
Di sebuah pemakaman yang sangat besar, terlihat dua orang gadis dan satu pria. Hari ini mereka datang untung melihat makam seseorang. Salah satu gadis itu duduk di samping sebuah makam. Air matanya jatuh begitu saja.
Gadis itu mengelus perlahan batu nisan bertuliskan "Alex". Zee, dia datang bersama Christy dan juga Michel. Gadis itu terisak kecil sambil meremas tanah makam milik kakaknya.
"Maafin aku kak. Semua ini karena keegoisan aku. Andai ajah dulu aku dengerin perkataan kakak. Semua ini gak akan terjadi"ucal Zee sambil menatap lekat batu nisan itu.
"Kakak benar. Seharusnya aku tidak mencintai pria yang tidak mencintai aku. Semua ini salahku......Andai waktu bisa di ulang. Aku minta maaf"lanjutnya, lalu dia terisak. Hatinya terasa begitu sakit saat milihat makam milik Alex.
Alex adalah sosok yang sangat Zee sayang, Alex selalu bisa mengabulkan apa yang dia minta. Alex melakukan semua ini demi dia, dan lihatlah hasilnya dia justru mati di tangan Richard.
Christy menatap makam Alex cukup lama, dia sangat marah saat mengingat semua yang Alex lakukan dulu. Ia belum sempat membalaskan dendamnya, namun Alex sudah mati lebih dulu.
Christy memegang pundak Zee, lalu dia menatap gadis itu cukup lama. Tatapan mata Zee memancarkan kehancuran dan rasa bersalah. Christy tahu semua ini pasti berat untuk Zee. Tpi itu semua adalah karena kesalahannya dahulu.
"Lo harus buat lembaran baru untuk hidup lo"ucap Christy menatap Zee.
"Makasih untuk semuanya. Gua janji akan lakuin apapun demi lo"ujar Zee menatap lekat mata Christy.
"Gue tahu lo itu cewek baik Zee"ucap Christy menggenggam tangan Zee.
"Lo jauh lebih baik dari pada gue, Christy. Lo seperti malaikat untuk semua orang"Zee ikut menggenggam tangan Christy. Tersenyum pada gadis baik di hadapannya itu.
"Kita buka lembaran baru sama-sama. Kita buat banyak kebahagiaan"ucap Christy tersenyum.
Michel merasa begitu bahagia karena memiliki kekasih seperti Christy. Gadisnya itu sangat baik dan kuat. Banyak rintangan yang Christy lewati selama ini, tapi lihatlah dia tetap terlihat kuat.
Michel sudah menyaksikan semuanya. Masa-masa dimana Christy bahagia, sedih, hancur dan bahkan hampir kehilangan nyawa. Michel merasa semuanya begitu nyata baginya, kisah seorang gadis yang menyimpan segala kesedihannya untuk dirinya sendiri.
"Lo beruntung Michel.......Lo beruntung bisa dapetin gadis seperti Christy"kata Zee menatap Michel.
"Gue tahu itu"Michel memegang tangan Christy.
"Chris, kita langsung pulang?"tanya Michel menatap Christy.
"Aku mau kemakamnya Aya dulu"kata Christy membuat Michel mengangguk.
"Aya? Maksud lo Rasya?"tanya Zee yang sedikit bingung.
"iya"
"Dia di makamin di sini juga?"tanya Zee penasaran.
"iya. Gak jauh kok dari makam kakak lo"kata Christy lalu berjalan duluan di ikuti Michel dan Zee.
Gadis itu berhenti di makam milik Rasya. Makan pria itu masih terlihat begitu cantik. Pohon yang melindungi makan Rasya masih ada, terasa begitu sejuk jika berada di bawah pohon itu.
"Aya, aku datang"ucap Christy tersenyum lalu mengelus batu nisan milik cinta pertamanya itu
"Maaf yah, aku baru ke sini lagi"Christy menyimpan bungan lily putih di dekat batu nisan Rasya.
