Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 61


__ADS_3

Berita tentang mafia terkuat di dunia baru saja di umumkan. Seperti biasa, King Cobra menduduki posisi pertama sebagai mafia terkuat di dunia.


Posisi leader dan jendral terkuat di dunia pun masih di duduki Christy dan Richard.


Semua mafia kembali mengakui kemampuan KC, sangat sulit untuk mengalahkannya.


Geng mafia yang Richard bentuk seorang diri, sekarang menjadi satu-satunya yang paling di takuti di seluruh penjuru negeri.


Christy yang kembali aktif dengan semua misi-misinya, membuat banyak anggota mafia semakin takut untuk beberusan dengan KC.


"Princess, kamu mau ke mana?" tanya Richard saat melihat adiknya itu berlari menuruni tangga.


"Bermain dengan Elsa" jawab Christy tersenyum lebar, namun terkesan sangat mengerikan.


Richard tersenyum melihat tingkah adiknya itu, dia memutuskan untuk ikut bermain bersama Christy.


Rupanya mereka terlambat, karena Rahel lebih dulu bermain bersama gadis licik itu.


Keadaan Elsa sudah sangat buruk, begitu juga dengan Levin dan Arka.


"Kamu curang, Rahel. Seharusnya kamu memanggil kita juga" ucap Christy membuat Rahel tersenyum.


"Masih banyak kesempatan, kak. Sekarang giliran kakak" ujar Rahel lalu sedikit menjauh dari sana.


Christy tersenyum lalu berjongkok di hadapan Elsa. Ia tidak henti-hentinya tersenyum saat melihat Elsa merintih kesakitan.


"Gue udah pernah bilang, lo salah cari lawan" cetus Christy yang menampilkan smirk andalannya itu.


"Christy mau di lawan" lanjutnya lalu berdiri dan menendang wajah Elsa hingga gadis itu terbaring.


"Kalian semua.....Kalian semua gila!" kata Elsa yang berusaha menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


"Yang bilang kalau kita waras siapa? Gak ada bego!" ucap Christy menarik rambut Elsa, hingga gadis itu berdiri menyamai tingginya.


"Gue gak suka kalau ada orang yang mau ngerusak kebahagiaan gue! Dengar baik-baik....Gue gak suka di usik. Ngerti lo!" tegas Christy lalu menendang perut Elsa cukup keras.


Elsa tidak bisa berbicara lagi, rasa sakit di sekujur tubuhnya membuat mulutnya keluh untuk berbicara.


Arka dan Levin yang juga terikat, benar-benar takut saat melihat seperti apa seorang Christy Walton Raymond.


"Dan buat kalian. Tenang ajah, gue gak akan nyiksa kalian kok. Justru gue mau bilang makasih" ucap Christy menatap kedua pria yang menjadi penyebab hancurnya perusahaan milik keluarga Raymond.


"Maksud lo?" tanya Levin yang bingung dengan perkataan Christy.


"Gue pernah lihat kalian di bar Alixiolus, punya gue. Gue juga pernah lihat lo, Levin Adinata. Lo yang malam itu nganterin bang Steven pulang ke mansion. Gue udah kenal kalian lumayan lama. Gue sering merhatiin kalian keluar masuk bar punya gue" ungkap Christy yang berhasil menarik perhatian Rahel.


"Untung ajah malam itu kalian ciumannya di bar punya gue. Jadi gue gak susah-susah buat fotoin kalian berdua"lanjutnya.


"Berarti.....Lo yang nyebarin foto itu ke media?" tanya Arka dengan kondisi mata yang tertutup rapat. Karena Richard menjahit mata pria itu.


Rahel dan Richard menatap Christy, mereka berfikir keras mencoba mengerti apa maksud Christy.


"Bukan gue sih. Lebih tepatnya orang suruhan gue." kata Christy yang terlihat asik memainkan belatihnya.


