Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Extra Part 2


__ADS_3

Hari ini Cemal dan Chris akan merayakan ulangtahun mereka di mansion keluarga. Semua orang begitu senang saat melihat di kembar datang.


Cemal terus memegang tangan adiknya, membuat semua orang sangat gemas. Anak itu sangat menyayangi adiknya.


"Cucu omah sudah datang" ucap seorang wanita yang terlihat semakin menua.


Dia adalah Megan, ia berjalan perlahan untuk menghampiri kedua cucu kesayangannya itu. Cemal dan Chris langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Selamat ulangtahun yah" kata Megan yang terdengar sangat lembut.


Cemal dan Chris mencium Megan, semua orang tertawa melihat kelakuan si kembar.


"Michel tidak datang lagi?" tanya Wijaya pada semua anak-anaknya.


Mereka terdiam sejenak, bingung harus menjawab apa. Michel tidak pernah mau datang ke mansion itu, meskipun mereka sudah memaksa.


"Mungkin lain kali dad" ucap Revano yang sedikit merasa tidak enak.


Wijaya selalu menunggu kedatangan Michel, namun pria itu benar-benar tidak akan datang walaupun keadaan genting.


Bahkan saat Siska meninggal, Michel tidak perduli sama sekali. Pria itu lebih menyibukkan dirinya di rumah sakit.


"Cucu-cucu opah, kemari" Wijaya berjongkok dan merentangkan tangannya.


Cemal dan Chris berlari lalu memeluknya, ia tersenyum bahagia. Setidaknya kedua cucunya itu bisa mengobati rasa rindunya pada Christy, putri kesayangannya.


"Mau hadiah apa dari opah hmm?" tanya Wijaya.


"Antar aku, Chris, dan papa ke bandara. Yah?" ucap Cemal membuat Wijaya bingung.


Ia menatap semua anak-anaknya, ia tidak tahu apa-apa.


"Michel akan tinggal di London untuk sementara waktu" ujar Steven membuat Wijaya menghembuskan nafasnya gusar.


Ia berusaha menerimanya, sekalipun ia melarangnya itu tidak berguna sama sekali.


"Apa dia tidak mau berpamitan dulu?" tanya Wijaya yang terdengar sendu.


Mereka benar-benar tidak tega, di usia Wijaya saat ini ia harus terjebak dengan rasa bersalah. Michel tidak mau menemuinya.


"Kita bahas itu nanti ya dad, biarin Cemal dan Chris ngerayain ulangannya dulu" ucap Raja membuat Wijaya mengangguk.


Mereka langsung berkumpul di taman belakang mansion, ada banyak hiasan di sana. Cemal dan Chris terlihat sangat senang.


"Hadiah dari aunty" ucap Zee sambil tersenyum manis di hadapan si kembar.


"Terimakasih" ucap mereka lalu mencium Zee.


Cemal dan Chris mencium semua orang yang memberikan mereka hadiah. Berada di mansion ini membuat mereka senang.


Karena saat mereka di mansion Michel, mereka merasa sangat kesepian.


Mereka semua bernyanyi bersama, membuat suasana semakin ramai.


Semua orang bertepuk tangan saat Cemal dan Chris meniup lilin ulangtahun mereka.


"Selamat ulangtahun princess" ucap Saga lalu mencubit gemas pipi Chris.


Cemal yang melihat menjadi cemburu, ia tidak suka jika adiknya dekat dengan orang lain. Saga yang tahu jika Cemal kesal, justru semakin membuatnya kesal.


"Hadiah" lanjutnya lalu memberikan kotak kecil untuk Chris.


Chris tersenyum lalu membuka kotak itu, ada permen coklat kesukaannya.


"Untukku saja" ucap Kemal lalu merebut coklat itu.


Niatnya untuk memakan coklat itu justru terhenti, saat ia melihat wajah Chris yang murung.


Cemal langsung membaginya menjadi dua bagian, lalu memberikannya pada adiknya itu.


Mereka semua sangat gemas dengan tingkah Cemal, anak itu benar-benar sangat possesive pada adiknya.


"Hey, uncle datang" ucap seorang pria tampan yang baru saja datang.


