, kamu sudah pakai?"tanya dokter Renal.


"oh itu, sudah dok. Nih"kata Christy sedikit membalikan kepalanya memperlihatkan ikatan rambut yang dokter Renal berikan. Dokter Renal tersenyum, dia senang saat melihat Christy memakai barang yang di berikannya.


Dengan perlahan Michel melepaskan ikatan rambut Christy, lalu menyimpannya di saku jas dokternya. Dengan perlahan Michel merapikan rambut Christy.


"kamu lebih cantik kalau gak pake ikat rambut"kata Michel tersenyum pada Christy, lalu menatap sinis wajah dokter Renal.


"tapi Cel, nanti gerah tahu. Jelek juga kalau gak di ikat"kata Christy menatap Michel.


"gak apa-apa. Mau jelek gak masalah, aku cinta kok"kata Michel membuat para sahabatnya terkekh geli.

__ADS_1


"ALAAAAY"teriak Revano membua.t yang lain tertawa.


"Rev, kni rumah sakit gak boleh teriak-teriak"tegur Megan membuat Revano terkekeh sambil menepuk pelan bibir laknatnya itu.


"christy saya keluar dulu, cepat sembuh yah. Dan jangan lupa untuk terapi"kata dokter Renal sambil mengacak gemas rambut Christy. Gadis itu sedikit menghindar karena melihat Michel yang sudah dalam mood tidak baik.


Doktet Renal langsung keluar dari sana, Michel sudah sangat tidak suka dengan dokter yang satu itu. Christy menjadi serba salah, dokter Renal adalah dokter yang melakukan terapi untuknya, dia ingin bersikap dingin pada dokter Renal. Namun itu sedikit canggung apa lagi mereka selalu bertemu jika jadwal terapi.


Christy sudah menyuruh Richard untuk mencari dokter terapi yang baru untuknya, itu adalah cara satu-satunya agar dia bisa jauh dari dokter Renal. Berada di dekat dokter Renal membuatnya takut jika Michel cemburu dan marah.


"Cjris, itu dokter ganteng banget sih"kata Tasya dengan senyumannya, membuat Dimas menatapnya istrinya itu kesal.


"ingat udah punya suami"tegur Dimas membuat yang lain tertawa.


"iya sayang, bercanda kali"kata Tasya mencubit gemas pipi suaminya itu.


"kita harus nikah secepatnya, aku gak mau dokter Renal terus ngedeketin kamu"kata Michel membuat semua orang terkejut.


"gila nih anak, Chris masih sakit udah bahas soal nikah ajah"kata Fikra.


"kalau gue gak nikah sama Chris, bisa-bisa makin banyak cowok yang mau ngambil Chris dari gue"kata Michel dengan nada kesalnya.


"cel, aku udah pernah bilang ke kamu. Kalau mereka suka sama aku, itu hak mereka. Yang penting, aku cuma sayangnya sama kamu"kata Christy membuat Michel sedikit tenang mendengarnya.


"kalau di fikir-fikir, perkataan Michel benar juga nak. Sebaiknya kalian segera menikah, dulu kalian hanya bertunangan. Tinggal menikah saja"kata Raymond membuat Wijaya dan Megan mengangguk setuju.


"kamu fokus dulu penyembuhan, soal pernikahan akan daddy urus"kata Wijaya tersenyum pada putrinya kesayangannya.


"soal itu, aku percaya sama daddy"kata Vhristy tersenyum pada daddynya.


"Fikra, Fara, tanggal pernikahan kalian sudah ditentukan?"tanya Megan pada sepasang kekasih itu.


"minggu depan mom. Soalnya orangtua aku balik ke Indonesia hari kamis"jawab Fikra membuat Megan mengangguk mengerti.


"tidak terasa, kalian semua sudah dewasa. Kalian sudah membangun rumah tangga masing-masing. Ayah harap, kalian semua bisa menjaga rumah tangga kalian dengan baik. Trutama kalian para laki-laki, jangan pernah sakiti hati istri kalian nanti"kata Raymond membuat Raja dkk tersenyum dan mengangguk mengerti.


