Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Extra Part 1


__ADS_3

5 tahun berlalu dengan sangat cepat, banyak kenangan indah dan juga kenangan buruk. Banyak hal yang terjadi, banyak masalah yang terjadi.


Di mansion yang sangat besar terlihat sangat ramai dengan suara canda tawa. Walau pun di mansion itu tidak banyak orang yang tinggal. Tapi suara beberapa orang sudah berhasil membuat mansion terasa ramai.


Seorang pria yang masih terlihat tampan di usianya yang sudah menginjak 32 tahun, ia tidak hentinya tersenyum saat melihat kedua malaikat kecilnya bermain bersama.


"Michel" panggil seorang pria tampan yang baru saja masuk ke dalam mansion itu.


"Bang Richard" ucapnya singkat. Membuat pria yang tidak lain adalah Richard itu tersenyum lebar.


"Princess di mana?" tanya Richard sambil mencari sosok yang ia rindukan.


"Abang pasti tahu dia sedang apa saat ini" ujar  Michel yang tersenyum bahagia.


Mereka berdua langsung duduk di ruang keluarga, menikmati cemilan yang sudah di siapkan.


"Mansion ini terlalu besar. Apa kalian yakin akan tetap di sini?" tanya Richard mengingat Michel yang sudah tinggal terpisah dari keluarga sejak 5 tahun ini.


"Gak usah di bahas bang" ucap Michel membuat Richard mengerti.


"Berhubung Abang di sini. Aku mau nanya tentang kak Vira. Apa udah ada kabar?" tanya Michel.


Richard hanya bisa tersenyum tipis. Ia bingung harus mengatakan apa. Sudah 5 tahun berlalu, tapi ia tidak bisa menemukan gadisnya itu.


Sudah banyak cara yang ia lakukan, tapi tetap saja tidak ada hasilnya. Richard hidup dalam kehampaan.


"Masih belum ketemu" ucap Richard sendu.


"Sabar bang, ini mungkin ujian buat cinta Abang" kata Michel yang mencoba menyemangati Richard.


"Chris, sini sayang" panggil Michel pada seseorang yang baru saja menampilkan wajahnya.


Dia berlari lalu melompat dan memeluk Michel. Richard hanya bisa tersenyum melihat tingkah imut gadis kecil yang satu ini.


"Papa" ucap gadis itu sambil tersenyum manis.


"Di mana Abang kamu hmm?" tanya Michel yang tidak melihat anak nya yang satu itu.


"Aku di sini" ucap seorang pria kecil lalu ikut memeluk Michel.


Michel tersenyum melihat tingkah anak kembarnya itu. Mereka benar-benar sangat imut.


"Hmm ada orang loh di sini" cetus Richard membuat si kembar berlari dan memeluknya.


"Abang" ucap si gadis kecil membuat Richard tersenyum.


"Chris. Panggilnya om, bukan Abang" tegur Michel karena anaknya itu terus saja memanggil Richad dengan sebutan Abang.


"Tidak apa-apa, saya suka mendengarnya. Persis seperti princess" ucap Richard tersenyum sambil menatap wajah gadis kecil itu.


"Hmm hari ini kalian ulangtahun.....Hmm mau hadiah apa?" tanya Richard membuat si kembali menjadi gembira.


"Kita rayakan di rumah omah dan opah" ucap Cemal membuat Michel menjadi diam.


Richard menatap Michel, ingin meminta persetujuan darinya. Pria itu tidak pernah mau bertemu dengan mereka semua.


"Papa juga ikut yah. Aku sama bang Cemal selalu ke sana tanpa papa" kata Chris membuat Michel berusaha tersenyum.


"Kita rayakan di sini saja yah hmm? Papa akan ngasih yang Chris dan Cemal mau. Tapi kita rayakan di mansion ini" ucap Michel yang mencoba membuat kedua anaknya mengerti.


"Sus, bawa anak-anak ke kamar yah" ucap Richard pada seorang wanita paruh baya yang merawat Chris dan Cemal.


