
Dimarkas KC terlihat Christy dan Rahel yang sedang bertarung, Christy ingin melihat sampai di mana kemampuan Rahel. Semua anggota KC terlihaf kagum, keahlian kedua leader mereka itu sangat jauh berbeda dari semua anggota KC.
Cara menangkis hingga menyerang sangat berbeda, keduanya sangat cepat dan lincah. Richard yang baru datang langsung duduk bersama anggota KC yang lain.
"Maaf jendral, kami tidak sadar kalau anda datang"kata salah satu anggota KC lalu menunduk hormat di ikuti anggota lainnya.
"Tidak apa-apa. Kalian duduk kembali"perintah Richard lalu semua anggota KC kembali duduk.
"Sudah berapa lama mereka latihan?"tanya Richard sambil menepuk pundak Aron yang duduk di sebelahnya.
"2 jam"jawab Aron.
"BERHENTI!"perintah Richard dengan suara yang menggema di markas.
Christy dan Rahel langsung berhenti, Richard berjalan mendekat kearah dua gadis itu. Steven pun mengikutinya.
"Sudah 2 jam, apa masih kurang?"tanya Richard menatap kedua adiknya itu.
"Aku harus sering berlatih bang. Semua orang sudah tahu kalau aku leader KC. Banyak mafia yang berusaha membunuhku"ucap Rahel sambil menunduk.
"Saya tahu. Tapi kalau seperti ini kamu bisa membunuh diri sendiri. Banyak anggota di markas. Tidak harus princess yang kamu ajak berlatih. Kamu tahu kondisi princess seperti apa"Richard menegur Rahel, dengan nada yang sedikit membentak.
"Bang udah"Christy pun menegur Richard.
"Maaf jendral. Tidak akan terulang lagi"Rahel menunduk hormat, lalu turun dari arena latihan.
"Bang, gak kayak gitu cara negurnya"Steven pun ikut menegur abangnya itu. Richard sudah keterlaluan.
"Bang! Rahel hanya mau berlatih. Abang gak seharusnya marah kayak tadi"kata Christy.
"Ini demi kebaikan kalian. Kamu tidak bisa bertarung melawan Rahel"Richard membuat Steven dan Christy menatapnya.
"Kami hanya latihan bang. Gak akan ada yang terluka"Christy mencoba membuat abangnya itu mengerti.
"Tapi Rahel tidak bisa berlatih dengan kamu princess. Kamu bisa membunuh dia"kata Richard membuat Christy cukup terkejut.
"Aku gak ngerti apa maksud bang Richard"Christy mencoba mengerti maksudnya abangnya itu. Namun ia tidak tahu.
"Mulai sekarang kamu harus melatih kembali batin kamu itu. Kamu harus cari tahu jawabannya sendiri"kata Richard.
"Tapi mencari jawaban untuk apa? Aku harus nyari jawaban untuk pertanyaan yang mana?"tanya Christy bingung.
"Kamu harus mencari jawaban, kenapa abang melarang kamu berlatih dengan Rahel. Kenapa abang bilang kalau kamu bisa membunuh Rahel"Richard berbicara dengan nada seriusnya.
"Tapi mana mungkin princess bisa membunuh Rahel? Keahlian mereka sangat mirip. Bahkan jika bertanding mereka akan sama. Tidak mungkin ada yang terbunuh"Steven merasa abangnya itu salah.
Menurut Steven Christy maupun Rahel tidak akan bisa saling membunuh. Keduanya memilik keahlian yang sama, sangat seimbang.
"Keahlian mereka berbeda. Sangat berbeda!"ujar Richard menatap Christy.
"Steven... Kamu pasti tahu sejarah mafia dari tahun ke tahun. Selalu ada 2 pasang twins. Twins perempuan dan juga laki-laki. Hingga saat ini, baru ada twins laki-laki dan itu kita berdua. Sedangkan twins perempuan? Belum ada sampai saat ini"ucap Richard membuat Steven lumayan terkejut.
