
Dimarkas KC terlihat Steven dan christy yang baru saja tiba, semua anggota menunduk hormat pada mereka. Richard yang sedang latihan seketika berhenti dan menghampiri kedua adiknya itu. Richard memeluk Steven dan Christy bergantian.
"sudah membeii yang kamu butuhkan?"tanya Richard pada Steven, membuat pria itu mengangkat alisnya sambil mengangguk.
"princess, Rahel menunggu kamu di kamarnya"kata Richard memberitahu jika Rahel menunggunya.
"hmm kalau gitu aku ke kamar Rahel dulu"kata Christy lalu berjalan keatas menuju kamar Rahel.
Richard menatap Steven yang sejak tadi tersenyum menatap punggung Christy yang perlahan menghilang. Richard menepuk punggung Steven dan menyuruh Steven mengikutinya.
Mereka berdua sekarang berada di ruangan pribadi milik Richard. Richard menyuruh Steven duduk, sementara dia mengambil minuman kaleng untuk mereka minun. Richard duduk disamping Steven, lalu menatap adiknya itu.
"kamu masih mencintai princess?"tanya Richard menatap Steven membuat pria itu tersenyum tipis.
"abang tentu tahu jawabannya"ucap Steven membuat Richard menghembuskan nafasnya gusar.
"kamu harus berhenti mencintai princess. Steven kamu harus sadar, princess sudah memiliki kekasih. Dan mereka akan segera menikah"kata Richard berusaha membuat Steven mengerti.
"kenapa abang selalu menyuruhku untuk berhenti mencintai princess? dulu abang menyuruhku pergi demi bisa membuat Rasya dan princess bersama. Apa sekarang aku harus mengalah lagi?"tanya Steven menatap Richard.
"Steven kamu harus sadar, princess tidak mencintai kamu. Princes hanya menganggap kamu saudara, hanya sebatas abang"kata Richard menatap sendu adiknya itu.
"dulu princess menolak ku karena dia masih terlalu kecil untuk mengerti cinta. Sekarang aku akan memulainya dari awal"kata Steven yang terlihat sangat serius dengan perkataannya.
"kamu juga dulu masih kecil Steven. Saat itu umur kamu masih 12 tahun. Kamu pasti salah mengartikan perasaan kamu pada princess"kata Richard.
"12 tahun adalah masa remaja seseorang, dan aku sudah bisa mengerti apa arti perasaanku. Dan aku benar-benar mencinta princess"kata Steven yang sudah mulai marah.
"abang mohon mengertilah. Selama ini kamu selalu menuruti perkataan abang dan kali ini kamu juga harus menurutinya"kata Richard meninggikan suaranya.
"aku memang selalu menuruti abang, karena aku adik abang. Tapi soal perasaan? aku tidak ingin berakhir seperti abang!"kata Steven lalu keluar dari sana.
"kenapa kamu tidak mengerti steven, kamu hanya akan menyakiti perasaanmu sendiri. Princess tidak mencintaimu. Kamu betul, soal perasaan kamu tidak boleh berakhir seperti abang. Makanya itu abang seperti ini. Tuhan jaga adikku"batin Richard sendu.
//skip//
Malam hari sudah tiba, semua orang sedang berkumpul di mansion Raymond. Malam ini orangtua Michel juga ada disana. Karena malam ini mereka akan membicarakan soal pernikahan Christy dan Michel.
Pernikahan akan di selenggarakan 3 hari lagi, Michel dan Christy merasa sangat bahagia. Terutama Michel yang sudah menantikan pernikahan ini sejak lama.
Saat mereka sedang membahas tentang pernikahan, tiba-tiba Steven masuk dari luar membuat Richard sangat terkejut. Richard sengaja menyuruh Steven menjalankan beberapa misi agar dia tida mendengar perencanaan pernikahan Michel dan Christy.
Richard langsung berdiri dan mendekat ke arah Steven yang berdiri dengan wajah marahnya. Semua orang menatap Steven terlebih lagi orangtua Michel yang belum mengetahui siapa Steven.
"jadi ini alasan abang memberikan aku misi?"tanya Steven dengan nada yang terdengar sangat marah.
"steven eh maksud gue bang bang Steven. Gabung di sini ajah, mungkin abang ada saran untuk acar pernikahan kami"kata Michel menggenggam tangan Christy, membuat Steven menatapnya tajam.
"dia mencari mati denganku"kata Steven dengan suara kecilnya namun mampu di dengar Richard, membuat Richard menggenggam tangan Steven lalu menariknya pergi dari sana.
Sedangkan semua orang nampak bingung dengan kedua pria itu, namun mereka kembali fokus membicarakan rencana pernikahan.
"maafkan Richard anak saya, dia sepertinya sedang ada masalah dengan temannya"kata Raymond menyebut Steven sebagai teman Richard, membuat Raja menatap Raymond bingung
"tadi itu Steven, dia abang kami"kata Raja pada orangtua Michel membuat kedua orang itu bingung.
"Raja!"tegur Raymond menatap marah pada putranya itu.