"Gue juga datang Ras"ucap Michel lalu berjongkok dan tersenyum menatap batu nisan Rasya.
"Makasih Ras. Selama ini lo udah dengerin semua curhatan gue. Lo orang pertama yang selalu gue datengin selama 3 tahun terakhir ini"kata Michel tersenyum manis. Setiap ia tidak bisa berfikir jernih dan sedih, ia datang ke makan itu. Menceritakan semuanya pada Rasya, itu membuatnya sedikit lebih lega.
"Gue gak tahu kapan, tapi gue mau izin duluan sama lo. Gue mau nikah sama Chris, gue mau bangun rumah tangga bareng Chris. Gue nepatin janji Ras, gue selalu jagain Chris. Gue selalu percaya sama dia. Makasih udah ngasih gue kesempatan untuk mencintai princess lo"ucap Michel menatap wajah Christy.
"Aya, ternyata kamu benar. Michel udah jagain aku selama ini. Dia selalu ada buat aku. Makasih Aya.....Aku janji akan selalu bahagia di sini. Kamu juga harus bahagia di sana"kata Christy mengahapus air matanya yang terjatuh.
"Beruntung banget lo Chris. Lo di cintai dengan sangat tulus oleh dua pria. Lo pantes untuk semua ini. Seharusnya gue gak ngerusak kebahagiaan lo"batin Zee yang sedari tadi menatap Christy.
"Chris, kita pulang sekarang yah. Mendung banget. Kayaknya mau hujan"ucap Michel memperhatikan langit yang sangat mendung.
"Yaudah, yuk"Christy lalu berjalan terlebih dahulu bersama Michel dan di ikuti Zee dari belakang.
Di lerjalanan pulang, hujan turun begitu deras. Suara petir dan kilat terdengar sangat besar. Christy merasa ada yang aneh hari ini. Cuaca tidak biasanya seperti ini.
Michel membawa mobilnya dengan kecepatan rendah, karena hujan yang deras membuatnya kesulitan melihat jalan. Terlebih lagi jalanan sangat licin.
Saj jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di mansion. Mereka keluar dri mobil dan langsung di payungi oleh beberapa maid. Christy awalnya hendak masuk, namun kembali berbalik dan menatap langit yang sangat gelap.
"Kamu kenapa?"tanya Michel menatap Christy.
"Enggak kok. Yuk masuk"kata Christy lalu masuk ke dalam mansion.
Di ruang keluarga terlihat cukup ramai. Raka dkk, Tasya, Fara dan Steven sedang menonton tv bersama. Mereka tersenyum saat melihat kedatang Christy, Michel dan juga Zee.
"Chris, gue ke kamar ajah yah"ujar Zee sedikit berbisik. Karena takut jika Raka marah mendengar suaranya.
__ADS_1
"Loh kok ke kamar? Di sini ajah, gabung bareng kita"kata Christy menatap Zee.
"Lain kali ajah yah. Gue gak enak sama Raka"Zee menatap Raka yang fokus pada tv. Pria itu tidak mau berbalik sedikit pun saat mendengar suara Zee.
"Yaudah. Kalau udah waktunya makan siang, lo turun yah"kata Christy dan langsung di angguki Zee.
Gadis itu langsung naik ke atas dan masuk ke kamar. Seangkan Christy dan Michel mereka langsung duduk bersama dengan yang lain.
"Bang Richard kemana?"tanya Christy menatap Steven.
"Di kamar. Kayaknya lagi tidur"jawab Steven menatap Christy.
"Tidur? Bang Steven yakin?"tanya Christy bingung. Tidak biasanya Richard tidur sore hari. Bahkan tidak pernah seperti itu.
"Iya princess, bang Richard lagi tidur. Tadi abang masuk ke kamarnya mau ngambil hp, abang lihat dia tidur"kata Steven.
"Tumben bang Richard tidur jam segini"kata Christy.
