Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 65 (FLASHBACK)


__ADS_3

Christy walton Raymond, gadis berumur 9 tahun yang saat ini menduduki posisi pertama sebagai leader mafia terkuat di seluruh dunia.


Posisinya sebagai leader di umur nya saat ini, membuat banyak orang tidak percaya.


Seorang gadis yang seharusnya bermain bersama temannya, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.


Berbeda dengan Christy, ia hanya menghabiskan waktunya di arena pertempuran, bersenang-senang dengan semua musuhnya.


Saat ini Christy hanya duduk bersantai di markas, menunggu kedatangan Richard dan juga Steven.


Ia tersenyum saat melihat kedatangan kedua pria tampan itu. Tanpa fikir panjang ia berlalu menghampiri mereka.


BRUK


Tubuhnya yang tidak sengaja di tabrak oleh anggota KC, membuatnya hampir terjatuh.


Bukannya marah, gadis itu hanya tersenyum tipis. Richard dan Steven menatapnya, hingga mereka di buat terkejut. Saat Christy menembak orang yang menabraknya barusan.


Richard langsung merebut pistol yang Christy pegang. Lalu melihat keadaan anggota KC yang baru saja di tembak itu.


"Dia masih hidup. Segera bawa ke rumah sakit. Cepat!" ucap Richard pada anggotanya yang lain.


Orang itu langsung di bawa pergi. Richard menatap darah yang berhamburan, ia menghembuskan nafasnya gusar. Kepribadian Christy sedikit berbeda dari semua gadis pada umunya.


"Princess..." Richard yang hendak melanjutkan perkataannya, seketika berhenti karena Christy menatapnya.


"Dia yang memulainya" Christy berbicara dengan nada yang terdengar menyeramkan.


"Mendekatlah" ucap Richard. Lalu Christy langsung mendekatinya.


Richard sedikit berjongkok, menyamakan tinggi dengan adik kecilnya itu. Ia tersenyum sambil mengelus tangan Christy.


"Dengarkan abang baik-baik, princess. Orang yang tadi, dia tidak sengaja. Kamu harus bisa membedakannya" tutur Richard mencoba mengubah sudut pandang Christy.


"Kalau abang yang tidak sengaja menyenggol kamu. Apa kamu juga akan menembak abang hmm?" tanya Richard yang langsung membuat Christy menggeleng.


"Membalas dendam itu memang penting. Tapi harus ada alasan yang kuat, kenapa kita harus membalas dendam" kata Richard dengan sangat lembut.


Christy selalu mendengarkan perkataan abangnya itu. Semua yang Richard katakan, pasti Christy akan melakukannya.


"Princessnya abang sudah sangat hebat" kata Steven sambil mengacak gemas rambut Christy.


"Sebaiknya kamu istirahat sekarang. Nanti malam kita berangkat ke LA" ucap Richard membuat Christy sedikit merasa sedih.


Karena Raka dan Raja yang tidak sengaja membuat Christy terjatuh dari tangga, membuat Richard marah besar.


Pria itu langsung memutuskan untuk mengirim Christy ke LA. Di sana ada omah dan opahnya.


"Kamu pasti akan kembali ke Indonesia. Tapi nanti" kata Richard yang sudah merencanakan masa depan adiknya itu.


Richard hendak pergi dari sana, namun Christy menahannya.


"Abang membuangku?" Christy tiba-tiba saja menanyakan hal itu. Membuat Richard sangat terkejut.


"Hey, abang tidak membuangmu princess. Abang hanya ingin kamu tinggal di LA. Kamu bisa belajar banyak hal di sana" ujar Richard lalu meraih tangan Christy dan menggenggamnya.


"Tapi kenapa aku ngerasa kalau abang membuangku?" Christy kembali bertanya.


Gadis itu selalu saja seperti ini. Ia terus saja merasa kalau dirinya di buang.


"Abang sayang sama kamu. Abang gak mungkin dan gak akan pernah buang kamu okey" Richard langsung memeluk Christy, membuat gadis itu merasa sangat nyaman.


"Hanya untuk beberapa tahun saja, princess. Lalu kamu akan kembali" kata Richard yang menatap lekat mata Christy.


