
Jam menunjukan pukul 7 malam, Vira masih setia duduk di ruangannya. Ia bingung harus melakukan apa, bingung memutuskan untuk pergi ke acara pertunangan Richard atau tidak.
Vira merasa seperti ingin memberontak, tapi sadar itu adalah hal yang gila. Tapi ia tidak mau jika Richard bertunangan dengan orang lain, karena ia mencintainya.
"Sebenarnya kamu orang yang seperti apa?" tanya Vira pada foto Richard yang menjadi profil hp miliknya.
Hingga Vira teringat satu hal, sebuah kunci yang pernah Richard berikan untuknya.
Ia mencari tahu tentang kuncinya itu, ternyata itu kunci ruang rapat yang berada di lantai 7. Tapi Vira belum sekalipun mencoba melihat apa yang ada di dalam ruang rapat itu.
Vira juga bingung, apa alasan Richard memintanya untuk menjaga kunci itu. Ia yang penasaran, langsung keluar dari ruangnnya dan berlari menuju lift.
Malam ini juga, ia harus tahu apa yang Richard sembunyikan di dalam ruangan itu. Keadaan kantor yang sudah lumayan sepi, terkesan sangat horor untuknya.
"Ruang rapat ini sudah lama tidak terpakai" ucap Vira sambil membuka pintu untuk, menggunakan kunci yang Richard berikan waktu itu.
Vira kembali menutup pintunya, agar tidak ada seseorang yang melihat. Ia terlebih dulu menyalakan lampu, karena kondisi ruangan yang sangat gelap. Matanya membulat sempurna saat melihat modelan ruangan itu.
Hampir di setiap sudut terdapat foto sekumpulan orang, Hingga Vira menemukan foto Elsa dan kedua pria yang menjadi alasan kehancuran perusahaan milik keluarga Raymond.
Vira terus terkejut saat melihat foto-foto, dan juga tulisan yang ada di sebuah papan tulis.
Ia yakin itu tulisan milik Richard, karena ia pernah melihat tulisan Richard.
Vira terus berfikir apa maksud dari semua ini.
Hingga telinganya mendengar suara yang sangat kecil, namun terdengar jelas di telinga.
Vira terus mendekat ke arah suara itu, hingga dia menemuka sebuah pintu yang lumayan kecil. Saat membukanya, Vira semakin terkejut karena terdapat ruangan yang lumayan luas.
Ruangan itu menggunakan lampu berwarna merah, Vira semakin merinding saat memasuki ruangan itu. Matanya menangkap seseorang yang duduk dengan kondisi terikat di sebuah kursi, wajahnya di tutupi sebuah karung.
Vira memberanikan diri untuk membuka karung itu, karena penasaran siapa orang itu. Saat karung itu terbuka, ia terkejut saat melihat seorang pria yang sudah membunuh Raka, pria itu adalah Arka
"Ka....ka...kamu kenapa bisa seperti ini?" tanya Vira yang gelagapan karena takut, saat melihat kondusi Arka yang sangat mengenaskan.
Mata Arka di jahit, hingga tertutup sangat rapat. Pipinya penuh dengan sayatan dan juga lambang KC.
"Kamu siapa? Tolong keluarkan saya dari sini, saya mohon" ucap Arka dengan sangat lemah.
Vira berusaha menghilangkan rasa takutnya, lalu keluar dari ruangan itu dan mencoba mengerti apa yang terjadi. Vira membaca semua yang Richard tulis, hingga Vira mengerti apa maksud dari semua ini.
Vira akhirnya mengerti, apa maksud Richard untuk menikahi Elsa. Richard menulis semua itu, Vira membaca tulisan yang paling terakhir "PERTEMPURAN".
Vira dengan cepat keluar dari sana. Tujuannya saat ini adalah mansion milik Richard.
Banyak hal yang harus di dengarnya dari mulut Richard, secara langsung. Ia berlari sangat cepat, berharap tidak terlambat.
"Pak Taxi" panggil Vira, lalu mobil taxi itu berhenti.
Vira memberitahu tujuannya, lalu mobil taxi itu melaju dengan cepat. Ia bingung kenapa tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras.
Harapannya untuk sampai dengan cepat, justru sirna begitu saja saat melihat kemacetan yang sangat padat.