"Dia kecapean. Semalam dia kan gak pulang ke mansion"kata Steven membuat Christy bingung.
"Loh, bang Richard gak pulang semalam?"tanya Christy sedikit terkejut. Dia tidak tahu sama sekali jika abangnya itu tidak di mansion semalam.
"Dia jagain Vira. Semalam si Vira demam tinggi. Jam satu bang Richard k erumah Vira, dia bangunin abang buat nyuruh maid nyiapin mobil"kata Steven.
"Bang Richard beneran cinta sama kak Vira. Aku seneng jadinya"kata Christy tersenyum.
"Abang juga"ucal Steven tersenyum tipis.
"Andai kamu tahu. Bang Richard juga cinta sama kamu princess"batin Steven sambil menatap Christy.
"Oh iya, bang. Kemarin aku udah ke markas untuk latih batin aku. Aku baru nyadar, setelah bangun dari koma aku gak bisa baca batin orang lagi"ucap Christy membuat semua orang berbalik.
"Lo seriusan Chris? Udah gak bisa baca batin orang lain lagi?"tanya Fikra dengan wajah terkejutnya. Christy hanya mengangguk dengan polosnya.
"Beneran?"tanya Revano masih tidak percaya. Christy yang tidak membaca batin orang lagi, membuat mereka semua sedikit merasa aneh.
"Coba deh, sekarang lo coba. Bisa atau gak"kata Fikra menatap Christy, dan terdiam sejenak.
"gue ganteng dan gue nyadar kalau gue emang ganteng"batin Fikra.
Fikra menatap Christy cukup lama, membuat gadis ifu bingung. Para sahabatnya juga menatapnya, Christy menatap mereka satu persatu, dan bingung harus berkata apa.
"Kok lo sih? Gue kan ngetes Chris"kata Fikra kesal. Ia rasanya ingin melempar balik wajah Steven. Namun dia takut.
"Chris, lo beneran gak bisa denger atau ngelihat batin orang lagi?"tanya Fara menatap Christy.
"iya Far. Gue coba belajar lagi. Semoga bisa"kata Christy tersenyum tipis. Ia juga merasa aneh pada dirinya sendiri, karena tidak bisa mendengar batin seseorang lagi.
Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba Richard menuruni tangga sambil berlari. Semua orang menjadi bingung.
"Bang Richard mau kemana?"tanya Christy, menahan tangan Richard.
"princess, Fara, Tasya. Kalian harus ke rumah sakit sekarang"perintah Richard membuat mereka semua kebingungan.
"Rumah sakit? Tapi untuk apa?"tanya Tasya bingung.
"Kalian tidak punya waktu banyak. Putri membutuhkan kalian"ucap Richard membuat mereka terkejut.
"Tunggu, maksud abang apa? Putri kenapa?"tanya Christy.
"Kamu akan tahu saat sampai di sana. Klian harus cepat. Revano, terutama kamu"kata Richard menunjuk Revano yang terdiam. Sudah lama dia tidak mendengar nama gadis itu. Gadis yang sempat mengisi hatinya.
"Engga bang. Gue udah gak ada hubungan sama dia"tolak Revano.
Richard langsung menatap Revano tajam, menarik kuat kera baju pria itu. Semua orang menjadi panik.
"Kamu dengarkan saya baik-baik. Bagaimanapun, dia adalah gadis yang pernah mengisi hati kamu"ujar Richard marah.
"Sebaiknya kamu cepat. Jangan sampai menyesal nanti"Richard mendorong Revano cukup keras.
"Kita ke rumah sakit sekarang"kata Richard, lalu menarik tangan Christy keluar dari mansion di ikuti yang lain.
Di perjalan, Christy hanya bisa terdiam. Perasaannya menjadi tidak karuan, dadanya terus saja terasa sesak. Sebenarnya apa yang terjadi pada Putri? Kenapa dia ada di rumah sakit?
