
Pagi hari di mansion Raymond, semua maid harus bersabar karena terkena amukan dari Richard. Saat bangun di pagi hari, Richard masuk ke kamar Christy untuk melihat keadaan gadis itu. Ia malah mendapatkan kamar itu kosong tidak perpenghuni.
Meskipun sudah di beritahu oleh Raja, kalau Christy menginap di apartement milik Michel. Richard tetap tidak tenang, pria itu memang tidak bisa tenang kalau Christy tidak pulang semalaman.
"bang, Chris udah mau pulang. Jangan marah-marah terus. Kasihan semua pelayan"kata Raja yang melihat semua pelayan dan maid ketakutan karena abangnya itu.
Baru saja Raja mengatakan Christy akan pulang, gadis itu berjalan masuk ke dalam mansion. Semua maid setidaknya bisa bernafas lega, gadis itu bingung kenapa suasana mansion sedikit menegangkan.
"Chris, akhirnya kamu pulang. Mansion ini bisa berubah jadi lautan darah, kalau dalam lima menit kamu tidak sampai"kata Raka membuat Christy bingung.
"maksud bang Raka apa?"tanya Christy bingung.
"bang Richard, dia pagi-pagi sangat marah karena kamu tidak ada di mansion. Semua orang terkena dampaknya"ucap Raka membuat Christy mengerti.
"Chris, kamu duduk dulu. Kita sarapan bersama"kata Raja menyuruh adiknya itu.
"nanti ajah bang. Aku mau ke kamar dulu"kata Christy tersenyum. Lalu berjalan naik ke atas, meninggalkan ruang makan.
Raka dan Raja saling menatap, mereka merasa ada yang aneh pada Christy. Biasanya gadis itu lebih dulu menyapa Richard. Namun sekarang jangankan menyapa, melirik pun tidak. Benar-benar aneh.
Baru saja mereka hendak bertanya pada Richard, tiba-tiba pria itu berdiri dari duduknya dan pergi menyusul Christy. Raka dan Raja semakin yakin, ada yang salah di antara kedua orang itu.
Christy yang hendak menutup pintu kamarnya, sedikit terkejut karena Richard ada di depan kamarnya dan menahan pintu itu. Christy terus mendorong pintu itu, tapi Richard semakin menahannya agar pintu itu tidak tertutup.
Richard menarik gagang pintu begitu kencang, membuat Christy terjungkal kedepan menabrak tubuh propsional miliknya. Richard masuk kedalam kamar Christy, lalu menutup pintu itu agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"kenapa bang? Kalau gak penting, nanti ajah yah. Aku mau mandi"ucap Christy yang terlihat berusaha sopan.
"kenapa tidak menghubungi abang, kalau semalam kamu tidak bisa pulang?"tanya Richard yang terlihat sedikit marah.
"sebaiknya cek hp abang itu. Ada berapa pesan dan panggilan dari aku"kata Christy membuat Richard langsung mengecek hp nya. Benar saja, ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab. Ini adalah resiko karena hp nya tidak pernah bersuara. Hp nya selalu senyap dan alasannya adalah karena dia tidak suka jika hp nya berisik.
"yasudah"kata Richard lalu hendak keluar namun perkataan Christy membuatnya terdiam sejenak.
"sebenarnya abang kenapa? Apa aku berbuat salah? Jika aku salah, katakan agar aku perbaiki. Jangan menjauh seperti ini, abang buat aku sedih"kata Christy menatap sendu punggung Richard yang membelakanginya itu.
Bukannya menjawab perkataan Christy, dia justru pergi dari sana. Christy menghembuskan nafasnya gusar, ia bingung kenapa Richard berubah. Apa karena kepergian Raymond? Tapi apa hubungannya dengan Christy? Sungguh, Richard membuatnya bingung.
//skip//
Di markas KC terlihat Rahel yang baru bangun, hari ini gadis itu sedikit malas untuk ke sekolah. Saat dia keluar dari kamarnya untuk mengecek apa semua anggota KC sudah bangun atau belum. Semua anggota KC menunduk hormat, saat melihat sang leader muncul di hadapan mereka.