Christy tersenyum lalu mengangguk. Tidak ada pilihan lain saat ini. Setidaknya ia bisa jauh dari keluarga kandungnya. Mereka mulai mencarinya, dan itu membuatnya marah.


"Terimakasih sudah hadir di hidup abang" ucap Richard dengan suara yang sangat kecil. Ia tersenyum lalu pergi dari sana.


Steven langsung mengajak Christy untuk bermain bersama. Jadwal Christy yang sangat padat, membuat mereka jarang bermain bersama.


"Saat kamu pergi, abang juga akan pergi" tutur Steven membuat Christy menatapnya.


"Pergi? Tapi kenapa?" tanya Christy bingung.


"Gadis yang abang sukai, dia menyukai orang lain. Hati abang sedikit sakit" Steven berbicara dengan tatapan yang fokus pada Christy.


"Bodoh banget gadis itu. Bisa-bisanya dia menolak bang Steven yang tampan seperti ini" ucap Christy membuat Steven mengacak rambutnya gemas.


"Dia memang gadis bodoh dan sangat imut" ujar Steven yang tersenyum penuh arti.


//skip//


Jam menunjukkan pukul 7 malam. Christy dan Richard baru saja sampai di mansion Raymond. Christy akan berpamitan sebelum ia meninggalkan Indonesia malam ini.


Raymond merasa sangat sedih, saat mendengar jika Richard akan mengirim anak kesayangnnya itu ke luar negeri.

__ADS_1


Terlebih lagi Raka dan Raja, mereka merasa sangat sedih. Karena tidak sengaja menjatukan Christy dari tangga, membuat Richard sangat marah dan ingin memisahkan Christy dari mereka.


"Maaf" Raka dan Raja tiba-tiba menghampiri Richard. Mereka itu menunduk takut.


"Kami gak akan mengulanginya lagi. Tapi kami mohon, janga bawa Chris pergi" ucap Raka yang merasa sangat bersalah.


"Janji" Raja menyambung perkataan kembarannya itu.


"Princess hanya akan belajar di sana. Dia pasti akan kembali" ucap Richard yang terlihat sangat dingin.


"Aku pasti kembali" kata Christy lalu langsung memeluk kedua abangnya itu.


"Cepatlah kembali" ucap si kembar yang memeluk erat tubuh adik mereka itu.


"Princess, kita harus pergi sekarang" Richard meraih tangan Christy, lalu hendak pergi dari sana. Namun Raymond menahan mereka.


"Ayah menunggu kamu" ucap Raymond yang sangat berat untuk melepaskan Christy.


Christy langsung memeluk erat ayahnya itu. Raymond adalah sosok ayah yang sangat Christy sayangi.


Seseorang yang tidak ada hubungan darah dengannya sama sekali. Namun sangat menyayanginya.


"Aku pasti kembali. Ayah harus jaga kesehatan. Jaga bunda dan dua abang kembar ku itu" ucap Christy membuat Raymond tersenyum. Air matanya terjatuh begitu saja. Sama seperti saat pertama kali ia bertemu dengan Christy.


"Putri ayah harus menjadi orang yang hebat. Ayah titip opah dan omah ya" kata Raymond lalu mencium kening Christy.


"Richard, jaga adikmu" ucap Raymond pada anak sulungnya itu.


"Tanpa anda suruh" cetus Richard lalu membawa Christy pergi dari sana.


Sebelum Christy masuk ke dalam mobil, ia menyempatkan diri untuk menatap mansion itu lebih lama lagi.


Ia mengingat saat pertama kali saat Richard membawanya ke mansion ini. Hari di mana ia menjadi bagian dari keluarga Raymond.


"Jangan berubah ya... Tunggu aku kembali" ucapnya lalu masuk ke dalam mobil.


Mereka langsung meninggalkan kawasan mansion. Sepanjang jalan Christy terus menatap keluar mobil menghirup udara malam di kota Jakarta. Ini adalah hari terakhirnya di Indonedia, entah kapan ia akan kembali lagi.


Banyak kenangan buruk yang harus ia tinggalkan di Indonesia. Salah satunya cinta pertamanya itu.


Di umurnya yang masih 9 tahun, ia sudah merasakan pahitnya jatuh cinta. Keadaan memaksanya menjadi dewasa.


15 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di bandara. Richard langsung mengurus semua keperluan Christy untuk berangkat nanti. Richard sudah menyiapkan Private plane untuk adiknya itu.


