Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 9


__ADS_3

Michel baru saja sampai di rumah sakit selepas menghadiri acara akad nikah Dimas dan Tasya. Hari ini dia hendak menjemput Christy, karena gadis itu sudah di perbolehkan untuk pulang. Keadaan Christy sudah pulih, walaupun gadis itu masih disarankan untuk duduk di kursi roda.


Saat Michel masuk ke ruang ICU, di dalam ada dokter Renal dan juga dokter Genta. Mereka menunduk hormat melihat Michel yang baru saja datang. Michel mendekat kearah Christy lalu mengecup kening gadis itu singkat. Christy tersenyum lalu mencium pipi Michel.


"Cel, aku udah boleh pulang kan?"tanya Christy dengan wajah antusisnya.


"iya Chris. Tapi kalau udah keluar dari rumah sakit, mamu gak boleh bangak gerak dulu okey"kata Michel menasehati kekasihnya itu.


"ngomong-ngomong, kenapa kalian kesini? Bukannya sudah tidak ada terapi mulai hari ini?"tanya Michel menatap kedua dokter di hadapannya itu.


"saya hanya menemani dokter Renal, katanya dia mau menyapa nona Chris sebelum dia keluar dari rumah sakit"kata dokter Genta sambil terkekeh.


"untuk apa menyapa?"tanya Michel dengan nada judesnya membuat Christy terkekeh.


"dia pasien saya, jadi wajar jika saya menyapanya sebelum dia keluar dari sini"kata dokter Renal membuat Michel semakin kesal.


"roman-romannya ada yang cemburu nih, nona Christy"kata dokter Genta membuat Christy tertawa.


"saya cemburu? Sama dia? Gak mungkin"kata Michel tersenyum sinis menatap dokter Renal.


"Cel udah"kata Christy sambil terkekeh membuat Michel semakin kesal.


"oh iya saya hampir lupa, tadi saya melihat ada anak kecil yang menjual ikatan rambut ini. Saya rasa kamu suka jadi saya membelinya, ambilah. Anggap saja ini hadiah karena kamu sudah sembuh"kata dokter Renal memberikan sebuah ikatan rambut berwarna hitam dengan hiasan pernak-pernik mengkilat, terlihat sangat indah.


"terimakasih dok"ucap Christy lalu mengambil hadiah itu dari dokter Renal.


"sekarang sebaiknya anda jujur, anda suka dengan pacar saya?"tanya Michel dengan wajah kesalnya membuat dokter Renal tersenyum sinis.


"Cel, dokter Renal cuma ngasih hadiah. Udah yah jangan marah"kata Christy mengelus perlahan lengan Michel.


"kalau saya menyukai Christy, memangnya kenapa?"tanya dokter Renal membuat Michel menatapnya tajam.


"hey dokter Renal, bercandaan kali ini tidak lucu"kata dokter Genta yang takut jika Michel dan Renal berkelahi diruang ICU.


"memangnya saya bilang ini bercanda?"tanya dokter Renal dengan senyuman sinisnya.


"apa anda gila? Dia pacar saya. TUNANGAN SAYA!"kata Michel dengan nada yang lebih tinggi.


"dokter Michel, asal anda tahu saja. Jika saya menyukai seseorang, saya tidak akan menyembunyikannya. Memang betul saya menyukai Christy, dan satu lagi anda masih bertunangan dan belum menikah. Jadi saya masih ada peluang untuk merebut dia dari anda!"kata dokter Renal lalu keluar dari ruang ICU.


Michel terlihat sangat marah, dokter Genta yang takut terkena amukan Michel, langsung keluar dari sana dan mengejar dokter Renal. Christy sedikit terkejut mendengar perkataan dokter Renal barusan.


Pria itu sangat blak-blakan soal perasaannya. Christy takut jika Michel akan berbuat nekat karena perkataan dokter Rdnal tadi. Christy menggenggam tangan Michel berharap pria itu bisa menurunkan emosinya.


"Cel masih marah?"tanya Christy dengan suara lembutnya. Michel mengacak rambutnya frustasi lalu duduk diatas brankar bersama dengan Christy.


"dia sudah gila, kamu dengar kan tadi? Dia bilang suka sama kamu. Sementara dia tahu kamu itu tunangan aku"kata Michel dengan nada yang terdengar sangat kesal.


