Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
chapter 34


__ADS_3

Di mansion saat ini sedang sangat tegang, seorang gadis yang baru saja masuk membuat mereka terkejut. Mereka bingung kenapa gadis itu ada di sana, dan bagaimana bisa.


"mau ngapain lagi lo ke sini?"tanya Raka yang terlihat sangat marah. Kehadiran gadis itu membuatnya sangat risih.


"bang, jangan marah. Aku yang nyuruh Zee ke sini"ujar Christy, lalu mendekat ke arah seorang gadis. Yang tidak lain adalah Zee.


"Chris, kamu lupa dia siapa?"tanya Raka yang masih sangat marah. Dia benar-benar membenci Zee.


"aku inget bang. Semuanya hanya masa lalu. Sekarang kita bisa buka lembaran baru"ucap Christy berusaha membuat Raka mengerti.


"gue minta maaf sama lo. Gue tahu kalau gue salah. Semua yang gue lakuin dulu udah ngehancurin keluarga lo. Maafin gue" Zee berusaha memberanikan diri untuk berbicara. Dia mematap Raka dengan tatapan yang sangat redup.


Lalu gadis itu beralih menatap Siska, wajahnya sengaja di palingkan dari Zee. Zee mengerti perasaan Siska, dan ia juga sadar itu semua karenanya.


"bun"panggil Zee membuat Siska berbalik dan menatapnya tajam.


"jangan pernah menyebut saya seperti itu"ujar Siska marah. Zee berusaha menguatkan dirinya, hari ini tujuannya adalah untuk mendapatkan maaf dari semua orang.


"aku minta maaf, karena aku tante jadi seperti ini. Aku juga minta maaf, karena aku tante malah memojokan Christy. Maafin aku" Zee kembali berkata, ia menatap Siska. Air matanya terjatuh begitu saja, hatinya begitu hancur melihat semua orang yang sudah dia rusak kebahagiannya.


Christy tersenyum tipis lalu menghapus air mata Zee.


"Chris, seharusnya lo gak perlu sejauh ini. Udah bagus lo bawa dia ke rumah sakit waktu itu. Sekarang kenapa lo bawa dia kesini juga"kata Fara menatap Christy. Ia tidak suka dengan kehadiran gadis itu, gadis yang sudah merusak semuanya.


"Far, gue ngerti ke khawatiran lo. Tapi lo sendiri yang selalu bilang ke gue, setiap orang punya kesempatan kedua. Dan itu juga berlaku untuk Zee"kata Christy menatap Fara.


"bang Raka dan bunda, kalian harus bisa maafin Zee. Aku bisa maafin kalian, kenapa kalian gak bisa maafin Zee?"tanya Christy menatap kedua orang itu. Mereka hanya bisa terdiam, bingung harus berkata apa lagi.


"Chris tapi karena kehadiran dia, keluarga ini hancur. Andai dulu dia gak ada, keluarga ini akan baik-baik saja. Ayah tidak akan sakit-sakitan, bunda tidak akan di usir dari mansion dan kamu tidak akan koma selama tiga tahun. Parahnya lagi, ayah meninggal"kata Raka yang sangat marah. Ia mengingat setiap kejadian yang terjadi selama tiga tahun terkahir ini.


"Raka sudah cukup"Richard akhirnya berbicara, dia sedari tadi hanya duduk dan diam memperhatikan mereka semua.


"bang, bukannya abang udah bunuh dia dari dulu? Kenapa dia masih hidup sekarang? Bang Richard selalu bilang, bakal bunuh semua orang yang nyakitin Chris. Tapi kenapa dia masih hidup?"tanya Raka menunjuk Zee. Rasa bencinya pada Zee benar-benar sangat besar.


"Raka apa kamu sadar, kamu berbicara seperti ini seolah kamu tidak salah"ujar Richard membuat Raka menatapnya.


"maksud abang apa?"


"kamu juga salah Raka! Bukannya hanya Zee dan bunda. Apa kamu sadar, dulu kamu juga alasan kenapa princess sampai koma. Kamu alasan kenapa princess menangis. Apa masih kurang jelas?"Richard membuat Raka terdiam. Perkataannya memang benar, sangat benar. Bahkan Raka tidak bisa mengelak nya lagi.


