
Jam menunjukan pukul 10 pagi. Hari inj pernikahan Michel dan Christy akan di laksanakan. Pernikahan mereka bertema outdoor wedding. Semua tamu sudah datang, pagi ini adalah acara pengucapan janji sebagai awal di bentuknya sebuah hubungan.
Michel sudah berdiri di atas altar pernikahan, wajahnya terlihat begitu tegang. Para sahabatnya tidak hentinya tertawa, saat melihat betapa tegangnya pengantin pria itu saat ini.
Semua tamu menunggu kedatangan pengantin perempuan. Semua orang tidak sabar untuk melihat penampilan Christy hari ini.
"Pengantinnya udah dateng nih"teriak Fikra membuat semua orang berbalik termaksud Michel.
Semua orang sangat kagum saat melihat penampilan Christy. Gadis itu terlihat sangat-sangat cantik. Gaun putih yang terlihat sangat elegan, menambah kadar kecantikan seorang Christy Walton Raymond.
Christy berjalan di gandeng oleh Wijaya daddynya. Saat keduanya hendak naik keatas altar pernikahan, tiba-tiba Richard datang.
"Apa boleh, saya juga ikut berjalan di atas altar bersama princess?"tanya Richard pada Wijaya. Pria itu benar-benar ingin berjalan di atas altar bersama adiknya.
"Sangat boleh. Raymond sudah tidak, kamu adalah penggantinya"ucap Wijaya menepuk pundak Richard.
Richard dan Wijaya menggandeng tangan Christy, mereka berjalan di atas altar bersama. Michel tersenyum melihat Christy, hari yang sangat di impikannya akhirnya terwujud.
Richard menggenggam tangan Christy, hari ini adalah hari terpenting bagi princessnya. Hari ini ia harus melepas Christy untuk Michel, princessnya akan membuka lembaran baru bersama pria yang di cintainya.
"Altar ini menjadi saksi kehidupan baru kamu. Abang mau, kamu selalu bahagia sampai akhir hayat nanti"kata Richard menatap lurus kedepan, dan menggenggam erat tangan Christy.
"Terimakasih......Semua ini berkat abang"kata Christy dengan air mata yang sedikit terjatuh.
Mereka akhirnya berhenti tepat dihadapan Michel. Gadis itu tersenyum menatap pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Richard dan Wijaya langsung turun dari altar, Michel dan Christy langsung berpegangan tangan. Pendeta lebih dulu melakukan beberapa liturgi (tata cara kebatian).
"Christy Walton Raymond, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita. Sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus"kata Michel, mengucapkan sumpah pernikannya yang pendeta katakan sebelum dirinya.
"Michel Pratama....Aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus"kata Christy yang juga mengucapkan sumpah pernikahannya.
Seketika semua tamu bersorak ria, keduanya telah menjadi sepasang suami istri. Christy dan Michel tersenyum bahagia, hari yang mereka tunggu akhirnya terwujud. Michel dengan cepat mencium bibir Christy, semua tamu berteriak histeris.
Pria itu melepaskan ciumannya, lalu menggenggam tangan Christy. Tiba-tiba air matanya keluar, Christy sedikit terkejut saat melihat Michel menangis.
"Kamu kenapa?"tanya Christy sambil menghapus air mata Michel.
"Ini adalah hari yang gak akan pernah aku lupain. Hari di mana aku bisa milikin kamu seutuhnya. Akhirnya Tuhan mengambulkan doa aku"Michel tersenyum bahagia. Dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya itu.
Richard berjalan naik ke atas altar, lalu memeluk Michel cukup lama. Ia membisikan sesuatu ketelinga Michel.
"Jaga princess baik-baik. Apapun yang terjadi nanti, saya mau princess terus bahagia"kata Richard lalu melepaskan pelukannya.
"Alasti bang"Michel menjawab dengan sangat yakin, lalu tersenyum pada Richard.
Richard lalu beralih pada Christy, dia cukup lama menatap wajah princess nya itu sambil menggenggam tangannya. Richard mencium kening Christy cukup lama, lalu tersenyum menatap princess kesayangannya itu.
"Sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Michel. Apapun yang terjadi di masa depan, kamu memiliki seseorang untuk tempat mengadu setiap keluh kesah kamu. Princess abang sudah milik orang lain sekarang"kata Richard tersenyum, namun air matanya seketika terjatuh.
Christy dengan cepat menghapus air mata Richard, dia tersenyum dan menggenggam erat tangan Richard. Lebahagiaannya selama ini adalah karena Richard, semuanya selesai karena Richard.
