Two World Mafia Girls(PART 2)

Two World Mafia Girls(PART 2)
Chapter 68


__ADS_3

..."Hidupku pernah sempurna karena kamu"...


DOR


BRAK


Satu kali tembakan berhasil membuat tubuh Christy jatuh menghantam lantai. Mereka semua seperti mati rasa melihat darah yang sangat banyak.


Michel membuang senapan itu jauh-jauh. Ia langsung melihat keadaan istrinya. Mata Christy tertutup sangat rapat.


"Enggak Chris! ENGGAK!!" Michel menjadi histeris saat mengecek keadaan Christy.


Denyut nadinya sangat lemah, bahkan tubuhnya tidak merespon sama sekali.


"RAJA TELFON AMBULANCE CEPAT!!" Michel yang terus histeris membuat semua orang tersadar.


Raja langsung menelfon ambulance, sedangkan yang lain hanya bisa terdiam melihat Christy yang terbaring dengan penuh darah.


"MENJAUH!" Michel mendorong semua orang yang hendak mendekati istrinya.


Rasa amarahnya benar-benar besar, ia membenci semua orang yang menyakiti istrinya.


Michel tidak membiarkan mereka menyentuh Christy sedikit pun.


"AAARGGHH! Chris aku mohon" Michel mencoba melakukan CPR pada istrinya itu.


Michel terus melakukan kompresi pada dada Christy, berharap jantung istrinya kembali merespon.


Richard menggenggam erat tangan Christy, dadanya terasa sangat sakit melihat Christy di penuhi darah seperti ini.


"Chris bangun! BANGUN!" Michel sudah di penuhi keringat, ia tidak berhentinya melakukan kompresi pada ada Christy.


"Cel ambulance udah datang" ucap Raja yang berlari masuk bersama beberapa dokter.


Michel langsung mengangkat tubuh Christy, dan membaringkannya di atas brankar.


"Kalau sampai Chris kenapa-napa, jangan harap kalian semua bisa hidup tenang!" Michel berbalik menatap seluruh keluarga Raymond dan Stamford.


Rasa bencinya pada kedua keluarga itu sangat besar, karena mereka istrinya menderita seperti.


Michel langsung masuk ke dalam ambulance, dan yang lain mengikuti menggunakan mobil masing-masing.


Michel tidak bisa menahan air matanya, ia terus menangis menatap wajah pucat Christy.


"Kamu harus bertahan sayang, ada dua nyawa yang kamu rawat saat ini" ucap Michel lirih, mengelus perut Christy yang sangat besar.


Hanya butuh waktu lima menit akhirnya mereka sampai di RD hospital, Christy langsung di bawa ke ruang UGD.


Dokter Renal dan dokter Genta langsung membantu Michel, mereka sangat terkejut melihat kondisi Christy.


"Panggil dokter kandungan, cepat!" perintah Michel pada salah satu perawat.


Michel dan beberapa dokter langsung memasangkan banyak alat di tubuh Christy. Kondisinya sangat kritis, terlebih lagi darah di kepala dan di dadanya tidak berhenti keluar.


"Dok, pasien tidak bernafas" ucap dokter Renal yang terlihat panik.


"Saya akan melakukan kompresi" ucap dokter Genta lalu naik ke atas brankar.


Dia terus menekan dada Christy, sedangkan Michel memantau ritme jantung Christy.


"Defribrilator cepat!" Michel langsung menggunakan alat kejut jantung itu, agar ritme jantung Christy bisa stabil.


"Chris aku mohon" Michel terus mengulang kalimatnya, dan tidak berhenti menggunakan alat kejut jantung itu.


"Pasien sudah kembali" kata Renal lega saat melihat ritme jantung Christy yang sedikit lebih normal


"DI MANA DOKTER KANDUNGAN ITU!" teriak Michel membuat semu yang ada di UGD.


Tiba-tiba seorang wanita paruh baya masuk ke UGD, dia adalah dokter kandungan yang di panggil untuk datang ke sana.


"Apa anda menunggu pasien mati hah!" bentak Michel membuat dokter kandungan itu takut.


"Maaf dok".


"Periksa kandungannya, cepat!" perintah Michel yang sangat marah.


"Anda harus tenang dok, ini rumah sakit dan anda adalah dokter. Saya tahu dia adalah istri anda, tapi anda tidak bisa seperti ini" ucap Renal yang mencoba membuat Michel lebih tenang.


