
Sudah dua hari sejak pengumuman hubungan Elsa dan Richard, membuat keadaan semakin tidak terkendali. Christy sering bahkan sangat sering beradu argument dengan Richard.
Tidak ada lagi sosok Christy yang lembut kepada Richard, hanya ada Christy yang selalu bertengkar hebat dengan Richard.
Semua orang di mansion kehabisan akal untuk menghadapi Christy. Richard hanya diam, membiarkan adiknya itu memakinya, hanya sesekali ia berbicara agar Christy tenang.
"Chris, kamu mau pindah?" tanya Siska yang terburu-buru mendekat kearah Christy.
"Maksudnya apa?" tanya Richard yang tidak tahu apa-apa.
"Aku mau balik ke mansion ayah" ucap Christy membuat semua orang terkejut, kecuali Michel yang sudah membicarakannya bersama Christy.
"Maksud kamu apa?" tanya Richard yang langsung memegang tangan Christy.
"Aku gak bisa tinggal sama Abang lagi!!" kata Christy menghempaskan tangan Richard.
Kemarahan Richard seketika memuncak, aura nya sangat menyeramkan. Tatapannya terlihat tidak bersahabat.
"Tidak ada yang bisa keluar dari mansion ini! Terutama kamu princess!!" ucap Richard dengan penuh penekanan.
"Gak ada yang bisa ngelarang aku!!" Christy pun tak mau kalah dari abangnya itu.
"Chris, kita bisa bicarakan semuanya baik-baik. Lo gak harus pindah dari mansion ini" kata Fara yang berusaha membuat Christy mengerti.
"Gak ada alasan gue harus tetap disini, di saat salah satu alasannya udah buat gue kecewa. Dan itu dia" Christy menunjuk Richard yang berdiri tepat di hadapannya.
"Okey kalau itu mau kamu" kata Richard yang membuat semua orang terkejut.
"Abang ngomong apa sih!" Steven tidak menyukai perkataan Richard barusan.
"Tapi dengarkan Abang baik-baik. Satu langkah saja kamu keluar dari mansion ini, kamu akan mengenang kematian Abang" ucap Richard yang terlihat sangat serius.
"Kita lihat, siapa yang mati kali ini. Aku atau Abang" kata Christy lalu menarik Michel. Ia hendak keluar, namun setiap langkahnya sangat berat.
Satu langkah Christy berjalan, satu sayatan Richard berikan untuk dirinya sendiri. Steven dan Faris berusaha menghentikan Richard, namun tidak bisa.
Christy mati-matian menahan dirinya untuk tidak berbalik, benar-benar berat rasanya. Michel tidak kuat melihat Richard seperti ini, ia langsung menahan tangan Christy.
"Chris, aku tahu posisi kamu sekarang. Tapi please...... Kamu gak bisa kayak gini. Bang Richard gak pernah main-main sama perkataannya" kata Michel berusaha membuat Christy mengerti.
Christy terkejut saat melihat Vira yang tiba-tiba berlari masuk kedalam mansion. Gadis itu menghampiri Richard, berusaha melepas belatih dari tangan Richard.
"Kamu udah nyakitin aku Richard. Apa masih kurang? Please, aku gak bisa lihat kamu kayak gini" Vira menggenggam erat tangan Richard. Berusaha melepaskan belatih itu.
__ADS_1
"Chris, kakak mohon sama kamu" ucap Vira yang terisak, memohon pada Christy.
"Kak Vira kenapa gini? Bang Richard udah nyakitin kakak, gak seharusnya kakak belain dia" kata Christy yang tidak tega dengan Vira.
"Karena kakak cinta sama dia, kakak gak mungkin diam ajah ngelihat pria yang kakak cinta menderita seperti ini. Kakak mohon" ucap Vira membuat Christy terdiam, bingung harus berkata apa lagi.
Christy berjalan mendekat kearah Richard, lalu merampas belatih itu. Ia mengiris tangannya berkali-kali, Michel langsung membuang belatih itu. Menggenggam tangan Christy agar darahnya berhenti.
"Sekarang kita impas. Abang terluka dan aku juga" kata Christy singkat, lalu ia naik keatas dan masuk kedalam kamar.
"Revano, ambil kotak P3K. Cepat!" ucap Faris yang berusaha membuat darah di tangan Richard berhenti.
Vira lebih dulu menyuruh Richard duduk, lalu menutup luka pria itu menggunakan perban. Ia tidak berhenti terisak, seolah merasakan sakit yang Richard rasakan.
"Aku tahu kamu gak mungkin sebodoh ini" kata Vira sambil membalut tangan Richard.
Richard hanya diam, seolah tidak merasakan apa-apa. Semua orang meringis melihat banyaknya darah yang tumpah.
"Gue lihat princess dulu" kata Steven lalu bergegas naik keatas.
Steven masuk kedalam kamar, melihat Michel yang sedang membalut luka Christy. Ia hampir gila dengan semua situasi saat ini, Christy dan Richard sama-sama tidak terkendali.
