Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 25


__ADS_3

Kondisi Steven yang sedikit membaik, membuat pria itu bersih keras ingin keluar dari rumah sakit. Tentu saja itu hanya akan menimbulkan perdebatan antara dia dan Richard. Steven benar-benar ingin memukul kepala abangnya itu, berharap abangnya tidak keras kepala.


Steven sudah tidak betah berada dirumah sakit, ia merasa risih. Richard pun merasa kesal, karena adiknya itu yang tidak berhentinya mengoceh. Adiknya yang satu itu sangat keras kepala, Steven beruntung karena Richard tidak akan memukulnya.


"Steven kamu hanya perlu berbaring disini. Kamu bukan bekerja di sini. Kenapa kamu sangat keras kepala!"ucap Richard kesal.


"bang, justru karena itu aku gak mau disini terus. Hanya tidur, makan, tidur lagi dan makan lagi. Bisa-bisa aku berubah jadi sapi. Badan bagus aku bisa jadi jelek bang. Otot di perut aku juga udah mulai hilang, sebelum masuk rumah sakit kotak di perutku ada enam. Sekarang boro-boro enam. Satu ajah gak ada bang"kata Steven kesal.


"Steven jangan konyol kamu. Kanya karena otot di perut kamu hilang, kamu mau cepat-cepat keluar dari rumah sakit"kata Richard yang sudah frutasi meladeni adiknya itu.


"bang, lagian di rumah sakit ada ayah dan kembaran itu juga dirawat. Emang abang gak mikirin soal bayaran? Mahal bang!"kata Steven membuat Richard semakin kesal.


"sejak kapan kamu mikirin soal uang? Mau kalian di rawat, atau seluruh keluarga Raymond dirawat di sini. Gak akan ada ngaruhnya. Ini rumah sakit punya kita Steven!"kata Richard mengacak rambutnya frutasi.


"bang kali ini ajah. Nanti kalau aku sakit lagi gak akan deh minta di keluarin cepat. Bang yah yah"kata Steven menggoyang-goyangkan tangan Richard. Membuat Richard menatapnya kesal.


"abang bicara dulu sama dokter kamu. Kalau dia bilang boleh, baru kamu bisa keluar dari rumah sakit"kata Richard. Membuat Steven senang, dan langsung memeluk abangnya itu. Richard tersenyum sambil mengelus rambut Steven.


Tidak ada yang berubah dari Steven menurut Richard. Adiknya itu selalu berprilaku seperti anak kecil padanya. Selalu bersikap manja padanya, selalu mau di turuti maunya. Jika tidak, dia akan marah dan tidak menegur Richard.


Saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba pintu di buka dan menampilkan Vira. Gadis itu masuk dan tersenyum pada Richard dan Steven. Richard melepaskan pelukannya pada Steven, lalu menghampiri Vira dan mengecup singkat kening kekasihnya itu.


Steven terkekeh melihat kelakuan abangnya itu, Richard berubah menjadi sedikit romantis saat sudah memiliki kekasih.


"kamu sudah makan?"tanya Richard.


"belum. Jni mau ngajakin kamu makan bareng"kata Vira tersenyum manis.


"yaudah"


"Steven, abang pergi dulu. Kamu tetap disini, jangan pergi kemana-mana sebelum abang datang."kata Richard yang diangguki Steven.


"yuk"ucap Richard menggenggam tangan Vira, lalu pergi meninggalkan Steven.


Vira sangat sering ke rumah sakit untuk melihat keadaan semua keluarga Raymond yang dirawat. Richard pun lebih sering berada di eumah sakit, ia hanya selalu di sana melihat keadaan Raymond dan ketiga adiknya. Lelah? Sudah pasti, ia bahkan mulai tidak bisa mengatur waktu makan dan tidurnya.


Vira dan Christy menjadi orang yang selalu memperhatikan Richard. Mengatur makan pria itu, dan selalu melihat kondisinya.


Vira mengajak Richard makan di salah satu tempat makan yang tidak jauh dari rumah sakit. Saat mereka sudah di sana, gadis itu langsung memasan makanan untuk mereka berdua. Sambil menunggu, Vira sibuk dengan hp nya. Ada beberapa urusan kantor yang belum di selesaikannya.


Richard hanya diam, dan memperhatikan wajah serius Vira. Senyuman di bibirnya tiba-tiba terlihat, walaupun hanya senyuman tipis. Para gadis yang ada di sana, berbisik-bisik tentang wajah tampan milik Richard. Pria itu selalu bisa membuat kaum hawa tergila-gila.


Bahkan saat makanan mereka sudah ada, Vira tidak menyadarinya. Richard mulai kesal, karena gadis itu sibuk dengan hp nya, dan tidak menyentuh makananannya sama sekali. Dengan tangan panjangnya, dia menarik hp Vira dan memasukannya kedalan saku jaketnya.


"makan"ucap Richard dengan nada dinginnya, membuat Vira merinding.


"iya iya"kata Vira lalu mulai makan.