"Raka, lo seharusnya gak ngomong kayak tadi. Gue ngerti perasaan lo, tapi lo juga harus lihat dari sisi pandangnya Zee. Lo gak tahu apa yang dia alami selama ini, dan lo gak ngerasain itu"Steven pun ikut berbicara.


"maksud abang?"tanya Raka bingung.


"Zee selama tiga tahun di siska di markas, setiap hari dia mendapat siksaan. Hingga akhirnya, Alex meninggal dan hanya tersisa Zee. Semua keluarganya mati"ujar Raja yang tahu semuanya. Karena dia melihat semuanya, ia melihat bagaimana Zee dan Alex di siksa terus menerus.


Raka dan Siska terkejut, mereka langsung menatap Zee yang menahan isakannya. Gadis itu merasa hatinya begitu hancur, semua orang yang di sayangnya sudah tidak ada. Dan semua itu, karena dirinya.


"Raka, kamu harus bisa memaafkan dia"kata Faris mencoba membuat Raka mengerti.


"suka atau tidak, Zee akan tinggal di sini. Bang Raka dan bunda harus mencoba memaafkan dia"Christy langsung memberi keputusan, membuat mereka semua terkejut termaksud Zee.


"maksud lo apa? Gue gak mungkin tinggal di sini, Christy"ujar Zee yang terkejut mendengar perkataan Christy. Mana bisa dia tinggal di mansion itu, setelah semua yang di perbuatanya.


"terus lo mau tinggal di mana? Lo mau tidur di jalanan?"tanya Christy membuat Zee terdiam bingung harus menjawab apa.


"Chris, abang gak tahu harus bilang apa lagi. Tapi untuk sekarang, abang gak bisa maafin dia"ucal Raka lalu pergi dari sana.


"gue anterin ke kamar"kata Christy menarik pelan tangan Zee.


Christy sudah menyuruh maid untuk menyiapkan kamar untuk Zee. Kamarnya berada di samping kamar Revano. Zee hanya diam membiarkan Christy melakukan hal yang di inginkannya.


"lo tidur di kamar ini yah"ucap Christy menatap Zee.


"Christy lo seharusnya gak ngelakuin ini. Ini semua terlalu berlebihan. Gue gak pantes dapat ini semua dari lo"ucap Zee yang merasa sangat tidak enak.


"lo gak nyaman?"tanya Christy.

__ADS_1


"bukan gitu maksud gue. Gue cuma malu ajah sama lo. Gue yang udah hancurin kebahagiaan lo, tapi lo malah baik ke gue"ujar Zee menunduk malu.


"Zee dengarin gue. Lo emang udah ngelakuin hal yang salah, tapi bukan berarti lo akan salah salamanya. Jujur, gue kadang marah kalau lihat lo. Karena kalau gue lihat lo, gue inget semua kejadian tiga tahun lalu. Tapi apa gunanya? Sekarang kita fokus buat lembaran baru, dan gue harap lo gak ngulangin kesalahan yang kayak dulu"ujar Christy menggenggam tangan Zee.


"lo terlalu baik Christy. Gue seharusnya gak ngerusak kebahagiaan lo. Gue bodoh karena jahat sama cewek sebaik lo. Sekarang gue tahu kenapa Michel cinta banget sama lo. Gue yakin Michel gak bisa nemuin cewek yang kayak lo"kata Zee menatap mata Christy. Ia di buat terkagum dengan sosok Christy.


"lo juga sama kok kayak gue. Buktinya bang Reza suka sama lo. Dia itu tipe orang yang susah suka sama orang"ucap Christy membuat Zee tersenyum.


"kalau lo ada di sini, gue yakin bang Reza pasti sering main kesini"ucapChristy tersenyum.


"Chris, gue mau minta bantuan sama lo"kata Zee membuat Christy menatapnya.


"bilang ajah, kalau gue bisa pasti gue bantu"


"bisa bantu gue ngobrol sama abang lo?"tanya Zee membuat Christy bingung.