"Kalau lari, lima menit pasti sampai" kata Vira yang berniat lari ke mansion milik Richard.
"Pak ini uangnya, saya turun di sini saja" kata Vira membuat supir taxi itu terkejut.
__ADS_1
"Tapi nona, masih lumayan jauh apa lagi hujan turun sangat deras" kata supir itu yang khawatir.
"Tidak apa-apa pak. Terimakasih" ucap Vira lalu turun dari taxi.
Vira berlari sekuat yang ia bisa, bajunya benar-benar basah kuyub. Vira terus memohon agar pertunangan Richard dan Elsa belum di lakukan.
Lima menit berlari, akhirnya Vira sampai di mansion megah itu.
Vira panik saat melihat keadaan mansion yang sudah sepi, ka langsung berlari masuk kedalam mansion. Semua keluarga yang berada di dalam, terkejut saat melihat Vira yang datang dengan keadaan yang basah kuyub.
"Masuk" Faris menarik Vira mendekat kearah para keluarga. Ia juga menutupi badan Vira menggunakan handuk yang maid bawakan.
"Kak Vira kemana ajah?" tanya Fara dengan wajah yang sangat khawatir.
"Kakak terlambat" ucap Tasya dengan wajah sedihnya.
Vira terdiam mencoba mengerti situasi saat ini, namun ia sudah tidak perduli dengan semua itu.
Gadis itu hanya inginĀ bertemu Richard, ia ingin tahu apa rencana pria itu.
"Kemana Richard?" tanya Vira mencoba mencari keberadaan Richard. Dan satu hal lagi, dia tidak melihat kehadiran Christy dan juga Steven.
"Malam ini mereka bertempur" ucap Faris yang berhasil membuat Vira khawatir setengah mati.
"Lo tahu kan mereka dimana? Anterin gue kesana!" Vira menatap Faris dengan wajah memohonnya.
"Kak Vira tenang dulu" ucap Raja yang tidak tega melihat keadaan Vira.
"Faris, gue mohon sama lo. Anterin gue kesana" Vira menggenggam tangan Faris, terus memohon berharap Faris mau.
Faris berfikir sejanak, bingung harus bagaimana. Membawa Vira kepada Richard, bukan hal yang mudah. Disana pasti akan sangat berbahaya.
"Kita kesana sekarang" kata Faris lalu menarik tangan Vira.
Raja yang berfikir sejak tadi, akhirnya memutuskan untuk menyusul mereka.
Mau tidak mau, ia harus bisa menyelesaikan semua masalah ini. Raja tidak ingin kehilangan lagi, cukup Raka dan ayahnya yang pergi.
"Ja, please gak usah" kata Michel yang sudah sangat khawatir dengan Christy, justru semakin khawatir saat melihat Raja yang hendak pergi.
"Ini masalah gue, Cel. Gue janji pasti balik, Chris juga disana" ucap Raja pada sahabatnya itu.
"Gue titip Chris" ucap Michel dengan tatapan sendunya.
Raja mengangguk, lalu berlari keluar mansion. Sedangkan Faris dan Vira, mereka sudah memasuki sebuah hutan belantara yang sangat gelap.
Hujan turun semakin deras, Vira tidak berhenti memohon pada Tuhan agar Richard dan Christy tidak kenapa-napa.
Hingga mobil Faris berhenti, dari kejauhan terlihat segerombolan anggota KC termaksud Christy dan Ricard. Vira yang hendak turun, justru langsung di tahan oleh Faris.
"Lo gak bisa turun sekarang" kata Faris yang terlihat sangat serius.
Vira hanya bisa pasrah mengikuti perkataan Faris. Sedangkan Christy dan Richard, mereka saling menatap satu sama lain.
Ini pertama kalinya mereka akan bertarung, mereka tidak bisa berbohong kalau ada rasa takut di hati mereka.
Mereka semua basah karena hujan yang terus turun semakin deras, para anggota KC tidak bisa tenang saat ini.
__ADS_1
Mereka takut jika Christy dan Richard terluka. Bahkan malam ini bukan hanya Christy dan Richard yang bertarung, namun Steven dan Rahel juga.
