Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
chapter 16


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 10 pagi, semua murid di IHS sedang menikmati waktu istirahat mereka. Namun ada segerombolan orang yang mencuri perhatian mereka.


Wajah-wajah itu sangat mereka kenal, mereka adalah orang yang menjadi idola hingga tahun ini di IHS. Wajah mereka tidak pernah dilepas dari mading sekolah. Yang paling mencuri perhatian adalah seorang gadis yang terkenal sangat dingin. Siapa lagi kalau bukan Christy.


Hari ini Christy dkk dan Raka dkk sengaja datang ke IHS untuk melihat sekolah ini. Saat mereka menyusuri koridor mereka tidak hentinya tersenyum karena mengingat masa SMA dulu.


Semua murid berbisik-bisik tentang mereka semua, wajah cantik dan tampan Christy dkk dan Raka dkk mampu membuat semua murid IHS terkagum.


"mereka itukan, idola di sekolah ini 3 tahun lalu"


"ternyata kak Christy cantik banget aslinya yah"


"itu Raka cs kan? Astaga ternyata mereka ganteng banget"


"beruntung banget yang seangkatan sama mereka, bisa lihat most wanted tiap hari"


"kak Raka sama kak Raja ganteng banget"


"kak Michel sama kak Christy cocok banget sih"


Kurang lebih seperti itu yang para murid katakan, beberapa siswa dan siswi memberanikan diri untuk menyapa mereka. Sesekali Christy tersenyum saat beberapa siswi menyapanya.


Saat berjalan menyusuri koridor, dari ujung koridor terlihat Rahel dan Reyhan yang sedang berjalan bersama. Christy tersenyum melihat Rahel yang asik berbicara bersama Reyhan.


"Rahel"panggil Christy membuat Rahel menoleh dan tersenyum lalu berlari mendekat kearah Christy.


"kakak kenapa kesini? Ada urusan?"tanya Rahel sambil menatap Christy.


"kakak sama yang lain lagi pengen ke sini, udah lama gak kesini juga"jawab Christy membuat Rahel mengangguk.


"apa kabar kak?"tanya Reyhan pada Christy


"kakak baik-baik saja, bagaimana dengan kamu?"tanya Christy.


"seperti yang kakak lihat, aku baik-baik saja"ucap Reyhan sambil tersenyum.


"guys ke kantin sekolah yuk, udah lama gak nyobain makanan kantin"ajak Fikra membuat yang lain tersenyum dan mengangguk.


"kalian ikut ajah"kata Michel pada Rahel dan Reyhan.


Mereka semua berjalan bersama menuju kantin sekolah, beberqpa murid mulai berbisik penasaran. Kenapa Rahel bisa akrab dengan Christy.


Para murid yang tidak menyukai Rahel pun mulai bergosip, Rahel hanya acuh seolah tuli dengan perkataan beberapa murid itu.


"lihat deh, meja yang biasa kita pakai dulu"tunjuk Dimas pada meja kantin yang ada dipojok.


"duduk sana ajah yuk, kosong juga"kata Tasya membuat yang lain mengangguk setuju.


"bu kantin, kita mau pesen nih"panggil Raja membuat seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"astaga ternyata kalian"kata ibu kantin itu yang juga mengenal Raka dkk dan Christy dkk.


"gimana kabarnya bu? Saya kira ibu udah gak jualin disini"kata Revano sambil tersenyum.


"alhamdulillah ibu baik-baik saja, setelah kalian lulus kantin gak terlalu ramai seperti dulu. Hanya kalian yang paling rusuh dulu"kata ibu kantin itu membuat Raka dkk tertawa.


"ada-ada ajah bu"kata Michel terkekeh.


"kalian mau pesen apa?"tanya ibu kantin itu.


"yang kayak biasa bu"kata Tasya.


"yang lain?"tanya ibu kantin itu.


"samain ajah bu"jawab mereka semua membuat ibu kantin tersenyum, lalu dia pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


"gak kerasa yah, dulu kita disini pake baju seragam. Eh sekarang udah gak"kata Dimas mengingat masa SMA mereka.


"iya nih, dulu kita yang bikin kantin rusuh iya gak sih"kata Fikra mengingat betapa rusuhnya dia waktu SMA dulu.


"emangnya kakak dulu serusuh apa?"tanya Rahel penasaran.