Cemal dan Chris berlari dengan sangat cepat, mereka memeluk pria itu.


"Uncle Faris terlambat" kaya Chris membuat pria yang di panggilnya Faris itu tersenyum.


"Maaf princess" Faris tersenyum manis menatap keponakan kembarnya itu.


"Uncle Richard di mana? Dia tidak ada di mansion hmm?" tanya Faris yang tidak melihat kehadiran pria dingin itu.


Chris menarik Faris sedikit mendekat padanya, lalu berbisik di telinga pria itu.


"Dia bilang, dia mencari gadisnya" bisik Chris membuat Faris semakin gemas.


Chris benar-benar sangat imut. Gadis kecil itu selalu saja mengatakan hal yang membuat orang menjadi gemas padanya.


"Oh iya, tadi di depan gue lihat mobilnya Michel" ucap Faris membuat mereka semua terkejut.


Tanpa fikir panjang, Wijaya langsung berlari keluar dari mansion. Ia rasa tidak ada kesempatan lagi untuk berbicara pada menantunya itu.

__ADS_1


Benar kata Faris, ada mobil Alphard berwarna putih milik Michel yang terparkir lumayan jauh dari mansion.


Wijaya berlari cukup cepat, membuat mereka semua khawatir. Di umurnya saat ini, seharusnya ia berjalan lebih hati-hati.


"Michel" Wijaya mengetuk kaca mobil itu, membuat Michel yang ada di dalam sedikit terkejut.


Namun pria itu tidak keluar dari mobil, ia justru menutup matanya. Wijaya berusaha mengerti posisi Michel.


"Daddy sudah lama tidak bertemu dengan kamu" ucap Wijaya sambil tersenyum sangat lebar.


Melihat Michel sedikit ini, sudah berhasil mengobati rasa rindunya.


Semua orang yang melihatnya hanya bisa terdiam, mereka benar-benar sangat sedih melihat Wijaya.


Pria tua itu berdiri di samping mobil milik Michel, terus mengetuk kaca mobil itu dan terus mencoba berbicara pada Michel.


Sedangkan Michel yang ada di dalam, ia justru menutup matanya rapat-rapat.


"Daddy boleh minta satu hal? Daddy sangat ingin memeluk kamu" ucap Wijaya sendu.


Tiba-tiba Michel membalikan badannya, ia tidak ingin melihat wajah pria yang menyakiti Christy. Yang merusak mental Christy. Ia membencinya.


Revano yang geram, seketika menghampiri Wijaya. Ia mengambil batu dan melempar kaca mobil itu.


Revano memasukan tangannya, lalu membuka kunci mobil dan menarik Michel keluar dari mobil itu.


Wijaya berusaha menahan anaknya, tapi kekuatannya tidak semua Revano.


"Mau sampai kapan Lo kayak gini, hah?! Lo gak bisa ngehargain orangtua? Dia bokap istri Lo, bego!" tegas Revano sambil menarik kera baju Michel.


Michel hanya diam, ia tidak berniat untuk meladeni Revano.


"Rev, udahlah. Lo makin bikin masalah kalau gini caranya" Dimas berusaha menjauhkan Revano dari Michel.


"Dia harus sadar Dim. Gak selamanya dia mau gini terus, bukan cuma dia yang kehilangan Chris. Kita semua kehilangan, tapi dia bertingkah seolah dia yang paling hancur di sini" ucap Revano lalu mendorong Michel.


Perkataan Revano berhasil membuat Michel terpancing emosi.


Apa dia bilang? Merasa paling tersakiti? Merasa paling kehilangan? Itu udah pasti! Ia kehilangan cintanya. Dan itu untuk selamanya.


"Dengan gue maafin kalian, lupain semuanya, jalanin hari kayak biasa.... Apa bisa bikin istri gue balik, hah?! Apa bisa bikin anak-anak gue ngelihat mamanya?! ENGGAK BISA!" tegas Michel.


Mereka semua seketika terdiam, Michel terlibat sangat hancur.


"Anak-anak gue tumbuh tanpa sosok mama, tumbuh tanpa bisa manggil kata mama. Kalian fikir gue bisa ikhlas hah?!" lanjutnya dengan sangat tegas.