"Nadi maksud abang, twins perempuan adalah princess dan Rahel?"tanya Steven dengan wajah terkejutnya.
__ADS_1
"Abang belum bisa memastikannya, tapi kita harus waspada. Kalau mereka berdua benar twins, mereka tidak bisa bertarung melawan satu sama lain"Richard selalu merasa khawatir jika mendengar Christy dan Rahel berlatih bersama.
"Ingat perkataan abang ini, princess. Kamu harus mencari tahu sendiri jawabannya. Kalau kamu dan Rahel benar twins, kamu tidak bisa bertarung melawan Rahel. Kamu bisa membunuh dia"Richard kembali berkata, ia menatap adiknya itu dengan sangat serius.
"Two World Mafia girls... Akan segera muncul"Steven menampilkan smirk andalannya.
//skip//
Jam menunjukan pukul 4 sore, Michel baru saja pulang selepas dari rumah sakit. Christy tersenyum dan memeluk suaminya itu. Wajah Michel terlihat sangat kusut.
"Tuh muka kusut amat. Ingat, masih pengantin baru. Mau gue setrika tuh muka"Fikra menegur Michel, membuat semua orang tertawa.
"Kamu kenapa? Kok mukanya kusut banget? Capek yah?"tanya Christy mengelus tangan Michel.
"Pasien di ruamah sakit banyak banget. Staf bedah saraf kekurangan anggota. Aku yang seharusnya santai di mansion, malah harus lari kemana-mana nanganin pasien. Dokter Renal harus aku kasih teguran"kata Michel lalu duduk di sofa ruang keluarga bersama yang lain.
"Emang ya tuh dokter Renal, gak ngertiin posisi pengantin baru. Semalam kan baru ajah upacara malam pertama, pasti masih capek tuh"ujar Fikra yang langsung mendapat cubitan dari Fara.
Mulut Fikra benar-benar sangat lemes. Ia tidak tahu jika beberapa dari mereka masih ada yang tidak mengerti dengan perkataannya.
"Upacara malam pertama, gak usah ngada-ngada ya kamu"kata Fara membuat semua orang tertawa.
"Upacara malam pertama apaan sih?"tanya Revano yang tidak mengerti.
Seketika semua orang menatapnya, Revano memang sangat polos sejak dulu. Umurnya yang semakin bertambah, tidak membuatnya mengerti apa yang harus ia mengerti di umurnya saat ini.
"Yakin lo mau tahu? Serem banget tahu"kata Raka membuat Revano semakin bingung, sedangkan yang lain justru tertawa.
"Kalau semalam ada upacara malam pertama, kenapa kita gak di ajak?"tanya Revano dengan wajah polosnya.
"Bego plus polos banget sahabat gue yang satu ini"ucap Dimas mengelus kepala Revano.
"Ah buat gue bingung ajah"Revano di buat kesal dengan para sahabatnya.
"Kalau kamu mau tahu upacara malampertama itu apa, kamu harus nikah dulu supaya tahu"ucap Faris yang baru saja datang bersama Richard dan Steven.
"Emang harus ya bang"?tanya Revano membuat Faris gemas dengan kepolosan adiknya itu.
"Mau lihat upacara malam pertama gak?"tanya Steven membuat Revano mengangguk. Ia sudah sangat ingin tahu hal itu.
"Njh"Steven memberikan hp nya pada Revano.
Revano yang awalnya serius menonton, tiba-tiba terkejut dan melempar hp Steven. Untung saja Richard langsung menangkap hp itu, Richard menatap Steven.
"Kenapa punya vidio kayak gitu?"tanya Richard membuat Steven terkekeh.
Richard tidak habis fikir, mana bisa adiknya menyimpan Vidio aneh seperti itu.
"Baru nyari di youtobe bang, buat dilihatin ke Revano doang"kata Steven terkekeh.