"Raja, kamu belum punya pacar? Atau kamu gak mau ngasih tahu ke ayah?"tanya Raymond pada anaknya itu.


"belum ada ayah, kalau ada pasti aku kenalin ke ayah"kata Raja tersenyum kikuk.


"cepatlah cari pacar, kamu nanti di kira tidak normal"kata Raymond terkekeh.


"bang Richard sama bang Faris kemana?"tanya Christy yang sedari tadi tidak melihat kedua abang tertuanya itu.


"Faris ayah suruh ke kantor soalnya ada urusan, kalau Richard tadi dia pergi entah kemana"ucap Raymond.


"bang Richard di markas, Chris. Tadi bang Reza nelfon dia bilang mungkin nanti lo nyari bang Richard"kata Fara membuat Christy mengangguk.


"Rahel sudah pulang?"tanya Christy pada Fara dan Tasya.


"belum, mungkin nanti malam"jawab Tasya.


"sejak kemarin aku belum lihat kak Vira, dia dimana?"tanya Christy dengan wajah bingungnya.


"waktu kamu di operasi dia ada, tapi setelah aku keluar dari ruang operasi aku gak lihat dia lagi"kata Michel membuat Christy mengerutkan dahinya.


"aku ke UGD dulu, ada pasien darurat. kalau ada apa-apa langsung telfon aku"kata Michel mengecup singkat kening Christy.


"ayah, daddy, mommy. Aku kebawah dulu, ada pasien darurat di UGD"kata Michel berpamitan pada para orangtua Christy.


"iya Cel. terimakasih yah"kata Raymond menepuk pundak kekasih Christy itu.


//skip//


Dimarkas KC semua orang sedang sangat tegang, seseorang yang baru saja datang bersama Richard membuat mereka sangat terkejut. Orang itu tidak asing untuk semua anggota KC, Reza dan Aron menatap orang itu sendu.


Sudah 16 tahun orang itu baru muncul membuat Reza dan Aron sangat terkejut. Sedangkan orang itu, dia tersenyum menatap semua anggota KC yang juga sangat di kenalnya.


"Reza, Aron, sudah lama kita tidak bertemu"sapanya dengan sangat santai.


"Steven? lo Steven?"tanya Aron yang masih tidak percaya bahwa yang di lihatnya itu adalah orang yang sangat dia kenal.


"saya memang Steven, apa ada yang berubah sampai wajah saya tidak di kenali lagi disini?"tanya Steven sambil tersenyum sinis menatap Aron dan juga Reza.


"Richard, lo bisa jelasin soal ini?"tanya Reza menatap Richard yang hanya diam sejak tadi.


"Steven akan kembali aktif di markas ini, kalian semua tahu posisi dia apa. Jadi ikuti perintahnya"ucap Richard lalu pergi menuju keruangannya.


semua orang menunduk hormat pada Richard, lalu kembali menatap Steven yang terlihat sangat santai. Steven Walton Raymond dia adalah jendral mafia sama seperti Richard. Steven dan Ruchard sangat terkenal di kalangan mafia, setiap penjuru dunia mengetahui mereka. Mereka biasa disebut jendral twins in the world. kemampuan yang mereka miliki sangat mirip, Steven juga bisa menembus batin seseorang.

__ADS_1


Steven terkesan lebih santai, di banding Richard yang terlihat sangat dingin. Kembalinya Steven di markas KC akan membuat sejarah baru. Sudah 16 tahun tidak ada kabar dari pria itu, semua leader mafia bingung karena Steven yang secara tiba-tiba menghilang. Richard lebih sering menjalankan misinya sendirian, tidak ada Steven di sampingnya.Namun skarang Steven sudah kembali, sejarah baru akan dimulai seperti perkataan Alex waktu itu.


