
Hari ini Christy dan Rahel benar-benar sibuk menyelesaikan banyak misi. Keduanya baru saja tiba di Indonesia selepas menjalankan misi di London semalam.
Mereka hanya membutuhkan waktu dua jam untuk menyelesaikan misi.
Kembalinya Christy benar-benar membuat KC semakin kuat. Terlebih lagi ada Rahel yang membantunya. Mereka menjadi twins mafia yang paling di takuti saat ini.
"Kakak serius tentang perkataan waktu itu?" Rahel menahan Christy. Lalu menanyakan hal yang masih menjanggal di hati dan fikirannya itu.
"Kakak tidak pernah bermain-main dengan semua rencana ini" lontar Christy dengan nada yang terdengar sangat serius.
Rahel benar-benar tidak habis fikir dengan semua rencana Christy. Dia rela mengorbankan nyawanya hanya untuk membalaskan dendamnya.
Koma selama tiga tahun hanya untuk membuat semua orang yang mengusiknya menderita. Terkubur dengan rasa bersalah.
"Tapi bagaimana kalau mereka tahu dalang dari semua ini adalah kakak?" tanya Rahel yang justru membuat Christy menampilkan smirk andalannya itu.
Christy tidak takut jika semua orang tahu. Ia tidak perduli sama sekali.
"Justru itu lebih bagus. Mereka akan semakin terluka" cetus Christy lalu hendak pergi meninggalkan Rahel.
Namun satu pertanyaan Rahel berhasil membuatnya berhenti. Ia langsung berbalik dan menatap adiknya itu.
"Bagaimana kalau kak Michel tahu. Apa kak Chris gak takut, kalau nanti kak Michel benci sama kakak?" tanya gadis cantik itu, yang mampu membuat Christy terdiam sejenak.
Mendengar nama Michel, membuatnya terdiam. Bingung harus menjawab apa.
Selama ini karena Michel lah, ia berusaha menahan dirinya. Menyembunyikan jati dirinya sendiri. Takut jika Michel akan pergi meninggalkannya.
"Dia gak akan ninggalin kakak. Dia sudah berjanji" kata Christy membuat Rahel menatapnya.
"Setelah semua yang kakak lakukan? Rencana membunuh bang Raka, menyiksa semua keluarga Raymond secara perlahan. Kakak fikir, kak Michel akan tetap di samping kakak hah?" tanya Rahel yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
Rahel tidak suka melihat Christy yang seperti ini. Rencananya sudah sangat keterlaluan.
"Aku tahu, sebenarnya kakak sangat menyayangi mereka semua. Kakak hanya kecewa. Aku yakin kakak bisa memaafkan mereka seiring berjalannya waktu" tutur Rahel yang berusaha membuat Christy mengerti.
Christy tertawa mendengar perkataan Rahel. Itu semua tidak benar.
"Menyayangi keluarga yang sudah membuang kakak? Orang-orang yang berusaha merusak kebahagiaan kakak? Mereka semua akan merasakan apa yang kakak rasakan!" ucap Christy dengan amarah yang memuncak.
"Coba fikir lagi kak. Mereka yang paling sayang pada kakak. Fikir lagi, siapa yang selalu nguatin kakak selama ini, siapa yang selalu jadi sandaran untuk kakak. Mereka semua sayang sama kak Chris" kata Rahel yang semakin membuat Christy marah.
Christy langsung mencengkram kuat baju Rahel, hingga gadis itu tercekik. Christy menyeretnya masuk ke dalam markas.
Semua anggota KC seketika terkejut melihat apa yang Christy lakukan.
Reza dan Aron yang baru saja menuruni anak tangga, seketika berlari untuk memisahkan Christy dan Rahel. Namun kekuatan Christy sangat besar.
"Princess jangan seperti ini. Kamu bisa membunuh dia" tegur Aron namun tidak membuat Christy berhenti.
Justru cengkramannya semakin kuat, Rahel sebisa mungkin mencoba lepas dari Christy. Namun sangat sulit, nafasnya hampir habis.
"LEPAS!" teriak Richard lalu menarik keduanya hingga terpisah.
Rahel dengan cepat mencoba bernafas, Richard menatap mereka berdua dengan tatapan tajamnya.
"Apa-apaan kalian hah! Semua orang melihat kelakuan kalian berdua" kata Richard yang terlihat sangat marah.
"Dan kamu princess, sebenarnya ada apa ini? Apa yang membuat kamu semarah ini?" tanya Richard menatap wajah adiknya itu yang masih terlihat emosi.