"Beruntung banget sih gue, bisa ketemu sama orang yang wajahnya mirip banget sama abang gue" lanjutnya yang semakin membuat Richard dan Rahel bingung.


"Apa untungnya lo ngelakuin ini hah?! Lo cuma ngerusak keluarga lo sendiri!" Kata Levin.


Christy tersenyum sinis, ia mengiris setiap lekukan tubuh Elsa. Gadis itu hanya bisa berteriak sekencang-kencangnya, saat belatih Christy menjelajahi setiap inci tubuhnya.


"Keluarga? Emang gue punya keluarga? Gak ada tuh!" cetus Christy yang seketika terlihat sangat menyeramkan.


Bola matanya seketika memiliki tiga warna. Merah, coklat, dan biru hazel. Ia menatap Arka dan Levin, cukup lama.


"Lo tanya, apa untungnya gue ngelakuin ini? Yah jelas untung banget lah" kata Christy sambil memutar-mutar belatih di tangannya.


"Karena kemunculan kalian, gue berhasil nyingkirin seseorang. Beruntung banget gue" kata Christy yang akhirnya membuat Richard mengerti.


Sedangkan Rahel, gadis itu masih mencoba mengerti apa yang Christy maksud.


"Princess apa maksud kamu?" tanya Richard membuat Christy menatapnya.


Richard masih tidak mau percaya pada apa yang ia fikirkan. Ia ingin mendengarnya langsung dari Christy.


"Abang tentu tahu maksud apa. Bahkan abang tahu betul orang seperi apa aku" kata Christy lalu menyeringai.


"Hahahaha.....Dua orang sudah mati. Sisa dua lagi, mereka akan menyusul ke neraka" ucap Christy yang tertawa dengan sangat kencang.


"Princess ini sudah di luar batas. Hentikan sekarang juga. Berhenti berbuat hal nekat!" tegas Richard yang tahu betul orang seperti apa adiknya itu.


"Aku pasti berhenti, bang. Yah tapi gak sekarang.....Nanti ajah. Setelah mereka semua mati" kata Christy yang tidak berhenti tertawa.


"Tapi kamu sudah sangat jauh, princess. Abang hanya diam dan menuruti semua perkataan kamu. Tapi kali ini sudah kelewatan. Hentikan semua ini" ucap Richard yang terlihat marah.


"Aku gak akan berhenti, sebelum mereka mati. Mereka sudah merusak hidup aku, mereka mengusik hidupku. Abang tahu sendiri, aku tidak suka di usik" kata Christy menatap tajam wajah Richard.


"Jadi lo dalang di balik semua ini?" tanya Arka membuat Christy tersenyum sinis.


Gadis itu melemparkan belatihnya ke asal tempat. Dia berjongkok tepat di hadapan Arka, menatap lekat wajah pria itu.


"Padahal malam itu, gue juga punya rencana sendiri. Tapi lo malah nusuk bang Raka duluan. Tapi yah bagus sih, rencana gue berjalan lancar tanpa harus ngontorin tangan gue ini" ujar Christy lalu tertawa sangat kencang.


Rahel akhirnya mengerti maksud dari semua perkataan Christy. Ia terus memikirkan semuanya, dan semua yang terjadi benar-benar sangat kacau


"Kak Chris. Apa maksud semua ini?" tanya Rahel yang tidak ingin berburuk sangka terhadapa Christy.


"Rahel keluar. Nanti abang yang jelaskan" kata Richard yang hendak menarik Rahel. Namun Christy langsung menahan mereka.


"Biarin ajah Rahel tahu, bang. Lagi pula dia akan meneruskan semua ini untuk aku" ucap Christy membuat Richard menatapnya.


"Princess, sudah cukup semua ini. Kamu tidak bisa menyeret Rahel ke dalam masalah kamu" tegas Richard yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Christy.