"kalau gak ada bang Richard, gak usah nunduk-nunduk gitu. Lagian aku terlalu muda di sini"kata Rahel mengingat umurnya yang terlalu mudah di bandingkan semua anggota.
"makanya cepat tua. Jangan muda mulu"kata Aron meyelipkan kepala Rahel di ketiaknya, membuat gadis itu kesal.
Aron selalu saja menganggungnya, entah apa yang Rahel perbuat, hingga pria itu selalu menjaihilnya. Dan mereka selalu berakhir terkena amukan dari Richard, mereka selalu di marahi karena membuat markas gaduh.
"bang udah. Kasihan Rahel"kata Reyhan yang baru saja tiba. Rahel tersenyum melihat pria itu datang.
"ciee pangerannya udah datang"kata Aron mencubit gemas pipi Rahel.
"apaan sih bang"kata Rahel kesal namun membuat Aron tertawa.
"mau latihan?"tanya Reza sambil memakan bubur yang di beli anggota KC.
"enggak bang. Tadi ke sekolah, tapi bosen gak ada temen. Jadi gue ke sini ajah"kata Reyhan yang masih memakai baju sekolahnya.
"pasti lo kesini karena mau berduaan sama Rahel"ucap Aron lalu menjitak kepala Reyhan.
"tau ajah lo bang"kata Reyhan tersenyum, membuat Rahel tersipu malu.
"tapi lo harus nunggu sampai jam 11"kata Aron membuat Reyhan dan Rahel bingung.
"emangnya ada apa bang? Bukannya Rahel tidak ada jadwal latihan hari ini?"tanya Reyhan bingung.
"hari ini......Hari pertemuan rutin antar mafia akan di lakukan. Gue rasa, lo juga bakal datang. Secara lo leader BlackRose"kata Aron membuat Reyhan langsung mengecek hp nya. Benar saja, ada pesan masuk dari anggotanya soal pertemuan rutin antar mafia.
"tapi kenapa aku yang pergi? Kak Chris?"tanya Rahel bingung.
__ADS_1
"dia pasti ikut. Pertemuan antar mafia adalah salah satu cara agar mereka bisa bertemu Chris. Karena hanya di pertemuan rutin, Christy memperlihatkan wajahnya secara terang-terangan"kata Reza menjelaskannya pada Rahel dan Reyhan.
"aku dan kak Chris yang akan ke acara itu?"tanya Rahel.
"tidak akan lengkap, kalau jendralnya tidak ada"ucap Aron memperagakan gaya Richard jika sedang terdiam. Membuat para anggota tertawa.
"puas sekali kalian menertawakan saya"kata seseorang yang baru saja masuk. Seketika suara tawaan itu menghilang. Karena melihat si jendral baru masuk.
"ehh datang orangnya"kata Aron terkekeh, seakan tidak takut karena sudah mengejek Richard.
"Rahel, kamu harus bersiap sekarang. Lima menit lagi kita berangkat"kata Richard,
lalu duduk di sofa sambil meminum kopi yang ada di meja.
"itu kopi gue. Kok lo minum sih"ujar Aron menatap Richard, membuat pria itu meliriknya sebentar.
"tidak ada namanya di sini. Jadi ini bukan punya siapa-siapa"kata Richard lalu kembali meminum kopi itu, membuat semua anggota KC terkekeh.
"bang, kak Chris nya mana? Kita berangkat sama dia kan?"tanya Rahel. Bukannya menjawab, Richard menyandarkan kepalanya di sofa, lalu menutup matanya.
"bang, abang denger kan?"tanya Rahel yang langsung di angguki Richard.
"abang dengar. Bersiap sekarang, kita berangkat berdua"kata Richard membuat Rahel dan yang lain menjadi bingung.
"lalu princess bagimana? Dia berangkat dengan siapa?"tanya Reza menatap Richard yang menutup matanya.
"dia bisa berangkat sendiri. Lagi pula, dia juga tahu di mana tempatnya"kata Richard lalu berdiri dan berjalan menuju ruangan miliknya.
