Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 17


__ADS_3

Diruang bawah tanah terlihat Reza, Aron dan juga Christy. Gadis itu menatap Zee yang terikat di sana, wajahnya penuh luka, rambut acak-acakan dan di penuhi darah.


Christy lumayan terkejut saat mengetahui gadis yang Reza cintai adalah Zee, betapa bodohnya ia tidak mengetahui semua itu. Christy baru menyadari jika selama ini Reza memang tidak terlalu mau ikut campur soal Zee.


"sejak kapan? Sejak kapan abang mencintai dia?"tanya Christy menatap sendu Reza yang membelakanginya.


"Tiga tahun lalu, sebelum dia mengenal kalian. Saat abang menjalankan misi di London"jawab Reza berbalik dan menatap Christy.


"kamu tenang saja, abang akan melupakan dia"kata Reza yang masih berusaha tersenyum, membuat Christy merasa sangat bersalah.


"kenapa abang harus melupakan dia?"tanya Christy membuat Aron menatapnya.


"princess apa yang kamu katakan"kata Aron.


"bang Aron, aku tanya bukan ke abang"kata Christy dengan penuh penakanan.


"kalau abang mencintai dia, kenapa harus melupakannya? Apa karena aku?"tanya Christy memegang lengan Reza.


"abang tidak mungkin mencintai gadis yang membuat kamu menderita princess"ucap Reza menatap sendu wajah Christy.


"lo, apa lo tahu kalau bang Reza suka sama lo?"tanya Christy pada Zee yang terduduk sambil menatap Reza.


"princess sudah, jangan di.bahas lagi!"kata Reza membuat Christy menggeleng.


"Zee jawab gue! Lo tahu bang Reza suka sama lo?"tanya Christy sekali lagi membuat Zee menunduk dan terisak.


"gue gak tahu Chris hiks hiks"ucap gadis itu menatap Christy sambil terisak.


Ada satu hal yang Christy berhasil tangkap dari tatapan Zee, gadis itu benar-benar merasa bersalah. Tatapan mata Zee tidak sama seperti tiga tahun lalu, yang selalu menatap sinis padanya.


Kali ini tatapan mata Zee benar-benar redup, mata itu terlihat sangat hancur. Christy merasa Zee sudah menyadari kesalahannya setelah Richard terus menyiksanya.


"lo mau apa?"tanya Zee melihat Christy yang berjongkok di hadapannya dan hendak melepaskan tali yang mengikatnya selama ini.


"gue mau lepasin lo dari tali ini"ucap Christy membuat Zee sedikit mundur. Cristy menatap gadis itu bingung.


"lo gak boleh lepasin gue, kalau abang lo tahu gue bisa mati"kata Zee dengan wajah takutnya.


"baru sekarang gue lihat ada tahanan yang gak mau di lepasin. Udah gak usah ngeyel"kata Christy dan melepaskan tali itu dari badan Zee.


"kenapa lo lakuin ini? Apa lo gak dendam sama gue? Karena gue, lo sama keluarga lo menderita."kata Zee menatap sendu wajah Christy.


"gue bukan tipe orang pendendam. Lo emang udah hancurin semua kebahagiaan gue. Tapi gue rasa semuanya udah impas, setelah lo di siksa selama ini di sini"kata Christy membuat Zee menunduk merasa malu. Christy gadis yang di buatnya menderita, justru sekarang memaafkannya dengan sangat mudah.


"princess apa yang kamu lakukan? Richard bisa marah"kata Reza menarik Christy menjauh dari Zee.


"itu urusan aku bang! Sekarang urusan abang itu bawa Zee kerumah sakit"kata Christy membuat Reza terkejut.


"gak bisa Chris! Dia harus tetap di sini!"kata Reza dengan penuh penekanan.


"kalau abang gak mau, biar aku ajah yang bawa Zee kerumah sakit"kata Christy lalu beralih pada Zee.


"lo bisa berdiri gak?"tanya Christy menatap Zee yang terlihat sangat lemah.


"kaki gue lemes Chris"kata Zee berusaha berdiri namun kakinya seperti mati rasa.


"gue bantu"kata Christy lalu membantu Zee berdiri.