"udahlah Cel, gak usah kamu fikirin okey"kata Christy berusaha lebih tenang.


"gimana aku enggak mikirin, Chris? Dia tadi bilang suka sama kamu. Bisa gila aku kalau gini"kata Michel kesal.


"Cel dengerin aku. Kalau ada orang yang suka sama aku, aku gak bisa ngelarang. Karena itu hak mereka, yang terpenting aku gak suka sama mereka. Karena aku udah punya kamu"kata Christy memegang kedua pipi Michel.


"udah gak usah mikirin itu mulu, nanti kalau kamu gila beneran akunya gimana"kata Christy lalu mengecup singkat bibir Michel hingga membuat pria itu menjadi tersipu malu.


"ternyata punya tunangan cantik itu susah yah"kata Michel tersenyum membuat Christy terkekeh.


"udah gak marah lagi kan?"tanya Christy menatap Michel.


"hmm makanya cium dulu biar marahnya beneran hilang"kata Michel mendekatkan pipinya kearah Christy.


"Cel kamu suka banget ngambil kesempatan kalau situasi kayak gini"kata Christy tersenyum.


"udah cepetan cium dulu"kata Michel semakin mendekatkan pipinya pada bibi Christy.


Christy terkekeh dengan tingkah kekasihnya itu, dia baru saja ingin mencium pipi Michel, tapi tiba-tiba pria itu membalikkan wajahnya. Justru bukan pipinya yang Christy cium, melainkan bibirnya.


Christy yang kesal langsung memukul Michel, pria itu hanya bisa terkekeh karena berhasil menjahili kekasihnya.


"udah gak usah kesal, tuh udah ada perawat yang mau ngelepas infus kamu"kata Michel menunjuk seorang perawat yang berdiri didepan pintu.


"masuklah"kata Michel lalu berdiri dari duduknya, membiarkan perawat itu melepas infus yang ada di tangan Christy.


"cel hmm malam ini aku ikut kamu keresepsinya Dimas sama Tasya yah"kata Christy dengan sedikit mengecilkan suaranya. Michel tersenyum melihat wajah memelas kakasihnya itu.


"iya, tapi sama bang Richard. Bang Richard bilang kalau kamu mau ketemu mereka, harus sama bang Richard"kata Michel membuat Christy mengangguk semangat.


Christy merasa bahagia, karena malam ini dia akan bertemu dengan semua anggota keluarganya dan juga para sahabatnya. Michel yang melihat senyuman lebar gadis itu, membuatnya ikut tersenyum karena bahagia.


//skip//


Michel dan Christy baru saja sampai di mansion yang terlihat megah, mansion itu adalah milik Richard. Para anggota KC yang berjaga seketika terkejut melihat sosok leader mereka itu.


Mereka semua langsung berlari dan mendekat kearah Christy, lalu menunduk hormat sambil tersenyum. Christy tersenyum melihat para anggota KC yang terlihat senang karena kedatangannya.


"miss dari mana saja? Kami semua bingung karena miss menghilang. Lalu posisi leader di duduki Rahel"kata salah satu anggota KC dengan nada sedih.


"Rahel memang menjadi leader. Tapi bukan berarti saya keluar dari KC, saya masih tetap akan aktif di markas"kata Christy membuat para anggota KC tersenyum.


"princess kamu sudah datang ternyata"kata Richard berjalan dari pintu mansion, membuat semua anggota KC berbalik lalu menunduk pada si jendral dingin itu.


"kenapa kalian semua disini?"tanya Richard melihat semua anggota KC yang berjaga di mansionnya berkumpul disatu titik yang sama.


"kami hanya menyapa miss Christy, jendral. Kami sudah lama tidak melihat dia"kata anggota KC membuat Richard tersenyum sangat tipis, bahkan hampir tidak terlihat.


"di markas nanti saya akan membawa princess untuk menyapa semua anggota."kata Richard membuat para anggota KC tersenyum.


"princess masuk kedalam"kata Richard sambil tersenyum pada Christy.


"kalian kembali berjaga"ucap Richard yang memberikan perintah.

__ADS_1


"SIAP JENDRAL"kata para anggota KC dengan suara lantang membuat Michel sangat terkejut. Christy justru terkekeh melihat kekasihnya itu yang menampilkan ekpresi sangat lucu.


