
Diruang ICU terlihat Christy yang terbaring selepas di operasi oleh Michel, semua keluarga sudah menunggu di luar ruang ICU. Michel dan dokter Renal baru saja keluar dari ruang ICU selepas memastikan kondisi Christy.
Dokter Renal lebih dulu pergi karena masih ada pasien yang harus dia tangani, Michel tetap di sana bersama dengan keluarga Christy dan para sahabatnya. Semua orang sangat khawatir saat mendapat kabar dari Vira, kalau Christy akan dioperasi.
"chris baik-baik ajah kan cel?"tanya Fara yang terlihat sangat khawatir
"sejauh ini Chris udah baik. mungin sejam lagi dia sadar"kata Michel membuat semua orang setidaknya merasa sedikit lebih tenang.
"saya harap setelah Chris sadar, jangan ada yang membahas kejadian 3 tahun lalu, terutama menyebut nama Zee dan Alex. Ini demi kebaikan Chris"kata Michel tersenyum paksa sambil menepuk pundak Raja, lalu dia pergi dari sana.
Semua orang menatap punggung Michel dengan tatapan sedih, pria itu terlihat sangat lelah dan juga rapuh. Semua orang merasa kasihan, Michel selalu ada untuk Christy selama ini. Pria itu tidak pernah meninggalkan Christy sama sekali.
"pak, sebaiknya anda pulang saja dulu. Anda belum beristirahat sejak tadi"kata Vira pada Raymond yang terlihat lemas duduk dikursi rodanya.
"tunggu Chris sadar saja nak, baru saya pulang"kata Raymond pada Vira.
"kalau Chris sudah sadar, saya akan menghubungi anda lagi. Anda terlihat sangat lelah, biar Raja dan Revano yang mengantar anda pulang"kata Vira menatap Raja dan Revano membuat kedua pria itu mengangguk.
"pak, bu, sebaiknya kalian juga. Kalian pasti lelah"kata Vira pada Wijaya dan Megan.
"siapa yang menjaga Chris disini?"tanya Wijaya pada Vira.
"ada saya pak, fara dan Tasya juga ada"kata Vjra sambil tersenyum.
"yasudah, kalau ada apa-apa segera hubungi saya"kata Wijaya lalu pergi bersama dengan yang lain.
Hanya tersisa Fara, Tasya, Vira, Richard dan juga Faris. Vira berdiri di samping Faris, karena masih takut untuk bertatap wajah dengan Richard. Faris sedikit bingung melihat Vjra yang seperti bersembunyi disamping tubuhnya yang tinggi itu.
"lo kenapa?"tanta Faris sedikit berbisik pada Vira.
"hmm temenin gue beli minum di mini market yuk. Mau yah please"kata Vira membuat Faris menatapnya bingung.
"yuk"kata Vira lalu menarik tangan Faris, hingga membuat Faris sedikit terkejut karena gadis itu menariknya sangat kuat.
Richard menatap punggung kedua orang itu tajam, wajahnya terlihat tidak suka dengan apa yang di lihatnya itu. Vira membuat Richard kembali berubah seperti iblis.
__ADS_1
Sedangkan Faris dia langsung menahan Vira dan membalikan tubuh gadis itu agar menghadap dirinya. Vira menaikan alisnya menatap penuh tanya pada Faris.
"lo pacaran sama Richard?"tanya Faris membuat Vira bingung harus menjawab apa.
"lo kenapa nanya gitu sih"ucap Vira dengan nada kesalnya.
"lo gak lihat tadi, si Richard natap kita horor banget. Gue gak mau di bunuh sama Richard, hanya karena dia ngira gue suka sama ceweknya"kata Faris dengan wajahnya yang terlihat takut.
"lo gak usah takut kali, gue bukan pacarnya Richard."kata Vira santai, membuat orang yang ada di belakangnya mengeluarkan suara batuk kecil, hingga Vira dan Faris berbalik. Ternyata itu adalah Richard
"mati kita Vjr"bisik Faris membuat Vira ikut merinding.
"mau kemana kalian?"tanya Richard dengan nada dinginnya.
"gue mau nemenin Vira kemini market depan"jawab Faris berusaha untuk santai.
"kalian di dalam rumah sakit, bukannya mau menyebrang sampai harus berpegangan tangan"kata Richard menarik Vira hingga gadis itu menabrak dada bidangnya. Faris menatap tajam pada Richard, karena pria itu terlalu kasar.
"gak usah kasar bisa gak?"tanya Faris yang sudah mulai kesal.
"Faris udah, gue gak apa-apa kok"kata Vira menatap Faris, membuat pria itu merasa sedikit kasihan.