Christy membawa Zee melewati Reza dan Aron, kedua pria itu masih bingung harus melakukan apa. Sedangkan semua anggota KC terlihat terkejut melihat siapa yang Christy bawa.


Fara, Tasya, Raja, lebih terkejut lagi. Mereka bingung kenapa Christy membawa Zee keluar dari ruang bawah tanah.


"Chris gue gak bisa jalan lagi, kaki gue lemes banget"kata Zee yang terlihat susah berjalan dan nafasnya mulai susah diatur.


Baru saja Christy ingin bicara, tiba-tiba dari arah belakang ada Reza yang langsung menggendong Zee ala brydal style.


"Chris kamu kenapa bawa dia keluar? Bang Richard bisa marah"kata Raja dengan wajah terkejutnya.


"nanti aku jelasin"kata Christy.


"bang kita kerumah sakit sekarang"kata Christy lalu berjalan bersama Reza yang menggendong Zee.


Wajah Reza terlihat sangat dingin, rahang yang kokoh dan wajah mulusnya berhasil membuat Zee sedikit canggung. Zee terus saja melihat wajah pria itu yang terlihat diam tanpa ekpresi apapun.


Christy langsung masuk ke dalam mobil milik Raja. Reza yang mengemudi sedangkan Christy duduk di belakang bersama Zee. Kondisi gadis itu sangat mengenaskan.


Christy tidak bisa membayangkan, betapa menderitanya Zee selama ini karena siksaan Richard. Dan Christy juga tidak bisa membayangkan, betapa tersiksanya Reza melihat Zee menderita sampai saat ini.


10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di RD hospital. Reza langsung menggendong Zee masuk ke dalam rumah sakit. Semua pasien terlihat terkejut melihat tampilan Zee yang sangat mengerikan.


Dokter Renal yang sedang berjalan di sekitaran rumah sakit, terkejut melihat ada Christy disana. Dokter Renal langsung menghampiri Christy, membuat gadis itu juga sedikit terkejut.


"ada apa kamu kemari Christy?"tanya dokter Renal dengan wajah senangnya.


"dokter Renal, bisa periksa teman saya"kata Cjristy menunjuk Zee yang digendong Reza, membuat dokter Renal langsung mendekat karena terkejut melihat betapa mengerikannya kondisi Zee.


"langsung bawa ke UGD, ikut dengan saya"kata dokter Renal berlari keruang UGD membuat Reza dan Christy mengikutinya.


Saat sampai di ruang UGD, Reza langsung membaringkan tubuh Zee diatas brankar. Lalu mereka langsung keluar membiarkan dokter dan para perawat memeriksa keadaan Zee. Christy bisa melihat wajah khawatir Reza sejak tadi.


"dia pasti baik-baik saja"kata Christy menggenggam tangan Reza, membuat pria itu tersenyum tipis padanya.

__ADS_1


"apa kamu benar-benar sudah memaafkan dia? Atau ini semua karena kamu tahu abang mencintai dia?"tanya Reza menatap serius wajah Christy.


"aku udah maafin Zee, bang. Dia udah nyadar kalau dia itu salah. Dan sekarang aku mau, abang perjuangin cinta abang ke Zee"kata Christy sambil tersenyum tulus, Reza langsung memeluk Christy dan mengecup singkat kening gadis cantik itu.


"kamu memang malaikat yang tuhan kirim untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi princess"kata Reza membuat Christy tersenyum.


30 menit sudah berlalu, dokter Renal keluar dari UGD di penuhi dengan keringat. Christy sedikit merasa kasihan melihat wajah dokter Renal yang terlihat lelah.


"bagaimana keadaannya?"tanya Reza pada dokter Renal yang ada di hadapannya.


"sejauh ini dia sudah baik, tapi apa saya boleh tahu? Gadis itu pernah di siksa? Atau pernah jatuh? Semua luka ditubuhnya terlihat sangat menyakitkan. Dan terlihat sudah cukup lama"kata dokter Renal membuat Christy dan Reza saling menatap


"hmm ini sedikit privasi dokter, apa tidak masalah jika kami tidak menceritakannya?"tanya Christy membuat dokter Renal mengangguk mengerti.