"JAWAB!" bentak Richard membuat semua anggota KC terkejut.
Ini pertama kalinya mereka semua mendengar Richard membentak Christy. Kemarahan Richard benar-benar tidak bisa untuk di tahan lagi, ia sudah muak melihat sikap Christy.
"Princess jawab pertanyaan abang. Jangan hanya diam! ABANG MUAK MELIHAT SIKAP KAMU YANG SEPERTI INI!" Richard terus membentak Christy.
Reza langsung menarik Richard sedikit menjauh dari Christy. Situasi saat ini benar-benar menegangkan.
Christy seketika menatap Richard, tatapannya terlihat sangat redup.
"Kalau abang muak, kenapa gak buang aku ajah hmm? Buang aku sama seperti keluarga Stamford. Aku sudah terbiasa di buang, jadi kenapa abang gak buang aku?" tanya Christy membuat Richard menatapnya.
"Maksud kamu apa princess?" tanya Richard yang kembali mendekat ke arah adiknya itu.
"Kalau abang muak ngelihat aku yang kayak gini, Buang ajah aku bang! Aku gak tahu alasan abang selalu mempertahankan aku, kalau nyatanya abang sendiri muak sama sikap aku" ucap Christy sambil menghapus kasar air matanya.
"Buang ajah aku, sama seperti semua orang yang selalu membuang aku. Abang sama saja seperti yang lain. ABANG SAMA SEPERTI MEREKA!" teriak Christy dengan penuh amarah.
PLAK
Satu tamparan yang sangat keras Richard berikan pada Christy. Reza dengan cepat menarik Richard menjauh dari Christy, semua orang terkejut dengan apa yang Richard lakukan.
__ADS_1
Pria itu tidak pernah menyakiti Christy, namun hari ini dia menampar wajah adik kesayangannya itu.
Pipi Christy benar-benar merah bahkan ujung bibirnya berdarah. Tamparan Richard benar-benar sangat keras.
Christy menghapus air matanya dan juga darah di bibirnya. Ia menatap Richard cukup lama.
"Abang memang sama seperti mereka semua. Abang mengingkari janji, sama seperti mereka semua. Mereka bilang tidak akan menyakiti aku, tapi nyatanya mereka sangat menyakiti aku. Dan hari ini, Abang nampar aku. Kalian semua sama saja" kaya Christy.
"Princess" ucap Richard terbata-bata. Ia juga terkejut dengan apa yang ia perbuat barusan.
"Jangan pernah sebut kata itu lagi. Aku membencinya" tegas Christy lalu merampas kunci motor yang Aron pegang. Ia langsung pergi meninggalkan markas.
Richard menatap tangannya yang merah karena menampar Christy.
Air matanya terjatuh begitu saja. Reza dengan cepat menahan tubuh Richard yang hampir jatuh. Richard seketika sulit untuk mengatur nafasnya, terasa sangat sesak dan sakit.
"Sa--sa--saya......Saya menamparnya" ucap Richard yang sangat sulit untuk berbicara.
"Tenangin diri lo dulu" kata Reza yang mencoba membuat Richard tenang.
Pria itu merasa dadanya sangat sesak, ia benar-benar tidak berniat untuk menampar Christy.
Tapi emosinya berhasil menguasai dirinya sendiri. Ia mengingkari janjinya, ia menyakiti seseorang yang paling berarti di hidupnya.
"Tuhan, saya menyakitinya. Maafkan saya" ucap Richard yang seketika terduduk. Air matanya tidak bisa berhenti terjatuh, justru semakin deras saja.
Berbeda dengan situasi di markas yang sedang sangat tegang. Christy membawa motor dengan kecepatan tinggi, membela kemacatan dengan sangat cepat. Motornya itu berhenti di sebuah pemakaman yang sangat besar.
Ia turun dari motor lalu masuk ke dalam area pemakanan. Angin berhembus sangat kencang.
Ia berdiri di salah satu makam yang terlihat sangat cantik. Nama Raymond terukir di makam itu.
Christy duduk bersimpuh di samping makam itu, meremas gundukan tanah yang menimbun almarhum ayahnya.
"Ayah, bawa aku bersama ayah. Aku sudah tidak mau berada di sini. Semua orang jahat. Aku ingin bersama ayah dan Aya di surga. Aku benci di sini" ucap Christy yang sudah sangat lelah.
Air matanya terus terjatuh, isakannya terdengar sangat sendu.
"Hanya ayah yang mengerti aku. Hanya ayah yang menyayangi aku. Aku rindu ayah" kata Christy yang menangis semakin kencang.