"lo nyakitin dia"ucap Faris melepaskan genggaman Richard yang terlalu kuat, hingga membuat tangan Vira merah.
"lo gak apa-apa?"tanya Faris menatap Vira yang menunduk.
"menjauh dari milik saya!"kata Richard merangkul pundak Vira, lalu pergi dari sana.
"pria itu tidak tahu caranya menjaga orang yang dia cintai. Apa semua jendral mafia seperti itu? Bisa-bisa semua gadis yang mereka cintai lari"kata Faris tersenyum sinis lalu kembali keruangan Christy.
Sedangkan Richard, dia membawa Vira kedalam mobilnya. Vira hanya diam memperhatikan Richard yang terlihat sibuk mencari sesuatu didalam mobilnya.
"siniin tangannya"kata Richard membuat Vira ragu.
"Tidak usah takut"kata Richard meraih tangan Vira perlahan lalu menaruhnya di pahanya.
__ADS_1
Dengan perlahan dia mengoleskan salep ke tangan Vira yang merah akibat genggamannya yang terlalu kuat. Vira mematap wajah Richard yang terlihat serius mengolesi salep sambil meniup tangannya.
Sekali lagi Vira di buat bingung dengan prilaku pria itu, Vira hampir kehabisan akal untuk menghadapi Richard yang selalu berubah.
"maaf kalau saya terlalu kasar tadi"kata Richard sambil membalut tangan Vira dengan perban.
"hmm udah kan? Gue mau pergi"kata Vira perlahan mengangkat tangannya dari paha Richard.
"kamu marah sama saya?"tanya Richard menahan perlahan tangan Vira.
"enggak kok, gue keluar dulu yah"kaya Vira lalu hendak membuka pintu mobil. Namun tangan panjang Richard dengan cepat menarik pintu mobil itu hingga tertutup kembali lalu menguncinya.
"kamu mau nangis?"tanya Richard menatap wajah Vira yang hanya bisa menunduk.
"gue gak nangis"ucap Vira memalingkan wajahnya, dengan perlahan Richard menarik dagu Vira lalu menatap gadis itu.
"maaf kalau saya terlalu kasar tadi. Saya hanya tidak suka melihat kamu bersama dengan Faris"kata Richard dengan nada lembutnya membuat Vira menatapnya.
"tapi kenapa? Kenapa lo gak suka? Kita bahkan gak ada hubungan apa-apa, Richard. Gue mohon sama lo, jangan bersikap seolah gue itu pacar lo, gue juga punya hati. Gue gak mungkin bisa tahan sama semuanya, udah cukup gue sayang sama lo. Jangan buat gue jadi cinta sama lo, itu hanya buat gue semakin terlihat bodoh"kata Vira yang akhirnya terisak, sejak tadi dia menahannya. Dan akhirnya semuanya keluarnya juga.
"menjalin hubungan dengan saya akan sangat sulit untuk kamu, nyawa kamu akan selalu dalam bahaya. Semua musuh saya akan mengincar kamu"kata Richard membuat Vira tersenyum sinis.
"lalu apa gunanya lo jadi jendral mafia kalau lo gak bisa lindungin gue?"tanya Vira membuat Richard menghembuskan nafasnya kasar.
"semua itu tidak semudah yang kamu fikir, kita bisa selalu seperti ini. Tanpa ada hubungan sama sekali, kita bisa jaga hati masing-masing kan"kata Richard membuat Vira menatapnya.
"orang yang memiliki hubungan saja masih susah untuk di pertahankan, apa lagi dengan orang yang tidak punya hubungan sama sekali. Bisa pergi kapan saja tanpa pamit"kata Vira lalu menghapus air matanya.
"lalu sekarang mau kamu apa?"tanya Richard membuat Vira menatapnya tajam.
"gue cuma minta satu sama lo, kalau emang lo sayang sama gue, perjelas hubungan ini. Gue gak mau jaga hati buat orang yang gak jelas hatinya untuk siapa"kata Vira lalu menekan tombol kunci dan membuka pintu mobil lalu pergi.
Richard terdiam sejenak, perkataan Vira membuatnya bingung. Richard memukul stir mobil berkali-kali hingga tangannya mengeluarkan darah segar. Dia terkejut saat ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya. Richard membuka pintu mobil lalu menatap orang yang membelakanginya itu.
"hai bang"sapa orang berjubah hitam itu lalu membalikkan tubuhnya, hingga membuat Richard seketika terkejut dan terdiam cukup lama.
__ADS_1
"dia sudah kembali"