Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 51


__ADS_3

Hari ini ada rapat penting di JP Morgan Chase, semua perusahaan datang untuk menghadiri rapat itu. Termaksud Raja dkk dan juga Christy.


Vira terlihat sibuk menyiapkan beberapa berkas, Christy dan Richard juga sibuk mempersiapkan hasil presentasi yang akan mereka lakukan nanti.


"Princess, bisa selesaikan ini untuk Abang?" tanya Richard lalu memberikan beberapa berkas pada Christy.


"Bisa, tapi Abang mau ke mana?".


"Abang mau bicara sebentar sama Vira. Hanya sebentar" ucap Richard mengecup kening Christy. Lalu ia berjalan mendekat kearah Vira kekasihnya itu.


Vira menatap Richard seolah bertanya ada apa, namun pria itu tidak menjawab. Richard langsung memegang tangan Vira dan membawanya keluar dari ruang rapat.


"Richard, lima menit lagi rapat akan mulai. Kita gak bisa kemana-mana" kata Vira menahan Richard yang menarik tangannya.


"Hanya sebentar" ucap Richard lalu memasuki gudang yang ada di dekat ruang rapat.


Vira sedikit bingung dengan kelakuan kekasihnya itu, ada yang aneh dari Richard hari ini.


"Vira, dengarkan saya baik-baik" kata Richard lalu memegang kedua pundak Vira, menatap lekat mata gadisnya itu.


Lalu Richard mengeluarkan sebuah kunci dari saku jasnya, memberikannya pada Vira. Gadis itu semakin bingung dengan yang terjadi saat ini.


"Ini kunci apa?" tanyanya sambil melihat kunci yang ada di tangannya itu.


"Jaga kunci ini baik-baik, apapun yang terjadi jaga kunci ini baik-baik" kata Richard dengan penuh penekanan di setiap katanya.


"Okey, aku pasti jaga kunci ini. Tapi ini kunci apa Richard? Bisa kasih tahu aku?" tanya Vira yang masih sangat bingung.


Bukannya menjawab, Richard justru langsung memeluk Vira. Mengelus lembut rambut kekasihnya itu.


"Dengarkan saya baik-baik, apapun yang terjadi nanti saya mohon tetap percaya sama saya. Saya mau, kamu menganggap semua perkataan saya adalah kebohongan. Semaunya!! Saya mohon" kata Richard yang semakin membuat Vira bingung.


"Mana mungkin gitu? Aku percaya sama kamu. Kamu gak mungkin bohongin aku" ucap Vira melepaskan pelukannya, lalu menatap mata Richard.


"Apapun yang terjadi nanti, jangan percaya sama saya. Ingat itu" Richard mengulang kalimatnya. Ia menggenggam erat tangan kekasihnya itu.


Richard langsung membawa Vira keluar dari gudang, mereka kembali masuk kedalam ruangan rapat.


Semua orang sudah lengkap saat ini, Vira langsung mengambil posisi begitu juga Richard.


"Bang, kita mulai rapatnya" kata Christy selaku pemilik perusahaan JP Morgan Chase.


Rapat berjalan sangat serius, Christy dan Richard mempresentasikan dengan sangat serius dan juga berwibawa.


"Seperti yang kalian semua tahu, hari ke hari perusahan saya semakin meningkat dan banyak perusahan yang terus berdatangan untuk meminta bekerja sama. Tapi terkadang, ada beberapa perusahan yang hanya menumpang nama di perusahan saya" ucap Christy yang memperlihatkan smirk andalannya.


"Dan juga, banyak perusahan yang mengambil banyak keuntungan dari perusahan saya. Kalian semua tentu tahu siapa saya. Saya bisa saja menyebutkan nama-nama perusahan bodoh itu, tapi saya masih punya rasa kasihan" kata Christy yang seketika terlihat mengerikan.

__ADS_1


Christy terus menjelaskan dan memberitahu banyak hal tentang perusahan, banyak orang yang takut saat mendengar Christy dan Richard berbicara. Keduanya terlihat sangat mengerikan.


Rapat terus berjalan, beberapa perusahan juga menjelaskan beberapa hal. Christy dan Richard dengan serius mendengar semua penjelasan dari beberapa perusahan.


"Baik, saya rasa rapat hari ini selesai" kata Christy yang hendak menutup rapat.


"Princess, ada yang Abang harus sampaikan" ucap Richard membuat Christy mengangguk. Lalu duduk membiarkan Richard berbicara.


"Hari ini saya ingin memberitahu sesuatu kepada kalian semua" kata Richard yang terlihat sangat serius.


Richard terdiam sejenak, menatap lurus ke depan. Hingga tiba-tiba seorang gadis mendekat kearahnya, lalu menggenggam tangannya.


"Kami berdua akan segera menikah" ucap gadis itu membuat semua orang sangat terkejut.


Vira seketika terdiam, kakinya terasa sangat lemas. Dadanya sangat sakit rasanya, perkataan gadis itu membuatnya sakit.


"Maksudnya apa?" tanya Faris yang juga menghadiri rapat hari ini.


"Kami akan menikah, tapi sebelum itu kami akan bertunangan terlebih dahulu" lanjut gadis itu yang tidak lain adalah Elsa.


"Elsa, kenapa gak bilang ke papi hmm?" tanya Admaja papi Elsa.


"Papi jangan marah yah, Elsa kan mau ngasih surprise buat papi" kata Elsa sambil tersenyum manis.


"Papi turut senang atas keputusan kalian berdua" ucap Admaja yang terlihat bahagia.