Semua anggota KC bertanya-tanya, ada apa dengan jendral mereka itu. Tidak seperti biasanya, Richard bersikap aneh akhir-akhir ini. Rahel pun merasakan ada yang aneh dari Richard, akhir-akhir ini Rahel selalu menanyakan keadaan Christy pada Richard.
Namun Richard selalu mengalihkan pembicaraan. Ia ingin bertanya langsung pada Christy. Tapi Reza melarangnya. Entahlah ada apa antara dua orang itu.
"Rahel, sebaiknya kamu bersiap sekarang. Richard tidak suka menunggu"kata Reza lalu Rahel mengangguk dan kembali masuk kedalam kamarnya untuk bersiap.
//skip//
Di salah satu gedung yang sangat besar, banyak mobil mewah yang terparkir di sana. Dari masing-masing mobil, keluar beberapa pria tampan dan pria paruh bayah. Mereka semua adalah para mafia, mulai dari ketua hingga jendral mafia.
Rahel tersenyum saat melihat ada Reyhan di sana, pria itu berdiri di samping seorang pria yang cukup tua, dia adalah Alexis ayah Reyhan ketua BlackRose sebelumnya. Alexis perlahan maju mendekat ke arah Richard, mereka berdua bersalaman.
"saya kira kamu tidak datang"ujar Alexis tersenyum menatap Richard.
"mana mungkin saya tidak hadir"kata Richard tersenyum tipis.
"apa kabar Rahel?"tanya Alexis menatap Rahel yang berdiri di samping Richard.
"saya baik sejauh ini"kata Rahel dengan sangat berwibawa. Alexis tersenyum melihat Rahel yang hari ke hari semakin baik.
"oh yah, Richard. Di mana Chris?"tanya Alexis yang menyadari jika Christy tidak ada.
Baru saja Richard ingin menjawab, suara klakson mobil berbunyi. Semua orang menatap mobil itu, hingga seorang gadis cantik turun dari mobil itu. Semua mafia terkejut dengan kedatangannya. Semua orang menunduk hormat, dan tersenyum pada gadis itu.
Gadis itu menjadi tamu yang paling di tunggu, jika pertemuan rutin di lakukan. Siapa lagi kalau bukan Christy Walton Raymond, seorang leader mafia terkuat di seluruh dunia. Christy berjalan dengan wajah angkuhnya, wajah cantiknya berhasil membuat para mafia itu terdiam.
"akhirnya, orang yang di tunggu datang juga"kata Alexis lalu berjabat tangan dengan Christy.
"apa kabar om?"tanya Christy tersenyum tipis.
"saya memang sudah tua, tapi jiwa saya masih seperti anak muda"ujar Alexis terkekeh membuat Christy tersenyum.
"sebaiknya kita masuk sekarang"kata Alexis, lalu berjalan masuk di ikuti para mafia yang lainnya.
Christy berjalan paling depan, begitu juga dengan Richard dan Rahel. Ruangan itu di penuhi para mafia, Rahel merasa tidak nyaman di sana. Acara ini memang di datangi banyak tamu, tapi suasanya sedikit menyeramkan. Rahel menatap Christy yang sibuk berbicara dengan beberapa orang.
"halo Christy"sapa seorang pria tampan, dengan senyuman indahnya itu. Wajahnya terlihat begitu tampan, tidak ada cela sedikitpun di wajah pria itu.
"halo"balas Christy dengan wajah angkuhnya.
"kamu masih ingat pada saya?"tanya pria itu menatap Christy.
__ADS_1
"penerus Golden Black mafia?"tanya Christy membuat pria itu mengangguk.
"saya kira kamu sudah lupa"ucap pria itu tersenyum.
"kamu semakin hari semakin cantik saja. Kadang saya bingung, kenapa ada mafia secantik kamu"kata pria itu tersenyum.
"Arsen, saya tahu kalau saya cantik. Tanpa kamu bilang, saya sadar kalau saya cantik"kata Christy tersenyum miring, menatap pria bernama Arsen itu.
"bahkan nama saya yang keluar dari mulut kamu terdengar indah"kata Arsen menatap Christy penuh minat.
"jangan mengganggu milik orang"kata seorang pria, mendekat ke arah Christy.