"kalau kamu dulu seangkatan sama kita atau Chris, lasti kamu gak tahan satu sekolah sama tukung rusuh ini"kata Michel menjitak kepala Fikra membuat yang lain terkekeh.


"bukan gue doang kali, kalian juga!"ucap Fikra kesal karena hanya dia yang dianggap paling rusuh.


"kak Chris, aku kesana dulu yah. Mau beli jajanan"kata Rahel membuat Christy mengangguk dan tersenyum.


"mau aku temenin?"tanya Reyhan.


"boleh"jawab Rahel lalu berjalan bersama Reyhan.


"kalau di lihat-lihat, Rahel sama Reyhan mirip banget kayak Chris sama Michel, iya gak sih"kata Tasya membuat yang lain mengangguk.

__ADS_1


"iya mirip banget"kata Fara tersenyum.


"bedanya cuma satu"kata Fikra membuat yang lain menatapnya bingung.


"bedanya itu, dulu Michel susah buat ngedeketin Chris. Kalau Reyhan, dia gampang ngedeketin Rahel"kata Fikra membuat yang lain terkekeh.


"justru kalau gak gampang, itu lebih banyak nyimpan arti bro"kata Michel membuat yang lain bertepuk tangan hingga para murid bingung dengan apa yang mereka lakukan.


Saat mereka sedang bercerita, Rahel dan Reyhan datang kembali setelah membeli beberapa jajanan. Baru saja Rahel ingin mendekat ke arah meja, kakinya di sandung hingga membuat gadis itu terjatih cukup keras.


Christy dkk dan Raka dkk langsung berdiri karena terkejut. Reyhan dengan cepat membantunya untuk berdiri. Sedangkan yang lain menatap segerombolan gadis yang menyebabkan Rahel terjatuh.


"ups sorry gak sengaja"kata salah satu gadis dengan wajah yang terlihat di poles dengan bedak, dan bibir yang merah karena lipstick.


"kembarin evelyn cs nih"kata Tasya mengingat evelyn cs yang dulu juga sering mengusik Christy.


"kalian bisa hati-hati gak"kata Reyhan yang terlihat marah karena tidak suka dengan kelakuan segerombolan gadis itu.


"kamu belain dia lagi? Sadar dong Reyhan, yang kamu belain itu anak haram. Lembawa sial! Sok cantik!"kata gadis itu membuat Rahel seketika menatapnya dengan tatapan tajam.


"Caca lo bisa diam gak!"kata Reyhan menyebut nama gadis yang menyandung kaki rahel itu.


"aku gak akan diam! Kaamu itu buta atau apa sih. Jelas-jelas dia anak haram, orangtuanya gak tahu dimana. Masuk sini juga gak tau karena apa, gak jelas!"kata Caca membuat Christy menatap gadis itu dengan tatapan dinginnya. Baru saja Christy ingin bicara. Namun Rahel lebih dulu maju dan menatap dingin pada Caca.


"sekali lagi lo ngomong, habis lo!"ucap Rahel dengan nada yang terdengar menyeramkan, embuat Caca sedikit takut. Namun tetap menatap Rahel dengan wajah sinisnya.


"lo fikir gue takut? Lo gak usah kebanyakan tingkah disini! Lo gak punya apa-apa ngerti, kalau gue mau gue bisa buat lo keluar dari sekolah ini"kata Caca mendorong Rahel, membuat gadis itu tersenyum sinis dan menatap tajam kearah Caca.


"waduh ngebangunin singa tidur"bisik Fikra yang merasa ngeri melihat wajah Rahel yang terlihat menakutkan.


"Rahel kontrol emosi kamu"kata Reyhan namun tidak di dengarkan Rahel, gadis itu benar-benar sangat marah saat ini.


"kenapa diam? Takut? Lo itu jadi orang jangan kebanyakan gaya! Dari awal gue udah ingetin jangan deketin Reyhan, tapi lo emang gak punya telinga"kata Caca yang mendorong Rahel berkali-kali.


Rahel yang tadinya hanya diam membiarkan Caca mendorongnya, seketika menahan tangan Caca dan menatap gadis itu tajam. Wajah Rahel terlihat sangat menyeramkan.


"mati lo!"ucap Rahel dengan nada yang terdengar menyeramkan.