"Abang sendiri yang mengajariku. Aku harus membalas semua orang yang mengusikku. Aku balas mereka seperti ini" ucap Christy membuat Richard mengacak rambutnya frustasi.


"Abang menyesal, princess.....Abang menyesal karena mengajari kamu seperti itu. Abang tidak menyangka kalau kamu malah seperti ini" ucap Richard sendu.


Richard merasa sangat menyesal karena mengajari Christy seperti itu. Dia tidak tahu kalau Christy justru tumbuh menjadi gadis pendendam seperti ini. Rasa dendam di hati gadis itu sangat sulit di hilangkan.

__ADS_1


"Abang gak salah kok. Justru ajaran abang itu sangat berguna. Lihatlah, sekarang aku bisa membalas mereka tanpa mereka sadari" kata Christy dengan sangat bangga.


"Apa maksudnya kak? Kak Chris kenapa ngomong gitu?" tanya Rahel.


"Sudah kakak bilang, di dunia ini tidak seorang pun bisa di percayai. Termaksud kakak" ucap Christy menatap Rahel.


"Kamu fikir semua yang terjadi ini hanya kebetulan? Mereka berdua yang tiba-tiba muncul merusak perusahaan keluarga Raymond. Bang Steven yang tiba-tiba muncul, bang Raka yang mati dan Putri yang juga mati" ucap Christy membuat Rahel sulit untuk mempercayainya.


Christy yang di kenalnya bukan seperti ini. Tapi kali ini, ia melihat sisi baru dari kakaknya itu. Christy memperlihatkan sisi hitamnya.


"Maksud kakak, semua ini rencananya kakak? Tapi untuk apa? Kenapa kak Chris melakukan semua ini? Apa keadaan kakak yang koma tiga tahun itu juga rencana kakak?" tanya Rahel yang perlahan mengerti semua yang terjadi selama ini.


"Kakak tidak akan seperti ini, kalau mereka tidak mengusik hidup kakak. Apapun akan kakak lakukan untuk membalas mereka. Termaksud mengorbankan nyawa kakak. Kamu memang benar, keadaan kakak yang koma itu termaksud dalam rencana kakak" ungkap Christy yang semakin membuat Rahel terkejut.


"Malam pertempuran bersama DB waktu itu, awal dari rencana kakak. Hanya satu cara untuk bisa membuat bang Steven kembali, saat dia tahu kondisi kakak yang koma" ucap Christy sambil menatap lekat wajah Rahel.


"Tapi kenapa harus sejauh ini, kak? Mereka keluarga kakak, kenapa kakak menyakiti mereka?" tanya Rahel yang masih tidak bisa percaya, kalau Christy sejahat itu.


"Keluarga? Kakak tidak pernah percaya dengan yang namanya keluarga! Mereka semua menyakiti kakak, dan kakak harus membalasnya" tegas Christy yang tersenyum sinis.


Rahel tidak ingin mempercayai semua ini. Ia tidak bisa menerimanya. Bukan ini yang ia inginkan.


"Tapi kakak bilang, kakak sayang sama mereka semua. Kakak bilang mereka berarti di hidup kakak" ucap Rahel.


"Rasa sayang di hati kakak, sudah lama mati. Tidak ada leader mafia yang lemah. Kamu fikir selama ini kakak terlihat lemah karena sayang sama mereka? Kamu salah.... Salah besar!" tegas Christy. Lalu ia tertawa.


Christy merasa sangat bangga, karena ia berhasil mengelabui semua orang.


Mana bisa mereka percaya padanya selama ini? Mana ada leader mafia terkuat di dunia, hanya diam saja ketika di usik? Bodoh!.


"Justru sebaliknya. Kakak berpura-pura lemah, untuk menyakiti mereka semua" ucap Christy menampilkan smirk andalannya.


Richard hanya diam, membiarkan Christy berbicara. Ini sisi lain dari Christy yang Richard tahu sejak dulu.