10 menit perjalanan, mereka sampai di RD hospital. Richard langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit, di ikuti Christy dan yang lain. Richard berhenti di salah satu ruang ICU.
Dari luar, mereka bisa melihat Putri yang terbaring di atas brankar, tubuhnya dipenuhi beberapa alat medis. Dengan izin dokter, mereka semua masuk dan melihat keadaan Putri.
__ADS_1
Putri terkejut dengan kedatangan para sahabatnya. Gadis itu terisak saat melihat Christy yang ada di hadapannya. Rasa bersalahnya kembali muncul.
"Lo kenapa Put?"tanya Tasya menatap Putri yang terlihat begitu lemah.
"Gue kira, gue gak bisa lihat kalian lagi untuk terkahir kalinya. Thansk, kalian udah datang"ucap Putri menatap satu persatu sahabatnya.
"Putri, lo sebenarnya kenapa? Lo sakit?"tanya Fikra menatap Putri. Mereka terkejut melihat kondisi Putria saat ini, gadis itu benar-benar terlihat kurus dan pucat.
"Mungkin ini karma buat gue. Udah dua tahun gue tersiksa di dumah sakit. Gue kena kanker otak"kata Putri membuat Christy menjadi lemas. Dengan sigap Michel memegang tangan kekasihnya itu.
"Gue mau minta maaf sama kalian semua, gara-gara gue, persahabatan kita jadi renggang. Cuma ini permintaan terakhir gue. Gue mohon maafin semua kesalahan gue"kata Putri terisak.
o kenapa bisa gini Put"Fara menggenggan erat tangan Putri. Bagaimanapun juga, Putri adalah sahabatnya sejak kecil.
"Far, ternyata dulu lo bener soal Zee. Seharusnya gue lebih percaya sama Chris, sekarang lihat keadaan gue. Maafin gue Far"kata Putri menatap Fara. Air matanya jatuh begitu deras.
"Chris"panggil Putri sambil menatap Christy yang hanya terdiam.
"Maafin gue. Gue gak bisa nepatin janji...Gue gak ada buat lo saat lo hancur. Maafin gue"kata Putri menatap wajah Christy.
"Lo tahu kalau lo salah. Kenapa malah minta maaf dengan cara kayak gini? Gue gak akan maafin lo, kalau lo gak sembuh"ucal Christy mengalihkan pandangannya, mengenggam erat tangan Michel.
"Chris, maafin gue yah. Gue seneng banget bisa kenal sama lo, bisa ketawa bareng lo, bercanda bareng lo. Gue janji, kalau nanti gue ketemu sama Rasya, gue bakal ceritain semua hal tentang lo, dan gue juga bakal minta maaf karena udah nyakitin lo"kata Putri berusaha tersenyum.
"Jendral......Maaf tidak bisa menepati janji. Terimakasih untuk semuanya. Menjadi anggota KC adalah hal terindah yang pernah gue rasain. Makasih"kata Putri menatap Richard. Kenangannya bersama para anggota KC benar-benar indah.
"Rev, maafin aku yah" Putri meraih tangan Revano. Pria itu hanya terdiam, dia bingung harus berkata apa.
"Makasih, kamu udah buat hari-hari aku jadi indah......Walaupun itu hanya sebentar. Aku cuma mau jujur, sampai sekarang aku masih sayang sama kamu"kata Putri menggenggam tangan Revano.
"Gue sayang sama kalian semua, makasih untuk semuanya. Bahagia terus yah"kata Putri menatap satu persatu orang yang ada di hadapannya.
Satu menit kemudian, genggaman tangannya melemah dan terjatuh. Air matanya terjatuh bersamaan dengan tertutupnya mata cantik itu. Fara dan Tasya menangis sejadinya, sedangkan Christy? Dia terdiam, air matanya jatuh terus menerus.
Dia berjalan mendekat ke arah Putri, hatinya terasa begitu hancur. Untuk kesekian kalinya, dia harus kehilangan seseorang yang berharga. Pertama Rasya, kedua ayahnya dan sekarang Putri sahabatnya.