Dari jauh ia menatap Christy, mengingat bagaimana ia pertama kali bertemu gadis itu.


"Kamu akan jauh dari abang, princess" ucapnya.


Richard langsung menghampiri Christy, lalu memeluknya sangat erat. Ia juga merasa sangat berat untuk mengirim adiknya itu ke negera yang cukup besar. Tapi ini demi kebaikannya.


"Kamu harus bisa menjadi gadis yang hebat. Beritahu dunia ini, siapa Christy Walton Raymond" ucap Richard sambil mengelus kepala Christy.


"Aku akan melakukan yang terbaik. Sama seperti apa yanga abang ajarkan".


"ulangtahun kamu yang ke-12 nanti, temui abang" kata Richard lalu menatap adiknya itu.


"Abang mau ngomong sesuatu?" tanya Christy penasaran.


"Nanti kamu akan tahu princess" ucap Richard sambil tersenyum manis.


"Masuk lah. Kamu akan segera berangkat" kata Richard lalu mengecup singkat kening Christy.


"Terimakasih untuk semuanya.... I love you bang" ucap Christy lalu mencium pipi Richard.


"I love you too  princess" balas Richard.


"Selamat tinggal Indonesia" batin Christy.


...✓✓✓...


3 tahun kemudian......


LA..... kota yang menjadi tempat di mana seorang gadis remaja belajar banyak hal.


Umurnya yang akan menginjak usia 12 tahun, membuatnya terlihat semakin berbeda dari sebelumnya.


Christy, ia sudah 3 tahun menetap di sana. Hari ini adalah ulangtahunnya. Richard akan datang, dan ia harus menemui abangnya itu.


"Happy Birthday princess" ucap seorang pria yang lumayan tua. Pria itu menghampiri Christy, lalu memeluknya cukup lama.


"Terimakasih opah" sapa Christy pada pria yang tidak lain adalah ayah dari Raymond.


"Omah di mana? Jangan bilang dia lupa hari ini aku ulangtahun" Christy memajukan bibirnya, menandakan gadis itu kesal.


"Mana mungkin omah lupa" ucap wanita yang juga terlihat lumayan tua. Dia berdiri di samping seorang pria yang terlihat sangat tampan.

__ADS_1


Christy tersenyum bahagia saat melihat pria itu. Dia adalah Richard, abangnya itu datang.


"Aku rindu abang" ucapnya lalu memeluk erat tubuh tinggi Richard.


Richard tersenyum lalu membalas pelukan adiknya itu. Ia juga merindukannya, bahkan sangat merindukannya.


"Selamat ulangtahun princess" Richard berbisik di telinga Christy.


Richard mengambil sebuah surat dari saku jaketnya. Baru saja ia ingin memberiknnya pada Christy. Tiba-tiba gadis itu berlari menghampiri para sahabatnya yang baru saja datang.


"Lama" Christy menatap tiga gadis di hadapannya itu.


"Maaf.... Kami di sini sekarang" ucap seorang gadis yang terlihat sangat manis.


"Fara, Tasya, Putri.... Kemari" Richard memanggil tiga gadis itu. Tanpa fikir panjang mereka langsung berlari dan memeluk Richard.


"Terimakasih sudah menjaga princess" ucap Richard pada ketiga gadis yang menjadi sahabat Christy.


"Terimakasih juga, jendral. Terimakasih karena memberikan kami sahabat sebaik Chris" kata Fara sambil tersenyum manis.


"Kemarilah. Makanan sudah siap" ucap omah.


Mereka semua langsung berkumpul di ruang makan. Sesekali bercanda bersama, mengingat bagaimana pertama kali mereka semua bisa bertemu. Tatapan Richard tidak lepas dari Christy, gadis yang menjadi cinta pertamanya.


Kehadiran Christy, membuat sudut pandangnya tentang dunia berubah drastis.


Sebelum mengenal Christy, ia sangat membenci dengan yang namanya cinta. Richard tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta.


Hingga akhirnya Christy datang, seorang gadis kecil yang ia temui saat ini. Membuatnya percaya dengan yang namanya cinta. Dunianya seolah berubah saat ada Christy.