"Princess, kamu tidak seharusnya seperti ini" kata Steven menatap Christy.
Ia tidak suka dengan semua yang terjadi saat ini. Richard menyakiti Vira, seorang gadis yang sudah Christy anggap sebagai kakaknya sendiri.
"Princess, mengerti lah kondisi saat ini. Kamu tidak bisa terus bertengkar dengan bang Richard. Jangan sampai bang Richard lepas kendali" ucap Steven yang merasa takut.
"Lalu kalau bang Richard lepas kendali kenapa? Aku masih bisa melawan dia".
"Princess, Abang baru saja mencari tahu tentang twins mafia. Benar kata bang Richard, kamu dan Rahel adalah twins mafia girls. Kamu tahu betul apa resiko kalau twins mafia saling menyerang. Salah satu dari kalian bisa mati" kata Steven membuat Michel terkejut.
Steven sudah mencari tahu tenang twins mafia girls yang belum di ketahui sejak 3 tahun lalu. Steven terus mencari tahu, hingga dia menemukan jawabannya.
Christy dan Rahel benar-benar twins. Kemampuan keduanya sangat mirip, sama seperti Steven dan Richard. Keempatnya benar-benar mirip.
"Kalau pernikahan itu akan terus di lakukan, perang antar twins mafia akan terjadi" kata Christy membuat Steven dan Michel terkejut.
Steven semakin di buat gila dengan situasi ini. Ia bingung harus berbuat apa lagi.
"Chris, maksud kamu apa? Kamu gak boleh ngomong gitu. Bang Richard itu Abang kamu, kalian gak boleh saling menyakiti" ucap Michel yang tidak setuju dengan perkataan istrinya itu.
"Perang antar twins tidak sesederhana yang kamu fikir, princess. Ada banyak konsekuensinya, termaksud kehilangan nyawa" Steven pun memberikan peringatan pada adiknya itu.
__ADS_1
Dari tahun ke tahun tidak ada twins mafia yang saling menyerang, karena dampaknya akan sangat buruk.
Lalu sekarang? Mana mungkin Christy akan berperang dengan Richard? Mereka hanya akan saling membunuh.
"Mati atau tidak, itu resiko kita sebagai mafia. Terlebih lagi aku sebagai leader" kata Christy lalu berdiri, mengambil jaket KC nya di dalam lemari.
"Sebaiknya Abang hentikan pernikahan mereka berdua. Kalau acara itu tetap berjalan, perang antar twins mafia benar-benar akan terjadi! Dan sejarah baru akan terjadi saat itu" ucap Christy lalu memakai jaketnya dan keluar dari kamar.
Michel hendak mengejar Christy, namun Steven menahannya. Steven sangat bingung dengan situasi saat ini.
Jika perang antar twins akan benar-benar terjadi, makin sejarah baru akan terukir. Dari tahun ke tahun, tidak ada perang antarĀ twins mafia, karena itu sangat beresiko. Baik untuk twins maupun seluruh anggota.
"Lo harus bisa nyakinin princess. Gue yakin, princess pasti mau dengerin Lo" ucap Steven namun membuat Michel bingung.
"Gimana caranya? Lo ajah gak di dengerin, apa lagi gue" kata Michel yang tidak yakin.
"Lo pria yang princess cintai. Hanya itu satu-satunua cara untuk membuat princess berhenti. Cinta dari Lo" kata Steven lalu keluar dari sana.
"Tuhan, masalah apa lagi ini? Jangan ada yang terluka, aku mohon tuhan" ucap Michel lalu terduduk lemas di kasurnya.
//Skip//
Christy turun dari motornya, lalu masuk kedalam markas KC. Semua anggota baru sedang berlatih, mereka menunduk hormat saat melihat leader mereka datang.
"Princess" panggil Reza dengan sangat riang.
Namun ekpresi Christy membuat Reza dan Aron merinding, sangat menyeramkan. Rahel langsung berlari menghampiri Christy.
"Apa ada masalah?" tanya Rahel yang bisa melihat raut wajah Christy.
"Persiapkan diri kamu. Waktunya tidak di tentukan, tapi akan ada perang besar" kata Christy membuat semua anggota KC fokus padanya.
"Princess, maksud kamu apa? Perang dengan siapa? Kita sedang tidak mempunyai masalah dengan mafia lain" ucap Aron yang sedikit bingung.
Sudah beberapa hari ini KC sangat damai, tidak ada masalah sama sekali. Lalu Christy bilang akan ada perang, itu membuat semua anggota KC kebingungan.
"Jendral KC. Itu lawannya" ucap Christy membuat semua anggota KC terkejut.
Leader dan jendral akan berperang, itu bukan hal yang wajar. Apa lagi keduanya berada di komplotan yang sama.
"Maksud kamu apa? Kamu gak bisa ngelawan Richard. Kalian bisa terluka!" ucap Reza yang sangat marah.
"Terserah. Mau atau tidak, perang ini akan tetap terjadi" kata Christy lalu pergi dari sana.
__ADS_1