Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 8


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 11 malam, Christy baru saja sadar selepas operasi. Michel langsung mengecek kondisi Christy. Semua sudah kembali normal, setidaknya dia bisa bernafas lega karena Christy sudah membuka matanya.


Christy yang baru sadar saat melihat Michel yang serius mengecek kondisinya, tiba-tiba Christy langsung memeluk tubuh Michel. Michel sedikit terkejut dengan apa yang Christy lakukan, namun Michel langsung membalas pelukan kekasihnya itu.


"kamu kenapa?"tanya Michel dengan suara lembutnya.


"Cel, kamu gak apa-apakan? Bang Raka mukulnya keras banget yah?"tanya Christy lalu melepaskan pelukannya dan mengusap wajah Michel yang masih terlihat lebam.


"aku gak apa-apa Chris, udah gak usah khawatir. Kamu istirahat ajah"kata Michel yang masih bisa tersenyum di depan Christy.


"maafin aku Cel, coba ajah aku nurutin kamu untuk jangan ngelihat bunda di UGD. Ini pasti gak akan terjadi. Aku minta maaf"kata Christy menggenggam tangan Michel.


"hey kamu gak salah okey, aku gak apa-apa. Pukulan Raka gak akan buat aku sakit, udah kamu gak usah fikirin itu"kata Michel mengelus kepala Christy lembut.


Michel dan Christy cukup lama terdiam, Michel terus saja mengelus rambut kekasihnya itu. Christy menatap wajah Michel yang terlihat sangat lelah. Christy merasa kasihan melihat Michel yang seperti itu.


Walaupun sangat lelah, Michel masih saja sibuk dengan kondisinha. Pria itu sangat mencintai kekasihnya. Saat mereka saling diam, tiba-tiba Richard masuk. Michel langsung berdiri dari duduknya dan melihat Richard.


"besok princess akan dipindahkan kerumah sakit lain"kata Richard membuat Michel sangat terkejut.


"tapi bang, Chris masih dalam pengawasan gue"kata Michel sambil menggenggan erat tangan Christy.


"dirumah sakit ini ada Raka dan bundanya. Saya tidak mau sampai mereka menemukan princess!"ucap Richard yang terlihat sangat marah.


"mereka gak akan bisa nemuin Chris. Gue mohon bang, gak usah mindahin Chris. Lagi pula semua dokter yang menangani Chris ada di rumah sakit ini"kata Michel yang terus berusaha membuat Richard mengerti.


"masih banyak dokter di dunia ini. Bukan hanya kalian"kata Richard dengan tatapan yang terlihat sangat mengerikan. Michel semakin panik, dia takut jika Richard benar-benar memindahkan Christy kerumah sakit lain.


"bang, aku gak mungkin pindah dari rumah sakit ini. Lagi pula di sini ada Michel yang ngerawat aku. Aku lebih percaya sama Michel, bang. Aku gak akan nemuin bang Raka sama bunda lagi, kalau itu mau bang Richard"kata Christy yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan kedua pria itu berbicara.


"kamu memang tidak akan bertemu dengan mereka. Tapi mereka? Mereka pasti berusaha untuk mencari kamu dirumah sakit ini. Tidak ada pilihan lain selain pindah dari sini"kata Richard menatap Christy.


"bang aku mohon sama abang. Gak usah mindahin aku dari sini, banyak cara lain selain pindah dari sini. Aku bisa pindah ke ruang ICU yang lain bang"kata Christy yang terus berusaha membuat Richard mengerti, agar tidak memindahkannya kerumah sakit lain.


"tidak bisa princess! Abang tidak mau kalau sampai mereka ketemu sama kamu"kata Richard membuat kesabaran Christy habis.


"bang Richard sebenarnya kenapa? Kenapa abang usaha sekeras ini buat jauhin aku dari semua keluarga"kata Christy menatap Richard.


"ini semua demi kebaikan kamu princess! Abang gak mau kamu sampai terluka lagi karena mereka semua"kata Richard dengan tatapan tajamnya.