"Sumpah, itu tadi vidio apaan. Gila jantung gue mau copot. Upacara malam pertama kayak gitu?"tanya Revano menatap Michel dan Christy.
"Fikiran lo gak usah melayang kemana-mana"Michel melemparkan batal sofa pada Revano.
__ADS_1
"Gue kebayang terus sama vidionya astaga. Otak gue jadi mesum gini"Revano membuat semua orang tertawa.
"Revano, bagaimana dengan pacar kamu?"tanya Richard membuat Revano bingung harus menjawab apa.
"Gue gak nemu apa-apa tentang Reina bang"kata Revano.
"Faris, seharusnya kamu membantu Revano. Dia adik mu kan"ucap Richard membuat Faris terkekeh.
"Bantuin Revano, sama ajah bikin diri sendiri gila sekaligus emosi. Revano orangnya lamban, susah ngerti kalau di kasih tahu"Faris mengingat bagaimana bodohnya adiknya itu.
"Gak gitu juga kali bang"kata Revano dengan senyumannya.
"Emangnya si Reina gak nelfon lo atau ngechat gitu?"tanya Tasya membuat Revano menggeleng.
"Gak".
"Kok dia aneh yah"kata Raja bingung.
"Gue ke kamar dulu ya. Mau bersihin badan nih. Kalian makan malam di sini kan"kata Michel lalu berdiri dan menatap para sahabatnya.
"Kita makan malam di sini kok. Lagian Tasya gak mau pulang juga"ujar Dimas.
"Yaudah habis mandi gue langsung turun lagi"kata Michel.
"Aku siapin bajunya"ucap Christy lalu ikut bersama Michel.
"Adem banget lihat pangantin baru. Jadi pengen nikah juga"kata Raja lalu duduk di samping Richard dan menyandarkan kepalanya di bahu abangnya itu.
"Kamu mau nikah sama siapa? Ada calon?"tanya Richard menjitak kepala Raja.
"Kalau udah ketemu gak bakal aku pacarin bang.angsung aku nikahin ajah"ujar Raja membuat Richard tersenyum.
"Memangnya kamu yakin ada gadis yang mau sama kamu?"tanya Richard dengan nada mengejeknya.
"Raja gak mungkin ada yang nolak. Aku tampan, cerdas, berpendidikan, penurus keluarga Raymond. Sangat sempurna"kata Raja membuat semua orang tertawa. Pria itu terlalu percaya diri.
"kalau kamu sangat sempurna, lalu kenapa sampai sekarang masih jomblo?"tanya Richard.
"Ya takdir bang"Raja menjawab dengan sangat polos, membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.
"Kamu kembarannya Raka, tapi kenapa sikap dan tingkah kalian berbeda. Abang bingung"ucap Richard membuat kembaran itu saling menatap.
"Kita juga bingung"ucap keduanya bersamaan membuat semua orang tertawa.
"Hanya satu pesan abang, cari gadis yang benar-benar kalian cintai. Jangan sampai kalian salah pilih, membangun sebuah keluarga tidak mudah"Richard memberitahu apa yang baik untuk kedua adiknya itu.
Richard tidak ingin, kedua adiknya berakhir sama seperti dirinya. Itu salah, sangat salah!.
"Pasti bang"kata Raka dan Raja bersamaan.
"Hanya kalian yang abang punya sekarang"ucap Richard lalu pergi dari sana.
"Bang Richard udah banyak berubah, gak dingin lagi kayak dulu"ujar Raja menatap punggung Richard yang perlahan menghilang.
__ADS_1
Dia merasa senang karena Richard yang semakin hari semakin baik padanya. Tapi itu juga terasa sangat aneh. Karena sejak dulu Richard sangat dingin.
"Karena sekarang Richard sudah sadar, kalau kalian adik-adiknya yang harus dia jaga. Hanya keluarga ini yang Richard punya"kata Faris lalu ikut pergi dari sana.