Christy, Michel dan juga Richard langsung masuk kedalam mansion. Michel mengangkat tubuh Christy daru kursi roda, lalu membaringkannya di king size. Christy tersenyum lalu mengucapkan kata terimakasih untuk kekasihnya itu.


"kamu yakin mau pergi nanti malam?"tanya Richard sambil menatap Christy.


"iya bang, boleh kan? Aku gak mungkin gak datang keacar resepsinya Tasya, bang"kata Christy dengan nada sedihnya membuat Richard pasrah.


"yasudah kalau itu mau kamu, tapi kamu harus pergi sama abang dan Michel"kata Richard membuat Christy mengangguk semangat.


"kalau gitu aku pulang dulu, nanti malam aku kesini lagi okey"kata Michel lalu mencium kening Christy.


"bang gue pulang dulu"ucap Michel lalu tersenyum pada Richard.


"kamu hati-hati di jalan, kalau udah nyampe kabarin aku"kata Christy membuat Michel tersenyum lalu pergi dari sana.


"kamu istirahat ajah okey"kata Richard mencium pipi Christy, lalu hendak pergi. Namun tangannya ditahan oleh gadis cantik itu.


"kenapa? Mau sesuatu?"tanya Richard membalikan badannya lalu menatap Christy.


"duduk sini bentar bang"kata Christy lalu menggeser badannya dan membiarkan Richard duduk.


"kenapa? Mau ngomong apa princess?"tanya Richard dengan suara lembutnya.


"bang Richard gak suka kalau aku ketemu sama mereka nanti malam? Kalau abang gak suka, aku gak usah pergi deh nanti malam"kata Christy dengan senyuman paksanya.


"loh kok ngomong gitu? Kan kamu mau ketemu sama mereka"kata Richard sambil tersenyum manis pada Christy.


"aku gak mungkin ketemu sama mereka kalau bang Richard gak suka"kata Christy sambil menunduk sedih.


"mau tahu kenapa abang gak mau kalau kamu berhubungan sama mereka?"tanya Richard membuat Christy menatapnya penuh tanya.


"abang belum siap melihat kamu terluka lagi, abang gak akan pernah siap princess. Kamu tahu gimana hancurnya hati abang waktu lihat kamu tertembak malam itu? Badan abang lemes princess. Nyawa abang sekejap hilang dan itu karena kamu"kata Richard sambil menggenggam erat tangan Christy.


"apa sebesar itu pengaruh aku dalam hidup bang Richard?"tanya Christy membuat Richard tersenyum.


"kamu tahu jawabannya princess"jawab Richard membuat Christy tersenyum.


"kamu tidur saja dulu, nanti abang bangunin kalau udah ada Michel"kata Richard mengecup kening Christy lalu berdiri dan keluar dari kamar itu.


"hari ini aku akan bertemu dengan semua orang yang aku sayangi lagi. Aku ingin membuka lembaran baru bersama mereka dan juga pria yang aku cintai. Tuhanku mohon permudah semuanya, aku tidak ingin hancur lagi"batin Christy bahagia.


//skip//


Jam menunjukan pukul 7 malam, Christy baru saja selesai bersiap. Michel mendorong kursi rodanya perlahan untuk menghampiri Richard di ruang tamu.


Richard dan Michel menggunakan jas yang sama berwarna hitam, dengan dalaman kemeja putih dan dasi kupu-kupu yang menambah kesan tampan untuk mereka.


Christy pun terlihat sangat cantik dengan dress berwarna biru navy yang memanjang hingga kemata kakinya, make up yang tidak terlalu tebal dan rambut yang di urai sangat cantik. Gadis itu terlihat kesal karena dia harus duduk dikursi roda atas perintah kedua pria tampan itu.


"gak usah pake kursi roda boleh gak?"tanya Christy dengan nada imutnya membuat Michel dan Fichard menatapnya.


"gak boleh!"kata Michel dan Richard bersamaan, membuat Christy sangat kesal.


"masa jalan sih bang? Naik mobil ajah"kata Christy yang sengaja memaikan abangnya itu.


"princess gak usah mulai yah"kata Richard menarik hidung Christy membuat gadis itu tersenyum.


"bercanda kali bang"kata Christy sambil terkekeh.