Richard ingin berbicara empat mata pada Michel. Sudah 5 tahun berlalu, tapi Michel tidak pernah mau datang ke mansion itu lagi.


"Michel, sekali ini saja turuti mau mereka. Kasihan mereka" bujuk Richard membuat Michel menghembuskan nafasnya gusar.


"Gak bisa bang. Aku gak bisa ketemu mereka lagi" ucap Michel.


"Princess pasti sedih melihat kamu seperti ini. Kamu tidak bisa hidup dengan dendam. Mereka semua sangat menyesal"


"Mereka udah aku biarin untuk ketemu sama Chris dan Cemal. Itu udah cukup bang" kata Michel yang benar-benar tidak mau bertemu dengan semua keluarganya lagi.


"Mereka juga ingin tahu kondisi kamu".

__ADS_1


Michel tidak bisa menemui mereka. Rasa dendamnya terlalu besar. Ia kehilangan Christy untuk selama-lamanga, dan itu belum bisa ia terima dengan ikhlas.


Anak-anaknya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, dan itu membuat Michel merasa sangat sedih.


"Kamu jangan seperti ini Michel. Kamu hanya menyiksa dirimu sendiri" Richard mengelus punggung Michel. Ia juga belum sembuh dari luka 5 tahun lalu. Kehilangan Christy adalah hal yang paling buruk.


Sudah 5 tahuh Christy meninggal. Tapi Michel maupun Richard masih saja menyimpan rasa sedih itu.


"Dan soal kepindahan kalian ke London. Apa kamu yakin?" tanya Richard mengingat Michel yang berencana meninggalkan Indonesia. Entah berapa lama.


"Cemal dan Chris tidak bisa tumbuh besar di Indonesia. Terlalu banyak hal buruk yang terjadi. Terlebih lagi mereka berdua harus bertemu dokter psikiater yang udah aku siapin bang" ucap Michel sendu.


Kedua anaknya yang masih menginjak umur 5 tahun, harus berkonsultasi dengan psikiater. Cemal maupun Chris sedikit berbeda dari anak-anak pada umunya. Mereka memiliki emosi yang berbeda dari anak-anak lainnya.


"Apa ada hal aneh lagi yang mereka lakukan?" tanya Richard yang juga khawatir dengan keadaan keponakan kembarnya itu.


"Ini baru satu minggu. Tapi suster yang menjaga mereka sudah 4 kali di ganti" kata Michel membuat Richard lumayan terkejut.


"3 perawat itu masih di rawat di rumah sakit. Mereka di dorong dari lantai dua. Cemal dan Chris yang mendorongnya" lanjutnya.


Michel bingung bagaimana harus menghadapi kedua anaknya. Mereka benar-benar berbeda dari anak-anak pada umunya.


"Aku gak mau mereka berakhir sama seperti Chris. Kepribadian mereka sangat mirip" kata Michel yang merasa benar-benar takut.


Christy tersiksa karena mentalnya yang rusak, dan Michel tidak mau kedua anaknya merasakan hal yang sama. Ia hanya memiliki mereka dua, ia tidak mau kehilangan malaikat kecilnya itu.


"Ini belum terlambat Michel. Mereka pasti bisa sembuh. Kamu hanya harus menyayangi mereka. Jangan sampai mereka merasa kesepian" kata Richard mengingat adiknya dulu yang ternyata selalu merasa kesepian.


"Setelah acara ulangtahun mereka, aku mau datang ke makamnya Chris. Setelah itu baru aku sama anak-anak berangkat ke London" ucap Michel membuat Richard mengangguk.


"Oh iya bang. Aku titip anak-anak sebentar yah. Aku mau pergi dulu, gak lama kok" kata Michel lalu memakai jas berwarna hitam.


"Mau ke mana kamu?".


"Makamnya Chris" jawab Michel singkat, lalu ia pergi dari sana.


"Princess, kamu sangat beruntung bisa mendapatkan pria sebaik Michel. Semoga kamu melihat kami semua di sini" ucap Richard lirih.