Christy sedikit berbeda dengan para remaja pada umumnya sejak dulu. Christy adalah sosok pendendam.


Richard bisa memaklumi itu, karena sifat Christy tidak jauh berbeda darinya.


Tapi Richard menunjukkanya dengan sangat jelas. Sedangkan Christy, dia diam dan memendamnya seorang diri.


Christy selalu membalas semua orang yang menyakitinya, namun dengan caranya sendiri.


"Putri beruntung, dia mati karena penyakiti kanker dan bukan karena siksaan kakak. Lalu bang Raka mati, karena perbuatan Arka dan bukan kakak. Tapi tenang ajah, masih ada 2 orang lagi. Dan kali ini, mereka akan mati di tangan kakak" ucap Christy menampilkan smirknya.


"Siapa?" tanya Rahel.


"Zee dan bunda" ungkap Christy lalu tertawa.


Richard menuntup matanya, menghembuskan nafasnya gusar. Ia tidak bisa menghentikan Christy. Dia justru akan semakin menyeramkan.


Richard hanya perlu menyiapkan dirinya, jika suata saat Siska bundanya itu mati di tangan Christy.


"Abang kenapa hanya diam? Kenapa abang gak suruh kak Chris untuk berhenti? Sudah banyak yang dia sakiti, dan itu keluarga abang" ucap Rahel menatap Richard yang berdiri di sebelahnya.


"Semakin kamu berusaha untuk mengehentikan dia, semakin gila perbuatannya. Kamu harus sadar, princess berbeda dari orang lain" ucap Richard lalu keluar dari sana.


Rahel akhirnya mengerti, orang seperti apa Christy. Ia baru menyadari arti dari semua perkataan Christy untuknya.


Ia merasa kalau Christy benar-benar pintar dan licik. Banyak orang yang berhasil di kelabuinya.


"Udah gue bilang, gue gak suka di usik. Ini akibat karena kalian mengganggu ketenangan hidup gue" batin Christy.


//skip//


Hari sudah malam, mansion terlihat cukup ramai hari ini. Mereka semua berkumpul untuk berbeque bersama.


Para maid dengan semangat menyiapkan semua yang mereka perlukan. Mereka belum memulainya karena Raja belum pulang dari kantor.


Christy bergabung bersama para sahabatnya, berbincang dan bercanda bersama. Sudah lama mereka tidak seperti ini. Christy tidak hentinya mengelus perut Tasya yang sudah sangat besar.


"Kayaknya yang semangat nunggu kelahiran baby, lo deh Chris" ucap Tasya bercanda. Membuat mereka tertawa bersama.


"Sya, lo harus sering-sering lihat mukanya bang Richard. Biar anak lo nanti ganteng kayak bang Richard" ucap Christy menunjuk Richard yang asik berbicara bersama Vira.


"Lah, terus kalau baby cewek?" tanya Dimas sambil mengelus perut istirnya itu.


"Eh iya juga yah, gue lupa. Yah kalau cewek berarti nanti pintarnya kayak bang Richard" kata Christy membuat Richard menghampirinya. Mengacak gemas rambut adiknya itu.


"Princess, itu bukan anaknya abang. Gak harus mirip abang dong. Mirip Tasya atau Dimas, itu baru betul" cetus Richard sambil tersenyum.


"Nah tuh. Kalau gak mirip sama orangtuanya. Itu jadi pertanyaan" kata Dimas bercanda.


Saat mereka asik bercanda, Raja datang menggandeng seorang gadis. Siapa lagi kalau bukan Sasa, sekretaris sekaligus kekasihnya itu.


"Udah berani bawa cewek ke mansion. Langsung kenalin ajah ke bunda" ucap Revano menggoda Raja.


Raja tersenyum dan menjadi salah tingkah, saat para sahabatnya menggodanya terus menerus.


"Ketemu sama bunda dulu yuk" ajak Raja membuat Sasa menjadi takut.