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


Rahel seperti orang yang kesetanan, memukul Caca cs membabi buta. Semua murid histeris melihat Caca cs yang sudah terbaring lemas di lantai.


Reyhan dengan cepat menarik Rahel dan memeluk gadis itu, Reyhan bisa merasakan deru nafas Rahel yang memburu. Christy yang melihat Rahel, sedikit teringat hal yang dulu juga dia alami.


"kalian bawa mereka ke uks"kata Reyhan menunjukan segerombol murid yang berdiri tidak jauh dari sana.


Caca cs langsung dibawa ke UKS dengan segerombolan murid. Christy mendekat kearah Rahel lalu menggenggam tangan gadis itu. Rahel yang merasakan tangannya di genggam seketika merasa lebih tenang.


"mengontrol emosi adalah hal terpenting untuk seorang leader mafia"kata Christy membuat Rahel menatapnya.


"kamu harus belajar mengontrol emosi"kata Christy membuat Rahel mengembuskan nafasnya gusar sambil mengangguk mengerti.


"Reyhan, antar Rahel ke kelasnya"kata Christy membuat reyhan mengangguk.


Reyhan langsung membawa Rahel pergi dari sana, Christy menatap punggung Rahel cukup lama. Christy mengalihkan pandangannya, lalu menatap para sahabatnya.


"semua yang Rahel alami, benar-benar mirip sama lo Chris"kata Fara membuat Christy tersenyum.


"perlahan kalian akan tahu, kenapa gue milih dia buat gantiin posisi gue"kata Christy.


//skip//


Hari sudah sore, Cjristy dkk dan Raja baru saja sampai di markas. Hari ini mereka akan latihan, sudah cukup lama mereka tidak latihan bersama.


Dimarkas ada Richard yang juga sedang latihan menembak. Richard berhenti sebentar saat melihat Christy yang baru saja datang.


"princess"kata Richard lalu memeluk Christy sebentar.


"ada senjata baru bang?"tanya Christy melihat senjata yang ada di tangan Richard.


"iya, abang baru mencobanya hari ini"jawab Richard tersenyum menatap senjata kesukaannya itu.


"lihatlah, ini bisa melukai musuh dari jarak yang lumayan jauh"kata Richard mengarahkan senjatanya ke sasaran yang ada diluar markas.


DOR


Dengan sangat cepat peluru itu melesat keluar, dan mengenai tepat sasaran. Richard tersenyum puas, lalu menatap Christy yang sedikit terlihat aneh.

__ADS_1


Wajah Christy terlihat seperti panik, Richard yang bingung langsung memegang bahu Christy membuat gadis itu sedikit terkejut.


"princess are you okey?"tanya Richard yang khawatir melihat wajah Christy yang terlihat takut.


"suara tembakan itu terlalu besar bang"kata Christy mengusap lehernya yang basah karena keringat.


"terlalu besar? Bahkan senapan kesayangan kamu suaranya lebih besar princess"kata Richard mengelus rambut Christy.


"aku keruanganku dulu bang"kata Christy lalu pergi menuju keruangannya.


Fara, Tasya, Raja, Reza dan Aron menatap Christy bingung. Gadis itu terlihat aneh, tidak seperti biasanya.


"apa princess takut dengan suara tembakan?"tanya Aron bingung.


"takut? Lo jangan aneh-aneh deh. Princess mana mungkin takut dengan suara tembakan, suara itu sudah menjadi hal yang tidak asing untuk princess"kata Reza.


"dimana Michel?"tanya Richard pada Raja.


"dia dirumah sakit, malam ini dia ada operasi"jawab Raja membuat Richard berfikir sejenak.


"apa gak sebaiknya abang ngomong sama Michel soal kondisi Chris"kata Raja membuat Richard menatapnya.


"biar abang yang urus, kalian lantihan sekarang"kata Richard lalu pergi untuk menyusul Christy.


Richard masuk ke ruangan milik Christy, matanya menangkap sosok Christy yang berdiri di depan sasaran tembakan sambil memegang senapan miliknya.


"princess, kalau tidak bisa sebaiknya jangan di paksa"kata Richard hendak mengambil senapan yang Chrisy pegang, namun gadis itu menolak.


"aku bisa bang"kata Christy mengarahkan senapannya kesasaran.