Sudah cukup ia diam selama ini, saat semua orang berkata hal aneh tentang dirinya.


"Dan Lo bilang apa tadi? Gue gak ngehargain orangtua? Lo fikir sekarang. Gimana gue bisa ngehargain orang yang udah ngerusak mental istri gue, ngerusak semua tentang istri gue. JAWAB!" teriak Michel penuh emosi.


Ia menarik Revano lalu memukul pria itu, ia tida bisa lagi menahan emosinya.


"Cel, udah dong" Fikra menarik Michel menjauh.


Fikri membenci situasi ini. Situasi di mana ia harus melihat para sahabatnya saling menyerang.


"Kehilangan Chris bukan hal yang sepele. Dia segalanya buat gue, dia orang yang selalu pengen gue buat bahagia di dunia ini. Tapi dia pergi ninggalin gue. Gue gak bisa terima itu" lanjutnya lirih.


Michel tidak bisa menahan air matanya, ia benar-benar menjadi lemah saat kehilangan cintanya.


Wijaya menangis sesegukan, ia sangat terpukul mendengar perkataan Michel.


Tanpa mereka duga, Michel tiba-tiba saja memeluk Wijaya. Air matanya terjatuh semakin deras.


Wijaya juga memiliki tempat tersendiri di hati Michel, namun tidak untuk sekarang.


"Terimakasih.... Terimakasih karena Daddy berhasil merebut kebahagiaan aku. Jaga kesehatan yah, aku pamit bawa anak-anak" ucap Michel lirih.


Michel lalu kembali masuk ke mobilnya, dan pergi meninggalkan kawasan mansion elit itu.


Runtuh sudah pertahanan Wijaya, ia terduduk lemas di sana. Sehancur itu kah Michel? Dan itu karena perbuatannya.


"Dad" Revano menatap Wijaya, hatinya terasa sangat sakit.


"Sekali lagi..... Sekali lagi Daddy menghancurkan kebahagiaan seseorang" ucapnya lirih.


//Skip//


Waktu berjalan sangat cepat, pagi hingga sore pria itu terus bolak-balik ke tempat yang sama.


Berharap ia bertemu seseorang yang di carinya sejak lima tahun terakhir.


Richard, sudah lima tahun ia berusaha mencari Vira. Tapi tidak menemukan apapun walau hanya sedikit.


Bahkan batinnya tidak berguna sama sekali, entah ada apa sebenarnya.


"Kamu ke mana Vira?" tanya nya, sambil menatap rumah yang dulunya sering ia datangi bersama Vira.


Walaupun hanya sedikit, ia tidak menemukan apapun tentang Vira. Ia bahkan menyuruh banyak orang itu mencari gadis itu, ke setiap penjuru negeri.


"Saya butuh kamu" ucapnya lirih.

__ADS_1


Richard duduk tepat di depan pintu rumah Vira, menyandarkan kepalanya di pintu itu.


Ia tersenyum saat melihat foto-foto Vira yang ada di ponselnya. Senyuman gadis itu terlihat sangat tulus.


"Ini foto terkahir yang saya ambil" ucapnya sambil menatap foto Vira yang terlibat sibuk dengan banyak berkas.


Richard selalu diam-diam memotret Vira saat dia sedang bekerja. Menurutnya kecantikan Vira akan bertambah, saat gadis itu terlihat sibuk dengan tumpukan berkas.


"Saya janji, saya akan menemukan kamu" kata Richard lalu terdiam sejenak. "Kamu yang akan berjalan bersama saya di atas altar pernikahan" lanjutnya.


...✓✓✓...


Di tempat yang berbeda, tepatnya di sebuah pemakaman. Michel dan kedua anaknya datang untuk berpamitan pada Christy.


Hari ini mereka akan meninggalkan Indonesia, jadi mereka menyempatkan diri untuk berpamitan pada Christy.


Si kembar selalu senang saat datang di makam Christy, mereka dengan semangat memungut beberapa daun yang mengotori makam itu.


"Aku datang bareng Cemal dan Chris" ucap Michel sambil mengelus nama Christy yang terukir di makam itu.