"bang, mereka semua gak salah. Kalau abang mau ngejauhin aku sama mereka, seharusnya hanya sama bang Raka, bunda dan Putri. Karena hanya mereka yang salah, yang lain tidak ada sangkutpautnya"kata Christy dengan nada yang sedikit lebih tinggi.


"Chris jangan terlalu emosi, kondisi kamu belum sepenuhnya stabil"kata Michel menatap Christy yang sedang dalam mode marah itu.


"aku mohon sama abang, jangan kayak gini. Kenapa abang jadi egois gini? Aku gak pernah lihat abang kayak gini, bang Richard sebenarnya kenapa?"tanya Christy menatap sendu wajah Richard.


"abang seperti ini karena abang takut lihat kamu terluka lagi princess. Kamu tidak tahu sehancur apa abang saat lihat kamu koma 3 tahun. Dunia abang seolah berhenti berputar, dan itu semua karena kamu"kata Richard menatap lekat mata Christy.


"tapi gak gini caranya bang. A ang gak harus buat aku jauh dari mereka semua. Aku sayang sama bang Richard, dan aku juga sayang sama mereka, bang"kata Christy dengan air mata yang membanjiri pipi mulusnya itu.

__ADS_1


"bang gue mohon, ngertiin perasaan Chris. Dia cuma mau ketemu sama semuanya. Chris pasti rindu sama mereka"kata Michel dengan tatapan sendunya.


"bang aku mohon"ucap Christy menatap sendu wajah Richard.


Richard merasa tidak kuat melihat tatapan memohon Christy. Richard mengacak rambutnya frustasi. Dia menjadi bingung harus berkata apa lagi, Richard benar-benar takut melakukan kesalahan jika membiarkan Christy kembali pada keluarga itu.


"okey kalau itu mau kamu. Tapi setelah kondisi kamu benar-benar baik. Setelah itu bertemulah dengan mereka semua"kata Richard lalu keluar dari ruang ICU.


"BANG RICHARD" teriak Christy namun Richard terus saja berjalan dan keluar dari ruang ICU.


"jangan nangis lagi okey, kamu harus istirahat supaya kondisi kamu membaik dan bisa ketemu sama mereka lagi"kata Michel tersenyum pada Christy.


"Cel, aku harus seneng atau sedih sekarang? Bang Richard emang bolehin aku ketemu sama mereka. Tapi kayaknya itu buat dia marah, apa aku salah?"tanya Christy sambil menatap Michel.


"bang Richard hanya butuh waktu, Chris. Kamu harus istirahat okey"kata Michel lalu mengecup singkat kening Christy.


Sedangkan Richard, dia keluar dari ICU dan hendak pergi dari rumah sakit. Namun saat di lobby, Richard bertemu dengan Vira. Richard hanya berjalan dan melewati Vira, seolah dia tidak melihat keberadaan gadis itu.


Vira langsung mengejar Richard hingga keluar dari rumah sakit. Vira menahan tangan Richard, namun langsung di hempaskan oleh pria dingin itu. Lalu dengan cepat Vira berjalan dan menghalangi Richard dari depan.


"mau lo apa sih?"tanya Vira dengan nada kesal, namun Richard hanya menatapnya seolah tidak mengerti dengan perkataan gadis itu.


"maksudnya?"tanya Richard membuat Vira semakin kesal.


"sebenarnya mau lo apa? Lo buat gue bingung tau gak. Lo ngehindar dari gue, apa karena gue bilang lo itu egois?"tanya Vira dengan nada sedikit lebih tinggi.


"dis sni banyak orang, mereka nanti berfikir saya berbuat aneh sama kamu"kata Richard dengan santainya, membuat Vira menatapnya sinis.


"kamu tidak punya salah pada saya. Sudahlah saya sibuk!"kata Richard lalu berjalan hendak meninggalkan Vira.