Michel menghembuskan nafasnya kasar, ia mengacak rambutnya berkali-kali. Darah di tangannya sangat banyak, bahkan di tubuh Christy lebih banyak.


"Saya yakin anda kuat" ucap Renal sambil mengelus punggung rekan kerjanya itu.


"Pasien terlalu banyak mengeluarkan darah, kandungannya bisa terancam jika seperti ini" kata dokter kandungan yang memeriksa Christy.


"Kita harus segera mengeluarkan janin dari dalam perut pasien" lanjutnya membuat semua orang yang ada di UGD terkejut.


"Tapi kondisinya tidak memungkinkan, istri saya bisa dalam bahaya" Michel menolak perkataan dokter itu.


"Justru itu, anda harus memilih dok. Istri anda atau kedua anak anda" tegas dokter itu membuat Michel terdiam.


Michel tidak bisa menerima ini, ia tidak mungkin memilih. Ia tidak mungkin melepas Christy, terlebih lagi kedua anaknya.


"Dok, pasien sadar" ucap perawat yang melihat mata Christy terbuka walau hanya sedikit.

__ADS_1


Michel menggenggam erat tangan istirnya itu, mencium terus menerus.


"Kamu kuat sayang, kamu kuat" ucap Michel lirih.


"Anak kita harus bisa melihat dunia" kata Christy dengan suara yang sangat parau.


"Tapi aku gak mau kehilangan kamu" kata Michel lirih.


"Ragaku ada di dalam anak-anak kita nanti. Biarkan mereka melihat dunia. Aku yakin kamu bisa tanpa aku" Christy terus mencoba untuk berbicara.


Tubuhnya sangat lemah, ia bahkan tidak bisa merasakan genggaman tangan Michel. Tubuhnya seperti tidak bisa merespon apapun.


"Dok, kita tidak punya banyak waktu. Janin bisa dalam bahaya" ucap dokter kandungan itu.


"Aku tahu kamu kuat, aku mohon bertahan sayang. Kamu harus bisa melihat anak-anak kita, mereka harus tumbuh bersama dengan kita" ucap Michel lalu mengecup singkat kening Christy.


"Bawa pasien ke ruang operasi" kata dokter kandungan itu.


Brankar Christy di dorong keluar dari UGD. Michel terduduk lemas, hatinya terasa sangat hancur. Ia hanya berharap Christy bisa bertahan, hanya itu.


Dokter Renal dan dokter Genta langsung membantu Michel berdiri. Mereka juga tidak tega melihatnya seperti ini.


"Anda harus kuat, Christy pasti bisa bertahan" ucap dokter Renal yang sangat yakin.


"Christy orang yang kuat, saya yakin" Genta pun mencoba membuat Michel kuat.


Mereka langsung membawa Michel keluar dari UGD, tapi langkah Michel terhenti saat melihat semua keluarga Raymond dan Stamford ada di sana.


Kemarahannya kembali memuncak, rasa bencinya benar-benar besar.


"Mau apa lagi kalian? Hah! Belum puas kalian nyiksa Chris? Belum puas ngerusak mentalnya? MAU APA LAGI KALIAN!" Michel berteriak dengan sangat keras.


Mereka hanya bisa terdiam, bahkan tidak ada yang berani berbicara. Richard hanya duduk di depan ruang UGD, ia merasa dunia sudah runtuh.


"Cel, kita semua khawatir sama Chris" Raja pun mencoba membuat Michel mengerti.


Michel tertawa mendengar perkataan Raja, ia merasa keluarga Christy memang sudah gila.


"Khawatir? Khawatir Lo bilang hah! Emangnya rasa khawatir kalian bisa nyelamatin istri gue? Bisa nyelamatin anak-anak gue? ENGGAK BISA!" tegas Michel membuat mereka kembali terdiam.


"Mending kalian semua berdoa semoga Chris baik-baik ajah. Kalau sampai dia kenapa-napa, gue masukin ke penjara kalian semua!" ucap Michel lalu hendak pergi dari sana.


Namun tangannya di tahan oleh Richard. Pria itu menatapnya seolah ingin tahu apa Christy baik-baik saja.


"Gue juga gak mau kehilangan Chris, bang" ucap Michel lirih lalu pergi dari sana.


Richard hanya bisa terdiam, hari ini semuanya sangat hancur. Vira pergi entah kemana, dan adiknya dalam kondisi tidak baik saat ini.


"Ternyata seperti ini rencana kamu princess. Apa kamu sangat lelah? Sampai berfikir mengakhiri hidup seperti ini" ucap Richard lirih.