"Bang, kita bisa membatalkan ini" ucap Steven yang benar-benar tidak tenang. Ada firasat buruk yang terus menghantui batinnya.
"Kita mulai" kata Christy dengan nada bicara yang terdengar sangat menyeramkan.
Christy menyerang Richard secara berutal, begitu juga sebaliknya. Steven dan Rahel juga saling menyerang, mereka berempat benar-benar memiliki keahlian yang sama, mereka sangat unggul.
Christy yang tahu titik kelemahan Richard, tidak menyia-nyiakan kesempatannya itu.
Christy menendang kaki kanan Richard, hingga pria itu terduduk dan meringis kesakitan. Christy mati-matian menahan dirinya untuk tidak menolong Richard.
Steven langsung memberikan pukulan yang sangat kuat pada Rahel, hingga gadis itu terlempar cuku jauh. Lalu ia berlari menghampiri Richard.
"Abang gak apa-apa kan?" Ztanya Steven yang sangat khawatir dengan kondisi Richard.
Steven membantu Richard berdiri, niatnya untuk menghentikan pertempuran justru gagal saat Christy menendangnya dan juga Richard.
Kedua pria itu terlempar cukup jauh, Para anggota KC langsung membantu keduanya.
Reza dan Aron semakin khawatir melihat situasi saat ini, Christy tidak bisa di hentikan sama sekali, dia terus berusaha menyerang Richard dan juga Steven.
"Jujur bang! Cuma itu yang aku mau. Lalu semua ini selesai, apa sesusah itu untuk jujur" kata Christy dengan emosi yang masih meluap.
"Kematian abang akan menjadi jawaban untuk kamu" ucap Richard lalu menyerang Christy.
Keduanya saling memukul, Christy sesekali terkana bogeman Richard, hingga dia muntah darah. Keduanya benar-benar sudah gila, tidak ada yang berhenti menyerang.
"Ini pertama kalinya abang melukai kamu" kata Richard memegang dadanya yang terasa sakit.
"Dan ini terakhir kalinya kita bertempur" lanjutnya lalu menendang tubuh Christy dengan sangat kita, hingga Christy terlempar menghantam pohon.
Christy berusaha berdiri, dengan menahan sakit di punggungnya dan sekujur tubuhnya. Kekuatan Richard tidak bisa di pandang enteng. Richard benar-benar kuat.
"Kita lihat, siapa yang mati kali ini" kata Christy lalu kembali menyerang Richard.
Semua anggota merasa nyawa mereka hampir hilang, saat melihat Richard dan Christy terus saling menyerang, walaupun keadaan mereka sudah sama-sama mengenaskan.
Richard dan Christy sama-sama mengeluarkan darah dari mulut mereka.
"Maaf" ucap Richard dan Christy secara bersamaan. Lalu keduanya saling menendang hingga mereka terlempar cukup jauh.
Richard dan Christy terbaring dengan keadaan lemas, Para anggota KC langsung melihat keadaan kedua orang itu. Richard dan Christy benar-benar sudah gila, mereka bertarung hingga seperti ini.
"UDAH BERHENTI!" teriak Raja yang baru saja sampai di sana.
Vira dan Faris yang berada di dalam mobil, langsung keluar dan menghampiri Raja. Keadaan Christy dan Richard benar-benar sangat parah.
"Kalian berdua sebenarnya kenapa kayak gini? Kalian saling sayang, kalian adik dan abang. Terus sekarang kenapa seperti ini?" tanya Raja yang merasa frustasi dengan situasi saat ini.
Semua masalah yang terjadi justru membuat Richard dan Christy menjadi tidak akur.
"Kita selesaikan semua ini" kata Richard dan Christy secara bersamaan.
Tiba-tiba Christy dan Richard berdiri, mereka berdua mengeluarkan sebuah pistol dari saku jaket mereka.
Dengan gerakan yang sama, mereka menembakan pistol itu ke arah satu sama lain. Peluru itu tepat mengenai dada Christy dan juga Richard.
__ADS_1
Hujan tiba-tiba berhenti, bersamaan dengan ambruknya tubuh Richard dan juga Christy. Mata Richard dan Christy tertutup secara bersamaan.
"Ini yang terakhir" batin keduanya.