"abang gue ada lima, Zee. Abang yang mana?"tanya Christy mengingat abangnya bukan hanya satu.


"yang namanya Richard"ucap Zee membuat Christy sedikit terkejut.


"lo mau ngobrol sama bang Richard? Ngobrolin apa?"tanya Christy.


"gue cuma mau nanya, apa kakak gue di kuburin dengan layak atau gak. Itu doang kok"ujar Zee tersenyum tipis.


"kenapa gak nanya sama bang Reza?"tanya Christy.


"gue udah nanya berulang kali, tapi dia bilang gue harus nanya langsung ke abang lo"


"yaudah, nanti gue coba yah. Lo istirahat ajah dulu, gue mau ke bawah dulu"kata Christy lalu keluar dari sana.


"makasih Christy, lo udah buat gue berubah jadi lebih baik. Sorry banget untuk kejadian tiga tahun lalu. Gue janji akan perbaikin semuanya"kata Zee.


Christy berjalan menuruni tangga, di bawah terlihat para sahabatnya sedang bersantai. Christy sesekali tersenyum melihat perut Tasya yang semakin membesar. Gadis itu tidak sabar menantikan kelahiran anak sahabatnya itu.


Christy duduk di samping Tasya, lalu mengelus perlahan perut sahabatnya itu. Michel tersenyum melihat tingak kekasihnya itu, Tasya pun terkekeh karena Christy yang terlihat sangat bahagia.


"masih lama Chris"kata Tasya tersenyum.


"kalau anak lo nanti cowok, dia harus kuat kayak lo. Dan kalau anak lo nanti cewek, dia harus cantik kayak lo"kata Christy tersenyum.


"terus, anak gue gak ada mirip-miripnya gitu sama gue?"tanya Dimas menatap Christy. Mereka semua seketika terkekeh mendengar perkataan Dimas.


"hmm gimana yah, gak ada yang bagus dari lo Dim. Masa anak lo nanti nakalnya kayak lo, kan gak lucu"seru Christy membuat semua orang tertawa.


"sembarangan"ucap Dimas mengacak gemas rambut Christy.


"hmm ngomong-ngomong, kalian sebenarnya nikahnya kapan sih?"tanya Revano menatap Christy dan Michel.


"kok lo yang gak sabaran sih? Mendingan lo urusin tuh si Reina"ujar Fikra menjitak kepala sahabatnya itu


"eh iya Rev, kok gue jarang lihat si Reina yah? Kalian masih pacaran kan?"tanya Raja menatap Revano.


"dia sibuk. Jarang ada waktu buat jalan bareng"kata Revano membuat Michel sedikit bingung.


"loh, gue fikir lo udah putus sama Reina. Soalnya seminggu lalu gue lihat dia di jemput sama cowok"ujar Michel membuat mereka semua bingung.


"cowok? Lo yakin?"tanya Revano.


"iya Rev, gue lihat kok mukanya. Soalnya dia nunggu si Reina di lobby"kata Michel membuat Revano berfikir sejenak.


"abang kenal sama dia dimana?"tanya Christy penasaran.


"waktu abang nganterin ayah check up di rumah sakit. Dari situ abang kenal dan dekat sama Reina"ujar Revano membuat Christy berfikir sejenak.


"abang udah berapa lama pacaran sama dia?"tanya Christy.


"2 atau 3 tahun mungkin"kata Revano ambigu.

__ADS_1


"sebaiknya kamu cari tahu siapa gadis itu"tiba-tiba Richard turun, membuat semua orang berbalik padanya.


"cari tahu? Maksud bang Richard?"tanya Revano bingung. Ia tidak mengerti maksud abangnya itu.


"sebaiknya kamu mencari tahu sendiri. Saya tidak mau kamu berfikir kalau saya berusaha merusak hubungan kamu"kata Richard membuat semua orang bingung.


"nama gadis itu Reina Putri Admaja kan"ucap Richard menatap Revano.