Tapi ada rasa takut di hatinya. Ia takut jujur tentang perasaannya itu. Richard takut jika Christy akan menjauhinya nanti.


"Princess, setelah ini temui abang di kamar" ucap Richard, lalu ia meninggalkan ruang makan.


"Richard mungkin butuh istirahat. Lanjutkan makan kalian" ucap opah.


Richard yang berada di dalam kamar tidak hentinya merasa cemas. Ia ingin jujur tentang perasaannya hari ini juga. Ia hanya berharap semoga semuanya berjalan lancar.


Jantungnya berdetak sangat kencang saat melihat kehadiran Christy. Gadis itu baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Abang mau ngomong apa?" tanya Christy lalu duduk di samping abangnya itu.


"Princess, bagaimana cara kamu melihat abang?" Richard bertanya pada Christy. Membuat gadis itu bingung, ia tidak mengerti maksudnya.


"Apa arti abang di hidup kamu?" Richard kembali bertanya.


Tanpa berbicara apapun, Christy langsung memeluk erat tubuh tinggi abangnya itu. Richard yang selalu menemaninya selama ini, menjaganya, dan memberikan semua yang ia inginkan.


Christy bahkan sangat sulit untuk mengartikan Richard seperti apa. Pria itu sangat sempurna untuknya.


"Abang sangat berarti di hidup aku. Bahkan jauh lebih berarti dari diri aku sendiri" ucap Christy yang masih memeluk erat tubuh Richard.


"Kalau abang meminta kamu untuk tetap bersama dengan abang.... Apa kamu mau?" tanya Richard yang akhirnya membalas pelukan adiknya itu.


"Apapun yang abang katakan, akan aku lakukan. Itu janji ku sejak dulu" kata Christy dengan sangat yakin.


Richard melepaskan pelukannya, lalu ia meraih tangan Christy dan menggenggamnya. Tatapannya terlihat begitu dalam, hingga Christy menjadi sangat gugup.


"Kalau abang meminta agar kamu mencintai abang.... Apa bisa?" satu pertanyaan itu membuat Christy terdiam.


Seketika Christy memutuskan kontak matanya dari Richard. Walaupun umurnya baru saja menginjak usia 12 tahun, tapi ia sudah mengerti maksud dari pertanyaan Ricard.


Genggaman tangan Richard tidak terlepas sama sekali. Genggaman itu terasa sangat hangat, bahkan nyaman.


"Tidak bisa?" Richard kembali bertanya, hingga Christy memberanikan dirinya untuk kembali menatap mata abangnya itu.


"Kita...." Christy tidak melanjutkan kalimatnya. Saat ia merasa ada benda kenyal yang menempel di bibirnya.


Richard baru saja menciumnya. Waktu seolah berjalan begitu lambat. Christy hanya bisa terdiam saat bibir Richard menempel di bibirnya. Tidak ada yang mencoba menyudahi ciuman itu.


Bibir mereka hanya sekedar tertempel, tidak ada ******* sama sekali. Richard seolah takut melukai bibir indah Christy.


Richard sedikit menjauh, ia tidak berani menatap Christy. Ia takut adiknya itu akan marah, dengan apa yang baru saja ia lakukan. Richard menjadi pria pertama yang mencuri first kiss Christy.


Christy tiba-tiba memeluk Richard. Richard sedikit terkejut dengan apa yang adiknya itu lakukan. Ia kira Christy akan marah besar.


"Bang, kita bersaudara. Aku harap kejadian barusan tidak terulang lagi" Christy berbisik di telinga Richard.


Hati Richard terasa sangat panas saat mendengar perkataan Christy. Hanya saudara? Itu terdengar menyakitkan untuknya.


Ia merasa cinta pertamanya harus berhenti sampai di sini. Jika terus berlanjut, itu akan sangat menyakitkan.


Surat yang seharusnya ia berikan pada Christy, tetap tersimpan rapi di saku jaketnya. Tidak ada keberanian untuk memberikannya.


...-Sebesar apapun kamu mencintai seseorang jika itu hanya dalam diam, kamu akan kalah dengan orang yang berani mengungkapkannya lebih dulu. Dan jika itu terjadi..... ...

__ADS_1


...Maka kamu berhasil menyakiti dirimu sendiri!-...


^^^-Richard Walton Raymond-^^^


__ADS_2