Vira langsung berlari dan menahan Richard lagi. Richard menatap tajam wajah gadis itu. Bukannya takut, Vira justru menatap tajam kearah Richard.


"lo ngomong seolah gue gak ada harganya di mata lo. Gue bingung sama lo tau gak. 3 tahun lalu lo bilang ke gue, kalau gue beruntung karena udah ngisi hati lo. Dan seminggu lalu, lo bilang bakal hidup bareng gue. Maksud lo apa sih hah? Lo mau buat gue berharap lebih sama lo, iya?"tanya Vira dengan wajah yang terlihat sangat emosi.


"saya tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan"ucap Richard membuat Vira semakin kesal.


"ternyata gue salah karena berharap lebih sama lo. Gue terlalu bodoh karena mikir lo punya perasaan ke gue. Kalau lo cuma mau buat gue berharap tanpa kepastian, mendingan lo berhenti sekarang. Lo cuma buat gue terlihat kayak orang bodoh tau gak"kata Vira lalu pergi meninggalkan Richard yang terdiam.


Richard terdiam cukup lama, hingga dia tidak sadar jika sedari tadi pertengkarannya dengan Vira di saksikan seseorang. Richard terbuyar dari lamunannya karena ada sebuah batu yang di baluti kertas dilemparkan kepundaknya.


Dengan cepat Richard langsung membuka kertas itu, ada sebuah kalimat panjang yang tertulis disana. Seketika emosi Richard menguasai dirinya, matanya mencari hingga keseluruh sudut. Namun tidak ada orang sama sekali.


"gadis itu mencintai abang, kenapa berpura-pura tidak tahu? Apa abang gak cinta sama dia? Sudah aku duga, hati abang memang hanya diisi oleh satu gadis. Lalu kenapa membuat gadis yang lain berharap lebih? Apa hanya untuk pelampiasan? Setahu aku, abang tidak sejahat itu. Lupakan gadis yang abang cintai, buka hati abang untuk gadis yang lain"begitu kalimat yang tertulis dikertas itu


Richard merasa sangat marah, Richard langsung pergi menggunakan mobilnya. Didalam mobil Richard terus saja meremas kertas itu wajahnya menjadi merah akibat sangat emosi


"sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan. Abang tahu kamu pasti bisa mendengar abang saat ini, abang mohon jangan bertindak terlalu jauh. Semua akan hancur kalau kamu bersikap seperti ini"kata Richard marah sambil memukul stir mobilnya berkali-kali hingga membuat tangannya berdarah.


//skip//

__ADS_1


Dimansion Raymond semua orang seketika terkejut saat mendengar apa yang Raka katakan tentang Christy. Mereka tidak menyangka jika Michel tahu keberadaan Christy selama ini. Raymond benar-benar terkejut mendengarnya. Terlebih lagi para sahabat mereka.


Raja yang sudah tahu lebih awal hanya bisa terdiam, Raja bingung harus berkata lagi. Raja ingin marah. Namun itu tidak bisa karena dia tahu Michel yang merawat Christy selama ini. Jika membenci Michel itu terkesan sangat kejam.


"kalau begitu kita kerumah sakit sekarang"kataegan yang sudah menangis tersedu-sedu akibat mendengar Christy sudah ditemukan.


"aku tidak tahu ada diruangan mana Chris, mom. Setelah dioperasi, Michel membawa Chris kesatu ruang, dan Raka gak tau itu dimana"kata Raka membuat Megan merasa sangat sedih, harapannya seolah hilang begitu saja.


"jangan menemui princess sebelum dia benar-benar pulih"kata Richard yang baru saja masuk.


PLAK


Suara tamparan terdengar keras dimansion, Raymond dengan sangat kuat menampar anak sulungnya itu. Seketika Richard menjadi sangat marah, Richard menatap Raymond tajam. Seolah tidak perduli jika itu adalah ayahnya.