Bahkan tangan Christy yang memegang snapan tidak hentinya gemetar, dia terlihat berkeringat cukup banyak. Christy menarik nafasnya lalu menembak kesasarannya.


DOR


Suara tembakan itu terdengar bersamaan dengan jatuhnya senapan yang Christy pegang. Bahkan pelurunya melesat hingga mengenai nakas.


Nafas Christy memburu, namun dia tidak menyerah. Justru Christy mengambil kembali senalan itu dan hendak menembak. Namun tangan Richard dengan cepat merampas senapan dari tangan Christy, lalu membuangnya hingga menghantam dinding.


"aku mau coba lagi bang, aku pasti bisa!"kata Christy hendak mengambil senapan itu, namun Richard menahannya.


"princess cukup, jangan memaksakan diri. Kamu tidak bisa!"kata Richard menatap Christy.


"aku bisa bang"kata Christy mendorong Richard menjauh darinya.


"bagaimana bisa princess? Bahkan memegang senapan saja kamu tidak bisa. Belum saatnya kamu kembali menjadi mafia"kata Richard membuat Christy menatapnya.


"maksud abang apa"kata Christy.


"sebaiknya sekarang kamu jangan menjalankan misi apapun. Ini demi kebaikan kamu"kata Richard yang terlihat sangat serius dengan perkataannya.


"enggak bang, enggak bisa. Aku akan tetap menjadi mafia dan menjalankan semua misi!"kata Christy penuh penekanan.


"dengarkan abang baik-baik, kamu akan tetap menjadi mafia. Tapi untuk sekarang kamu harus fokus pada kesehatan kamu, dan abang akan bantu kamu untuk kembali seperti dulu"kata Richard lalu memeluk Christy yang terlihat sedih.


"aku masih bisa menjadi mafia kan bang?"tanya Christy dengan wajah sendunya.


"iya princess, semua akan kembali seperti semula. Tidak akan ada yang bisa menggantikan leader terhebat di dunia"kata Richard mengecup singkat kening Christy.


"istirahat dulu disini, abang mau keluar sebentar"kata Richard.


"mau kemana?"tanya Christy.


"abang ada urusan dengan Steven"kata Richard lalu pergi dari sana.


Saat Richard pergi, Christy perlahan keluar dari ruangannya. Tujuannya adalah ruang bawah tanah, saat datang tadi Christy tidak sengaja mendengar anggota KC yang membicarakan Zee.


Dan Christy ingin melihat kondisi gadis yang sudah merusak kebahagiaannya itu. Christy baru saja akan masuk keruang bawah tanah, ia berhenti sebentar saat melihat ada Reza dan Aron yang terlihat sedang berdebat didepan pintu ruang bawah tanah.


"Reza lo harus sadar, cewek itu gak bisa lo cintai. Lo bisa kena masalah nanti!"kata Aron dengan wajah marahnya.


"gue udah coba sekuat tenaga gue Ron, itu semua karena princess. Gue gak mungkin cinta sama cewek yang udah buat princess menderita"kata Reza mengacak rambutnya frustasi.


"lo udah tahu gimana cewek itu, dia udah buat princess menderita. Sekarang princess trauma berat bahkan mendengar suara tembakan saja dia takut, apa lo gak mikirin itu"kata Aron mendorong Reza.


"Kalau Lo masih anggap gue adik, ikutin perkataan gue. Bang"lanjutnya.


"gue gak tahu kenapa dia bisa sampai terlibat sama princess, gue udah suka sama dia sebelum masalah ini terjadi, Ron. Bahkan gue kaget waktu tahu di datang ke Indonesia. Dan parahnya lagi dia justru suka sama Michel pacarnya princess. Apa lo gak mikir gimana hancurnya hati gue"kata Reza dengan wajah sendunya.


"kalau lo cinta sama dia, sebaiknya jauhi dia. Kalau sampai Richard tahu, gue yakin dia akan lebih cepat mati"kata Aron dan hendak pergi, namun melihat ada Christy disana membuatnya terkejut.


"princess"kata Aron terkejut membuat Reza menoleh dan juga terkejut melihat ada Christy di sana.


"jadi cewek yang abang cinta itu Zee"kata Christy membuat Reza terdiam dan bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Tuhan skenario apa lagi yang engkau buat kali ini"batin Christy sendu.


__ADS_2