"princess sudah tahu kalau lo kembali?"tanya Reza menatap Steven yang berdiri santai di hadapannya itu.


"entahlah, tenang saja. sebentar lagi saya akan muncul dihadapan princess dan juga keluarganya"kata Steven dengan senyumannya yang terkesan sangat menyeramkan itu.


"jadi selama ini yang melakukan teror itu lo"kata Aron dengan nada yang terdengar sinis.


"santai saja, saya hanya ingin bermain dengan mereka. Saya tidak akan melukai siapa-siapa"kata Steven lalu pergi dari sana meninggalkan Reza dan Aron yang terlihat marah.


"Steven memang tidak pernah berubah"kata Reza dengan suara kecilnya.


/./././././


Sudah 4 hari berlalu sejak Christy di operasi. christy sudah pulang dari rumah sakit sejak kemarin, dia sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Christy juga sudah mulai bisa berjalan, walau masih sedikit kaku ia terus berlatih.


Malam ini akan ada acara makan malam di mansion Raymond, semua maid sedang sibuk memasak beberapa makanan yang sudah Christy perintahkan. Sekarang sudah pukul 5 sore, semua keluarga dan para sahabat sudah mulai berdatangan. Michel pun baru saja pulang dari rumah sakit dan langsung datang ke mansion Raymond.


"kaki kamu masih sakit kalau jalan?"tanya Michel mengelus kaki Christy lembut.


"sakit sih, tapi gak terlalu gitu. Aku coba jalan terus supaya gak kaku lagi"jawab Christy mebuat Michel tersenyum padanya.


"bagus kalau gitu, kamu gak perlu terapi lagi sama dokter Renal"kata Michel dengan nada juteknya membuat Christy terkekeh.


"bang Richard mana?"tanya Michel memeperhatikan mansion dan tidak melihat sosok pria dingin itu.


"tadi sih di kamar, katanya mau mandi. Mungkin lagi pakean"jawab Christy membuat Michel mengangguk.


"Fik mau kemana?"tanya Michel melihat Fikra yang hendak keluar dari mansion.


"Fara mesen barang, katanya kurirnya udah ada didepan"kata Fikra.


"Fikra, gue ajah deh. Sekalian latihan jalan juga"kata Christy berdiri perlahan dibantu Michel.


"aku temenin ajah?"tanya Michel membuat Christy menggeleng lalu berjalan perlahan.


Christy berjalan perlahan menuju pintu mansion, semua orang tersenyum melihat usaha gadis itu. Walaupun berjalan dengan sangat lambat, Christy terus mencoba hingga akhirnya tangannya menyentuh gagang pintu.


Belum sempat Christy membuka pintu, orang dari luar lebih dulu membukanya. Christy yang lengah seketika hampir jatuh tersungkur ke depan, semua orang terkejut. Untung saja orang yang membuka pintu itu dengan cepat menahan tubuh Christy. Secara tidak langsung mereka berdua berpelukan, dengan cepat Christy mencoba untuk berdiri. Michel langsung mendekat dan memegang tangan Christy.


"kamu gak apa-apa?"tanya Michel membuat Christy menggeleng.


"maka..."kata Christy hendak berterimakasih pada orang yang sudah membantunya saat hampir jatuh tadi. Namun ia seketika terdiam melihat siapa yang ada di hadapannya.


"kamu harus lebih berhati-hati princess"ucapnya dengan senyumannya hingga membuat Christy sangat terkejut.


"kamu"kata Christy dengan wajah terkejutnya.


Richard yang sedari tadi berdiri diatas, melihat semua orang dibawah dengan tatapan sendunya. Wajah Richard tidak bisa di artikan saat ini, seperti ada ketakutan dimata pria itu.


"dia benar-benar muncul dihadapan semua orang"







NOTE!!


cast tokoh yah


1. ***Richard



Christy


Vira


Steven


Michel***


__ADS_1


__ADS_2