"Michel, kamu bawa princess ke mobil dulu. Saya mau ngambil HP ketinggalan dikamar"kata Richard lalu berlari naik ke kamarnya yang ada di lantai dua.


Michel langsung membawa Christy untuk masuk kedalam mobil, lalu Michel menyimpan kursi roda milik Christy di bagasi mobil. Michel lalu duduk bersampingan dengan Christy. Supir sudah menyalakan mesin mobil, namun mereka masih menunggu Richard.


Saat Richard sudah keluar dari mansion, dia langsung masuk kedalam mobil. Lalu supir menjalankan mobilnya menuju hotel tempat acara Dimas dan Tasya dilaksanakan.


10 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di hotel, saat mereka masuk kedalam hotel terlihat di lobby sangat banyak tamu yang baru saja berdarangan. Michel mendorong kursi roda Christy perlahan menuju ruangan yang menjadi tempat acara malam ini.


Beberapa mantan murid IHS yang menjadi tamu sangat terkejut, kedatangan Christy membuat mereka semua terkejut. Setelah 3 tahun menghilang tiba-tiba gadis itu muncul malam ini.


Bukan hanya Christy yang menjadi pusat perhatian, Michel dan Richard pun menjadi tontonan para kaum hawa. Ketampanan kedua pria itu membuat para kaum hawa histeris.


Michel dan Richard membuka pintu ruangan yang menjadi tempat resepsi Tasya dan Dimas. Semua orang berbalik dan seketika terdiam karena terkejut, keluarga Raymond dan Stamford seketika terdiam melihat ada seorang gadis cantik yang duduk dikursi roda.


Fara dan Rasya langsung berlari dari atas panggung dan menghampiri Christy, kedua gadis itu langsung memeluk erat tubuh Christy. Suara tangisan mereka terdengar sangat sendu, Christy pun menangis dan memeluk erat kedua sahabatnya itu.


"Chris lo dari mana ajah hiks hiks, lo buat kita gila tau gak"kata Rasya yang menangis tersedu-sedu.


"lo buat kita bingung nyari keberadaan lo Chris hiks hiks"ucap Fara dengan isak tangisnya.


"gue rindu banget sama kalian"kata Christy memeluk erat kedua sahabatnya itu, lalu Fara dan Tasya melepaskan pelukannya dan menggenggam erat tangan Christy.


"kalian jangan nangis. Terlebih lagi lo Sya, ini acara bahagia lo. Jangan nangis okey"kata Christy lalu menghapus air mata kedua sahabatnya itu.


"ternyata tuhan ngabulin permintaan gue. Gue selalu berdoa supaya lo datang ke acara pernikahan gue"kata Tasya sambil tersenyum bahagia.


"kita kesana yuk"ucap Michel lalu mendorong kursi roda Christy untuk mendekat kearah para keluarga mereka.


Raymond yang juga duduk di kursi roda, tidak bisa lagi membendung air matanya. Raymond mendorong roda yang ada di kursinya lalu mendekat kearah Christy. Raymond berusaha berdiri lalu memeluk erat tubuh anak kesayangannya itu.


"kamu kemana saja? Ayah rindu sekali sama kamu nak"kata Raymond memeluk erat tubuh Christy.


"maafin aku ayah hiks hiks"kata Christy yang terisak dipelukan ayahnya itu.


"kamu baik-baik saja kan? Kenapa kamu duduk di kursi roda ini nak"kata Raymond sambil melepaskan pelukannya lalu menatap Christy.


"nanti aku jelasin"kata Christy sambil tersenyum, lalu berlaih menatap daddy dan mommynya.


"dad, mom"panggil Cristy membuat kedua orang itu langsung memeluknya.


"kamu buat mommy gila, Chris"kata Megan membuat Christy tersenyum.

__ADS_1


"anak daddy sudah kembali"ucap Wijaya sambil menepuk perlahan punggung Christy.


"maaf buat kalian khawatir"kata Christy lalu melepaskan pelukannya dan memegang tangan kedua orangtuanya itu.


Dimas langsung mendekat dan tersenyum menatap Christy. Christy lun tersenyum manis pada pria tampan itu. Dimas mengacak gemas rambutnya lalu memeluknya erat.


"akhirnya malaikat kita kembali lagi"kata Dimas dengan suara kecilnya sambil tersenyum bahagia.