"Saya ketoilet dulu"ucap Richard pada Vira, lalu berdiri dan pergi.


Vira kembali fokus pada makanannya, dia baru menyadari kalau Richard menggunakan jaket KC. Jaket itu dia gantung di kursi yang di dudukinya. Ada lambang bertuliskan jendral di jaket itu. Terlihat sangat bagus.


Saat sedang asik makan, Vira terkejut karena ada beberapa pria yang berdiri di dekat mejanya. Bahkan salah satunya, duduk di kursi milik Richard. Para pria itu sepertinya anak geng motor, terlihat dari jaket dan sarung tangan yang mereka pakai. Dan yang duduk di kursi Richard, sepertinya ketua geng motor itu.


"cewek cantik kok sendirian?"tanya pria yang duduk di kursi Richard.


"gue gak sendiri. Ada cowok gue di sini. Kursi yang lo dudukin, itu punya cowok gue"kata Vira berusaha menahan takutnya.


"oh ini kursinya? Ini jaketnya?"tanya pria itu memainkan jaket milik Richard.


"Dio, tunggu deh. Ini kan jaket KC. Mafia terkuat di dunia itu"kata salah satu teman pria itu.

__ADS_1


"halah, palingan juga di buat sendiri nih"ucap pria bernama Dio itu sambil memainkan jaket milik Richard.


"itu emang jaketnya KC bego"kata Vira kesal, karena jaket Richard di mainkan Dio.


"gue bukan anak SD yang bisa di kibulin. Ini tuh jaket palsu. Yakali jaket KC burik gini"kata Dio menyiramkan jus kejaket milik Richard. Vira hendak berdiri, namun pundaknya di tahan hingga gadis itu kembali terduduk.


Para pengunjung mulai menatap ke arah meja Vira. Saat ini Vira hanya berharap Richard cepat kembali dari toilet. Jaket Richard sudah sangat kotor, bahkan Dio sempat meludahi jaket itu. Sungguh mencari mati pria itu.


BUGH


Salah satu anggota geng motor itu, terjatuh menghantam lantai karena di tendang. Orang yang menendangannya itu Richard, wajah pria itu terlihat menakutkan, rahang yang mengeras karena marah. Mata Richard menajam, saat melihat pundak Vira ditahan oleh dua pria.


"eh siapa lo? Nyari mati nih orang!"ucap Dio marah. Karena temannya di tendang hingga terjatuh.


BUGH


BUGH


BUGH


Tidak ada suara yang keluar dari mulut Richard. Dia hanya memukul beberapa pria yang mengepung Vira. Empat orang dari tujuh anggota geng motor itu terbaring lemas. Richard berubah menjadi menyeramkan.


"jangan sentuh milik saya"ucap Richard menarik kedua pria yang menahan pundak Vira. Menendang kedua pria itu, memukulnya secara membabi buta.


Richard tidak perduli walaupun wajah kedua pria itu sudah di penuhi darah. Para pelangganpun mulai histeris, karena takut dengan apa yang Richard lakukan.


"anjing lo!"kata Dio mulai maju, dan hendak menendang punggung Richard. Tapi mata elang Richard berhasil membuatnya menghindar. Ia menatap tajam ke arah Dio.


BUGH


BUGH


Richard mengambil kursi, lalu memukul Dio menggunakan kursi itu. Para pengunjung semakin histeris, melihat Richard yang memukul seperti tak pandang bulu. Sangat brutal dan tidak berhenti sejak tadi.


Richard mengambil hp nya dari saku celananya, lalu menelfon seseorang. Setelah itu, tiba-tiba beberapa orang datang. Mereka adalah anggot KC yang baru saja Richard telfon.


Mereka terkejut melihat jaket milik Richard yang tergeletak di lantai dan terlihat sangat kotor. Salah satu dari mereka, langsung mengambil jaket itu dan mencoba untuk membersihkannya. Namun nodanya memang tidak bisa hilang. Kecuali di suci.


"bawa mereka ke markas. Jaket saya, bagaimanapun caranya harus bersih"kata Richard menatap anggota KC yang berdiri tegap dihadapannya.


"apa yang harus kami lakukan pada mereka di markas, jendral?"tanya salah satu anggota KC.


"bawa saja kemarkas. Biar saya yang urus"kata Richard di angguki anggota KC.


Mereka semua langsung di bawa kemarkas oleh anggota KC, keadaan tempat makan itu terlihat kacau. Kursi dan meja yang hancur karena kelakuan Richard. Bahkan pemilik tempat makan itu hanya bisa terdiam, melihat tempatnya di buat hancur.


"telfon orang ini. Dia akan membayar semua kerugian anda"ucap Richard memberikan sebuah kartu nama pada pemilik tempat makan itu. Lalu menarik Vira keluar dari sana.


Richard terlihat sangat marah, Vira bisa merasakannya. Aura yang selalu Richard keluarkan saat sedang marah sangat menakutkan. Pria itu tiba-tiba berhenti, dan menatap wajah Vira.