Tujuan Michel pagi ini adalah makam Christy. Ia selalu datang ke sana jika hatinya merasa gelisah atau sedang merasa bahagia. Bisa di bilang, ia setiap hari datang ke sana.


Senyumannya itu menandakan hatinya yang hancur. Ia tidak pernah menyangka kalau Christy akan meninggalkannya untuk selamanya.


Tapi ia juga tidak boleh egois. Sudah cukup rasa sakit yang istrinya itu rasakan. Saatnya untuk beristirahat dengan tenang.


Setelah memakan waktu cukup lama, akhirnya Michel sampai di sebuah makam yang cukup besar. Ia berjalan sambi memebawa sebuah bunga lily berwarna putih.


Langkahnya berhenti tepat di sebuah makam yang terlihat sangat cantik. Makam itu berada tempat di bawah sebuah pohon yang sangat rindang, dan di sampingnya terdapat makam Rasya.


Michel yang menginginkan makam Christy bersampingan dengan makam Rasya, entahlah ia hanya ingin seperti ini.


"Aku datang sayang" ucapnya lalu bersimpuh di samping makam itu.


Michel tidak lupa menyimpan bunga lily itu di makam Christy dan juga Rasya. Mereka menyukai bunga yang sama.


"Ini adalah hari ulangtahun pernikahan kita yang ke lima tahun. Dan perasaan aku masih tetap sama sayang" seru Michel sambil mengelus nama Christy yang terukir indah di makam itu.


"Dari banyaknya hari.....Kenapa harus hari ini Chris? Kenapa kamu ninggalin aku, tepat hari di mana kita harusnya ngerayain ulangtahun pernikahan" ucap Michel lirih.


"Tapi aku gak boleh sedih, karena hari ini anak kita juga ulangtahun. Mereka tumbuh dengan sangat cepat, mereka mirip sama kamu sayang" kata Michel tersenyum, ia menghapus air matanya yang terus saja terjatuh sejak tadi.


Hatinya benar-benar hancur, ia kehilangan orang yang paling di cintainya. Ibu dari anak-anaknya.


Kedua anaknya harus tumbuh tanpa sosok ibu di samping mereka, dan Michel merasa sangat gagal karena itu.


"Kamu bahkan belum menggendong mereka sayang" lanjutnya lirih.


Michel tiba-tiba mengeluarkan foto kedua anaknya, lalu menyimpannya di atas makam Christy. Ia terus saja melihat wajah anak-anaknya, terlebih lagi wajah putrinya yang benar-benar mirip dengan Christy.


"Cemal Anderson Pratama dan Christy Anderson Pratama. Mereka anak-anak kita sayang" ujar Michel lalu tangisannya benar-benar pecah.


Michel menutup mulutnya dengan sangat kencang, ia tidak mau mengeluarkan suara tangisannya di depan makam Christy.


"Kamu ingkarin janji sayang" ucapnya lalu berhenti sejenak. Berusaha menahan isak tangisnya. " Kamu bilang mau menua bersama aku. Tapi kamu ninggalin aku. Aku sendiri di sini.....Aku butuh kamu untuk besarin anak-anak kita" lanjutnya sendu.

__ADS_1


"Tuhan, dari sekian banyak orang kenapa harus dia......Kenapa harus orang yang saya cintai. Ini tidak adil! Sudah saya bilang, saya ingin bersama dia. Tapi kenapa engkau mengambilnya dariku, TUHAN!"


Michel menatap langit berharap ada jawaban, ia merasa sangat putus asa. Lima tahun ia hidup tanpa sosok Christy di sampingnya, terasa sangat hampa.


"Setidaknya walaupun cuma sekali Chris, walaupun cuma sekali aku mohon muncul dalam mimpi aku. Aku bahkan gak sempat ngobrol sama kamu waktu itu. Aku butuh pelukan kamu sayang".


Dari arah belakang ada seorang pria yang menggendong anak bayi, pria itu datang bersama seorang wanita cantik. Bukan hanya mereka, tapi ada beberapa orang lagi.


Michel langsung menghapus air matanya, lalu berdiri dan menatap orang-orang di belakangya. Mereka adalah para sahabatnya.