"Hari ini kami akan ke London, mungkin aku gak bisa ke sini sesering biasanya. Maafin aku yah sayang" lanjutnya.


Untuk waktu yang lama Michel akan berhenti untuk datang ke makam ini, ada beberapa urusan yang harus ia selesaikan di London.


Dan ia juga harus fokus membesarkan kedua anaknya.


"Kenapa diam ajah? Gak mau ngobrol sama mama hmm?" tanya Michel melihat kedua anaknya yang hanya diam sejak tadi.


"Mama cantik" ucap Chris sambil memegang selembar foto Christy yang Michel berikan padanya.


"Iya, mama mama memang cantik.... Sangat cantik. Mirip seperti kamu Chris" ucap Michel mengelus lembut pipi putrinya itu.


"Lalu Cemal mirip siapa?" tanya pria kecil itu membuat Michel tersenyum.


"Cemal mirip papa. Tampan" ucapan membuat Cemal tersenyum.


"Mama rindu kita gak yah?" Chris tiba-tiba bertanya pada Michel.


Michel terdiam saat mendengar perkataan putrinya itu. Anak sekecil ini bisa menanyakan hal itu, membuatnya merasa sangat sedih.


"Mama selalu rindu sama Chris dan Cemal. Papa yakin" ucap Michel sambil memeluk kedua anaknya.


Ia mati-matian menahan air matanya, ia tidak mau terlihat lemah di hadapan kedua anaknya.


"Padahal kita belum pernah melihat wajah mama, tapi rasanya sangat rindu" kata Cemal sambil memeluk erat tubuh Michel.


Hancur sudah pertahanan Michel, air matanya jatuh dengan sangat deras.


Chris tiba-tiba ikut menangi. Michel langsung menghapus air mata putrinya itu.


"Hey, princessnya papa kok nangis" Michel berusaha tersenyum, walau saat ini hatinya sangat hancur.


"Papa nangis, jadi aku juga ikut" ucap Chris dengan polosnya.


"Jangan nangis" Cemal menghapus air mata Michel dan juga adiknya.


"Cemal harus sayang sama Chris yah. Jagain Chris, jangan buat dia nangis. Cemal kan abangnya, jadi harus jagain adiknya" ucal Michel menatap putranya itu.


"Iya pa, siap" ujar Cemal membuat Michel tersenyum.


"Chris sama Cemal tunggu di mobil yah. Papa mau ngobrol bentar sama mama" uap Michel, lalu memanggil bodyguard-nya untuk membawa Chris dan Cemal.


Michel kembali duduk bersimpuh di makan Christy. Ia mengelus dadanya berulang kalinya, rasanya panas di dalam sana.


"Udah lima tahun kamu ninggalin aku, tapi sakitnya masih sama" ucapnya lirih.


"Aku janji akan jagain anak-anak kita. Mereka gak akan ngerasa kekurangan kasih sayang" lanjutnya.


"Aku mohon.... Aku mohon walau cuma sekali Chris, sekali ajah muncul di mimpi aku. Aku pengen ngobrol sama kamu sayang. Aku mau nyeritain gimana bahagianya aku waktu dengar suara Cemal dan Chris untuk pertama kalinya" Michel kembali menangis.


Suara tangisannya benar-benar pecah, bahkan ia sulit mengatur nafasnya. Entah kenapa ia merasa hatinya sangat kosong.


"Kenapa Tuhan nyiptain skenario seburuk ini? Kenapa harus ada bagian di mana aku kehilangan kamu. Kenapa harus ada bagian di mana aku harus ngerasa kosong kayak gini".


"Kamu pasti sudah tenang di atas sana, tapi aku mau kamu ngelihat aku Chris. Aku hancur di sini, aku butuh kamu sayang".


Michel berkali-kali berbicara, berharap ia bisa kembali mendengar suara seseorang yang ia rindukan itu.


"Aku pamit sayang. Aku pasti kembali" ucapnya lalu berdiri, menghapus air matanya.


"Kehilangan kamu adalah skenario paling buruk yang Tuhan berikan untuk aku" lanjutnya lirih.


...SELESAI........


...



...


__ADS_1


^^^2 Februari 2021........End ^^^


__ADS_2