Sasa menjadi sangat gugup saat Raja hendak membawanya menemui Siska. Raja justru terkekeh saat melihat wajah imut kekasihnya itu saat ketakutan.


"Bunda gak makan orang kok" ucap Raja bercanda.


"Tapi nelan orang" lanjutnya yang langsung mendapat cubitan dari Sasa.


Raja menggenggam tangan Sasa, membawanya menemui Siska yang sedang berbicara bersama Megan dan Faris.


"Bun" panggil Raja membuat Siska berbalik dan tersenyum. Lalu dia memeluk putranya itu.


Siska tersenyum saat melihat ada seorang gadis cantik yang berdiri di samping Raja.


"Pacar kamu?" tanya Siska membuat Raja mengangguk sambil tersenyum.


"Cantik yah. Bunda suka" ucap Siska membuat rasa gugup Sasa seketika hilang.


"Nama kamu siapa?" tanya Siska dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Sasa, tante"


"Panggil bunda ajah. Supaya lebih akrab" kata Siska mengelus lembut kepala Sasa.


Sasa menjadi senang saat Siska menunjukan bahwa dia menerimanya. Raja tersenyum saat melihat Sasa tersenyum.


"Temui abang mu dulu. Dia juga pasti ingin mengenal gadis yang buat kamu jatuh cinta" kata Siska membuat Raja tersenyum.


Raja langsung membawa Sasa untuk menemui Richard. Pria dingin itu tidak hentinya tersenyum saat melihat Raja yang terlihat gugup untuk menghampirinya.


Sasa justru terkesan lebih santai, sedangkan Raja terlihat lumayan gugup. Padahal menurut Sasa, Richard tidak semenakutkan itu.


Richard yang sudah lelah tersenyum, langsung datang menghampiri adiknya itu.


"Mau sampai kapan kamu berdiri di sini?" tanya Richard membuat Raja tersenyum dan menatapnya.


"Jadi ini gadisnya hmm?" tanya Richard mengacak gemas rambut adiknya itu.


"Iya bang" jawab Raja membuat Richard tersenyum.


"Adik saya ini orangnya sangat keras kepala. Jadi maklumi saja yah" cetus Richard menatap Sasa.


Sasa tersenyum dan mengangguk. Richard tersenyum menatap keduanya, lalu ia memeluk erat tubuh Raja.


"Jangan pernah menyakiti hati gadis ini. Dia sangat tulus, Raja" bisik Richard di telinga Raja.


"Pasti bang" Raja pun memeluk erat tubuh abangnya itu.


"Richard, bantuin gue sini" teiak Faris yang terlihat kesulitan memanggang beberapa daging.


Richard menghembuskan nafasnya gusar. Faris selalu membuatnya kesal, pria itu selalu ingin di bantu. Padahal hal yang di lakukannya tidak sulit.


Richard langsung menghampiri Faris, ia terkejut melihat wajah Faris yang hitam karena arang.


Richard benar-benar tidak bisa menahan tawanya, ia tertawa begitu lepas.


Semua orang cukup terkejut mendengar suara tawa Richard, itu benar-benar lepas. Richard seketika berhenti tertawa dan kembali menampilkan wajah datarnya, saat menyadari kalau semua orang menatapnya.


"Yang kamu panggang daging atau wajah mu itu hah" ucap Richard membuat Faris memukulnya lumayan keras.


"Makanya bantuin" kata Faris yang terlihat sangat kesal.


Richard langsung mengambil alih semuanya. Ia memanggang semua daging dengan sangat lincah, sedangkan Faris pergi untuk mengganti baju dan mencuci mukanya.


"Gue bantu bang" kata Michel yang sudah berdiri di samping Richard.


Michel mengangkat beberapa daging yang sudah matang, sedangkan Richard membalik-balikan beberapa daging yang belum matang.


Mereka berdua terus tersenyum saat melihat semua orang yang tertawa bahagia.