"baiklah kalau begitu, sebentar lagi gadis itu akan dipindahkan keruang rawat inap"kata dokter Renal.


"terimakasih dok"kata Christy tersenyum.


"hmm Christy, apa bisa saya bicara sebentar sama kamu?"tanya dokter Renal, membuat Reza dengan tiba-tiba mengenggam erat tangan Christy dan menatap dokter Renal tajam.


"aku kenal sama dia bang"kata Christy yang mengerti ekpresi Reza.


"kita bicara di sana saja dok"kata Christy membuat dokter Renal tersenyum.


Christy dan dokter Renal langsung pergi dari sana, mereka duduk di cafe yang ada didekat lobby rumah sakit. Dokter Renal sudah membawa 2 minuman dingin untuk mereka berdua.


"bagaimana keadaan kamu?"tanya dokter Renal.


"sejauh ini lumayan baik"jawab Christy sambil tersenyum.


"sudah saya katakan, jangan tersenyum seperti itu. Jantung saya hampir copot karena kamu"kata dokter Renal menatap Christy, membuat gadis itu langsung berhenti tersenyum dan merasa canggung.


"dokter benar-benar menyukai saya?"tanya Christy membuat dokter Renal tersenyum.


"apa waktu itu kurang jelas? Apa sekarang saya perlu mengulangnya"kata dokter Renal membuat Christy dengan cepat menggeleng.


"tidak usah waktu itu sudah jelas kok dok"kata Christy membuat dokter Renal terkekeh.


"kamu ini sangat imut Christy"ucap dokter Renal membuat Christy semakin merasa canggung dan was-was. Ia takut jika Michel ada di sana dan mendengar perkataan dokter Renal. Bisa-bisa cafe itu akan berubah menjadi arena perkelahian.


"dokter Renal, sebentar lagi saya akan menikah dengan Michel. Apa dokter tidak tahu soal itu?"tanya Christy yang berhasil menghilangkan senyuman di wajah dokter tampan itu.


"saya sudah tahu. Sejak pagi dokter Michel terus meributkan soal pernikahan itu. Jujur saya patah hati mendengarnya, untuk pertama kalinya saya menyukai seseorang tapi dia sudah mau menikah dengan pria lain"kata dokter Renal.


"tapi saya bisa apa lagi, kalian akan menikah. Saya tidak mungkin merusaknya. Tapi saya masih bisa kan menyukai kamu?"tanya dokter Renal.


"menyukai seseorang itu adalah hak dokter Renal, dan maaf karena buat dokter sakit hati"kata Christy.


"tapi kita bisa berteman kan?"tanya Christy sambil mengulurkan tangannya.


"bisa"jawab dokter Renal dan menjabat tangan Christy sambil tersenyum.


"kelamaan tuh tangan"kata seseorang yang ada di belakang dokter Renal. Tentu saja itu adalah Michel.


"Cel"ucap Christy lalu melepaskan tangannya dari genggaman dokter Renal.


"ke sini gak bilang-bilang ke aku, malah ketemu dokter Renal bukannya aku"kata Michel dengan wajah kesalnya.


"aku kesini itu mendadak Cel, aku ketemu dokter Renal itu gak sengaja. Untung tadi ketemu dia jadi bisa nolongin orang yang aku bawa ke sini"kata Christy membuat Michel menatapnya bingung.


"siapa? Orang mansion?"tanya Mkchel membuat Christy menggeleng.


"Christy saya pergi dulu, ada banyak pasien yang harus saya temui"kata dokter Renal


"dokter Renal terimakasih"kata Christy membuat dokter Renal mengangguk sambil tersenyum lalu pergi dari sana.


"Cel duduk dulu"kata Christy menyuruh Michel duduk di kursi yang dokter Renal tempati tadi.


"kamu belum jawab Chris, siapa yang kamu bawa kesini? Dia sakit?"tanya Michel menatap Christy.


"Zee, dia yang aku bawa ke sini"jawab Christy membuat Michel sangat terkejut, dan mencoba mengerti perkataan Christy barusan.


"tunggu dulu, maksud kamu? Kamu bawa Zee ke sini? Chris kamu gak lagi bercanda kan?"tanya Michel yang masih tidak mengerti.