"Sampai kapanpun, princess ini akan tetap menjadi milik abang"kata Christy.
Richard tersenyum memandang wajah Christy, gadis yang selalu mengisi harinya selama ini, gadis yang selalu menjadi alasan dia kuat selama ini. Hari ini semuanya sudah berakhir, akhirnya Christy sudah menjadi milik Michel seutuhnya.
"Kalian harus menyapa para tamu. Abang mau mencari Vira dulu"kata Richard lalu turun dari altar pernikahan.
Michel dan Christy berjalan bersama untuk menyapa tamu. Para sahabat mereka turut bahagia hari ini. Pasangan yang memiliki banyak cobaan selama ini, akhirnya bisa bersatu.
"Selamat bro. Lo udah resmi jadi suaminya Chris sekarang"ujar Dimas tersenyum bahagia. Ia sangat salut dengan perjuangan sahabatnya itu.
"Jaga adik gue yah Cel"ucap Revano tersenyum.
"Pasti Rev"kata Michel yang juga tersenyum.
"Selamat Chris"ujar Fara dan Tasya lalu memeluk Christy.
"Makasih Far, Sya. Kalian selalu ada buat gue, makasih banget"Christy memeluk erat kedua sahabatnya. Mereka adalah alasan kenapa dia bertahan hingga sekarang. Kedua sahabatnya itu selalu mendukungnya.
"Kita sahabat Chris. Lo susah kita juga susah, dan kalau lo seneng kita juga ikut seneng"kata Fara tersenyum menatap Christy.
"Meskipun sekarang kita gak lengkap, tapi yang terpenting kita harus selalu sama-sama. Putri pasti seneng lihat kita kayak gini"kata Tasya menghapus air matanya.
Christy tersenyum bahagia, dia merasa begitu beruntung memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik. Ia selalu bersyukur, karena Tuhan sudah memberikannya sahabat yang begitu luar biasa.
Saat mereka sedang asik berbicara, tiba-tiba Reza, Aron dan Zee datang bersamaan. Reza dan Aron langsung memeluk Christy, lalu mencubit gemas pipinya.
"Lrincessnya abang udah nikah ajah"ujar Aron tersenyum bahagia.
"Selamat princess"kata Reza tersenyum tulus.
"Aku kira kalian gak bakal dateng"Christy tersenyum saat melihat kehadiran kedua pria tampan itu.
__ADS_1
"Princessnya KC nikah, masa kita gak dateng. Mereka ajah dateng"kata Aron menunjuk para anggota KC yang juga menjadi tamu di pernikahan hari ini.
Mereka semua tertawa saat melihat para anggota KC yang menjadi tamu pernikahan. Wajah mereka yang biasanya terlihat seram. Justru sekarang tersenyum sangat lebar.
"Lantesan rame banget, anggota KC pada dateng semua"kata Raja terkekeh.
"Chris, selamat yah"ucap Zee tersenyum pada Christy.
"Bang Reza, abang kapan nih? Kasihan tuh, di gantung mulu"kata Christy membuat Zee tersipu malu.
"Sekarang kalau dia mau, abang bisa"ujar Reza membuat mereka tertawa.
"Zee, lo harus hati-hati. Nikah sama mafia itu serem tahu. Entar anak lo di jadiin bahan latihan"kata Christy membuat Zee terkekeh.
"gmgak gitu juga princess"Reza tersenyum saat mendengar perkataan Christy.
"hmm, Far, Sya. Bisa ngobrol bentar?"tanya Zee membuat keduanya menatapnya.
"Gue sibuk"Fara berkata dengan nada sinis nya.
"Far, udahlah"kata Christy membuat Fara menghembuskan nafasnya gusar.
"Fara, Tasya. Kalian ngobrol dulu sama Zee, selesaikan masalah kalian"ucap Aron mencoba membujuk Fara dan Tasya.
"Kita ngobrol disana"kata Fara lalu berjalan lebih dulu di susul Tasya dan Zee.
Berbeda dari yang lain, Ricbard dan Vira sedang asik berbicara berdua. Beberapa tamu sesekali berbisik, saat melihat Vira yang berdiri di samping Richard. Semua orang selalu melihat Richard sendiri, namun hari ini ada seorang gadis bersamanya.
"Richard"panggil Wijaya, sambil berjalan mendekat ke arah Richard. Namun dia tidak sendiri. Ada seorang pria yang seumurannya yang ikut.