"lo udah nikah sama sahabat gue, Dim. Gue harap lo bisa selalu jagain Tasya dan jangan pernah buat dia nangis"kata Christy mengelus punggung Dimas.


"itu udah pasti Chris"kata Dimas melepaskan pelukannya dan mengusap kepala Christy.


"gue gak dipeluk nih"kata Fikra dengan nada yang dibuat kesal membuat Christy terkekeh.


"yaudah sini, gue juga rindu sama lo Fik"kata Vhristy lalu memeluk Fikra membuat pria itu terkekeh.


"jagain Fara yah"bisik Christy membuat Fikra tersenyum dan mengangguk mengerti.


"princess"panggil Faris dan Revano bersamaan lalu memeluk Christy bersamaan.


"kamu buat abang frustasi princess"kata Faris memeluk erat tubuh Christy.


"aku udah ada dihadapan kalian, aku janji gak akan pergi lagi. Maafin aku"kata Christy memeluk Revano dan Faris.


Christy mengalihkan pandangannya dan menatap kedua abang kembarnya itu, Raka hanya diam sedangkan Raja tersenyum bahagia. Akhirnya penantiannya selama ini tidak sia-sia, Christy sudah kembali. Sekarang adiknya itu ada di hadapannya.


"kamu kemana ajah?"tanya Raja dan berjongkok didepan Christy sambil menatap adiknya itu.


"bang Raja pasti capek nyariin aku, maafin aku bang"kata Christy mengusap rambut Raja perlahan.


"abang gak pernah capek kalau itu menyangkut soal kamu Chris"kata Raja lalu memeluk Christy dan mengecup singkat kening adik kesayangannya itu.


Christy lalu menatap Raka yang hanya berdiri dan terdiam, wajah Raka masih terlihat lebam akibat pukulan Richard waktu itu. Christy sangat merindukan Raka.


"bang"panggil Christy, bukannya memeluk adiknya atau bahkan menyapa, Raka justru pergi dari sana tanpa berkata sedikitpun.


"bang Raka"teriak Christy namun tidak di hiraukan Raka, justru pria itu 5erus berjalan dan keluar dari sana.


"bang Raka butuh waktu Chris"kata Raka membuat Christy tersenyum tipis.


"ternyata selama ini lo tahu dimana Chris. Lo kenapa gak bilang kekita sih Cel"kata Revano menatap sahabatnya itu.


"sorry"kata Michel dengan nada yang terdengar sangat bersalah.


"semua itu adalah perintah saya, Michel tidak salah"kata Richard membuat mereka semua diam.


"intinya sekarang kita bisa ngumpul lagi"kata Fikra si pria pencair suasan itu.


"MUSIKNYA"teriak Fikra membuat musik kembali diputar.


Semua orang bahagia malam ini, Christy melepas rindu pada semua orang. Namun dia masih memikirkan Raka, Siska dan juga Putri. Mereka tidak ada malam ini. Kebahagiaannya belum sempurna malam ini.


Richard yang melihat Christy tersenyum bahagia, membuat dia juga merasa senang. Richard berusaha mengerti posisi adiknya itu, melarang Vhristy bertemu dengan mereka membuat Christy sedih, dan Richard tidak suka melihat Christy sedih.


Mata Richard beralih kesegala arah, pandangannya berhenti pada satu gadis cantik yang tidak lain adalah Vira. Gadis itu juga ada malam ini, Vira sempat menangkap sosok Richard. Namun langsung mengalihkan pandangannya.


Richard yang merasa jika Vira sengaja mengalihkan pandangannya, membuat pria itu sedikit tidak suka. Dia langsung mendekat kearah Vira lalu menarik lengan gadis itu keluar dari sana.


Vira memberontak namun genggaman Richard sangat kuat. Richard masuk kedalam lift dan menekan angka 7. Richard membawa Vira kelantai 7 yang ada di hotel itu.


Richard mengeluarkan kartu dari jasnya, lalu menggeseknya kepintu kamar yang ada dihadapannya. Dichard menarik Vira masuk kedalam kamar itu lalu mengunci pintu.


Vira langsung melepaskan tangan Richard dari tangannya. Vira menatap tajam pria dihadapannya itu. Sedangkan yang di tatap hanya diam dan tidak berbicara sama sekali. hingga membuat Vira semakin kesal.