"aku bawa Zee kesini, dan tadi dokter Renal udah meriksa keadaan Zee. Untung ajah dia gak apa-apa"kata Christy membuat Michel menatapnya bingung.


"Chris, ini gak lucu sama sekali! Maksud kamu bawa Zee kesini apa? Bukannya dia udah mati?"tanya Michel yang terlihat sangat marah. Pria itu benar-benar tidak suka pada Zee.


"Zee masih hidup, selama ini dia ada di markas. Aku udah maafin dia, Cel. Lagian dia juga udah berubah"kata Christy.


"Zee berubah? Gak mungkin Chris. Sekalinya jahat akan tetap jahat"kata Michel yang terlihat tidak suka.


"dengerin aku, setiap orang pasti bisa berubah. Zee udah sadar sama semua kesalahan dia, dia udah pasrah Cel"kata Christy mencoba membuat Michel mengerti.


"kamu tetap gak bisa berhubungan lagi sama dia, Chris. Bang Richard juga pasti gak suka. Kamu lupa? Karena dia semuanya hancur, karena kelakuan dia sama kakaknya itu kamu koma tiga tahun, keluarga kamu hancur Chris"ucap Michel yang masih tidak bisa menerima kalau Zee kembali.


"aku ngerti ke khawatiran kamu Cel. Tapi aku yakin Zee udah berubah. Kamu harus coba untuk maafin dia"kata Christy.


"gimana aku bisa maafin dia Chris? Karena dia aku hampir kehilangan kamu, dan karena dia aku tersiksa ngelihat kamu koma tiga tahun"kata Michel menatap sendu wajah kekasihnya itu.


"tapi aku masih hidup sekarang Cel, akuu ada di depan kamu. Sedangkan Zee? Semua keluarganya mati, dan Alex kakak yang paling dia sayang juga mati di mepan matanya. Dia udah di siksa tiga tahun ini atas semua yang dia lakuin. Zee juga hampir mati Cel"kata Christy membuat Michel menghembuskan nafasnya gusar.

__ADS_1


"tapi kenapa kamu maafin dia? Apa kamu gak benci sama dia? Dia penyebab kehancuran keluarga kamu Chris"kata Michel menatap serius mata gadisnya itu.


"aku bukan tipe orang pendendam, aku maafin dia karena dia udah sadar sama kesalahannya. Dan karena dia gadis yang bang Reza suka"kata Christy membuat Michel lebih terkejut lagi.


"bang Reza suka sama Zee? Sejak kapan? Kenapa dia gak pernah bilang?"tanya Michel penasaran.


"bang Reza ketemu Zee sebelum Zwee kenal sama kita semua. Mereka ketemu di London waktu bang Reza ada misi disana. Bang Reza baru mau ngedeketin Zee. Tapi bang Reza baru tahu kalau dia itu adiknya Alex musuh KC. Waktu bang Reza tahu Zee ada di Indonesia, bang Reza mulai nyari tahu lagi tentang Zee. Tapi ternyata dia tahu kalau Zee suka sama kamu"kata Christy menjelaskan semuanya pada Michel.


"apa bang Richard tahu?"tanya Michel.


"bang Richard gak tahu, bang Richard memang bisa tahu semuanya melalui batinnya. Tapi hanya satu yang dia gak bisa tahu, perasaan seseorang"kata Christy.


"lalu, bagaimana kalau bang Richard tahu nanti?"tanya Michel.


"aku yang akan bicara sama bang Richard"kata Christy.


"aku mohon sama kamu, kamu harus coba untuk maafin Zee"kata Christy menggenggam tangan Michel.


"akan aku coba, demi kamu"kata Michel mengelus lembut pipi Christy.


//skip//


Di salah satu ruang rawat inap di RD hospital, terlihat seorang gadis yang terbaring di brankar. Mata gadis itu perlahan terbuka dan mendapati sosok pria yang tertidur di lengannya.


Gadis itu adalah Zee, dia baru saja sadar setalah diperiksa tadi. Sedangkan pria yang tertidur itu adalah Reza. Zee mencoba untuk duduk perlahan agar Reza tidak terganggu.