"Maaf karena selalu menahan kamu selama ini, Abang fikir kamu kuat. Tapi nyatanya, kamu sangat hancur. Maaf kan Abang" lanjutnya.


"Senyuman Chris ternyata hanya palsu. Dia tersenyum hanya untuk nyembunyiin rasa sakit yang dia rasain. Kita hampir setiap hari bareng sama dia, tapi kita gak nyadar kalau dia serapuh ini" ucap Dimas sendu.


Dimas tidak pernah menyangkan jika Christy menyimpan banyak luka. Yang ia tahu, sosok Christy sangatlah kuat.


Tapi nyata tidak! Christy sangat rapuh, fisikanya terluka, mentalnya rusak.


"Maafin gue Chris" ucap Zee lirih.


Richard menatap mereka semua, tiba-tiba ia tersenyum sinis.


"Sekarang kalian akan sadar, sehancur apa dia. Kalian akan tahu serusak apa mentalnya. Selamat, kalian berhasil membunuh seseorang yang ingin hidup tenang di dunia ini. Kalian yang memaksanya untuk pergi meninggalkan dunia ini. Selamat!" ucap Richard lalu ia pergi dari sana.


Mereka semua kembali terdiam, menyalahkan diri mereka masing-masing.


Mental seseorang memang tidak bisa di anggap sepele. Mental seseorang yang sudah terganggu, akan sangat sulit membuatnya kembali normal.


Tapi itu bukan berarti seseorang yang mentalnya rusak bisa kalian sebut gila, itu salah besar! Mereka yang mentalnya rusak hanya ingin ketenangan, hanya ingin kedamaian. Tapi masih banyak orang yang selalu ingin merusaknya.


//Skip//


Sudah dua jam berlalu, Michel dan Richard masih berdiri di depan ruang operasi. Sedang para keluarga hanya bisa melihat dari jauh, karena Michel melarang mereka mendekat ke arah ruang operasi.


Michel dan Richard langsung mendekat ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.


"Anak-anak anda selamat, dok. Mereka akan di pindahkan ke ruang khusus bayi" ucap dokter itu membuat Michel dan Richard sedikit lebih tenang.


Tapi mereka juga ingin tahu kondisi Christy.


"Istri saja bagaimana?" tanya Michel.


"Istri anda akan di masukan ke ruang ICU. Kondisi kritis" ucap dokter Genta.


"Sebaiknya anda tidak menahan pasien terlalu lama" ucap dokter Genta lalu pergi dari sana.


Michel seketika terduduk di lantai, sedangkan Richard hanya bisa terdiam.


"Apa lagi ini Tuhan" ucap Michel lirih.


Richard langsung membantu Michel berdiri, mencengkram kuat kedua pundak pria itu.


"Dengarkan saya baik-baik, sudah cukup kita menahan princess. Biarkan dia pergi, biarkan dia bernafas lega di dunianya yang baru" ucap Richard.

__ADS_1


Richard pun sangat berat mengatakan ini, tapi ia juga tidak bisa terus menahan Christy. Adiknya itu sudah sangat lelah.


"Enggak bang! Gue gak bisa hidup tanpa Chris! Enggak akan pernah bisa!" Michel menolak perkataan Richard.


"Apa kamu mau melihat princess terus tersiksa? Dia sudah lelah, biarkan dia beristirahat dengan tenang" tutur Richard dengan sangat berat.


"Tapi dia bahkan belum melihat anak-anaknya, dia belum memberikan nama untuk mereka" ucap Michel lirih.


Richard langsung memeluk erat tubuh Michel, ia juga merasakan sakit di hatinya. Tapi menahan Christy hanya akan membuatnya lebih menderita lagi.


"Kamu pasti bisa Michel, saya yakin" kata Richard lirih.


Air matanya akhirnya terjatuh, kali ini mungkin ia akan benar-benar kehilangan Chrisy.


"Kamu harus melihat anak-anakmu" ucap Richard membuat Michel mencoba lebih kuat.


Michel sudah menjadi seorang ayah sekarang, ia mempunya tanggung jawab besar atas keluarga kecilnya.


Michel dan Richard langsung pergi untuk melihat kedua anak itu. Dari luar mereka tersenyum penuh haru.


Michel tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, sekaligus rasa sedihnya. Anak-anak yang selalu ia tunggu akhirnya terlahir ke dunia ini.