"Aku tidak pernah berniat menyakiti ayah, aku hanya ingin menyakiti mereka. Tapi kenapa, kenapa justru ayah yang pergi. Aku tidak butuh mereka semua, aku hanya butuh ayah" lanjutnya.
"Mereka duluan yang menyakiti aku, merusak kebahagiaanku, mengusikku. Aku hanya ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan. Aku memang buruk, tapi seperti ini lah aku. Ayah pasti mengerti" lanjutnya lalu menghapus kasar air matanya.
"Aku akan menyelesaikan semua alur ini. Setelah itu aku akan menyusul ayah" kata Christy lalu pergi dari sana.
"Aku memang yang menyakiti mereka semua. Aku pun akan mati sama seperti mereka, dengan cara yang sama walau itu menyakitkan" batin Christy dengan tekat yang sangat kuat.
//skip//
Hari sudah malam, Richard baru saja kembali ke mansion. Ia sedikit bingung saat melihat semua orang berkumpul, wajah mereka terlihat khawatir dan kebingung.
"Ada apa ini?" tanya Richard menghampiri semua orang yang berkumpul.
"Princess dan Michel meninggalkan mansion" ucap Steven membuat Richard sangat terkejut.
Richard mengacak rambutnya frustasi, ia melempar semua barang yang ada di dekatnya. Semua seketika terkejut dengan apa yang pria itu lakukan.
"Bang Richard kenapa?" tanya Steven sambil menahan abangnya itu.
"Abang menampar princess" kata Richard membuat semua orang semakin terkejut.
Akhirnya mereka mengerti penyebab Christy pergi dari mansion, dan wajah yang lebam saat pulang tadi. Ternyata itu ulah Richard.
"Abang janji gak akan nyakitin princess. Terus kenapa abang nampar dia?" tanya Steven yang sangat khawatir dengan kondisi Christy saat ini.
"Bego lo!" Faris mendorong Richard sangat keras.
Bukannya membuat suasana lebih tenang, Faris justru kembali memancing emosi Richard.
"Lo selalu ingetin gue buat gak nyakitin Chris. Terus sekarang apa hah?! Justru lo yang nyakitin dia" kata Faris yang terlihat sangat marah.
Tanpa berkata sedikit pun, Richard langsung memukul Faris. Kedua saling memukul, membuat semua orang menjadi panik.
Para maid ingin memisahkan, namun mereka sangat takut.
Faris menduduki tubuh Richard, lalu memukulnya secara brutal. Wajah pria itu sudah di penuhi darag.
Richard dengan cepat menendang Faris, lalu memukulnya dengan sangat cepat. Faris sudah lemas karena Richard yang sangat brutal.
Steven langsung menarik Richard, ia tidak habis fikir dengan kelakuan kedua pria itu. Mereka sudah seperti ingin saling membunuh.
__ADS_1
"Perintahkan semua anggota KC untuk mencari princess. Malam ini juga!" perintah Richard pada Steven. lalu ia naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.
Semua orang hanya bisa berharap semoga Richard tidak berbuat hal aneh di kamarnya.
Suara barang yang hancur dan suara tembakan menggema di dalam kamar si jendral mafia itu.
Di dalam kamarnya, Richard menghancurkan semua barang. Kondisi sangat buruk, wajah dan tangannya di penuhi darah.
"AARRGGH!!!"
Ia memukul dinding kamarnya hingga dinding itu hancur, dan tangannya mengeluarkan banyak darah.
Ia terus menyakiti tangannya sendiri. Tangan itu yang sudah menampar Christy, menyakiti seseorang yang paling di cintainya.
Richard terduduk lemas sambil bersandar di king sizenya. Nafasnya sangat memburu, dan air matanya terus terjatuh.
Ia takut jika Christy pergi meninggalkannya dan membencinya. Itu seperti menyiksanya.
"Princess kembali, abang mohon" ucap Richard dengan suara yang serak karena terus saja menangis sejak tadi.
"Tuhan, apa ini saatnya saya jujur tentang perasaan saya pada princess? Tidak ada jalan lain. Saya tidak ingin kehilangannya" ucap Richard yang terlihat sangat putus asa.
Sedangkan di sebuah apartement yang sangat besar, terlihat Christy dan Michel yang duduk sambil bepandangan.
Michel masih butuh penjelasan dari Christy, kenapa mereka secara mendadak harus pindah dari mansion.
Christy hanya diam sejak tadi. Membuat Michel bingung harus berbuat apa lagi untuk membuat istrinya itu berbicara.
