
"an**ng lo"kata seseorang yang baru masuk sambil menarik kera baju Michel. Lalu pria itu mendorog Michel hingga terhantak sangat keras ketembok.
"Raja"kata Michel dengan nafas yang tersenggal karena merasakan sakit di bagian punggungnya.
Raja menatap Michel dengan tatapan amarahnya, mata pria itu seperti mata elang yang sangat tajam. Michel merutuki takdirnya yang terlalu sial itu.
"jadi selama ini lo tahu dimana Chris? JAWAB CEL"teriak Raja dengan wajah yang merah akibat marah.
"sorry Ja"ucap Michel menunduk karena sudah tidak mau menatap Raja lagi.
"bukan itu jawaban yang gue mau Cel"kata Raja dengan suara sendunya dan menjauh dari Michel.
"Ja gue bisa jelasin, gue ada alasannya"kata Michel berusaha membuat Raja mengerti.
"gue gak butuh penjelasan lo, gue cuma mau tahu dimana adik gue!"kata Raja dengan nada mengintimidasi.
"sorry gue gak bisa ngasih tahu ke lo"jawab Michel yang meembuat Raja mengacak rambutnya karena merasa sangat emosi.
"dia adek gue, Cel! Ge harus ketemu sama dia. Cuma dia yang bisa ngubah semua yang terjadi saat ini. Keluarga gue hancur Cel"kata Raja frustasi membuat Michel merasa bersalah.
"kalau lo anggap gue sahabat, kasih tau dimana adik gue Cel!"kata Raja membuat Michel menatapnya sendu.
"Ja please ngertiin posisi gue"kata Michel.
"terus gimana sama gue Cel? Lo egois karena gak mikirin posisi gue! Sekarang keluarga gue udah diujung tanduk"kata Raja mendorong Michel dan memukul wajah Michel, hingga membuat ujung bibir Michel mengeluarkan darah.
"gue kecewa sama lo Cel!"kata Raja lalu keluar dari ruangan Michel, meninggalkan Michel yang terduduk dengan tatapan kosongnya.
Akhirnya hal yang Michel takutkan terjadi, sekarang Raja sudah tahu jika dia menyembunyikan Christy. Dia ingin sekali memberitahu Raja, tapi itu tidak segampang yang dia fikir.
Richard akan sangat marah, dan itu akan berdampak buruk pada Michel. Bukan hanya keluarga saja, pasti Michel juga akan dijauhkan dari Christy.
"sorry karena gue egois Ja, gue kayak gini karena gue terlalu cinta sama adik lo. Gue gak bisa jauh dari dia, gue gak bisa Ja"kata Michel menunduk sendu.
//skip//
Dimarkas KC terlihat Rahel dan Reyhan yang sedang berlatih bersama. Rahel terus saja terkena pukulan Reyhan, gadis itu terlihat sangat tidak fokus. Reyhan berhenti lalu mendekati Rahel yang berjongkok dan menundukan kepalanya.
Reyhan perlahan mengelus pundak gadis itu, Reyhan menangkup kedua pipi Rahel lalu menatap matanya. Rahel hanya bisa diam dengan apa yang Reyhan lakukan.
"kamu kenapa?"tanya Reyhan dengan nada lembutnya.
"aku cuma lagi gak mau latihan kak. Latihannya lanjut besok ajah"kata Rahel lalu berdiri dan hendak pergi. Namun tangannya di tahan oleh Reyhan.
"kalau ada masalah, cerita sama aku"kata Reyhan menatap wajah sendu gadis cantik itu.
"aku cuma mau sendiri kak"kata Rahel dengan nada yang terdengar sendu.
"kenapa mau sendiri kalau ada aku?"tanya Reyhan dengan nada lembutnya.
"kak please, ngertiin aku kali ini ajah"kata Rahel lalu melepaskan tangan Reyhan dari tangannya. Lalu dia pergi meninggalkan Reyhan.
Reyhan menatap sendu punggung Rahel yang perlahan menghilang dari penglihatannya. Sedangkan Rahel, dia masuk kedalam kamarnya yang ada di markas KC. Rahel membaringkan tubuhnya di king size miliknya.
Kepalanya terasa sangat penuh, semua itu di penuhi oleh Christy kakaknya. Sudah 3 tahun dia tidak mendengar kabar apapun mengenai Christy. Setiap hari dia selalu bertanya pada Richard, namun tidak ada jawaban yang dia dapatkan. Bahkan sikap Richard terkesan cukup dingin padanya.
Posisinya sebagai leader KC masih membuatnya bingung. Kenapa harus dia dan kenapa tidak memberitahu terlebih dahulu. Rahel memiliki banyak pertanyaan untuk Christy jika mereka sudah bertemu.
Diam-diam Rahel juga mengawasi keluarga Christy. Dia selalu menjaga mereka dari kejauhan. Rahel mengingat pesan Christy dahulu. Jika dia tidak ada, Rahel harus menjaga semua orang yang sangat dia sayang, terutama keluarganya.