"kamu gak apa-apa?"tanya Richard.


"tangan kamu"ucap Vira menatap tangan Richard yang berdarah.


"ini darah orang-orang tadi"kata Richard, membuat Vira bernafas lega.


"jaket kamu?"tanya Vira membuat Richard kesal.


"berhenti menanyakan hal yang tidak penting!"kata Richard membuat Vira diam.


Baru saja Vira mau berbicara, suara hp Richard membuatnya kembali diam. Richard berbicara pada orang yang menelfonnya, Vira hanya diam menunggu pria itu selesai berbicara.

__ADS_1


Saat selesai menelfon, Richard langsung menyimpan hp nya disaku celana. Lalu mengeluarkan hp Vira yang diambilnya tadi, lalu memberikannga pada Vira.


"saya panggilkan taxi. Kamu pulang sendiri yah"kata Richard, mendekat kepinggir jalan. Dan mencari taxi.


"kamu mau kemana?"tanya Vira.


"saya harus pulang. Princess mau berbicara sesuatu"ucap Richard.


"taxi"panggil Richard, melambaikan tangannya untuk memberhentiman taxi.


"naiklah"kata Richard membukakan pintu taxi untuk Vira.


"kalau kamu sudah sampai, langsung telfon saya"kata Richard.


"kamu hati-hati"kata Vira saat Richard sudah menutup pintu lalu berlari kearah mobilnya.


Saat taxi sudah berjalan, Vira terdiam sejenak memikirkan Richard. Entah kenapa dia merasa cemburu, saat Richard lebih mementing Christy. Tapi ia juga merasa bersalah, karena cemburu pada Christy. Bagaimanapun juga Christy adalah orang yang spesial untuk Richard. Jadi tidak ada alasan untuk dia cemburu.


Sedangkan Richard, dia mengemudikan mobilkan dengan kecepatan tinggi. Lima menit perjalanan, mobilnya masuk kedalam parkiran mansion. Dia langsung masuk kedalam mansion, dan menghampiri Christy yang duduk di ruang keluarga.


Richard panik saat melihat Christy menangis, gadis itu langsung memeluknya. Ia bingung, karena melihat Christy yang menangis.


"princess ada apa? Kenapa menangis? Apa terjadi sesuatu?"tanya Richard yang panik melihat Christy terisak


"bang hiks hiks"cmChristy terisak, melepaskan pelukannya lalu menatap Richard.


"jangan menangis. Katakan ada apa"kata Richard menghapus air mata Christy.


"abang baca ajah"kata Chrisy memberikan sebuah surat.


Richard langsung membacanya, ia benar-benar sangat terkejut. Itu adalah surat persetujuan dari rumah sakit, ada tanda tangan Raymond di kertas itu.


Di kertas itu tertulis bahwa Raymond akan mendonorkan hatinya, pada pasien bernama Steven. Dan dokternya adalah, dokter Rio. Dokter yang sama dengan yang mengoperasi Steven dulu. Dokter yang Richard panggil untuk memeriksa Steven di Indonesia.


Richard benar-benar tidak tahu apa-apa soal ini. Soal Raymond yang mau mendonorlan hatinya pada Steven. Kenapa sangat tiba-tiba seperti ini.


"princess, kamu dapat ini dari mana?"tanya Richard.


"tadi ada polisi yang datang kerumah sakit. Mereka ngembaliin semua barang yang ada di mobil ayah"kata Christy yang masih terisak.


"kamu sudah tanyakan soal ini pada dokter Rio?"tanya Richard.


"udah bang. Dokter Rio bilang, ayah membuat surat ini saat tahu dokter Rio datang ke Indonesia"kata Christy.


"abang gak tahu soal ini? Bahkan melalui batin sekalipun?"tanya Christy .


"tidak princess. Sebenarnya apa yang dia mau"kata Richard membicarakan Raymond.


"kita harus gimana?"


"masih banyak pendonor. Kita tidak perlu menyetujui surat ini"kata Richard meremas kuat surat itu.


"abang harus nyari pendonor lain. Jangan ayah"kata Christy menatap sendu Richard.


"kamu tenang saja. Abang akan berusaha"kata Richard menghapus air mata Christy.


"bang kenapa jadi gini?"tanya Christy yang merasa sangat sedih.


"abang akan menyelesaikan semuanya. Abang mohon, jangan menangis"ucap Richard memeluk Christy, dan mencium kepala adiknya itu.


"abang akan selalu selesain semua masalah demi kamu. Jangan menangis, abang gak suka lihat kamu menangis"kata Richard mengelus kepala Christy.

__ADS_1


"makasih, karena abang selalu bisa selesain semuanya"kata Christy yang masih sedikit terisak.


"kembali kasih princess. Semua masalah akan abang selesiakan, kalau itu bisa buat kamu bahagia. Apapun akan abang lakukan demi kamu. Karena kamu berarti buat abang"batin Richard.


__ADS_2