"Chris, apa ada masalah hmm? Kenapa kamu tiba-tiba mau pindah?" tanya Michel lalu meraih tangan Christy dan menggenggamnya.
"Aku benci mereka semua" ucap Christy membuat Michel menjadi bingung.
"Maksud kamu apa? Chris jangan buat aku bingung" kata Michel dengan sangat serius.
"Aku mau tidur" ucap Christy lalu berdiri dan hendak masuk ke kamar.
"Chris, itu kamar tamu" Michel menahan Christy yang hendak masuk ke kamar tamu.
"Aku mau sendiri dulu, Cel. Maaf" kata Christy lalu masuk ke kamar tamu itu, dan mengunci pintu.
Michel terus mengetuk pintu kamar itu, berharap Christy membukanya.
Ia sekarang menjadi serba salah, bingung harus melakukan apa. Akhirnya Michel duduk di depan pintu kamar itu, menyandarkan kepalanya.
Sama seperti Christy, ia juga duduk di depan pintu kamar. Tanpa mereka sadari, mereka seperti saling menyandarkan kepala satu sama lain. Michel benar-benar ingin tahu apa yang Christy alami, tapi sangat sulit.
"Chris, aku cuma minta satu hal sama kamu. Cerita Chris, cerita kalau kamu ada masalah" tutur Michel dengan suara yang terdengar sangat putus asa.
"Mau sampai kapan kamu kayak gini? Selalu nyembunyiin masalah dari aku. Aku suami kamu Chris. Kita bisa selesaiin masalah itu sam-sama. Gak kayak gini" ucap Michel yang benar-benar khawatir dengan kondisi Christy.
Christy yang berada di dalam kamar hanya bisa terisak. Ia juga merasa bersalah saat mendengar perkataan Michel.
"Aku selalu ingin tanya ini ke kamu. Tapi aku ragu, dan sekarang mungkin waktu yang tepat" kata Michel yang masih duduk di depan pintu kamar itu.
"Sebenarnya arti aku di mata kamu apa, Christy? Sedikit ajah, apa ada ruang untuk aku di hati kamu? Selama ini kamu punya tempat khusus di hati aku. Tapi aku, apa aku punya tempat khusus di hati kamu?" tanya Michel yang benar-benar membuat Christy sedih.
Pertanyaan itu terdengar sangat menyedihkan, tapi Christy hanya bisa diam.
Bingung harus berkata apa lagi. Ia hanya merasa lelah dengan semua yang terjadi pada hidupnya.
"Kamu terasa sangat dekat sama aku. Tapi rasanya sangat sulit untuk menggapai kamu" lanjutnya yang semakin membuat pertahanan Christy runtuh.
"Kalau kamu seperti ini terus, kamu yang buat aku nyerah Chris. Aku cinta sama kamu, aku cuma mau hidup bahagia sama kamu. Cuma itu Chris" kata Michel bersamaan dengan air matanya yang terjatuh.
Sangat berat rasanya untuk mengatakan semua itu. Hatinya terasa sangat sakit, ia hanya ingin hidup bahagia. Hanya itu.
Mati-matian Michel menahan isakannya, ia menggigit bibir bawahnya agar isakannya tidak terdengar.
Hatinya terasa seperti di cabik-cabik. Sesakit ini kah mencintai seseorang? Sehancur ini kah mencintai seseorang? Semua pertanyaan itu berkecamuk di dalam fikiran Michel.
"Maafin aku Cel. Maafin aku" ucap Christy yang masih terisak di dalam sana.
"Jangan nangis Chris. Aku gak suka lihat kamu nangis" kata Michel yang hanya bisa mengelus pintu kamar itu.
"Maaf karena aku gak pernah jujur soal masalah yang aku hadapi. Aku cuma gak mau buat kamu khawatir, aku juga takut kalau kamu pergi ninggalin aku. Aku jahat Cel, aku jahat" lontar Christy dengan penuh rasa bersalah.
"Gak Chris. Aku gak akan pernah ninggalin kamu.....Aku cinta sama kamu sayang. Aku cinta sama kamu" ucal Michel yang masih berusaha menahan isakannya.
"Tuhan aku mencintainya. Tapi aku juga lelah dengan semua masalah yang terjadi. Aku ingin menyusul ayah, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Michel sendiri" batin Christy sendu.
"Apapun yang terjadi nanti, aku mohon jangan pisahkan kami. Tuhan, aku mencintainya sangat mencintainya. Jangan renggut dia dari hidupku" batin Michel.
__ADS_1