Wajah Christy yang terlihat sangat cantik saat tertawa, membuat mereka terus tersenyum. Dulu sangat sulit untuk mendengar suara Christy, bahkan melihatnya tersenyum pun sangat jarang.


"Jaga princess yah" ucap Richard membuat Michel tersenyum.


"Itu udah pasti bang. Gue gak akan pernah nyakitin dia" kata Michel yang terlihat sangat yakin dengan perkataannya.


"Jangan pernah tinggalkan dia, Michel. Nanti saat kamu tahu seperti apa princess, saya harap kamu tetap di sampingnya. Princess mungkin seperti itu, tapi dia juga bisa hancur suatu saat" kata Richard membuat Michel sedikit bingung.


"Apapun yang terjadi nanti, gue gak akan ninggali Chris, bang. Gue selalu ingat sama sumpah pernikahan yang gue ucapin di depan Chris dan di depan semua orang" kata Michel membuat Richard tersenyum.


"Dan satu lagi. Selalu ingatkan dia, kalau semua orang sayang sama dia. Dan katakan pada princess, tidak ada yang ingin menyakitinya" ucap Richard menatap wajah Michel.


Michel merasa ada yang janggal dari ucapan Richard.


"Apa ada lagi yang gue gak tahu tentang Chris, bang?" tanya Michel membuat Richard terdiam sejenak.


"Kamu, kemari" panggil Richard pada seorang pelayan yang sedang membagikan minuman pada para anggota keluarga.


"Iya tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu sambil menunduk.


"Bawa minuman itu ke sana. Tabrak adik saya" ucap Richard menunjuk Christy yang asik bercanda bersama para sahabatnya.


Michel dan pelayan itu sedikit terkejut, Richard memberi perintah yang sedikit aneh.


"Tapi tuan, nanti saya bisa terkena masalah" ucap pelayan itu takut.


"Ini perintah saya. Kamu tidak akan kenapa-napa" kata Richard yang sangat yakin.


Pelayan itu hanya bisa menuruti apa yang Richard perintahkan. Ia berjalan membawa segelas jus menuju ke arah Christy.


"Lihat princess baik-baik" ucap Richard.


Michel terus menatap istrinya itu, hingga pelayan suruhan Richard itu berhasil menumpahkan segelas jus ke baju Christy. Michel masih tidak menemukan kejanggalan


Christy cukup terkejut saat jus itu mengenai bajunya, tapi dia terlihat cukup santai. Bahkan dia membantu pelayan itu mengambil gelas yang terjatuh.


"Perhatikan wajahnya" ucap Richard.


Saat Michel kembali fokus, dia terkejut melihat perubahan ekspresi Christy.


Senyuman gadis itu seketika hilang, dia menampilkan wajah yang sangat datar dan tatapan yang menakutkan. Michel baru melihat Christy yang seperti itu.


Richard langsung menghampiri adiknya, lalu menyuruh pelayan itu untuk kembali bekerja. Christy seketika kembali tersenyum, seperti tidak terjadi apa-apa.


"Banyak orang di sini, princess. Sebaiknya kamu mengganti pakaian" kata Richard menutupi tubuh Christy menggunakan jaketnya.


"Pelayan itu membuat aku kesal" ucap Christy.


"Abang tahu. Tapi sekarang kamu sebaiknya mengganti pakaian. Lalu turun lagi, kita akan makan bersama" kata Richard yang langsung di turuti Christy.


Richard kembali menghampiri Michel, pria itu hanya diam dan mencoba mengerti.


"Jangan pernah menyakiti princess. Kamu akan menderita Michel" ucap Richard memperingati Michel.


Michel mencoba mengerti maksud Richard, meski ia tidak sepenuhnya mengerti. Ia mencoba untuk berfikir possitive.


Christy adalah istrinya, dan kewajibannya sebagai suami adalah menjaga Christy.

__ADS_1


__ADS_2