"lo apa-apaan sih? Ngapain lo bawa gue kesini! Gue mau kebawah"kata Vira hendak pergi, namun tangannya langsung di tahan oleh Richard.


Baru saja Vira ingin protes, namun langsung terdiam melihat tatapan tajam Richard. Seketika Vira merinding melihat tatapan tajam pria itu. Richard mendorongnya hingga gadis itu menabrak dinding di belakangnya. Richard menghantam dinding di samping Vira. Gadis itu seketika mengeluarkan air matanya karena takut.


"lo kenapa sih?"tanya Vira berusaha menahan isakannya.


"saya tidak suka kalau kamu mengalihkan pandangan dari saya"kata Richard dengan tatapan tajamnya.


"jangan mengulangnya lagi, atau saya akan melakukan hal diluar batas jika itu terulang lagi"kata Richard menatap tajam wajah vira. Seketika Vira langsung mengangkat kepalanya dan menatap Richardm


"mau lo apa sih sebenarnya? Apa perduli lo kalau gue ngalihin pandangan gue? Gue juga bukan siapa-siapa lo! Kita gak ada hubungan! Lo gak berhak ngelarang gue"kata Vira dengan air mata yang membasahi wajahnya.


"kalau itu mau kamu, saya akan menjadikan kamu milik saya dan saat itu saya berhak melarang kamu"kata Richard menarik Vira lalu mendorongnya kekasur.


Richard langsung membuka jasnya dan menindih tubuh Vira. Gadis itu merasa sangat takut dengan apa yang Richard lakukan. Pria itu benar-benar nekat, kedua tangan Vira di tahan oleh Richard. Vira tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"lo mau ngapain? Lo gila hah!"kata Vira menatap tajam wajah Richard.


"kamu akan menjadi milik saya malam ini! Setelah itu saya berhak atas kamu"kata Richard menatap tubuh Vira dengan penuh minat.


"lo gila hah? Richard lo gak sadar apa? Perbuatan lo ini gila tau gak"kata Vira marah.


Richard hanya diam lalu menatap Vira, gadis itu terlihat sangat takut. Richard dengan cepat langsung mencium bibir pink milik Vira. Vira berusaha melepaskannya. Namun tangannya ditahan sangat kuat oleh Richard.


Pria itu benar-benar sudah gila, Vira hanya bisa berhatap Richard tidak melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman. Jika itu terjadi Vira benar-benar akan hancur.


Namun ada yang aneh dari ciuman Richard, ciuman pria itu tidak bergairah. Justru sangat lembut, Vira bingung dengan jalan fikir Richard. Vira seketika panik saat merasa tangan Richard yang hendak membuka tali bajunya.


"gue mohon udah"kata Vira berusaha memohon pada Richard, berharap pria itu mengerti.


Bukannya berhenti, Richard terus saja mencoba membuka tali yang ada di baju Vira. Dengan kasar Richard menarik baju gadis itu, hingga membuat baju gadis itu sobek memperlihatkan bra miliknya. Richard menatap tajam pada Vira, sedangkan Vira dia mengalihkan pandangannya. Vira merasa sangat malu karena apa yang Richard lakukan, pakaiannya sobek karena Richard.


Richard kembali mencium bibir Vira. Gadis itu hanya bisa terdiam dan mengeluarkan air matanya. Vira merasa tidak berdaya, kekuatan Richard sangat kuat. Richard terus mencium Vira hingga mencium setiap inci leher mulus gadis itu.


Vira terkejut saat Richard berdiri dan menjauh darinya, Richard mengacak rambutnya frustasi. Lalu dia mengambil jasnya dan menutupi badan Vira. Vira semakin bingung dengan jalan fikir pria itu. Richard memasangkan jasnya untuk menutupi tubuh Vira yang terekspos sangat jelas.


"saya tidak mungkin merusak kamu"kata Richard mencium kening Vira lalu memelukmya erat.

__ADS_1


"tuhan...kenapa pria ini sangat membingungkan. Lima menit lalu dia hampir memgambil sesuatu yang berharga dariku. Namun sekarang dia justru bersikap sangat hangat"batin Vira sendu.


"maafkan saya Tuhan. Seharusnya saya tidak berbuat hal seperti tadi. Saya hampir merusak gadis ini, maafkan saya"batin Richard.


__ADS_2