"seandainya 3 tahun lalu kamu tidak memisahkan kami dari Chris, semua ini tidak akan terjadi. Keluarga kita hancur, apa ini yang kamu mau? Ayah sakit-sakitan pun kamu seolah tidak perduli"kata Raymond menatap kecewa pada anak sulungnya itu.


"Ray, sudahlah. Jangan seperti ini"kata Wijaya berusaha membuat Raymond untuk tetap tenang.


"dia harus sadar, kalau semua yang dia lakukan itu membuat orang menderita. Dia sudah sangat dewasa, kenapa berperilaku seperti ini"kata Raymond membuat Richard menatapnya sambil tersenyum sinis.


"anda bertanya kenapa saya berprilaku seperti ini? Apa anda sadar dengan apa yang anda katakan?"tanya Richard tersenyum sinis sambil menatap remeh wajah Raymond.


"Richard udahlah, kasihan ayah"kata Faris menatap tajam pada pria seumurannya itu.


"pria seperti dia tidak perlu di kasihani. Tampangnya saja yang seperti orang baik, nyatanya? Kelakuan tidak ada bedanya dengan sampah"kata Richard dengan sangat menusuk membuat semua orang merasa sedih mendengarnya.


"abang kenapa sih? Udah dong. Yang abang sedang ajak berbicara adalah ayah bang Richard sendiri"kata Raja yang sudah tidak bisa sabar menghadapi abangnya itu.


"ayah? Dia sudah bukan ayah saya sejak 18 tahun lalu"kata Rjchard menatap sinis pada Raymond lalu pergi menuju kamarnya.


Raja dan yang lain merasa ada yang janggal dengan perkataan Richard, pria itu seolah memiliki arti di dalam kalimatnya. Sedangkan Raymond dia hanya terdiam dan tidak berkata sedikit pun.


"antar ayah kekamar"kata Raymond menatap Raja, membuat Raja langsung mendorong kursi roda Daymond menuju kamar.


PRANG


DOR


DOR


Dikamar Richard terdengar sangat ribut, suara tembakan dan suara barang pecah terdengar begitu keras. Semua orang merinding dengan apa yang Richard lakukan. Entahlah pria itu seperti orang gila jika marah.


Sedangkan didalam kamar, Richard seperti orang kesetanan. Semua barang yan ada di dekatnya di tembak hingga pecah. Semua barang pecah terkecuali satu bingkai foto yang berisi foto Vhristy dan dirinya. Richard tersenyum dengan tatapan sendunya menatap bingkai itu.


Wajahnya tersenyum di foto itu, seperti bukan Richard. Richard merasa Christy memang berpengaruh besar di hidupnya. Senyuman itu bisa muncul karena Christy, kebahagiaan bisa muncul karena ada Christy. Semua itu adalah karena Christy.


Richard mengambil sesuatu yang ada di lemarinya, lalu duduk di king size miliknya. Dua bingkai foto di pegangnya bersamaan. Di bingkai foto yang satu terlihat foto seorang pria paruh baya menggendong anak laki-laki yang terlihat sangat tampan. Richard merasa sangat marah melihat foto itu. Itu adalah fotonya bersama dengan Raymond ayahnya. Wajah mereka begitu mirip seperti ayah dan anak pada umumnya.


"andai mereka semua tahu prilaku anda dulu seperti apa, saya tidak bisa membayangkan sebesar apa rasa kecewa meraka pada anda. Bahkan saya yang dulu sangat mengidolakan anda, seketika semua hilang karena prilaku anda"kata Richard menggenggam erat bingkai foto itu hingga pecah dan melukai tangannya.

__ADS_1


Mata Richard menatap tajam foto yang sudah hancur karena di genggamnya terlalu kuat itu. Mata pria itu menjadi merah hingga mengeluarkan air. Dia menangis? Tapi kenapa? Apa ada yang salah? Richard memang terlalu sulit untuk ditebak.


"saya berharap, saya tidak menjadi pria seperti anda"kata Richard lalu membakar fotonya dan Raymond. Foto itu seketika hilang menjadi abu.


__ADS_2