"Bangun, bercanda lo gak lucu tahu gak!" Christy memukul lengan Putri berkali-kali. Bahkan meremas kuat lengan sahabatnya itu. Berharap ada respon.
"Putri bangun! Gue gak suka bercandaan kayak gini! Bangun bego"kata Christy dengan air mata yang terus saja terjatuh.
"Chris, udah"Michel menarik Christy namun gadis itu menolaknya.
"Far, Sya. Bangunin Putri. Kalian kok jadi ikut bercanda kayak dia sih. Banguni cepetan!"perintah Christy, menatap Fara dan Tasya yang sudah terisak di pelukan suami mereka.
"Chris, dia udah gak ada"kata Fara menahan rasa sakit di dadanya.
"Apaan sih. Gak lucu tahu gak!"kata Christy marah.
"Bangun Putri. Bercandaan lo basi bego. Bangun Putri, BANGUN!"teriak Christy, menarik baju pasien yang Putri pakai.
Richard dengan cepat menarik Christy menjauh dari Putri. Memeluknya berusaha menenangkannya. Gadis itu memberontak, dia berusaha lepas dari pelukan Richard.
"PUTRI BANGUN! LO BELUM GUE MAAFIN! LO GAK BOLEH PERGI KAYAK GINI! BANGUN"teriak Christy histeris, air matanya terus saja terjatuh.
"Princess, dia sudah tidak ada. Jangan seperti ini"Richard memeluk erat tubuh Christy. Berusaha menenangkan adiknya itu.
"Enggak bang. Putri masih ada. Dia harus minta maaf ke aku. Dia cuma bercanda bang"kata Christy mencoba membuat Richard mengerti.
"Putri bangun, lo kenapa diam ajah sih. Lo harus bilang ke mereka, lo itu masih ada!"kata Christy mendorong Richard. Lalu mendekat ke arah Putri dan menggenggam tangan sahabatnya itu.
"Putri, gue janji bakal maafin lo. Tapi gue mohon, jangan pergi"ucap Christy menggenggam erat tangan Putri.
"please, bangun Put. Gue gak siap kehilangan lagi"ucap Christy dengan isakan kecil yang akhirnya terdengar.
"Chris, udah. Kita harus ikhlasin kepergian Putri"kata Fara.
"Udah Chris, kasihan Putri kalau lihat lo kayak gini"kata Tasya terisak kecil.
"Far, Sya. Kenapa jadi gini? Bukan ini yang gue mau. Kenapa gue kehilangan lagi"Christy menatap kedua sahabatnya itu. Dia terus saja kehilangan seseorang. Sangat mengerikan hidupnya ini.
".asih ada kita Chris, lo gak sendiri"kata Dimas menghapus air mata Christy.
"Dim, lo bilang gue malaikat buat semua orang. Tapi kenapa......Kenapa semua orang yang gue sayang perlahan pergi ninggalin gue? Kenapa Dim"kata Christy menatap Dimas. Pria itu tidak tahan melihat Christy seperti ini.
"Semua orang pasti bakal mati, Chris. Ini bukan salah lo. Ini udah takdirnya Putri. Lo harus kuat, kita semua ada buat lo"kata Dimas menggenggam tangan Christy.
"Kenapa lo ninggalin gue"ucap Christy menatap wajah pucat Putri.
__ADS_1
"Tuhan, cobaan apa lagi ini. Aku kehilangan lagi, siapa lagi selanjutnya. Kenapa engkau selalu mengambil orang yang berharga di hidupku? Sudah aku katakan, aku belum siap dan tidak akan pernah siap untuk kehilangan lagi. Aku mohon berhenti, aku tidak sanggup"batin Christy sendu.
"Kamu tidak sendiri princess, ada abang. Semua akan berlalu, abang janji akan selalh buat kamu bahagia"batin Richard.