"Kita keluar yuk, sayang" ucap Elsa lalu menggandeng tangan Richard. Ia bahkan memberikan tatapan sinis pada Vira.


Belum sempat Elsa menarik Richard, tangan Christy lebih dulu menahan tangan abangnya itu. Tatapannya terlihat menakutkan.


"Gue ada urusan sama Richard, bisa lepas gak tangan Lo itu" ucap Elsa yang langsung mendapat tatapan elang dari Richard.


"Gue adiknya! Lo gak berhak ngelarang gue buat nahan Abang gue sendiri. Ngerti Lo!!" kata Christy lalu menarik Richard hingga genggam Elsa terlepas.


"Rapat hari ini selesai" ucap Christy lalu menarik Richard keluar dari ruang rapat.


Faris langsung menghampiri Vira, gadis itu terlihat sangat syok.


"Lo gak apa-apa kan?" tanya Faris yang hanya di balas senyuman olah Vira.


"Gu--gu--gue mau ngurusin berkas dulu" ucap Vira lalu pergi meninggalkan Faris.


"Apa lagi rencana Abang Lo itu?" tanya Faris pada Steven yang hanya diam sejak tadi.


"Gue juga gak tahu" Steven pun bingung harus berkata apa lagi. Kali ini Richard tidak memberitahu nya apa-apa.


Berbeda dari yang lain, Christy membawa Richard ke ruangannya. Ia sangat bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi, Elsa dan Richard akan menikah? Sangat gila menurutnya.

__ADS_1


"Bang, bisa jelasin sekarang?" tanya Christy yang terlihat menahan amarahnya.


"Tidak ada yang harus Abang jelaskan lagi, Princess. Seperti kata Elsa tadi, Abang dan Elsa akan menikah" ucap Richard yang semakin membuat Christy menggila.


"Bang, terus kak Vira gimana? Mau Abang kemanain kak Vira? Abang gila?" tanya Christy sambil mendorong Richard dengan sangat kuat. Ia sangat marah dengan berita pernikahan Richard dan Elsa.


"Kalaupun Abang harus nikah, itu sama kak Vira. Bukan Elsa! Batin aku emang udah gak bisa ngelihat isi hati orang lain. Tapi aku bisa tahu betul, orang seperti apa Elsa itu" lanjutnya.


Sejak awal bertemu dengan Elsa, ia sangat tidak menyukai gadis itu. Entah kenapa aura jahatnya benar-benar terlihat jelas.


"Princess, sebaiknya kamu bantu persiapan pernikahan Abang" Richard kembali berbicara hingga berhasi membuat Christy naik pitam.


"Kalau ada orang yang bakal batalin pernikahan Abang, itu adalah aku bang! Aku orang pertama yang akan membatalkan pernikahan Abang!!" ucap Christy.


"Princess Abang mohon jangan seperti ini. Bantuin Abang okey" Richard terus mengulangi kalimatnya. Hingga membuat Christy kehabisan akal untuk menghadapinya.


"Abang cowok paling brengsek yang pernah aku kenal! Apa sih yang buat apa sekeras ini mau nikah sama Elsa? Dia ngasih apa ke Abang?" tanya Christy yang mati-matian menahan emosinya, agar tidak memukul Richard.


"Ini demi kebaikan keluarga kita Princess. Abang mohon mengerti".


"Untuk pertama kalinya, aku nyesel udah kenal sama Abang. Ngerti!!" kata Christy lalu hendak keluar dari ruangannya.


Namun ia berhenti saat melihat ada Vira, ternyata gadis itu mendengar semuanya.


"Chris, kamu gak boleh ngomong gitu ke Richard" kata Vira membuat Christy sedih mendengarnya.


"Tapi kak, dia udah nyakitin kakak. Kak Vira masih belain dia?" tanya Christy menatap sendu wajah Vira.


"Ini udah keputusan Richard, kakak bisa mengerti. Lagian kakak gak apa-apa" ucap Vira yang masih bisa tersenyum, meski hatinya terasa panas.


Vira berjalan mendekat kearah Richard, lalu memeluk pria dingin itu. Richard hanya diam, merasakan kenyamanan saat Vira memeluknya.


"Walaupun cuma sebentar, aku bersyukur bisa punya hubungan sama kamu" kata Vira sambil mengelus punggung Richard.


Vira melepaskan pelukannya, lalu menatap lekat mata Richard.


"Kamu tahu kan aku sayang banget sama kamu, aku senang kalau kamu juga senang. Aku gak tahu aku salah apa, sampai kamu kayak gini. Tapi aku berusaha buat ngertiin kamu, semoga kamu bahagia sama pilihan kamu" ucap Vira lalu hendak pergi, namun Richard menahannya.


"Kalau kamu sayang sama saya, jangan pergi meninggalkan kantor ini. Jangan berhenti bekerja hanya karena saya dan Elsa akan menikah" kata Richard membuat Vira mati-matian menahan air matanya.


"Bang Richard apa-apaan sih!!" ucap Christy yang tidak suka mendengar perkataan Richard.


"Kalau kamu sayang sama saya, kamu tidak akan meninggalkan Jakarta" Richard kembali berbicara.


Vira berusaha tetap tersenyum saat mendengar perkataan Richard. Mana bisa pria itu tetap menyuruhnya berada di dekatnya? Saat dia justru memilih gadis lain. Benar-benar tidak punya hati.


"Aku gak akan kemana-mana, sampai hari pernikahan kamu" ucap Vira lalu pergi dari sana.

__ADS_1


"Brengsek!!" ucap Christy.


__ADS_2