Semua orang terkejut melihat kedatangannya, bahkan Arsen susah payah menutupi rasa takutnya saat melihat pria di hadapannya itu. Semua orang mulai berbisik, kenapa dia bisa ada di sana.
"Steven?"Arsen menatap pria di samping Christy itu.
"Yap, saya Steven. Saya rasa kalian masih mengingat saya"ujar Steven dengan smirk andalannya.
Richard juga sedikit terkejut, karena Steven ada di sana. Pria itu seharusnya masih di rumah sakit. Adiknya itu memang keras kepala.
"princess, menjauh dari pria buaya ini"kata Steven menata Arsen sinis. Lalu menarik Christy menjauh dari Arsen.
"abang kenapa bisa di sini? Bukannya masih di rumah sakit?"tanya Christy berbisik pada Steven.
"abang bosan di rumah sakit. Lagi pula, kalau abang tidak ada, kamu sama siapa hmm? Bang Richard saja tidak menegur kamu. Dan juga, Michel menitipkan kamu pada abang"kata Steven membuat Christy menghembuskan nafasnya gusar.
"nanti kita pulangnya bareng yah. Abang ke sini naik taxi. Kalau pulang naik taxi lagi, abang gak bawa duit"kata Steven membuat Christy menahan tawanya.
"abang ada-ada saja"kata Christy terkekeh.
"princess lihatlah wajah Rahel. Dia sepertinya belum terbiasa dengan acara ini"ucap Steven membuat Christy melihat ke arah Rahel. Gadis cantik itu hanya diam di samping Richard. Christy memaklumi sikap Rahel, karena dulu ia juga seperti itu.
"abang tidak menyangka, kamu akan memiliki pengganti secepat ini"kata Steven menatap Christy.
"dulu aku kira, aku tidak akan bertahan hidup. Tapi ternyata, takdir berkata lain"kata Christy yang juga menatap Steven.
"kalau tuhan mengembil kamu, hidup semua orang akan sangat hampa. Keberadaan kamu, sangat berarti untuk semua orang"ujar Steven tersenyum tipis.
"semua orang berbicara tentang pertempuran antara KC dan GDM"kata Steven membuat Christy mengangguk mengerti.
"semua orang pasti sudah tahu. Kalau GDM telah kembali. Apa lagi, mereka mencari masalah dengan kita"kata Christy.
"Kapan pertempuran itu di mulai?"tanya Christy menatap Steven.
"malam ini"jawab Steven.
"jaga bang Richard dan yang lain. Aku percaya sama abang"kata Christy menatap manik mata Steven.
"abang janji. Kita akan menang malam ini"kata Steven menggenggam tangan Christy.
Saat Steven dan Christy sedang berbicara. Richard dan Rahel datang menghampiri mereka, Christy sebisa mungkin mengalihkan pandangannya dari Richard.
"kamu yakin, malam ini mau ikut?"tanya Richard menatap Steven.
"aku yakin bang"kata Steven dengan sangat yakin.
"bang Steven, aku kesana dulu"kata Christy pada Steven, lalu pergi dari sana dan berbicara pada Alexis dan Reyhan.
"sebenarnya, apa yang ada di fikiran abang? Kasihan Princess bang"kata Steven yang kesal dengan Richard.
"kamu tahu alasan abang Steven"kata Richard membuat Steven menghembuskan nafasnya gusar, mengacak rambutnya frustasi.
"apa abang gak bisa jujur ajah? Apa sesulit itu?"tanya Steven. Rahel mejadi bingung dengan apa yang kedua pria itu bicarakan.
"kita bahas ini nanti"kata Richard membuat Steven semakin kesal.
Baru saja Steven hendak berbicara, matanya menangkap Christy yang berjalan menuju pintu keluar. Steven berlari lalu menahan gadis itu.
"kamu mau kemana princess? Acaranya belum selesai"kata Steven menatap Christy.
__ADS_1
"aku harus ke kantor. Nanti ada supir yang jemput abang. Aku pergi dulu"kata Christy lalu pergi dari sana.
"abang tahu, kamu tidak ke kantor princess. Apa sesulit itu untuk jujur, kalau kamu sedih?"kata Steven dengan suara yang sangat kecil.