"Ini peringatan kematian Chris yang ke lima tahun, makanya kita semua datang ke sini" ucap seorang pria yang sudah mulai menampilkan aura seorang ayah. Dia adalah Raja.


"Gue juga udah selesai" ucap Michel lalu hendak pergi. Namun Dimas menahannya.


"Seenggaknya lo tetap di sini bareng kita, Cel. Lo udah gak pernah kumpul kayak dulu" kata Dimas sendu. Ia juga merindukan sahabatnya itu


Michel hanya diam lalu menatap makam Christy.  Ia hanya perlu berdiri di sana sampai para sahabatnya selesai berdoa.


"Uncle, aku rindu" ucap seorang anak laki-laki berusaha 8 tahun.


Michel tersenyum lalu memeluk anak itu. Dia adalah anak Dimas dan Tasya. Michel tersenyum saat melihat dia sudah tumbuh semakin dewasa.            


"Uncle juga rindu sama kamu" ucap Michel dengan sangat lembut.


"Oh ya, hari ini princess ulangtahun....Apa mereka akan datang bertemu kami?" tanya anak itu membuat Michel bingung harus menjawab apa.


Ia mungkin membiarkan anak-anaknya datang ke mansion itu lagi, tapi tidak dengan dirinya. Ia tidak akan pernah ke sana lagi.


"Iya, mereka akan datang menemui kalian. Karena besok kami akan berangkat ke London" ucap Michel membuat mereka semua terkejut.


"Cel, Lo kenapa gak bilang ke kita?" tanya Revano yang tidak tahu rencana Michel yang hendak meninggalkan Indonesia.


Michel hanya tersenyum tipis, ia tidak berniat memberitahu mereka. Tapi setidaknya para keponakannya harus tahu.


"Saga yang paling tua di antara semua saudara-saudara Saga. Jadi uncle mau jagain mereka yah" kata Michel lalu memeluk Saga anak yang paling ia sukai.


Saga adalah anak Tasya dan Dimas. Umurnya sudah menginjak usia 8 tahun. Anak itu benar-benar sangat cepat tumbuh.


"Aku ingin bertemu princess sebelum dia pergi" kata Saga merasa sedih, karena adiknya yang satu itu akan pergi.


Chris adalah satu-satu perempuan di antar semua anak-anak mereka. Raja, Revano, Fikra, Dimas, Steven dan Reza memiliki anak laki-laki.


"Iya, nanti uncle membawa Chris dan Cemal untuk bertemu kalian yah" kata Michel dengan sangat lembut.


"Uncle juga ikut kan ke mansion?" tanya Saga membuat Michel menggeleng.


"Kali ini tidak lagi yah. Hanya Cemal dan Chris" ucap Michel membuat Saga mengangguk.


"Gue pergi yah" kata Michel menatap para sahabatnya.


Mereka semua hanya bisa tersenyum paksa. Bukan ini yang mereka inginkan. Michel benar-benar menjaga jarak dari mereka semua.


Bahkan pria itu tidak pernah menginjakkan kakinya di mansion keluarga, hanya kedua anaknya yang datang jika ada acara spesial.


"Kasihan Michel" ucap Fikra yang tidak tega melihat sahabatnya seperti itu.


"Mungkin dia lebih nyaman kayak gini. Kita harus bisa maklumin dia" kata Raja membuat mereka semua mengangguk.


Dari kejauhan Michel berdiri dan menatap para sahabatnya. Ia juga tidak mau seperti ini, tapi hatinya terasa sangat sakit jika bertemu dengan semua orang itu.


Ia mengingat semua perkataan Christy. Istrinya itu benar-benar tersiksa.


"Chris, mereka semua udah punya anak sekarang. Kita bukan lagi anak SMA pembuat onar. Tapi kepala keluarga yang bertanggung jawab. Mereka berhasil membangun rumah tangga" ucap Michel lirih.


...



...


...Cemal Anderson Pratama...


...&...

__ADS_1


...Christy Anderson Pratama...


__ADS_2