"mereka harus tahu ayah, bagaimanapun juga sebentar lagi Michel dan chris akan menikah. Orangtua Michel harus tahu permasalahan keluarga ini"kata Raja membuat Raymond menghembuskan nafasnya gusar.
__ADS_1
"yang tadi sama bang Richard itu namanya Steven, dia anak ayah dari wanita lain. Aku rasa om sama tante harus tahu itu"kata Raja membuat orangtua Michel sedikit terkejut.
"kamu memang tidak berubah Raja, kamu selalu mau memulai hubungan dengan kejujuran. Om hargai kejujuran kamu, tapi kamu terlambat. Michel sudah menceritakan semuanya tentang Steven"kata papi Michel membuat Raja menatap Michel yang megangkat satu alisnya.
"hubungan keluarga ini harus di mulai dengan baik, saya harap semua akan berjalan lancar"kata papi Michel membuat semua orang tersenyum.
"saya ada satu permintaan pada anda"kata Raymond pada papi Michel.
"katakan"
"saya hanya mau satu permintaan. Apa bisa setelah menikah, Chris dan Michel tinggal disini?"tanya Raymond membuat kedua orangtua Michel tersenyum.
"soal itu saya serahkan pada mereka berdua, kalau mereka mau tinggal disini. Saya tidak akan keberatan"kata papi Michel membuat Raymond tersenyum bahagia.
"hmm aku ingin berbicara sebentar dengan Chris"kata Michel meminta izin pada yang lain.
"yasudah berbicaralah dengan Chris"kata Wijaya.
Michel meraih tangan Christy, lalu menggenggamnya dan membawanya keluar dari mansion. Ia membawa Christy menuju taman yang ada di dekat mansion, mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
"duduk sana ajah yah"kata Michel menunjuk kursi taman yang terlihat kosong.
"mau ngomong apa? kan bisa didalam tadi"kata Christy menatap Michel yang duduk disampingnya sambil menggenggam. tangannya
"aku mau berdua sama kamu"ucapnya membuat Christy tersenyum manis.
"aku mau nanya sesuatu ke kamu"kata Michel menatap Christy.
"tanya ajah".
"kenapa kamu gak pernah jujur soal penyakit kanker itu? kenapa aku baru tahu disaat kondisi kamu benar-benar buruk?"tanya Michel dengan tatapan yang berubah sendu.
"aku cuma gak mau semua orang khawatir, aku gak mau jadi beban untuk semua orang dan aku gak mau semua orang natap aku dengan wajah kasihan mereka"kata Christy dengan nada sendu membuat Michel merasa sedih.
"maaf Cel"kata Christy dengan tatapan yang sangat sendu.
"kenapa dulu kamu gak nepatin janji kamu?"tanya Christy membuat Michel menatapnya bingung.
"janji?".
"waktu kamu masuk ke ruang operasi"kata Christy.
Flashback
Setelah dokter menyuruh Michel masuk kedalam ruang operasi, Michel langsung memakai beberapa perlengkapan yang perawat berikan. Ia berjalan perlahan kearah meja operasi yang ditempati Christy.
Terlalu banyak darah disana membuatnya berfikir yang tidak baik, Michel melihat mata Cjristy yang terbuka walau hanya sedikit. Michel menggenggam tangan Christy sangat kuat. Hatinya hancur melihat gadisnya terbaring dengan kondisi yang sangat buruk.
"aku mohon berhatahan demi aku"kata Michel menggenggam erat tangan Christy.
"kamu pasti bisa tanpa aku"kata Christy dengan suara yang sangat lemah, membuat Michel menggeleng.
"enggak chris, aku enggak bisa tanpa kamu. Aku mohon bertahan"kata Michel dengan air mata yang sudah terjatuh membasahi pipinya.
"dulu aku pernah bilang ke kamu, kalau aku akan minta sesuatu ke kamu dan kamu harus mau. Kamu sudah janji Michel"kata Christy membuat Michel mengangguk dan menunggu apa yang akan Vhristy katakan.
"apapun yang terjadi setelah ini, jangan berusaha untuk buat aku kembali. Kalau sudah tidak ada harapan, aku mohon lepaskan aku"kata Christy membuat Michel semakin hancur.
"enggak Chris, aku mohon jangan bicara seperti itu"kata Michel dengan air mata yang terus saja keluar.
__ADS_1
"kamu harus menepati janji, jangan menahan aku terlalu lama. Aya sudah menungguku"kata Christy semakin membuat Michel hampir gila.
"berikan cincin itu untuk gadis yang bisa menggantikan posisi aku dihati kamu"kata Christy menyebutkan cicin yang dokter berikan untuk Michel sebelum dia masuk ke ruang operasi.
Setelah itu mata Christy tertutup rapat, dokter langsung menarik Michel menjauh dari Christy. Tubuhnya menegang melihat 3 dokter itu yang terlihat sangat panik. Michel terduduk di dalam sana dengan perasaan yang hancur.