"sebenarnya kakak kemana? Rahel rindu sama kakak"kata Rahel sambil memeluk sebuah bingkai foto yang menampilkan wajahnya dan wajah Christy.
__ADS_1
"menjadi leader mafia ternyata tidak semudah yang aku fikir. Aku gak bisa bayangin gimana kakak jadi leader sejak kecil. Tanggung jawab sebagai leader terlalu besar, aku mohom cepat kembali"kata Rahel menghapus air matanya yang terjatuh membasahi wajau cantiknya itu.
Tok...tok...tok
Suara pintu kamar Rahel diketuk seseorang dari luar, dengan wajah kesalnya Rahel membuka pintu itu. Ada anggota KC yang berdiri disana, Rahel menatap anggota KC itu seolah bertanya kenapa datang ke kamarnya.
"ini ada paket miss. Kata Reza ada yang mengirimkan ini untuk anda"kata anggota KC itu memberikan sebuah kotak sambil menunduk hormat.
"buat saya? Tapi saya tidak memesan apa-apa"ucap Rahel dengan wajah bingungnya, sambil mengambil kotak itu.
"kata Reza dia juga tidak tahu miss, yang dia tahu saat keluar markas ada seseorang dari luar gerbang melemparkan kotak ini. Lalu orang itu menghilang entah kemana, dan dikotak ini ada tulisan nama anda"kata anggota KC itu.
"hmm baiklah, terimakasih"kata Rahel.
"sama-sama miss. Kalau begitu saya pergi dulu. Maaf menganggu"kata anggota KC itu menunduk lalu pergi.
Rahel masuk kekamarnya lalu menutup kembali pintunya, Rahel duduk di king size sambil membuka kotak itu. Ada sebuah surat dan foto-foto Christy. Rahel sedikit terkejut melihat isi kotak itu, lalu dia membaca surat yang ada di kertas itu.
"hai Rahel, pasti kamu kaget melihat semua foto-foto itu dan bertanya siapa yang mengirimkan ini untuk kamu. Tidak perlu takut, saya bukan orang jahat. Saya memberikan ini karena saya tahu kamu merindukan kakakmu itu. Tidak usah khawatir dia baik-baik saja. Dan satu lagi, jaga baik-baik markas kamu ini. Kamu harus menjadi leader yang baik saka seperti Christy. Salam dariku pria misterius"
Rahel terlihat bingung dengan apa yang tertulis di kertas itu, Rahel berfikir cukup keras. Dia berfikir tentang siapa yang mengirimkan surat ini, apa pria itu mengenalnya? Tapi setahu Rahel, pria yang mengenalnya hanya para keluarga Christy selebihnya adalah anggota KC.
"aku bersyukur kalau kak Chris baik-baik saja. Tapi siapa pria yang mengirimkan semua ini? Kenapa dia terkesan sangat misterius"kata Rahel bingung.
//skip//
Christy baru saja keluae dari kamar mandi dibantu oleh suster, dengan perlahan suster itu membantu Christy kembali berbaring di brankarnya. Saat sedang membantu Christy, suster itu berbalik saat melihat Michel baru saja masuk.
"malam dok"ucap suster itu.
"kalau ngomong berdua gak usah pake dok. Lo kayak orang asing ajah"kata Michel membuat suster itu terkekeh.
"kamu kenal sama dia Cel?"tanya Christy yang bingung melihat ke akrapan keduanya.
"pacarnya bang Revano? Kamu serius?"tanya Christy menatap suster bernama Reina itu.
"dia kenal sama Revano, Cel?"tanya Reina pada Michel.
"dia itu adiknya Revano"kata Michel membuat Reina juga terkejut.
"apa adik yang selalu Revano ceritain itu, dia?"tanya Reina membuat Michel mengangguk.
"pantas saja wajah kamu hampir mirip dengan Revano"kata Reina tersenyum ramah pada Christy.
"sudah berapa lama suster pacaran dengan abang saya?"tanya Christy membuat Reina tersenyum manis kepadanya.
"gak usah terlalu formal kalau ngomong sama aku. Panggil ajah Reina, aku udah 2 tahun pacaran sama Rsvano"kata Reina tersenyum manis.
"sudah cukup lama ternyata. Pasti kamu gadis yang baik, makanya abang suka sama kamu"kata Christy tersenyum.
"kalau para cewek udah ngobrol, yang cowok udah kayak kambing conge"kata Michel menyinggung kedua gadis yang asik mengobrol itu.
"gak asik lo Cel"kata Reina kesal dengan perkataan Michel.
"salam kenal yah Christy"kata Reina tersenyum pada Christy lalu keluar dari sana.
Michel langsung mendekat kearah Christy, dan duduk diatas brankar didekat kaki kekasihnya itu. Christy memperhatikan wajah Michel yang terlihat memar, ujung bibir pria itu juga terlihat habis berdarah.
"kamu berantem sama dokter Renal? Cel aku kan udah bilang tadi jangan emosi"kata Christy dengan wajah kesal dan khawatir yang menjadi satu.