"Ada apa dad?"tanya Richard pada Wijaya.
"Ini rekan bisnis ayah kamu. Dia mau berbicara dengan kamu"ucap Wijaya membuat Richard menatap pria paruh baya di samping Wijaya.
"Richard kamu masih ingat saya?"tanya pria paruh baya itu, membuat Richard sedikit bingung.
"Maaf, tapi saya tidak ingat"Richard menjawab seadanya saja.
"Saya rekan bisnisnya Raymond. Kita pernah bertemu sekali, kalau tidak salah di China"kata pria itu membuat Richard mengangguk mengerti.
"Lh iya, saya ingat. Ada apa ya, anda mau berbicara sesuatu?"tanya Richard yang akhirnya mengingat siapa pria itu.
"Saya hanya ingin menyapa saja. Sudah lama tidak bertemu"kata pria itu tersenyum.
"Elsa"panggil pria itu, lalu seorang gadis yang terlihat cantik dan elegan datang menghampirinya.
"Richard, perkenalkan ini anak saya Elsa. Dan Elsa, perkenalkan ini Richard yang papa ceritakan"kata pria itu. Lalu Elsa dan Richard saling berjabat tangan.
Elsa terlihat tersipu malu, saat melihat betapa tampannya Richard. Vira yang berdiri di samping Richard, hanya bisa bersabar saat melihat ada seorang gadis yang terang-terangan menunjukan rasa minatnya pada Richard.
"Elsa yang akan meneruskan perusahaan Admaja group. Dan kalian nantinya akan menjadi rekan bisnis. Sama seperti saya dan Raymond"ucal pria paruh bayu itu, yang tidak lain adalah Admaja rekan bisnis Raymond.
"Tapi untuk sekarang, bukan saya yang mengurus perusahaan. 2 adik saya yang mengurusnya"Richard kembali berbicara. Ia sedikit tidak suka saat membahas tentang perusahaan. Karena menurutnya itu tidak penting.
"Oh begitu, saya tidak tahu. Saya fikir kamu yang mengurus perusahaan"Admaja sedikit terkejut saat mengetahui kalau perusahaan bukan Richard yang menjalankan.
"Tapi kamu pasti lebih tahu soal perusahaan. Apa kamu bisa membantu Elsa untuk belajar tentang perusahaan?"tanya Admaja membuat Richard langsung menatap Vira.
"kenapa?"tanya Vira bingung karena pria itu menatapnya.
"Saya bisa mengajari anak anda, tapi kalau saya di perbolehkan"kata Richard menatap Vira. Admaja dan Elsa langsung menatap Vira, mereka tidak mengenal siapa gadis itu.
"Kalau boleh saya tahu, memangnya siapa gadis ini?"tanya Admaja menatap Vira.
"Kekasih saya"jawab Richard membuat Wijaya tersenyum, sedangkan Elsa dia sangat terkejut.
"Benarkah? Saya kira kamu tidak memiliki kekasih. Maaf, saya tidak tahu"kata Admaja tersenyum.
"Nona Vira, apa boleh jika Richard mengajari Elsa?"tanya Admaja menatap Vira. Dia berbicara dengan sangat sopan.
"Bapak tidak usah meminta izin dari saya, semua keputusan ada di tangan Richard"kata Vira merasa tidak enak. Karena Admaja berbicara begitu sopan padanya.
"Kalau dia sudah siap belajar, hubungi saya saja"ujar Richard Yang langsung di angguki Elsa.
"Dad, Richard kesana dulu"kata Richard pada Wijaya, lalu menggandengan tangan Vira dan pergi dari sana.
"Kenapa harus izin ke aku?"tanya Vira membuat Richard berhenti dan menatapnya.
"Saya tidak mau kamu cemburu nanti"ucap Richard dengan nada yang terdengar sangat santai.
"Enggak kok"ujar Vira. Membuat Richard tersenyum.
"Kalau cemburu bilang saja. Saya tahu."Richard kembali berbicara, membuat Vira menatapnya kesal.
__ADS_1
"Iya iya aku cemburu. Puas?"Vira membuat Richard menjadi gemas dengan tingkahnya.
"Tenang saja. Saaya tidak akan tertarik pada gadis itu"ujar Richard merangkul pundak Vira.
"Kamu emang enggak. Tapi dia gimana? Kamu tuh ganteng. Mana ada sih, cewek yang gak mau sama kamu. Semua cewek ngantri Richard"Vira terlihat cemberut. Gadis itu benar-benar kesal saat ini.