Ia menatap sendu wajah pulas Reza yang tertidur, ada rasa bersalah di hatinya. Ia tidak tahu jika selama ini pria itu mencintainya, ia tidak mengerti perlakuan Reza selama ini padanya.


Pantas saja Zee merasa aneh pada Reza, setiap Richard menyuruh Reza untuk menyiksanya, Reza justru menyuruh Aron atau anggota lain. Sedangkan Reza? Dia memilih untuk pergi.


"ada cowok yang tulus cinta sama gue. Tapi bodohnya, gue lebih milih nyakitin bahkan hancurin kebahagiaan banyak orang demi cowok yang gak cinta sama gue"kata Zee dan terisak kecil,s sambil mengelus rambut Reza perlahan.


Reza yang sejak tadi mendengar perkataan Zee, perlahan membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Gadis itu terkejut melihat Reza yang menatapnya.


"sorry buat lo bangun"kata Zee mengalihkan pandangannya dan menghapus air matanya.


"ada yang sakit? Saya panggilkan dokter?"tanya Reza namun dengan wajah dingin khas miliknya.


"gak usah, gue udah mendingan. Makasih udah bawa gue kesini"kata Zee dengan sangat canggung.


"kamu habis nangis?"tanya Reza yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.


"hmm enggak kok"jawab Zee ambigu.


"tadi princess datang membawa ini, dia bilang kamu harus memakannya"kata Reza memberikan sekantung buah-buahan untuknya.


"Chrisnya ke mana?"tanya Zee.


"dia pergi bersama Michel untuk melihat baju pengantin"


"Chris sama Michel udah mau nikah? Kapan?"tanya Zee yang terlihat antusias.


"lusa"jawab Reza membuatnys tersenyum bahagia.


"mereka memang cocok"kata Zee tersenyum tulus


"hmm gue mau nanya sesuatu ke lo"kata Zee menatap Reza yang sedang mengupas buah jeruk untuknya.


"tanya saja"kata Reza yang fokus pada jeruk itu.


"kita pernah ketemu kan sebelumnya? Tapi bukan di Indonesia"tanya Zee membuat Reza berhenti mengupas buah jeruk itu lalu menatap wajah Zee.


"cowok aneh, itu sebutan pertama kamu buat saya"kata Reza membuat Zee benar-benar terkejut.


"lo cowok aneh itu? Cowok enah yang makan steak pake belatih itu? Cowok aneh yang pake baju serba hitam itu?"tanya Zee dengan wajah sumringahnya.


"itu saya"jawab Reza singkat dan tersenyum tipis hampir tak terlihat.


"kenapa lo gak bilang? Gue masih penasaran soal lo waktu itu"kata Zee.


"gue ketemu sama lo cuma 3 hari, setelah itu lo udah gak pernah kelihatan lagi"kata Zee penasaran.


"karena tugas saya di sana sudah selasai, jadi saya kembali ke sini"kata Reza memberikan buah jeruk untuk Zee.


"soal lerasaan lo ke gue? Kenapa gak jujur waktu lo punya kesempatan buat ngomong sama gue?"tanya Zee bingung.


"saya tidak mungkin jujur soal itu, apa lagi saya baru tahu waktu itu kalau kamu adiknya Alex. Musuh terbesar saya"kata Reza menatapnya.


"gue..."kata Zee terhenti karena melihat tatapan tajam Reza.


"sebaiknya kamu tidur, sudah waktunya istirahat untuk pasien"kata Reza dengan nada dingin membuat Zee merinding.


"lo mau pulang?"tanya Zee saat sudah membaringkan tubuhnya.


"kalau saya pulang, siapa yang menjaga kamu"kata Reza lalu membaringkan tubuhnya di sofa dekat brankar.


"tidurlah"kata Reza lalu membelakangi Zee dan menutup matanya.


"dia memang aneh, tapi tidak seaneh dulu. Makan steak menggunakan belatih? Apa semua mafia seperti itu? Tapi kak Alex gak pernah. Ah memang dia saja yang aneh"kata Zee menatap punggung Reza.


"ternyata caraku dulu untuk membuat kesan indah untuk gadis ini salah, bukannya terkesan dia justru mengatakan kalau saya aneh"batin Reza.

__ADS_1


__ADS_2