Mereka langsung masuk ke ruangan khusus bayi. Michel menggendong putrinya sedangkan Richard menggendong seorang putra yang tidak lain adalah kembaran dari bayi yang Michel gendong.


"Ini papa nak" ucap Michel lirih, air matanya terus terjatuh.


Putrinya terlihat sangat mirip dengan Christy, bentuk wajah hingga bibir benar-benar mirip.


"Princess, anak-anak kamu sudah lahir" ucap Richard yang merasa sangat hampa.


Saat mereka sedang fokus pada si kembar, tiba-tiba Raja masuk ke dalam sana.


"Chris butuh Lo" ucap Raja membuat Michel sangat panik.


Ia dan Richard membawa kedua bayi itu untuk menemui Christy. Michel terus berdoa semoga istrinya baik-baik saja.


Semua keluarga sudah berdiri di depan ruang ICU. Michel dan Richard langsung masuk ke dalam sana.


Kedua bayi itu di baringkan di samping kanan kiri Christy. Michel tersenyum sendu, saat melihat kedua anaknya yang berada dekat dengan ibu mereka itu.


"Hey, mereka butuh kamu sayang. Bangun yah" tutur Michel lembut.


Ia mengelus rambut Christy, mencium keningnya berkali-kali. Air matanya terus berjatuhan di wajah Christy.


"Bangun sayang, aku mohon" ucapnya lirih.


"Dok, detak jantung pasien melemah" ucap dokter Renal membuat Michel memejamkan matanya sejak.


"Keluar!" Ucap Michel penuh penekanan.


"Michel tapi...." Richard terhenti saat Michel berteriak histeris


"KELUAR!" Michel berteriak cukup kuat.


Mau tidak mau Richard dan beberapa dokter itu langsung keluar, membiarkan Michel sendiri di sana.


"Ternyata ini alasannya kenapa kamu ngajak aku jalan kemarin. Kamu ternyata mau pergi ninggalin aku Chris" Michel berlutut di samping Christy.


Ia memukul dadanya berkali-kali, terasa sangat sesak. Ia tidak bisa hidup tanpa Christy, ia tidak mungkin bisa.


"Tuhan ngirim kamu buat aku, tapi pada akhirnya dia juga ngambil kamu dari aku. Ini balasan dari perjuangan aku selama ini? Apa kamu mau ninggalin aku?" Michel terus berbicara, berharap ada jawaban dari Christy.


"Chris, aku butuh kamu. Anak-anak kita butuh kamu sayang" ucapnya lirih.


TIIIIIT....


Suara alat itu terdengar sangat nyaring. Detak jantung Christy benar-benar berhenti sekarang.


Michel menangis sejadi-jadinya, menggenggam erat tangan istrinya itu. Berharap ini hanya mimpi.


"Aku kehilangan kamu sayang" ucap lirih.


"Tuhan, jika engkau hanya ingin mengirimkan seseorang dalam waktu yang singkat.... Sebaiknya tidak usah. Aku butuh dia selamanya, bukan sesat" lanjutnya.


Semua orang yang ada di luar menangis histeris, Richard terduduk lemas di lantai. Adiknya benar-benar pergi sekarang.


"Selamat jalan gadis kecil" ucapnya lirih lalu tangisannya pecah.


Michel mencium singkat bibir Christy, mencoba untuk tersenyum meski sangat sulit.


"Hidup aku pernah sempurna karena kamu. Duniaku sangat berwarna karena kamu. Sekarang semua penderitaan kamu sudah selesai, beristirahat lah dengan tenang. Selamat tidur sayang" ucap Michel dengan sangat besar hati.


"Waktu kematian pukul 12:00 siang......Christy Walton Raymond berumur 23 tahun di nyatakan meninggal dunia" ucap Michel lalu menutup matanya sejenak mencoba menerima semua ini.


Sosok Christy Walton Raymond telah pergi untuk selamanya. Semua beban yang ia pikul selama ini akhirnya selesai.


Tidak ada lagi penderitaan, kesedihan, kehancuran, dan kerapuhan. Ia akan tenang sekarang, beristirahat dengan sangat tenang.


Meninggalkan banyak orang yang mencintainya, meninggalkan pria yang sangat mencintainya.


Kisah Christy Walton Raymond telah berakhir sampai di sini, seorang leader mafia terkuat di dunia yang menyimpan kesedihannya sendiri. Membiarkan semua luka di tanggungmya sendiri.


"Sampai bertemu di takdir yang lebih indah sayang" ucap Michel lirih

__ADS_1


...TAMAT;...


__ADS_2