"Kalau mereka menyukai saya, itu hak mereka. Yang terpenting, saya tetap untuk kamu"kata Richard membuat Vira tersipu malu.
"Eh aku sampe lupa. Malam ini aku gak bisa ikutan acara respsinya Chris sama Michel"kata Vira membuat Richard menatapnya.
"Kenapa tidak bisa?"
"Aku mau ke bandung. Mama aku sakit"ucap Vira membuat Richard cukup terkejut.
"Yasudah, saya antar. Jam berapa mau berangkat?"tanya Richard.
"Eh enggak usah. Aku udah biasa sendiri ke sana. Lagian kamu harus stay disini. Ini hari bahagianya Chris, kamu harus di sini"kata Vira.
"Iya. Kalau sudah sampai, jangan lupa telfon saya"kata Richard yang langsung diangguki Vira.
//skip//
Hari sudah malam, tamu yang datang semakin banyak. Malam ini adalah acara resepsi pernikan Christy dan Michel, tema malam ini tetap outdoor wedding. Christy dan Michel terus bersama untuk menyapa tamu, mereka sesekali bercanda tawa bersama.
"Bang"panggil Christy membuat ke lima abangnya berbalik. Christy tertawa terbahak-bahak, dia lupa jika abangnya lebih dari satu.
"Ada apa?"tanya kelimanya bersamaan, membuat Christy terkekeh.
"Maksud aku, bang Richard"ucap Christy yang terus tertawa.
"Ada apa princess?"tanya Richard lalu mendekat ke arah adiknya itu.
"Lak Vira nya mana? Belum dateng?"tanya Christy yang belum melihat kekasih abangnya itu.
"Vira tidak datang malam ini. Dia mau ke bandung. Mamanya sakit"kata Richard membuat Christy mengangguk mengerti.
"Princess"panggil Steven yang baru saja datang.
"Bang Steven, tadi pagi kenapa gak ada?"tanya Christy yang kesal. Karena Steven tidak ada saat dia dan Michel mengucapkan sumpah pernikahan.
"Maaf ya. Abang ada beberapa misi yang tidak bisa di tunda. Malam ini kan abang ada"kata Steven tersenyum bahagia.
"Bang Steven gak bawa gandengan?"tanya Christy membuat pria itu terkekeh.
".asih belum dapet yang pas di hati"kata Steven terkekeh.
"Di sini banyak cewek bang. Cari ajah dulu. Mungkin ajah ada yang pas di hati"ujar Michel tertawa.
"Kalau soal itu gampang. Muka gue ganteng jadi cewek pada ngantri"kata Steven membuat Richard menjitak kepala adiknya itu.
"Ganteng, tapi belum punya pacar"ejek Richard.
"Gsk boleh ngasal kalau nyari cewek bang, harus yang perfect."kata Steven.
"Mendingan kamu ikut abang. Banyak rekan kerja ayah yang mau mengenal kamu"kata Richard menarik Steven menjauh dari sana.
"Kamu cantik"kata Michel membuat Christy tersenyum.
"Hari ini, aku gak bisa berhenti buat senyum. Aku bahagia banget, aku bisa milikin kamu seutuhnya"ucap Michel menggenggam tangan Christy.
"Aku juga bahagia Cel. Aku selalu mikir, hubungan kita terlalu banyak masalah. Tapi sekarang, kita bisa bersatu"kata Christy tersenyum bahagia.
Ssekarang omongan aku waktu SMA dulu terbukti. Aku bisa jadiin kamu istri aku"kata Michel tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
"Aku cinta sama kamu Cel"kata Christy membuat Michel terkejut.
Kalimat itu yang selalu ia ingin dengar, kalimat yang sangat ia tunggu. Akhirnya Christy mengatakannya. Ia sangat bahagia.
"Aku juga cinta sama kamu Chris"kata Michel lalu memeluk Christy.
"PENGANTIN BARU BEBAS"teriak Raja membuat para tamu tertawa.
"Yang jomblo di harap untuk diam"kata Fikra menggunakan microfonnya.
"Gue sadar kok Fik. Gak udah di perjelas"kata Raja membuat semua orang semakin tertawa.
"Tuhan terimakasih....Hari ini adalah hari yang paling membuatku bahagia. Semuanya sudah membaik. Hari-hariku di epenuhi kebahahiaan. Terimakasih"batin Christy.
__ADS_1