Michel memukul dadanya berkali-kali, sakit rasanya mendengar perkataan Christy. Mencari gadis lain? tidak mungkin! Bahkan Michel tidak pernah berfikir untuk mencari gadis lain untuk menggantikan posisi christy.
Michel menggenggam erat cicin yang di berikannya waktu itu pada Christy, cicin itu kembali ketangannya. Michel menangis tanpa suara, itu pastinya terasa sangat menyakitkan.
Flashback end
Mengingat kejadian itu membuat Michel merasa sangat sedih, tiga tahun lalu dia hampir kehilangan Christy. Dan itu masa dimana Michel mulai merubah kehidupannya.
"aku gak mungkin biarin kamu pergi ninggalin aku"kata Michel menggenggam erat tangan Christy.
"kalau dulu kamu tidak mempertahankan aku, impian kamu untuk merakit motor akan terwujud sekarang"kata Christy mengingat apa impian kekasihnya itu.
"kamu mau tahu alasan aku menyuruh kamu untuk tidak mempertahankan aku? karena sejak pertama kita ketemu, aku udah lihat semuanya. Aku lihat kamu yang berjuang demi aku, aku lihat kamu jadi dokter untuk aku. Aku lihat semuanya Cel"kata Christy.
"kamu di beri kemampuan yang sangat luar biasa, kamu bisa tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Tapi kenapa? kenapa waktu itu kamu bisa sampai tertembak?"tanya Michel dengan wajah seriusnya.
"kalau waktu itu bukan aku yang tertembak, mungkin saat ini kita akan mengenang tiga tahun kematian bang Richard"kata Christy membuat Michel bingung.
"maksud kamu apa?"tanya Michel yang bingung dengan apa yang Christy bicarakan.
"waktu umur aku 15 tahun, aku lihat mata bang Richard dan aku lihat dia mati tertembak. Aku sudah tahu semua yang akan terjadi malam itu saat bertarung dengan Alex. Tembakan Alex bukan untuk aku, tapi untuk bang Richard"kata Christy membuat Michel sangat terkejut.
"tapi kenapa kamu yang terkena tembakan itu?".
"karena aku tahu kamu akan berjuang untuk aku tetap hidup. Tapi bang Richard? aku gak mungkin biarin dia mati"kata Christy membuat Michel sangat terkejut.
"pantas saja selama tiga tahun kamu koma, bang Richard sangat merasa bersalah. Apa dia tahu soal itu?"tanya Michel membuat Christy mengangguk.
"bang Richard melihat mata aku, dan dia juga melihat aku terkena tembakan itu. Kalau kita berdua melihat hal yang sama, hanya akan ada satu kejadian yang benar-benar terjadi. Dan aku lebih memilih aku yang tertembak"kata Christy.
"apa bang Faris yang datang tiba-tiba itu juga bagian dari rencana kamu?"tanya Michel.
"aku sengaja menyuruh bang Faris datang di waktu yang aku tentukan, karena hanya dia yang bisa melumpukan Alex dan zee. Kalau bang Faris tidak datang, kalian semua akan mati ditangan Alex"kata Christy.
"menjadi mafia sangat sulit, kenapa kamu bisa secerdik ini"kata Michel tersenyum sambil mengelus rambut Christy.
"menjadi mafia adalah hal yang harus aku syukuri, aku bisa melindungi semua orang yang aku sayang."kata Christy tersenyum lalu menyandarkan kepalanya dibahu Michel.
"apa kamu bisa berhenti menjadi mafia setelah kita menikah?"tanya Michel.
"jika bisa, mungkin aku akan berhenti. Tapi belum saatnya Cel. Masih banyak urusan yang belum aku selesaikan. Tapi aku janji, setelah itu aku akan berhenti"kata Christy membuat Michel mengangguk dan tersenyum.
"christy"ucap Michel membuat Christy mengangkat kepalanya dari bahu Michel, lalu menatapnya.
" i love you"kata Michel lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Christy.
Michel mencium lembut bibir Cgristy, sambil mengelus pipi gadis itu. Christy mengalungkan tangannya dileher Michel dan mencium balik bibir kekasihnya itu.
Dari balkon kamar, terlihat Richard dan Steven yang sedari tadi melihat apa yang Michel dan Christy lakukan. Tangan Steven terkepal kuat, wajahnya memerah akibat marah.
Richard menatap sendu adiknya itu, mencintai Christy adalah hal yang akan menyakiti hati Steven. Richard sudah memperingati Steven, namun adiknya itu sangat keras kepala.
"steven sadarlah, kamu harus berhenti sekarang! Princess sudah bahagia bersama Michel, mereka akan segera menikah"kata Richard membuat Steven menatapnya tajam.
__ADS_1
"abang membuatku marah, jangan salahkan aku jika aku menyakiti mereka"kata Steven lalu pergi dari sana.
"*T*uhanku mohon jangan biarkan Steven menyakiti siapapun, dia hanya akan memperburuk semuanya. Jaga keluarga ini, tertutama adik-adikku. Jangan biarkan mereka tahu sesuatu yang lebih mengejutkan lagi"batin Richard sendu.