"enggak Chris, aku gak berantem sama dokter Renal"kata Michel dengan sedikit lembut.
__ADS_1
"terus sama siapa? Kamu jangan bohong sama aku Cel. Kamu berantem sama siapa? Gak mungkin kan muka kamu lebam sendiri"kata Christy membuat Michel menghembuskan nafasnya kasar.
"aku gak berantem Chris, aku dipukul sama Raja"kata Michel membuat Christy terkejut.
"bang Raja? Tapi kenapa? Kalian berantem?"tanya Christy dengan wajah khawatirnya.
"tadi dia kerumah sakit, dia dengar aku ngomong soal kamu. Raja denger kalau aku tahu dimana kamu sekarang, dia emosi terus mukul aku"kata Michel membuat Christy sedih.
"deketan sini, aku obatin luka kamu"kata Christy mengambil lap dinakas, lalu membasahinya dengan air hangat.
"aku udah olesin salep tadi"kata Michel.
"udah gak usah ngebantah, deketan sini"kata Christy yang langsung dituruti Michel.
Michel mendekat kearah Christy, lalu gadis itu dengan perlahan mengusap lebam yang ada di wajah Michel menggubakan lap yang sudah di beri air hangat itu. Michel sesekali meringis karena merasa sangat sakit.
Christy pun merasa perih melihat wajah Michel yang lebam seperti itu, Christy tidak menyangka jika Raja memukul Michel hingga seperti ini. Setelah selesai, Christy mengoleskan salep yang di lihatnya ada di kantong baju Michel.
"olesin terus muka kamu pake salep ini. Kalau semua perawat sama dokter lihat muka kamu kayak gini, nanti kamu dikatain dokter berandalan"kata Christy dengan nada juteknya membuat Michel tersenyum.
"perhatian banget sih pacar aku ini"kata Michel sambil mengacak gemas rambut Christy.
"sekarang bilang ke aku, kenapa bang Raja datang kerumah sakit? Ayah masuk rumah sakit?"tanya Christy membuat Michel bingung harus menjawab apa.
"bunda kamu yang masuk rumah sakit"ucap Michel membuat Christy sangat terkejut.
"bunda kenapa? Bunda sakit apa?"tanya Christy khawatir.
"bunda kamu pingsan dijalan, Chris"jawab Michel dengan berhati-hati karena takut Chisty khawatir.
"kok bisa? Bunda kenapa bisa pingsan di jalan?"tanya Christy yang semakin khawatir.
"aku bakal ngasih tahu kekamu, tapi janji jangan panik. Nanti kondisi kamu drop okey"kata Michel dengan wajah khawatirnya.
"iya Cel, cepetan bilang bunda kenapa"kata Christy.
"ayah ngusir bunda dari mansion. Kata Raja, ayah mau ngurus surat perceraian sama bunda"kata Michel membuat Christy sangat terkejut.
"kenapa ayah kayak gitu? Cel bunda pasti sedih. Cel bunda, Cel bunda"kata Christy yang sudah menangis sambil menarik baju Michel.
"hey jangan kayak gini Chris, kondisi kamu bisa drop nanti. Please tenangin diri kamu"kata Michel yang panik sambil mengelus pipi Christy.
"a...a...a..aku mau lihat bunda Cel"kata Christy lalu turun dari brankarnya membuat Michel panik.
"Chris gak bisa! Nanti bang Richard marah"kata Michel panik.
"aku gak perduli, aku mau lihat bunda!"kata Christy dengan penuh penekanan membuat Michel pasrah.
"okey, tapi dari jauh. Aku mohon ngertiin posisi aku Chris, kalau bang Richard tahu pasti dia akan bawa kamu pergi"kata Michel sangati khawatir.
"terserah kamu"kata Christy.
"pakai kursi roda, kamu belum bisa terlalu lama berjalan"kata Michel mengambil kursi roda yang ada disana.
Michel mendorong kursi roda milik Christy menuju ruang UGD yang ada di lantai 2. Saat keluar dari lift beberapa perawat dan dokter menunduk hormat saat melihat ada Michel. Saat sampai didepan ruang UGD, Michel berhenti lalu menunjuk satu brankar yang di tempat seorang wanita paruh bayah.
Christy terisak melihat wajah pucat bundanya itu, Christy tidak tega melihat Siska yang terbaring lemah. Michel mengusap pundak Christy berharap gadis itu bisa kuat.
"Cel aku mau lihat bunda lebih dekat"kata Christy dengan tatapan memohonnya, namun Michel benar-benar tidak bisa mengabulkan permintaan kekasihnya itu.
"maafin aku"kata Michel dengan suara kecilnya membuat Christy sangat sedih.
__ADS_1
Michel langsung mendorong kursi roda Christy dan hendak pergi dari sana. Namun tiba-tiba ada yang menahan mereka. Michel dan Christy terkejut melihat siapa yang menahan mereka.
"hancur semua"