"abang tahu dari mana nama panjang Reina?"tanya Revano penasaran. Dia bingung kenapa Richard bisa tahu nama lengkap kekasihnya. Padahal Richard belum pernah bertemu dengan kekasihnya itu.


"kamu tidak perlu tahu. Sebaiknya kamu mencari tahu tentang gadis yang kamu pacari saat ini"kata Richard.


Revano terdiam sejenak, dia mencoba mengerti maksud Richard. Dia yakin, semua yang Richard katakan pasti ada maksudnya, sebenarnya seperti apa Reina? Dia mulai merasa ada kejanggalan dari kekasihnya itu.


"bang, aku mau ngomong bentar"ucao Christy menatap Richard.


"boleh, mau ngomong apa?"tanya Richard tersenyum pada Christy.


"di kamar abang ajah"kata Christy membuat Richard mengangguk.


Christy dan Richard langsung menaiki tangga, lalu masuk ke dalam kamar Richard. Gadis itu langsung duduk di king size milik abangnya itu, begitu pula dengan si pemilik kamar.


"princess mau ngomong apa hmm?"tanya Richard dengan nada yang sangat lembut.


"hmm gimana yah, aku bingung mau mulai dari mana"kata Christy yang menjadi gugup.


"tentang Zee"kata Richard yang bisa membaca batin adiknya itu.


"abang mau ngobrol sama Zee?"tanya Christy menatap Richard yang terdiam sejenak.


"kamu maunya abang gimana?"tanya Richard menggenggam tangan Christy. Keputusan dari Christy akan di ikuti nya, apapun itu


"yah aku maunya abang ngobrol sama dia, mungkin dia pengen tahu soal Alex atau keluarganya yang lain"kata Christy membuat Richard menghembuskan nafasnya gusar.


"kalau abang jujur, apa kamu yakin dia bisa menerimanya?"tanya Richard, membuat Christy menggigit bibir bawahnya. Dan membuat Richard menepuk pelan bibir gadis di hadapannya itu.


"sudah abang bilang berapa kali princess, jangan suka menggigit bibir seperti itu"ujar Richard membuat Christy terkekeh.


"hmm kalau aku boleh tahu. Abang beneran bunuh semua keluarganya Zee?"tanya Christy menatap Richard.


"apa perlu abang perlihatkan semua vidio saat anggota KC membunuh mereka semua? Kamu tahu, bagaimana abang princess"kata Richard menatap Christy.


"lalu, apa jasad mereka di makamkan?"tanya Christy.


"tidak semua, hanya beberapa saja. Termaksud Alex"kata Richard. Membuat Christy sedikit terkejut.


"jadi, Alex di makamkan? Dimana bang?"tanya Christy penasaran.


"di makam yang sama dengan makam milik Rasya"jawab Richard membuat Christy tersenyum.


"aku nanti kasih tahu Zee soal ini. Pasti dia bisa lebih tenang"kata Christy.


"kenapa kamu bisa sebaik ini princess"kata Richard, lalu memeluk Christy dan tersenyum.


"semua ini karena didikannya abang. Aku bisa seperti ini karena abang"kata Christy memeluk erat tubuh Richard.


"princess, kalau abang mencintai kamu apa salah?"tanya Richard dengan suara seraknya, sambil mengelus rambut Christy.


"abang sering mengatakannya sejak dulu, dan abang bilang itu cinta seorang abang ke adiknya. Jadi menurut aku itu tidak salah"kata Christy mengelus perlahan pundak Richard.


"tapi kalau abang mencintai kamu sebagiĀ  pria pada seorang gadis, apa itu salah?"batin Richard.


"kamu benar, abang mencintai kamu sebagai seorang saudara"ujar Richard melepaskan pelukannya, lalu menatap lekat manik mata gadis cantik itu


"aku juga bang"kata Christy tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi putihnya.


"princess, andai kamu tahu perasaan abang selama ini. Abang minta maaf, seharusnya abang tidak seperti itu, seharusnya bukan kamu princess. Abang harus bagaimana sekarang, apa harus jujur tentang perasaan abang ini. Tapi abang takut, abang takut kamu menjauh. Maaf princess"batin Richard.

__ADS_1


__ADS_2